LEMBU

LEMBU
Chapter 46


__ADS_3

["Dino, di tempat ini sangat becek dan airnya berwarna hijau, aku sangat merasa jijik dan mual disini!"]


Akhirnya Bu Maya dan Dokter Arman berada tepat di belakang anak laki-laki kecil itu, anak itu tidak sendirian, dia ditemani oleh anak kecil laki-laki yang hanya memakai celana pendek percis popok dan kepalanya botak plontos.


Anak kecil itupun menoleh ke belakang, kini Bu Maya benar-benar yakin kalau anak kecil itu adalah anak kecil yang dia kenal.


"Tirta!"


Bu Maya memanggil anak kecil laki-laki tersebut, ternyata anak kecil itu adalah Tirta.


"Bu Maya? Benarkah kalau ini Bu Maya mamahnya Linda? Kenapa bisa ada di alam ini?"


Mata Tirta terbelalak ketika melihat kalau yang memanggil namanya adalah sosok Bu Maya, ibu dari almarhumah Linda temannya Tirta.


"Clap.. clap.. clap.."


Bu Maya menghampiri Tirta begitupun juga dengan Tirta, dia berjalan menghampiri Bu Maya.


Bu Maya langsung memeluk Tirta layaknya seorang ibu memeluk putranya sendiri, Tirta menerima pelukan itu dengan senang hati karena dia tahu kalau Bu Maya baru saja kehilangan putri semata wayangnya.


"Syukurlah, Tirta, kamu masih selamat!"


Bu Maya mengucapkan rasa bahagianya setelah bertemu dengan Tirta, lalu dia melepaskan pelukannya kepada Tirta.


Bu Maya mengamati sekeliling, dia tidak menemukan siapapun lagi dibelakang Tirta selain bocah kecil dengan kepala botak plontos yang menemani Tirta.


"Tirta, Ayah dan Mamahmu kemana? Kenapa tidak ada bersamamu? Lalu siapa anak kecil botak yang menemanimu itu?"


Bu Maya menatap mata Tirta dan bertanya kepada Tirta kenapa Ayah dan Mamahnya tidak bersama Tirta.


"Kami mendapat hambatan Bu, aku dibawa kabur oleh hantu kuntilanak merah, lalu aku terpisah dari Ayah dan Mamah! Kalo anak kecil yang menemani aku itu namanya Dino, dia sejenis bangsa Tuyul!" tutur Tirta kepada Bu Maya.


Mendengar penjelasan dari Tirta, Bu Maya terkejut dan bertanya-tanya dalam hatinya.


Dia sangat merasa kasihan kepada Tirta dan keluarganya, Bu Maya juga merasa sangat bersalah kepada keluarga Tirta.


Bu Maya juga terkejut setelah mengetahui kalau anak kecil yang menemani Tirta adalah bangsa Tuyul.


"Lalu sekarang Tirta sedang apa bersama Tuyul Dino?"


Bu Maya bertanya kepada Tirta dengan ramah dan keibuan, dia juga menatap tajam ke arah tuyul Dino.

__ADS_1


"Aku sama Dino sedang mencari jejak seseorang berjubah hitam yang menculik Nana dan membawanya pergi ke suatu tempat, Bu!"


Tirta menjelaskan kepada Bu Maya tentang penerawangan yang diperlihatkan oleh hantu tuyul Dino kepada dirinya, dia juga mengajak tuyul Dino bicara, namun Tuyul Dino masih malu-malu untuk bicara karena ada Bu Maya yang terus menatap tuyul Dino.


"Hmm.. Jadi adik kamu Nana benar masih hidup ya, Tirta?"


Bu Maya berucap sambil menopang dagunya dengan tangan kirinya, begitu juga dengan Dokter Arman.


Dokter Arman masih merasa aneh dengan apa yang dia lihat saat ini, bagaimana mungkin anak manusia bisa bersahabat dengan Tuyul?


"Apakah anda percaya kalau Tuyul itu benar-benar baik, Bu Maya? Sebaiknya kita amankan anak kecil ini!"


Dokter Arman menaruh curiga kepada hantu tuyul, dia menatap mata tuyul dengan tajam.


"Tidak, Om! Dino benar-benar baik kok, aku yakin itu!"


Tirta langsung membantah ucapan dokter Arman layaknya seorang diplomator ulung, dia membela tuyul Dino dengan nada suara yang tinggi.


Dokter Arman menghentikan ucapannya, dia tidak ingin membuat suasana menjadi runyam.


Dokter Arman melangkah mendekati tuyul Dino, dia berdiri tepat dihadapan Tuyul Dino dan menatap mata tuyul itu dengan tatapan yang tajam sehingga membuat Tuyul Dino mulai merasa tidak nyaman.


Dokter Arman menempelkan telapak tangan kanannya ke telapak tangan kirinya seperti seorang budha yang sedang berdoa, lalu dia menggerakkan lisannya seperti hendak merapal mantera.


"Ratuning surya, ratuning wulan!-


"Aku masrahake abdi kanggo sampeyan!-


"Ukuman wong yen ora manut!"


Lalu dokter Arman membuka telapak tangannya dan menempelkan keduanya pada kepala tuyul Dino, tuyul Dino langsung menjerit kesakitan dan juga kepanasan.


Beberapa detik kemudian keluar asap dari celah antar telapak tangan dokter Arman dengan kepala tuyul Dino, seketika muncul tanda segel dikepla tuyul Dino lalu dokter Arman melepaskan tangannya dari kepala tuyul Dino.


"Arrrgghhh!"


Hantu tuyul Dino masih mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya, dia berlari ke arah Tirta dan bersembunyi dibelakang Tirta.


"Om, Om apakan temanku? Dia tidak jahat, Om!"


Tirta membela tuyul Dino, dia merasa kasihan sekali kepada tuyul Dino karena terus mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Om hanya memberinya segel raja matahari dan bulan! Tenang saja, Tirta, kalau dia tidak jahat maka segel itu tidak akan memusnahkannya!"


Dokter Arman menjawabnya dengan santai sambil melempar senyum, bagaimanapun dokter Arman tidak mudah untuk percaya kepada makhluk halus.


Karena bagi dirinya, makhluk halus selalu memiliki tipu muslihat yang selalu bisa membuat manusia menjadi lengah.


Apalagi bukankah tuyul itu adalah hantu yang terkenal sering berbuat kriminal seperti mencuri dan lain sebagainya, sehingga dokter Arman meragukan ucapan Tirta yang mengatakan kalau Tuyul Dino itu hantu tuyul yang baik.


"Tapi, Om! Lihatlah, sekarang Dino terus mengerang kesakitan! Aku merasa kasihan kepadanya!"


Tirta tetap membela Dino dan menyalahkan atas apa yang telah dokter Arman lalukakan kepada Tuyul Dino.


"Tenanglah, Tirta! Rasa sakit itu hanya sebentar saja, saat tanda segelnya sudah hilang maka rasa sakitnya juga akan hilang!"


Ternyata benar saja, beberapa detik kemudian tanda segel dikepala Tuyul Dino perlahan memudar dan menghilang tanpa bekas, rasa sakit yang dirasakan oleh tuyul Dinopun kini sudah tidak terasa lagi.


Tirta yang melihat tuyul Dino sudah tidak mengerang kesakitan lagi, hatinya mulai merasa tenang.


"Dino, kamu sudah benar-benar tidak merasa sakit lagi kan?"


Dimas menyentuh bahu tuyul Dino dan mengajak Dino berbicara.


"Tidak, Tirta! Rasa sakitnya sudah benar-benar hilang sekarang!"


Akhirnya tuyul Dinopun mengucapkan kata-katanya, sekarang Bu Maya percaya kalau Tuyul Dino benar-benar mengerti bahasa manusia.


"Tirta, Dino! Kalau kalian ingin melanjutkan pencarian Nana, bolehkan Bu Maya dan Om Arman ikut menemani kalian?"


Bu Maya dengan ramahnya meminta ijin kepada Tirta untuk ikut menemani mereka dalam perjalanan mencari adiknya yang bernama Nana.


"Boleh kok, Bu Maya! Justru kami senang karena kami jadi ada yang melindungi dalam perjalanan!"


Tirta dengan ekspresi bahagianya menerima tawaran Bu Maya.


Tirta merasa senang Bu Maya dan Dokter Arman ikut menemani dirinya mencari Nana, karena dengan begitu mereka jadi ada yang melindunginya jika nanti mereka mendapatkan halangan lagi.


Akhirnya Tirta, Tuyul Dino, Bu Maya dan Dokter Arman kembali melanjutkan perjalanan bersama-sama dalam mencari Nana dan keluarganya.


Tirta sangat berharap agar bisa secepatnya menemukan Nana dan juga kedua orang tuanya, sementara Bu Maya sangat berharap agar bisa secepatnya menghentikan suaminya dan mengajaknya bertaubat.


Dokter Arman juga sangat ingin secepatnya mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, jika benar ada hubungannya dengan sekte Illuminati, maka dia akan mengorek banyak informasi dari dalang kejadian ini.

__ADS_1


__ADS_2