LEMBU

LEMBU
Chapter 50


__ADS_3

Tirta, Dokter Arman dan Bu Maya, mereka bertiga saling bergenggaman tangan.


Mereka akan berusaha semampunya agar tidak terpisah satu sama lain, apalagi Bu Maya tidak mau sampai dia terpisah dengan Tirta.


"Tuyul Dino, kau jangan berbuat macam-macam, kalau kau berani maka kutukanku akan melukai tubuhmu!"


Dokter Arman berteriak agar tuyul Dino bisa mendengarnya, sepertinya dokter Arman tahu kalau tuyul Dino sedang berada dalam pengaruh seseorang namun entah siapakah orang itu.


Tiba-tiba Tuyul Dino berlari seperti hendak menyerang ke arah Dokter Arman dan yang lainnya.


Dalam waktu sekejap Tuyul Dino melompat keatas dan akan segera menyergap Tirta, namun tiba-tiba dokter Arman melempar api obor miliknya ke arah tuyul Dino hingga membuat tuyul Dino tersungkur ke tanah.


Tuyul Dino semakin tidak terkendali, mulutnya terbuka lebar dan terlihat gigi taringnya memanjang seperti binatang buas.


Bu Maya dan Tirta sangat ketakutan melihat Tuyul Dino yang menjadi sangat menyeramkan.


Namun tiba-tiba dari kepala Dino muncul sebuah tanda segel kutukan yang berubah warna menjadi merah api, Tuyul Dino nampak kesakitan akibat munculnya segel kutukan itu di kepalanya.


"Itu adalah segel kutukan yang telah saya berikan kepada tuyul itu, kecurigaan saya ternyata benar!"


Dokter Arman menenangkan Bu Maya dan Tirta, ternyata firasat dokter Arman benar.


"Aku tidak menyangka kalau ternyata Dino jahat kepada kita!"


Tirta merasa sangat kecewa setelah mengetahui kalau Tuyul Dino ternyata tidak sebaik yang dia pikirkan.


"Bukan begitu, Tirta! Tuyul Dino tidaklah jahat, tetapi dia sedang berada dalam pengaruh mantera seseorang! Om yakin kalau pelakunya adalah seorang Illuminati!"


Dokter Arman mengerahui kalau tuyul Dino sedang dikendalikan oleh seseorang melalui mantera yang ditanam pada diri tuyul Dino, tetapi dokter Arman belum tahu siapa pelakunya, namun dia yakin kalau ini adalah ulah anggota sekte Illuminati.


"Aaarrrggghhhh...!"


Tuyul Dino mengerang kesakitan akibat panas dari segel kutukan dikepalanya.


Akhirnya perlahan-lahan tuyul Dino kembali menjadi normal dan tidak berada dalam pengaruh mantera jahat.


Saat sudah kembali sadar, tuyul Dino menatap ke arah Tirta dengan wajah lemas dan memelas.


Sepertinya tuyul Dino sudah kehabisan energi, tiba-tiba tuyul Dino jatuh terkapar di tanah tidak berdaya.


"Dino!"


Tirta berlari menghampiri tuyul Dino yang sudah tidak berdaya, Bu Maya dan Dokter Arman ikut menghampiri tuyul Dino.


"Sebentar lagi tuyul Dino akan hancur karena kehabisan energi!"


Dokter Arman melihat keadaan tuyul Dino yang sudah tidak berdaya, dia teringat kepada hantu kolong wewe yang juga musnah karena kehabisan energi.


"Tidaak! Om Dokter, apakah ada cara untuk bisa menyelamatkan, Dino?"


Tirta sangat sedih dan merasa kehilangan sahabatnya yaitu tuyul Dino, dia berharap semoga Dokter Arman memiliki cara untuk bisa menyelamatkan tuyul Dino.


"Mungkin saja bisa, tetapi, Om tidak tahu bagaimana caranya!"

__ADS_1


Dokter Arman tidak mengetahui bagaimana caranya untuk menyelamatkan Tuyul Dino, Dokter Arman belum begitu mendalami kehidupan di dimensi alam gaib.


"Hiks.. hiks.. hiks.."


Tirta tidak mampu menahan tangisnya, dia sudah menganggap tuyul Dino sebagai sahabat terbaiknya saat ini.


Apalagi dia juga tahu kalau tuyul Dinolah yang telah menyelamatkan adiknya dari ancaman hantu yang liar dan kejam di dimensi alam gaib ini.


"Dino, kamu harus kuat dan tetap bertahan!"


Tirta terus meratapi tuyul Dino, air matanya menetes mengenai wajah tuyul Dino.


Tetesan air mata Tirta membuat Tuyul Dino membuka matanya, rupanya Tuyul Dino masih memiliki energi yang tersisa dalam dirinya.


"Tirta, jangan menangis!"


Tuyul Dino mengucapkan kata-kata sambil mengelus tangan Tirta.


Merasakan sentuhan dari Tuyul Dino, Tirtapun menghentikan tangisannya.


"Dino! Kamu masih bisa berbicara!"


Tirta tampak sumringah setelah mengetahui kalau Tuyul Dino masih memiliki kekuatan untuk berbicara kepada Tirta.


"Dino, aku ingin menyelamatkanmu! Aku tidak ingin kau musnah!-


"Apakah kamu tahu bagaimana caranya untuk bisa menyelamatkanmu?"


Tirta ingin sekali bisa menyelamatkan Tuyul Dino, dia sangat yakin kalau Tuyul Dino masih bisa diselamatkan.


Tuyul Dino menjawab pertanyaan Tirta dan dia memerintahkan Tirta untuk pergi meninggalkannya, sebab sebentar lagi marabahaya akan mendatangi mereka.


"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian disini! Kalau kamu tidak memberitahukan bagaimana caranya, aku akan tetap disini!"


Tirta mengelak ucapan Tuyul Dino, Tirta memang sudah sangat menyayangi Tuyul Dino.


"Baiklah, bawalah aku ke danau di negeri para Tuyul, air disana akan kembali memulihkan energiku dan melepaskan aku dari segala jenis mantera segel apapun!"


Akhirnya Tuyul Dino memberitahukan cara untuk bisa menyelamatkan dirinya.


Setelah mendengar arahan dari Tuyul Dino, Tirta segera membopong tubuh Tuyul Dino yang tidak berat.


"Tirta, apakah kamu tahu dimana lokasi negeri para tuyul?"


Bu Maya bertanya kepada Tirta yang sudah membopong tuyul Dino.


"Aa.. aa.. aku belum tahu pasti dimana negeri para tuyul itu, tetapi aku harus cepat-cepat menolong Dino!"


Tirta belum mengetahui dimana negeri para tuyul berada, namun dia tidak punya banyak waktu untuk mencari tahu dimana lokasi negeri para tuyul itu.


Lalu tiba-tiba Tuyul Dino menempelkan telapak tangannya ke kening Tirta, seketika itu juga Tirta mendapatkan petunjuk dimana negeri para tuyul berada.


"Terima kasih, Dino! Aku akan membawa kamu ke negeri para tuyul secepatnya!"

__ADS_1


Tirta mengucapkan janji kepada Tuyul Dino, Tuyul Dinopun tersenyum bahagia meskipun kini dia sudah sangat lemah.


"Ayo, kalau begitu kita harus secepatnya membawa tuyul Dino ke negeri para tuyul!"


Dokter Arman mengajak Tirta dan Bu Maya untuk segera bergegas membawa Tuyul Dino keluar dari area gua didalam lorong itu dan segera menuju ke negeri para tuyul untuk memulihkan kondisi Tuyul Dino.


"Krekkk!"


Tiba-tiba dinding gua bergetar dan beberapa bagian atasnya runtuh kebawah.


Tirta, Dokter Arman dan Bu Maya sangat panik sekali, tanahpun ikut bergetar seperti gempa.


"Krreekkk"


"Duarrrr"


Runtuhan dinding gua jatuh tepat dibelakang mereka, untung saja tidak menimpa salah satu dari mereka.


Semakin lama dinding bagian atas gua itu terus runtuh dan nampak terlihat celah lubang diatas gua akibat runtuhnya dinding gua itu.


Lubang itu semakin membesar karena begitu luasnya area dinding gua yang runtuh ke bawah.


"Rrooaaarrr!"


Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara auman makhluk buas, tetapi Dokter Arman yakin kalau suara itu berasal dari siluman jahat.


"Gerdam!"


Terdengar suara seperti benda besar dan berat jatuh ke tanah, Dokter Arman mulai merasakan firasat buruk dihatinya.


"Suara apa itu, Dok?"


Suara Bu Maya yang bertanya kepada Dokter Arman membuyarkan lamunan Dokter Arman yang sedang menganalisa suara tersebut.


"Entahlah, Bu Maya! Mungkin inilah yang dimaksud oleh Tuyul Dino dengan kata, Marabahaya!"


Dokter Arman mulai merasakan gundah gulana dalam hatinya, dia mulai panik dan kebingungan harus berbuat apa.


"Bu Maya, Tirta! Kalian pergilah lebih dulu ke negeri para tuyul, biar saya disini sendirian!"


Dokter Arman memerintahkan Bu Maya dan Tirta untuk pergi membawa Tuyul Dino ke negeri para tuyul lebih dulu, sementara Dokter Arman yang akan menghadapi sesuatu yang sebentar lagi akan menghampiri tempat mereka berada.


"Gerdam!"


"Rrooaarrr!"


Tiba-tiba muncul sosok siluman raksasa berwajah seperti serigala dan bertanduk seperti kerbau dari lubang dinding gua yang runtuh akibat getaran yang dahsyat.


Siluman itu terlihat memiliki ukuran yang sangat besar, tingginya hampir 10 meteran lebih, dialah siluman Lembu.


Dokter Arman yang melihat kemunculan siluman raksasa itu langsung berteriak kepada Bu Maya dan Tirta.


"Larilah sejauh mungkin!"

__ADS_1


Suara teriakan Dokter Arman berbarengan dengan suara auman dari siluman Lembu.


__ADS_2