
Selanjutnya di dalam penerawangan Tirta yang ditunjukkan oleh Hantu Tuyul Dino:
"Lihatlah, tidak ada satupun manusia dirumahku! Kau sudah lihat sendiri bukan!"
Hantu kolong wewe berbicara dengan suara berat khasnya. Hantu kolong wewe sama sekali tidak merasa takut kepada sang Algojo.
"Sebaiknya jangan kau sembunyikan dia! Serahkan dia kepadaku sekarang atau kau juga akan bernasib seperti mereka!" ucap sang Algojo sambil menunjuk ke arah luar.
Hantu kolong wewe pun melangkah dan menatap keluar. Betapa terkejutnya dia saat melihat negri para Tuyul yang indah dan penuh warna warni serta mainan khas anak-anak kini berubah menjadi negri yang kelam dan gelap. Hantu kolong wewe pun melihat banyaknya Tuyul yang merangkak dikarenakan anggota tubuh mereka sudah cacat akibat ulah Harimau Iblis.
"Kalau kau tetap bersikukuh tidak mau memberikan anak itu kepadaku, maka kau juga akan hancur seperti mereka!"
Hantu kolong wewe tetap bersikeras meyakinkan sang Algojo kalau tidak ada anak kecil di dalam rumahnya.
"Buggghhhh"
Sang Algojo menghentakkan telapak tangannya ke dinding rumah hantu kolong wewe. Akibat hentakkan itu, dinding rumah kolong wewe jebol dan berlubang ukuran besar.
"Kalau kau masih tidak menuruti ucapanku, berarti kau sudah siap untuk di musnahkan!"
Sang Algojo kali ini bersungguh-sungguh, terlihat pancaran aura kekuatan dan amarah dari tubuhnya. Melihat hal itu, hantu kolong wewe seketika berubah bentuk menjadi hantu kolong wewe raksasa yang terlihat lebih menyeramkan. Seluruh tubuhnya berwarna hitam dan rambutnya memanjang hingga menyentuh tanah. Rambutnya meneteskan cairan kental dengan bau khas toilet yang menyengat. Gigi taringnya memanjang dan tajam bagaikan pedang samurai. Dan bagian dadanya pun ikut membesar.
"Roooaaarrrrr! Kalau kau ingin menghancurkan rumahku dan anak-anakku, maka kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!" ucap hantu kolong wewe.
Sementara itu, Sang Algojo sama sekali tidak terlihat gentar melihat perubahan pada hantu kolong wewe. Dia justru malah menertawainya.
"Hahahahahaa! Kau hanyalah makhluk hina dengan bau busuk yang menjijikkan! Harimau Iblis habisi dia secepatnya!" Sang Algojo memerintahkan Harimau Iblis untuk menyerang Hantu Kolong Wewe.
"Rooaaarrrrrrrrr"
Harimau Iblis pun menerkam ke arah hantu kolong wewe. Harimau iblis langsung menggigit tangannya, seketika tangannya langsung tercabik-cabik dan nyaris putus.
"Aaaaaggggghhhhh"
__ADS_1
Hantu kolong wewe mengerang kesakitan akibat ulah Harimau Iblis. Akan tetapi, Kolong Wewe tidak mudah menyerah. Ia melakukan serangan balik kepada Harimau Iblis dengan menggunakan rambutnya. Ia menggunakan rambutnya untuk melilit tubuh Harimau Iblis sampai Harimau Iblis tidak bisa bergerak. Akibat lilitan itu, Harimau Iblis yang ganas kini berubah seperti seekor anak kucing yang tidak berdaya. Sorot matanya seperti meminta ampun.
"*********"
Tubuh Harimau Iblis pun meletus akibat tekanan yang kuat dari lilitan rambut kolong wewe. Hantu Kolong Wewe berhasil mengalahkan Harimau Iblis. Lalu Harimau Iblispun ia jatuhkan ke bawah.
"Hmmmm... Dasar hewan yang tidak berguna! Menghadapi kolong wewe saja kau kalah! Cuihhhh!" Sang Algojo menghardik Harimau Iblis yang terjatuh ke bawah dalam keadaan mati dan sebentar lagi akan hancur lebur.
"Sebaiknya kau pergi sekarang juga, atau kau juga akan bernasib sama seperti peliharaanmu! Rrrrrrrrr!" Hantu Kolong Wewe balik mengancam sang Algojo.
"Sudah ku katakan tadi, kalau aku yang akan menghancurkanmu! Salah besar kalau kau justru malah mengancamku!" Sang Algojo mengambil posisi menyerang, nampak sepertinya ia ingin melakukan sesuatu.
"Alam semesta, alam roh. Raja pepeteng, tangia saka turu. Sujud lan nuruti kekarepanku!" Sang Algojo merapal sebuah kalimat mantra lalu mengarahkan kedua telapk tangannya ke arah kolong wewe, "Numpes mungsuh ing ngarepku!"
"Duaaaarrrrrrr"
Tiba-tiba dari telapak tangan Algojo keluar radiasi cahaya yang sangat terang. Bagaikan radiasi dari nuklir, alam gaib yang biasanya kelam menjadi terang benderang akibat kekuatan itu. Hantu kolong wewe menyadari kalau yang ia hadapi bukanlah Sang Algojo yang sesungguhnya. Ia merasa kalau sang Algojo yang ia hadapi adalah manusia yang menyamar. Namun semuanya sudah terlambat, tubuh hantu kolong wewe terbakar akibat serangan itu. Ia kini kembali ke wujud aslinya dan tampak sangat lemah.
"Prok.. Prok.. Prok"
"Dalam keadaanmu yang sebentar lagi akan musnah, sekali lagi aku tanyakan padamu!" sang Algojo menekankan kakinya lebih keras lagi ke kepala kolong wewe, "Dimana anak kecil itu!"
Tetapi hantu Kolong Wewe tetap saja tidak memberitahukan dimana Nana berada. Sementara itu, Nana yang bersembunyi di balik dinding diam-diam mengintip kejadian tadi. Ia merasa kasihan kepada hantu kolong wewe yang terus mempertahankan untuk tidak memberitahukan keberadaan dirinya. Selain itu ia juga melihat kalau Tuyul Dino menangis tiada henti karena melihat hantu kolong wewe lemah tidak berdaya.
"Kau bukan sang Algojo! Apakah kau manusia!?" Hantu Kolong Wewe melayangkan sebuah pertanyaan kepada sang Algojo.
"Itu tidaklah penting bagimu! Kau akan musnah sekarang!" ucap sang Algojo lalu tiba-tiba ia menatap ke arah hantu Tuyul Dino.
Sang Algojo mengangkat kembali kakinya yang menginjak kepala hantu kolong wewe. Lalu ia berjalan menghampiri hantu tuyul Dino. Hantu Tuyul Dino ketakutan dan mencoba berlari, namun sang Algojo menggunakan kekuatannya untuk melukai kaki Tuyul Dino.
"Aaaaaggghhhh"
Tuyul Dino terjatuh, ia tetap berupaya untuk kabur dengan mengesot. Namun apalah daya, akhirnya ia tertangkap juga oleh sang Algojo.
__ADS_1
"Hei Kolong Wewe busuk! Kalau kau tidak berikan anak itu kepadaku, maka akan aku hancurkan Tuyul ini!" ancam sang Algojo.
"Crriing"
Sang Algojo mengeluarkan sebilah pisau berwarna hitam dari dalam jubahnya, lalu ia arahkan tepat di leher Tuyul hingga membuat Tuyul Dino terdiam karena takut. Algojo hendak memenggal kepala hantu Tuyul Dino. Namun hantu kolong wewe tetap saja tidak mengucapkan kata-kata.
"Baiklah kalau begitu! Akan aku habisi Tuyul ini...!" sang Algojo mengangkat pisaunya ke atas dan akan segera menikam leher Tuyul Dino, namun tiba-tiba ia terhenti karena sebuah suara datang dari belakangnya.
"Hentikan itu, jangan siksa Kak Dino! Kalau Om Jubah mau bawa aku, silahkan bawa aku. Tapi tolong jangan siksa lagi mereka!" ucap Nana setelah keluar dari balik dinding tempat ia bersembunyi.
Hantu Tuyul dan Kolong Wewe tertunduk lesu, mereka menyayangkan kenapa Nana keluar dan menyerahkan diri. Padahal pria berjubah hitam yang mengaku sebagai sang Algojo itu nampaknya akan melakukan sesuatu yang jahat kepada Nana.
"Kau memang gadis kecil yang bai hati, kemarilah! Aku tidak akan menyiksa meraka lagi!" ucap sang Algojo dengan lembut kepada Nana.
Nanapun melangkah mendekati sang Algojo berjubah hitam. Lalu dicengkeramlah tangan Nana oleh sang Algojo.
"Awwwww! Sakit sekali, Om Jubah! Tanganku sakit!" ucap Nana mengerang kesakitan.
Lalu sang Algojo menyentik kening Nana hingga membuat Nana tak sadarkan diri, lalu ia memanggul tubuh Nana untuk ia bawa kesebuah tempat.
Sementara itu, sang Algojo menatap Hantu kolong wewe dan hantu Tuyul yang masih kesakitan. Lalu ia tersenyum jahat, kemudian kembali ia merapal sebuah mantra.
"Jin lan roh sing ilang. rusak lan balik menyang neraka"
Setelah merapal Mantra, sang Algojo pun pergi dari tempat itu. Ia membuka sebuah portal untuk menuju ke suatu tempat. Sementara itu tiba-tiba tubuh hantu kolong wewe perlahan melebur menjadi debu, namun ia masih bisa bertahan untuk meminta bantuan kepada sahabatnya yaitu hantu kuntilanak merah, untuk menolong hantu Tuyul Dino dan juga tuyul yang lain.
Seketika tiba-tiba kini kesadaran Tirta telah kembali. Penerawangan yang ditunjukkan oleh Tuyul Dino sudah selesai.
"Jadi benar kalau Nana masih hidup, tapi dia sekarang sedang dibawa oleh pria berjubah hitam?" tanya Tirta kepada Tuyul Dino.
Tuyul Dino mengangguk. Setelah itu ia kembali duduk karena lelah akibat energi yang ia keluarkan untuk memberikan penerawangan kepada Tirta.
"Kalau begitu, bisakah kau membantu aku mencari Nana?" tanya Tirta kepada Tuyul Dino.
__ADS_1
Hantu Tuyul Dino pun mengangguk pertanda kalau ia siap untuk membantu Tirta mencari Nana.