
lembu eps 34
"Wah, tempat kamu ini penuh dengan sesuatu yang lembut, apakah ini kain sutra?"
"Jadi warna merah pada pakaianmu itu bukan karena darah ya?"
Suara seorang anak kecil seperti sedang berbincang dengan seseorang. Suara itu ternyata adalah suara Tirta yang diculik oleh hantu kuntilanak merah.
"Hihihihihi"
Hantu kuntilanak merah itu hanya mengeluarkan suara cekikikannya yang bisa membuat bulu kuduk merinding.
"Oh iya, ngomong-ngomong kenapa kamu menculik aku dan membawa kesini?"
"Tadinya aku kira kamu mau makan aku, tapi setelah sampai sini kamu malah ajak aku bermain, ternyata kamu hantu yang baik, tapi kenapa kamu culik aku?" tanya Tirta.
"Hihihihii"
Hantu kuntilanak merah kembali cekikikan, entah hantu itu menjawab apa. Akan tetapi disebelah hantu kuntilanak merah itu ada sesosok hantu tuyul yang bisa berkomunikasi dengan Tirta. Hantu Tuyul menjadi seorang Translator yang menerjemahkan bahasa yang diucapkan oleh hantu Kuntilanak merah kepada Tirta.
"Tante Kunti bilang, dia teringat sama anaknya saat ia melihat kamu, jadi dia membawa kamu kesini. Dia juga bilang maaf kalau dia sudah bikin kamu takut!" kata Hantu Tuyul.
Tirta mengernyitkan dahinya, ia tidak menyangka kalau hantu kuntilanak merah juga punya anak.
"Hmmm.. kalau begitu, tante mau kan kembalikan aku ke orang tua aku! Aku akan bilang kepada Ayah dan Mamah kalau tante Kunti itu hantu yang baik!" ucap Tirta sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hihihihihihihiiiii... Hihihihihihii..."
Lagi-lagi Tante Kunti menjawab dengan cekikikan, namun kali ini ia dua kali tertawa.
"Tante Kunti jawab apa, Dino? Kok dia dua kali ketawanya?" tanya Tirta kepada Tuyul yang bernama Dino.
"Tante Kunti bilang, nanti tante kunti akan mengantarkan kamu pulang kalau tante kunti sudah puas melihat kamu dan aku bermain, dia masih kangen dengan sosok anak-anaknya!" jawab Tuyul Dino.
"Baiklah kalau begitu terima kasih! Oh iya, Dino. Kalau kamu sendiri bagaimana ceritanya sampai kamu bisa ada di tempat tante Kunti?" lanjut Tirta bertanya.
Hantu Tuyul Dino pun turun dan mendekati Tirta. Lalu ia menyentuh kepala Tirta tepat dibagian ubun-ubunnya. Tirta menggigil karena merasakan telapak tangan Tuyul Dino yang sangat dingin. Setelah telapak tangan Tuyul Dino menyentuh tepat di ubun-ubun Tirta, tubuh Tirta lalu bergetar dan ia merasakan seperti terbang dan memasuki suatu dimensi.
Ternyata Dino membawa pikiran Tirta masuk ke waktu dimana terjadi sebuah insiden yang menghancurkan negeri para tuyul. Tirta melihat kalau negri para tuyul diporak-porandakan oleh sosok pria berjubah hitam yang sering disebut Sang Algojo yang menunggangi Harimau Iblis yang sangat kuat dan ganas. Berutung saja Hantu Kuntilanak merah mendapatkan sebuah isyarat dari hantu kolong wewe yang merawat para tuyul, ia mendapatkan Isyarat untuk menyelamatkan para tuyul dari kebuasan sang Algojo dan hewan peliharaannya. Hanya sedikit hantu tuyul yang selamat, dan Tuyul Dino termasuk hantu Tuyul yang berhasil diselamatkan. Ia memilih ikut bersama hantu kuntilanak merah dikarenakan ia butuh sosok seorang ibu, sementara hantu tuyul yang lain lebih memilih untuk berkelana mencari tempat tinggal baru dan juga mencari hantu kolong wewe baru untuk dijadikan ibu bagi mereka.
Sepintas Tirta melihat sosok anak perempuan kecil yang dibawa kabur oleh sang Algojo. Tirta pun mulai merasa kalau anak perempuan kecil itu adalah adiknya, yaitu Nana. Tirta mulai berlari mengejar dan terus memanggil nama adiknya tanpa henti. Namun seketika itu, pikiran Tirta pun kini telah kembali ke alam sadarnya. Mata Tirta pun menatap tajam ke arah mata Tuyul Dino. Begitupun dengan hantu Tuyul Dino, ia juga menatap tajam ke arah Tirta.
Tirta lalu mendekati hantu tuyul, "Tadi aku melihat ada sosok anak perempuan kecil di alam bawah sadarku saat masuk ke masa lalumu, siapakah dia dan kemana dia sekarang?" tanya Tirta kepada hantu tuyul.
Tuyul Dino pun menundukkan kepalanya, lalu ia melangkah menjauhi Tirta. Tirta yang penasaran lalu mendekati Tuyul Dino dan menahan Tuyul Dino dengan tangan kanannya.
"Kenapa kamu diam, Dino? Apakah anak perempuan itu tidak sedang baik-baik saja?" Tirta terus memaksa Tuyul Dino agar menceritakan semuanya, namun sepertinya Tuyul Dino merasa sedih dan tidak kuat untuk menceritakannya.
"Kamu harus menceritakan semuanya kepada aku, yang kamu harus ketahui kalau anak perempuan yang aku lihat di alam bawah sadarku tadi itu adalah adik kandungku yang bernama Nana!-
"Aku harus tahu dimana keberadaannya sekarang, aku akan membawanya kembali pulang kerumah!" pekik Tirta.
__ADS_1
Mendengar pernyataan dari Tirta, Tuyul Dino pun kembali mengambil posisi berdiri di depan Tirta. Kembali ia mendekatkan telapak tangannya ke kepala Tirta di bagian ubun-ubunnya.
"Setelah kamu tahu bagaimana nasib adikmu, aku harap kamu bisa cepat menolongnya, karena adikmu adalah teman terbaik bagiku!" ucap hantu Tuyul Dino.
Telapak tangan Tuyul Dino mengeluarkan cahaya putih, kembali Tirta menggigil akibat sentuhan telapak tangan Tuyul Dino yang mengeluarlan aura sangat dingin. Beberapa detik kemudian, Tirta pun sudah berada di suatu tempat dimana ia melihat kalau adiknya yang bernama Nana sedang disembunyikan dari sang Algojo oleh sosok hantu kolong wewe. Tirta ingat betul kalau sosok hantu kolong wewe itu adalah sosok yang sama dengan yang ia temui saat bersama Ayah dan Mamahnya. Dalam gambaran yang Tirta lihat, terlihat kalau Nana disembunyikan di dinding rumah kolong wewe.
"Apakah semua akan baik-baik saja, apakah Kak Dino juga akan baik-baik saja!"
Nana bertanya kepada hantu kolong wewe untuk memastikan kalau semuanya akan baik-baik saja. Ia begitu mengkhawatirkan hantu Tuyul Dino. Rupanya nama Dino itu adalah nama yang diberikan oleh Nana kepada Tuyul. Usai menyembunyikan Nana, hantu kolong wewe dan hantu tuyul Dino pun kembali ke dekat pintu masuk untuk menghadapi sang Algojo.
"Gubbrrrakkkkkk"
Pintu masuk rumah hantu kolong wewe pun di dobrak oleh sang Algojo yang menunggangi Harimau iblis. Hantu kolong wewe masih berdiri tanpa gentar, sementara Tuyul Dino takut melihat Harimau iblis itu lalu bersembunyi di belakang hantu kolong wewe.
"Serahkan anak manusia itu kepadaku! Aku tahu dia ada disini!"
Sang Algojo meminta kepada kolong wewe untuk segera menyerahkan Nana. Ia berjalan mengelilingi area ruangan tempat tinggal hantu kolong wewe, namun ia tidak menemukan sosok Nana dan Harimau iblis juga tidak mencium bau manusia, padahal sebelumnya Harimau iblis benar-benar mencium datangnya aroma manusia dari rumah kolong wewe. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan bau manusia pada tubuh Nana tertutupi oleh dinding rumah kolong wewe yang menghasilkan bau busuk yang sangat parah. Bau busuk tersebut memang sengaja di aktifkan oleh kolong wewe untuk menyelamatkan Nana.
"Lihatlah, tidak ada satupun manusia dirumahku! Kau sudah lihat sendiri bukan!"
Hantu kolong wewe berbicara dengan suara berat khasnya. Hantu kolong wewe sama sekali tidak merasa takut kepada sang Algojo.
"Sebaiknya jangan kau sembunyikan dia! Serahkan dia kepadaku sekarang atau kau juga akan bernasib seperti mereka!" ucap sang Algojo sambil menunjuk ke arah luar.
Hantu kolong wewe pun melangkah dan menatap keluar. Betapa terkejutnya dia saat melihat negri para Tuyul yang indah dan penuh warna warni serta mainan khas anak-anak kini berubah menjadi negri yang kelam dan gelap. Hantu kolong wewe pun melihat banyaknya Tuyul yang merangkak dikarenakan anggota tubuh mereka sudah cacat akibat ulah Harimau Iblis.
__ADS_1
"Kalau kau tetap bersikukuh tidak mau memberikan anak itu kepadaku, maka kau juga akan hancur seperti mereka!"