
Pak Rahman mengeluarkan sebuah benda kecil mirip seperti telur puyuh namun benda itu nampak keras dan berwarna hitam pekat.
Pak Rahman menelan benda itu, meskipun Pak Rahman terlihat kesulitan saat menelan benda itu, akan tetapi akhirnya benda itu bisa tertelan dalam keadaan utuh oleh Pak Rahman.
["Roman, apa lagi yang akan kau lakukan?"]
Dokter Arman merasa jijik waktu melihat Pak Rahman kesulitan menelan benda hitam dan keras dengan bentuk seperti telur puyuh itu.
Setelah Pak Rahman berhasil menelan benda tersebut, tiba-tiba Pak Rahman terjatuh ke tanah dan tubuhnya berhenti bergerak beberap menit.
Dokter Arman merasa panik takut terjadi hal yang tidak-tidak terhadap Pak Rahman.
Namun beberapa menit kemudian tiba-tiba tubuh Pak Rahman kembali bergerak.
Pak Rahman mengangkat kepalanya dan menatap Dokter Arman, kini rupa wajah Pak Rahman telah berubah menjadi menyeramkan.
Matanya berubah menjadi berwarna hitam pekat dan gigi taringnya tiba-tiba menjadi memanjang dan tajam.
Wajah Pak Rahman dipenuhi dengan pembuluh darahnya yang menonjol dibagian keningnya, sepertinya Pak Rahman kerasukan atau mungkin Pak Rahman telah mendapatkan kekuatan yang baru.
"Roman, apa yang sedang terjadi kepadamu?"
Dokter Arman berteriak kepada Pak Rahman, dia khawatir kalau Pak Rahman telah sempurna menjadi bagian dari iblis.
Tanpa menjawab ucapan Dokter Arman, tiba-tiba Pak Rahman menyerang ke arah Dokter Arman dengan merangkak.
Gerakannya sangat cepat melebihi dari seekor cheetah, dalam sekejap dia sudah ada dihadapan Dokter Arman dan menyergap dokter Arman.
Beruntung saja Dokter Arman masih dalam mode terkuatnya sehingga dia bisa menghindari serangan Pak Rahman.
Dokter Arman lalu menyerang balik Pak Rahman dengan serangan secepat kilatnya, namun kali ini dengan mudah serangan itu ditepis oleh Pak Rahman.
"Grrr.. Rooaaaarrrr!"
Pak Rahman mengaum tepat di depan wajah Dokter Arman, suaranya sangat keras sehingga membuat telinga Dokter Arman terasa pengang dan menutup kedua matanya.
"Srreekkk!"
Tiba-tiba tangan kira Pak Rahman menyerang Dokter Arman di bagian dadanya, Dokter Arman terkena serangan itu sehingga bajunya robek dan dadanya terluka akibat serangan itu.
__ADS_1
Kemudian Pak Rahman melemparkan Dokter Arman sekuat tenaga ke depan hingga membuat Dokter Arman membentur dinding goa dan tertimpa reruntuhan.
"Hahaha! Lihatlah, Arman, aku sekarang telah menjadi yang terkuat, kalau kau masih tidak ingin menjadi pengikutku maka aku akan cabut nyawamu!"
Pak Rahman tertawa terbahak-bahak dan menghina Dokter Arman, rupanya dia sudah sempurna menjadi iblis, dia telah mendapatkan kekuatan besar dari raja iblis Azazel.
"Kretekk!"
Dokter Arman bangkit dan keluar dari reruntuhan, dia menatap tajam ke arah Pak Rahman.
"Roman, kenapa kau sampai melakukannya sejauh ini, tahukah kalau itu sangat berbahaya untuk nyawa..!"
Ucapan Dokter Arman terhenti lantaran tiba-tiba Pak Rahman sudah berada dihadapannya dan lalu mencekik leher Dokter Arman.
"Rrrggghhh..! Roman, ber.. tau.. bat.. lah selagi masih ada kesempatan, jangan terbutakan oleh kekuatan iblis yang hanya sementara!-
"Se.. kuat apapun dirimu, kau tetap tidak akan bisa lari dari malaikat pencabut nyawa!"
Dokter Arman menasehati Pak Rahman yang sedang mencekik lehernya sekuat tenaga, Pak Rahman benar-benar sudah tidak terkendali.
"Arman, hidup dan matiku itu adalah urusanku! Kau tidak perlu repot-repot mengurus diriku!"
Saat Dokter Arman hampir kehilangan kesadaran, muncul bayang-bayang ingatan dimasa lalunya saat dia dan adiknya masih kanak-kanak sampai dewasa.
Mata Dokter Arman menatap ke atas dan berkaca-kaca, dia sungguh merasa sangat sedih menerima kenyataan bahwa adik kesayangannya kini telah menjadi iblis yang sesat, dalam hati Dokter Arman mengucap kata taubatnya.
Sementara itu diam-diam Bu Maya mengendap dari belakang sambil mengeluarkan sebilah pisau, dia ingin menolong Dokter Arman dari cengkeraman suaminya yang kini telah menjadi iblis.
"Haha! Lihatlah Rajaku Azazel, kekuatanmu telah membuat diriku menjadi yang terkuat, aku berjanji akan selalu setia kepadamu!"
Pak Rahman memekikkan suaranya, dia berterima kasih atas kekuatan besar yang telah diberikan oleh raja Iblis, dia merasa angkuh dan arogan.
"Arman, sebaiknya kau panggil nama Tuhanmu sebelum kau mati, karena aku akan mematahkan tulang lehermu dan..!"
Suara Pak Rahman berhenti karena ada sesuatu yang menancap tepat di punggungnya dan menembus ke organ dalamnya.
Dia lalu melepaskan cengkeramannya pada leher Dokter Arman, Dokter Armanpun jatuh ke bawah dan lemas.
Pak Rahman membalikkan badan lalu dia melihat kalau seseorang yang menusuk dirinya adalah istrinya sendiri yaitu Bu Maya.
__ADS_1
"Maya, kurang ajar kau! Kau seharusnya mendukungku karena sebentar lagi aku akan memberikanmu kekayaan yang berlimpah!"
Pak Rahman kecewa kepada Bu Maya lalu dia mencekik leher Bu Maya dengan sekuat tenaga sehingga Bu Maya kesulitan bernafas.
"Rah.. man! Hentikan, a.. aku tidak bisa bernafas, hah.. hahh!"
Bu Maya memohon kepada Pak Rahman untuk melepaskan cengkraman tangannya pada leher Bu Maya, namun Pak Rahman tidak peduli dan semakin kuat mencekik leher Bu Maya.
Lalu Pak Rahman membuka mulutnya lebar-lebar, rupanya dia berniat untuk menghisap jiwa murni Bu Maya untuk dijadikan santapannya.
Pak Rahman hanya bisa menghisap jiwa Bu Maya secara sedikit demi sedikit karena dia bukan murni iblis melainkan semi Iblis, oleh karena itu dia tidak bisa menghisap jiwa seseorang dengan cepat.
Dokter Arman yang menyaksika kejadian itu sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, dengan sigap dia berlari ke arah Pak Rahman.
Lalu dia mendorong sekuat tenaga pisau panjang yang menancap di punggung Pak Rahman sehingga menembus sampai ke dada Pak Rahman.
Pak Rahman terkejut dan melepas cengkramannya pada leher Bu Maya, Bu mayapun jatuh ke tanah.
Pak Rahman hendak menoleh ke belakang, akan tetapi Dokter Arman kembali menekan pisau panjang di punggung Pak Rahman dengan menggunakan mantera cambuk halilintarnya, sampai akhirnya dada Pak Rahmanpun berlubang akibat tertembus oleh pisau dan tangan Dokter Arman.
Pak Rahmanpun memuntahkan darah segar dari mulutnya, dia terjatuh ke tanah dan terbaring.
Matanya menatap ke arah Dokter Arman seakan memohon belas kasihan, namun mulutnya tidak mampu mengucapkan kata-kata, dia hanya bisa mengerang sambil memegangi dadanya yang berlubang.
"Maafkan aku, Roman! Aku terpaksa harus membunuhmu, kau sudah melampaui batas!"
Dokter Arman menatap Pak Rahman penuh dengan rasa kasihan, dia terpaksa harus membunuh adiknya sendiri yang dulu sangat dia sayangi.
Akan tetapi disaat terakhirnya tiba-tiba Pak Rahman terkekeh, sepertinya ada sesuatu yang lain akan terjadi.
"Kenapa kau masih tertawa, Rahman?" tanya Dokter Arman.
"Aku mungkin bisa mati, akan tetapi tidak dengan raja Azazel, keturunannya akan datang ke bumi dan menghancurkan umat manusia, hahaha!"
Rupanya yang berbicara itu bukanlah Pak Rahman melainkan iblis yang ada di dalam diri Pak Rahman.
Dengan penuh emosi Dokter Arman menginjak kepala Pak Rahman sampai pecah dan benar-benar sudah tidak bisa bergerak lagi.
Kemudian Dokter Arman membantu Bu Maya untuk berdiari, namun rupanya sebagian anggota tubuh Bu Maya sudah tidak bisa berfungsi akibat proses ekstraksi jiwa yang dilakukan oleh Pak Rahman kepadanya tadi.
__ADS_1
Dokter Armanpun memutuskan untuk membopong Bu Maya untuk menemui Tirta dan Nana lalu membawa mereka semua keluar dari dimensi gaib ini.