
"Aku tidak menyangka takdir telah mempertemukan kita kembali, Arman! Ikutlah denganku dan kita akan hancurkan Illuminati dan menjadi penguasa dunia!"
Roman terus mengajak Dokter Arman untuk mengikutinya dan menjadi sekutu iblis, Dokter Arman tidak menyangka kalau adiknya ternyata telah menjadi sekutu iblis.
Dokter Arman melangkah ke belakang menjauhi Pak Rahman yang ternyata identitas aslinya adalah bernama Roman, adik kandung Dokter Arman yang sudah lama dianggap meninggal dunia.
Pak Rahman mendekati Dokter Arman, dia menyentuh pundak Dokter Arman dari belakang.
"Arman, apa yang harus kau ragukan, bukankah kau ingat janji kita untuk menghancurkan Illuminati dan menjadi orang yang memiliki segalanya?"
Pak Rahman mengatakan kata-kata untuk menghasut Dokter Arman untuk mengikuti jejak dirinya, tetapi Dokter Arman hanya diam saja dan tidak memberikan respon.
"Arman, tunggu apa lagi! Ikutlah denganku dan kita berdua akan menjadi paranormal tersakti!"
Pak Rahman alias Roman berpindah tempat ke hadapan dokter Arman, Dokter Arman menatap wajah Pak Rahman dengan tatapan tajam.
Dokter Arman memang percaya kalau Pak Rahman adalah adik kandungnya yang merubah identitas agar tidak terdeteksi oleh sekte iblis Illuminati.
Akan tetapi, Dokter Arman merasakan kalau kini adik kandungnya sudah 360 derajat berbeda dengan adiknya yang dahulu dia kenal.
Flashback On
Roman dan Arman adalah sepasang kakak beradik yang merupakan cucu dari seorang ulama yang menentang segala bentuk penyembahan berhala dan iblis pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.
Perjuangan Kakek mereka berdua dilanjutkan oleh Ayahnya Arman dan Roman yang ikut berjuang memerangi segala macam bentuk penyembahan terhadap iblis dan berhala saat masa-masa orde baru.
Namun, sebuah tragedi menimpa Ayahanda dan Ibunda mereka berdua hingga menyebabkan keduanya tewas akibat kecelakaan yang kontroversial.
Akibatnya kecelakaan itu, Arman dan Roman menjadi yatim piatu, mereka dimasukkan ke pondok pesantren sampai selesai menempuh akhir.
Setelah lulus dari pesantren, Roman memutuskan untuk mengabdi kepada negara dengan mendaftar menjadi anggota kepolisian.
Karena kejujuran dan integritas Roman dalam bekerja, akhirnya Roman mendapatkan pangkat cukup tinggi di Kepolisian Indonesia.
Namun, Roman masih merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hatinya, dia penasaran dengan fakta tragedi yang merenggut nyawa kedua orang tuanya.
Akhirnya Roman mengundurkan dari Kepolisian dan mendaftar sebagai Agen Inteligen Nasional, karena prestasinya yang cemerlang di Kepolisian, Roman bisa dengan cepat diterima menjadi agen BIN.
Roman memanfaatkan pekerjaannya sebagai anggota Intel untuk mengorek informasi kematian kedua orang tuanya.
__ADS_1
Roman mendapatkan informasi fakta tragedi yang menyebabkan kedua orang tuanya tewas, yaitu karena ulah-ulah pemimpin penyembah iblis yang mendapatkan kucuran dana dari orang-orang kapitalis yang menginginkan liberalisme menginfeksi kehidupan sosial masyarakat.
Akhirnya Roman mengetahui kalau partai persatuan satanis itu kini berubah nama menjadi Illuminati, dan Illuminati sudah menginfeksi sampai kepada Lembaga Kepemerintahan, bahkan juga aparat penegak hukum.
Sementara itu kakaknya yang bernama Arman memiliki cita-cita yang berbeda dengan Roman.
Setelah lulus pesantren dia lebih memilih untuk mendalami ilmu psikologi, dia ingin sekali bisa membuat negara ini menjadi negara yang masyarakatnya bisa mengendalikan mental dan memenejemen emosi dalam diri masing-masing.
Tiba-tiba Arman dikejutkan oleh Roman yang mengajaknya untuk menjadi agen Inteligensi negara, awalnya Arman menolak karena pekerjaan seperti itu sangat aneh baginya.
Akan tetapi, setelah Roman mengatakan kalau dia masih tetap bisa menjadi dokter jiwa meskipun dia telah menjadi agen inteligen negara, maka akhirnya Armanpun menerima ajakan itu.
Singkat cerita akhirnya Armanpun resmi mendapatkan medali anggota inteligensi negara dari kepala BIN, maka Roman akhirnya menceritakan semua yang dia ketahui tentang fakta kematian Ayah dan Ibu mereka berdua.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mencari informasi tentang keberadaan sekte Illuminati sampai akhirnya mereka berpura-pura bergabung menjadi anggota sekte itu, meskipun akhirnya penyamaran mereka diketahui oleh kelompok Illuminati.
Flashback Off
"Arman, kenapa kau malah melamun? Ayo ikutlah denganku dan kita tunggu sampai siluman lembu membawa anak itu kepadaku!-
"Setelah itu kita bersama-sama balaskan dendam orang tua kita!"
Pak Rahman bahkan telah membuat sebuah portal gaib menuju tempat Nana dan kedua orang tuanya disekap dan dibelenggu.
Dokter Arman bukannya menerima uluran tangan Pak Rahman, justru dia malah menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau bukan Roman yang aku kenal dulu!"
Dokter Arman menatap tajam mata Pak Rahman, Pak Rahman terkejut dengan jawaban itu.
"Kau bilang kau ingin balas dendan untuk Ayah dan Ibu? Kau salah! Kau hanya mengikuti bisikan iblis yang merasuki hatimu, Roman!"
Dokter Arman terus memarahi Pak Rahman, matanya berkaca-kaca karena dia tiba-tiba mengingat masa kanak-kanaknya saat dia masih memiliki Ayahanda dan Ibunda.
"Ayah tidak pernah mengajarkan kita untuk membalas dendam dan yang paling penting adalah!-
"Ayah dan Ibu kita tidak pernah mengajarkan kita untuk bersekutu dengan iblis!"
Dokter Arman mengacungkan jari telunjuknya dan menunjuk wajah Pak Rahman, Pak Rahman merasa kesal dengan jawaban dari Dokter Arman.
__ADS_1
Karena kesal dengan jawaban dari Arman, Pak Rahman lalu mengambil keris kecil dari balik jubahnya lalu menghunuskan keris itu tepat pada dada sebelah kanan dari Dokter Arman.
Dokter Arman yang tidak menyadari hal itupun terkena tusukan dari keris kecil yang dihujamkan oleh Pak Rahman, darah segarpun mengucur keluar dari luka bekas tusukan itu.
Keris kecil itu bahkan masih belum tercabut, lalu Pak Rahman menyeringai jahat.
"Hahaha! Lihatlah, Arman! Kau sebentar lagi akan mati dan mungkin kau akan menjadi makanan hantu ataupun siluman dan bahkan iblis kelas teri yang berkeliaran di dimensi ini!"
Pak Rahman masuk kedalam portal buatannya sendiri menggunakan manter, lalu sebelum menutup portalnya dia menoleh kebelakang dan mengucapkan kata perpisahan kepada Dokter Arman.
"Arman, bagaimanapun kau adalah kakak terbaik bagiku, sangat disayangkan kau harus mati dengan cara begini!-
Pak Rahman menggelengkan kepalanya dan menunduk seolah sedih, lalu dia kembali menatap ke arah Dokter Arman yang memegangi keris yang menancap di dadanya yang bersimbah darah.
"Kalau kau tetap yakin dengan Tuhanmu, maka mintalah kepada Tuhanmu itu agar kau tetap hidup, tetapi aku tidak yakin itu akan terjadi, Hahaha!"
Pak Rahman akhirnya menutup portal gaib buatannya, dia meninggalkan Dokter Arman dalam keadaan luka parah dan bersimbah darah.
"Ahhhh...!"
Dokter Arman membaringkan tubuhnya diatas tanah, dia berusaha semaksimal mungkin untuk menahan rasa sakitnya.
"Apakah aku akan mati dengan cara seperti ini?-
"Apakah takdirku memang harus mati ditangan Adikku sendiri?"
Dokter Arman bertanya-tanya didalam hatinya, matanya berkaca-kaca tidak mampu menahan kesedihannya yang terdalam.
Dia telah kehilangan kedua orang tuanya, dan dia juga telah kehilangan adik kandungnya.
Lalu ketika dia mendapatkan fakta kalau ternyata adik kandungnya masih hidup dan berubah identitasnya menjadi Rahman, kini justru Adiknya sendiri yang membunuh dirinya.
Perlahan-lahan air mata mengalir dari sudut mata Dokter Arman dan terjatuh ke tanah, nafasnya mulai tersesak dan terasa berat.
Dia mulai merasakan udara di dimensi itu mendadak menjadi sangat dingin bagaikan air es, tubuhnya menggigil hebat.
Dia berusaha semampu mungkin untuk bisa mengucapkan kalimat Tauhid ataupun kalimat dzikir lain yang teringat didalam pikirannya.
Perlahan-lahan pandangannya semakin kabur hingga akhirnya semuanya menjadi gelap gulita tanpa cahaya.
__ADS_1
Angin yang berhembus kencang menerpa jasad Dokter Arman, entah kenapa tiba-tiba angin di dimensi itu menjadi bertiup sangat kencang sekali.