
Sementara itu ditempat lain Bu Maya dan Tirta berusaha keras untuk bisa membawa Tuyul Dino menuju negeri para tuyul secepatnya.
Mereka juga harus bisa menghindar dari siluman Lembu pesuruh Pak Rahman yang terus mengejar mereka tanpa menyerah.
"Tirta, didepan kita ada tumpukan batu besar, kita bersembunyi dulu dalam tumpukan agar siluman itu tidak menemui kita!"
Bu Maya dengan sigap memerintahkan Tirta untuk bersembunyi bersamanya di tumpukan batu yang ukurannya besar, dia teringat saat bersama dokter Arman kalau batu dan tanah di dimensi alam gaib dapat menutupi bau tubuh manusianya sehingga tidak akan tercium oleh siluman Lembu.
"Brakkk!"
Siluman Lembu mendarat tepat ditempat Bu Maya dan Tirta bersembunyi, dia mengendus-endus udara sekitar mencari aroma tubuh manusia namun dia tidak berhasil mendeteksi aroma tubuh Bu Maya dan juga Tirta.
"Bertahanlah, Tuyul Dino, setelah siluman ini meninggalkan kita, kita akan bergegas secepat mungkin ke negeri para tuyul!"
Tirta menatap Tuyul Dino yang semakin melemah, dia tidak tega menatap tuyul Dino yang sudah lemah tidak berdaya.
"Sett!"
Setelah lama tidak mencium aroma tubuh manusia, akhirnya siluman Lembupun memutuskan untuk pergi ke tempat lain.
Siluman Lembu melompat setinggi-tingginya meninggalkan Tirta dan Bu Maya, akhirnya Bu Maya dan Tirta dapat bernafas dengan lega.
"Ayo, Tirta! Kita lanjutkan perjalanan!"
Bu Maya mengkomando Tirta untuk kembali melanjutkan perjalanan, mereka berdua berlari agar lebih cepat sampai ke negeri para tuyul.
Setelah hampir tiga puluh menit lamanya, akhirnya Tirta dan Bu Maya telah sampai di negeri para Tuyul.
Negeri itu sudah hancur berantakan akibat ulah pria berjubah hitam, melihat negerinya yang hancur berantakan membuat Tuyul Dino bersedih.
Akan tetapi, meskipun negeri itu telah hancur namun danau tempat para tuyul mandi dan bermain masih tetap ada.
Tuyul Dino memerintahkan Tirta untuk menenggelamkannya ke danau, segera Tirta turun ke danau sambil membawa Tuyul Dino ke danau tersebut yang ternyata dangkal.
Lalu Tirta melepas tuyul Dino dan membiarkan Tuyul Dino tenggelam ke dasar danau.
Awalnya tidak terjadi apa-apa pada tuyul Dino, namun setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba tubuh Tuyul Dino meronta-ronta seperti kesakitan.
"Aarrrggghhhh!"
Tuyul Dino mengerang kesakitan dan tubuhnya terus meronta-ronta di dalam air danau sehingga membuat permukaan air danau menjadi bergejolak.
__ADS_1
Tirta merasa panik dan ingin mengambil Tuyul Dino dari dasar danau, akan tetapi Bu Maya menahannya dan memerintahkan Tirta untuk membiarkan tuyul Dino.
"Biarkanlah, Tirta! Kita perhatikan dahulu apa yang akan terjadi pada Tuyul Dino setelah ini!"
Bu Maya memegang tangan Tirta yang hendak mengambil Tuyul Dino dari dasar danau, Tirta bersama dengan Bu Maya menyaksikan bersama proses pemulihan tubuh Tuyul Dino.
Saat mereka sedang menyaksikan proses pemulihan Tuyul Dino, tiba-tiba muncul Siluman Lembu yang mendarat tepat di pinggiran danau.
"Gubrakk!"
Siluman Lembu itu mendarat hingga membuat tanah bergetar, Bu Maya dan Tirta ketakutan melihat kemunculan siluman Lembu.
Siluman Lembu itu turun ke danau dan menghampiri Bu Maya dan Tirta.
"Bu Maya, apa yang harus kita lakukan sekarang? Dino belum juga selesai pemulihan!"
Tirta kebingungan, dia ingin segera melarikan diri, akan tetapi disatu sisi dia juga tidak tega meninggalkan tuyul Dino yang sedang melakukan proses pemulihan.
"Sebaiknya kita segera pergi, Tirta! Siluman itu mengincarmu, aku harus melindungimu!"
Bu Maya menarik tangan Tirta dan membawanya untuk melarikan diri, siluman Lembu mempercepat langkahnya mengejar Bu Maya dan Tirta.
"Tap.. tap.. tap..!"
"Rooaaarrrrr!"
Siluman Lembu mengaum dan mengejar Bu Maya dan Tirta, Bu Maya sudah mulai merasa tidak sanggup lagi berlari karena kelelahan.
"Bu Maya, dia semakin mendekati kita!"
Tirta berteriak panik karena siluman Lembu itu bergerak dengan sangat cepat bagaikan melayang di atas air danau.
Bu Maya merasa sangat lelah dan tidak mampu lagi untuk berdiri, akhirnya diapun terjatuh di pinggir danau negeri para tuyul.
Dengan kecepatan tinggi Siluman Lembu kini sudah berada dibelakang Bu Maya dan Tirta, bersiap untuk memboyong Tirta dan membawanya ke tempat Pak Rahman.
Siluman Lembu lalu mencengkeram tubuh Tirta dan mengambilnya dari dekapan Bu Maya.
"Tidak!"
Bu Maya berteriak ketika Tirta berhasil direbut oleh Siluman Lembu, matanya berkaca-kaca penuh penyesalan.
__ADS_1
Dia merasa telah gagal memendam amanat dari Dokter Arman untuk melindungi Tirta dari siluman Lembu itu.
Kini Tirta telah berada dalam genggaman Siluman Lembu, siluman Lembupun segera bergegas melompat untuk membawa Tirta, namun suatu terjadi secara tiba-tiba.
"Sroot!"
Sebuah benda tajam dan besar berbentuk kerucut dengan warna hitam kecoklatan persis seperti kayu yang dipenuhi lumut menusuk paha siluman Lembu raksasa itu.
Siluman Lembu itupun terkejut, Bu Maya juga ikut terkejut dengan kejadian didepan matanya itu.
Rupanya itu adalah serangan dari Tuyul Dino yang mendapatkan kekuatan tambahan dari danau negeri para tuyul, dia mendapatkan kekuatan dari tuyul-tuyul yang hancur akibat serangan dari pria berjubah hitam alias Pak Rahman.
Flashback On
"Tenggelamkanlah aku disini, Tirta!"
Tuyul Dino menyuruh Tirta untuk menenggelamkannya di pertengahan danau negeri para tuyul, Tirtapun mematuhi permintaan Tuyul Dino lalu meninggalkannya dan menghampiri Bu Maya yang berjaga-jaga di pinggiran air danau.
Tuyul Dinopun tenggelam sampai ke dasar danau yang tidak begitu dalam, saat tenggelam Tuyul Dino merasakan adanya aliran listrik yang menjalar ke tubuhnya sehingga membuat dirinya meronta-ronta.
Rupanya itu adalah cara air danau memulihkan kondisi kekuatan tuyul Dino, perlahan setiap luka ditubuh tuyul Dinopun menghilang dan setiap segel mantera yang tertanam ditubuhnyapun ikut terhapus.
Setelah itu Tuyul Dinopun pingsan, dalam pingsan dia bertemu dengan para tuyul yang telah musnah akibat serangan pria berjubah hitam, para tuyul itu tersenyum kepada tuyul Dino dan memeluk tuyul Dino.
Rupanya itu adalah sisa-sisa energi dari para tuyul yang menjadi korban keganasan harimau iblis dan pria berjubah hitam, mereka menunggu tuyul lain yang akan menjadi wadah dari kumpulan kekuatan mereka, mereka menginginkan balas dendam.
Akhirnya kekuatan itu berhasil tersimpan dalam diri tuyul Dino, akibatnya tuyul Dino menjadi memiliki kekuatan yang hebat.
Setelah sadar tuyul Dino mendengar suara Bu Maya dan Tirta yang sedang dikejar oleh siluman Lembu, lalu diapun melesat secepat kilat dan langsung menyerang siluman Lembu dengan kekuatan baru yang dia dapatkan dari kumpulan sisa energi para tuyul.
Flashback off
Siluman Lembu menatap kebagian belakang pahanya yang tertusuk benda tajam dan besar.
Saat menengok ke belakang, dia menemukan kalau yang menyerangnya adalah tuyul Dino.
"Lepaskanlah temanku, raksasa jelek!"
Tuyul Dino menatap mata siluman Lembu, tidak ada sedikitpun rasa takut dari Tuyul Dino, dia justru memerintahkan siluman Lembu untuk melepaskan Tirta.
Akan tetapi siluman Lembu tidak mengindahkan ucapan tuyul Dino, maka dengan sadisnya tuyul Dino melukai paha siluman Lembu.
__ADS_1
"Breeaakk!"
Tuyul Dino menarik benda tajam dan kerucut yang keluar dari telapak tangannya dan menancap di paha siluman Lembu hingga membuat siluman Lembu roboh, pertarungan antara tuyul Dino dan Siluman Lembupun dimulai.