
"Roman, ternyata ini benar kau! Bagaimana bisa kau masih hidup setelah kau dibunuh oleh sekte Illuminati?"
Dokter Arman berteriak karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya saat ini, saat ini dihadapannya sedang ada sosok wajah yang sudah 10 tahun tidak pernah lagi dia temui.
"Katakan kepadaku, bagaimana caranya kau bisa lolos dari kematian? Bukankah kau sendiri waktu itu yang menyuruhku untuk pergi membiarkan orang Illuminati membunuhmu!"
Dokter Arman memelototi wajah Pak Rahman si pria berjubah hitam itu, dia masih belum percaya kalau pria berjubah hitam itu adalah adiknya yang bernama Roman.
"Ceritanya seperti ini, sesaat setelah kau meninggalkan aku waktu itu....!"
Pak Rahman menceritakan cerita yang sebenarnya kepada Dokter Arman.
Flashback On
"Roman, bertahanlah! Mas akan membawamu ke rumah sakit terdekat!"
Dokter Arman muda mengambil tangan Roman dan berniat ingin membopong tubuhnya, namun tiba-tiba dari kejauhan dia melihat konvoi mobil para anggota sekte Illuminati sedang menuju ke tempat mereka.
"Mas, tinggalkanlah saya! Biarkan saya mati disini! Saya akan katakan kalau Mas Arman terpental dan tewas!"
Rupanya Roman berniat ingin mengorbankan dirinya, karena memang luka yang dia alami sangatlah kritis.
Tangan dan kakinya patah semua, wajah dan tubuhnya penuh dengan luka bakar serta punggungnya yang terluka akibat bergesekan dengan jalan aspal.
"Tidak Roman, tidak mungkin Mas tega meninggalkan kamu disini!"
Dokter Arman muda menangis, namun Roman meminta agar Arman berhenti menangis dan dia juga meminta agar Arman mau berjanji satu hal kepadanya.
"Mas Arman, biarkan saya berkorban sekarang! Tapi berjanjilah kalau Mas akan terus melanjutkan misi ini dan segera secepat mungkin menumpas sekte Illuminati!-
"Jangan biarkan mereka menguasai negara dan pemerintahan kita, jika sudah begitu, maka akan semakin banyak rakyat yang sesat dan kehilangan moralnya! Berjanjilah pada saya, Mas!"
Roman menegaskan kata-katanya kepada Arman muda, Arman mudapun mengangguk pertanda kalau dia bersumpah akan menepati janjinya untuk menumpas Illuminati.
"Selamat tinggal adikku, Roman! Tunggu Mas di surgaNya!"
Arman muda lalu pergi meninggalkan Roman, dia berlari secepat mungkin agar bisa jauh dan tidak ditemukan oleh orang-orang Illuminati.
Sementara itu Roman yang masih terbaring dalam keadaan luka parah kini sedang berada ditengah-tengah anggota sekte Illuminati, mereka mengelilingi Roman hingga tidak ada celah untuk Roman melarikan diri.
"Hahaha! Kalian tidak perlu mengelilingi saya seperti itu, lagipula lihatlah keadaan saya yang luka parah!" Roman menggerakkan tangannya yang sudah bersimbah darah, "Dengan luka separah ini tidak mungkin saya bisa melarikan diri dari kalian!"
Salah satu dari anggota sekte Illuminati itu maju dan mendekati Roman yang sudah tidak berdaya karena luka parah.
__ADS_1
"Kami sungguh tidak menyangka kalau kalian adalah pengkhianat, katakan dimana kakakmu, Arman?"
Pria itu menginjak telapak tangan Roman hingga Roman mengerang kesakitan, dia juga menanyakan keberadaan Arman.
"Arrgghh..! Kakak saya bernasib lebih buruk dari saya, dia terpental jauh entah kemana, pasti dia sudah tewas!"
Roman menjawab pertanyaan pria itu sambil menahan rasa sakit akibat telapak tangannya yang diinjak oleh anggota sekte Illuminati itu.
"Kalau begitu sekarang giliran kau yang harus mati!"
Pria itu mengambil senjata pistol dari balik jas berwarna hitamnya, dia mengokang pistol itu.
"Klik!"
Bukan hanya pria itu saja yang mengeluarkan pistol, tetapi seluruh anggota sekte Illuminati yang sedang melingkari dirinya juga ikut mengambil pistol dan mengokangnya lalu mengarahkannya kepada Roman.
"Roman, dengan berat hati kami harus mengeksekusi anda karena dalam Illuminati tidak ada hukuman terbaik bagi pengkhianat kecuali kematian!"
Pria yang sedang menginjak Roman itu akan segera memberikan aba-aba kepada anggota Illuminati yang lain untuk menembaki Roman secara bersamaan.
Sebelum menembak, pria itu melepaskan injakan kakinya pada telapak tangan Roman dan kembali berbaris melingkari tubuh Roman bersama anggota yang lainnya.
"Satu.."
"Dua.."
Pria itu memberikan aba-aba dengan menghitung dari satu sampai tiga, saat dihitungan ketiga, Roman berteriak meminta ijin untuk mengucapkan salam terakhir.
"Tunggu!-
"Ijinkanlah saya untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir kepada kalian!"
Roman memelas kepada mereka, pria yang tadi menginjak tangan Romanpun mengangguk pertanda dia memberikan kesempatan kepada Roman untuk mengucapkan salam perpisahan.
Roman berusaha sekuat tenaga mengangkat kedua telapak tangannya dan merapaktak kedua telapak tangannya, lalu dia merapal sebuah kata-kata yang ternyata itu adalah sebuah mantera.
"Ratuning pepeteng, kawula pasrahaken sedaya jiwa lan raga kawula dhumateng Paduka. ndadosaken kula titisan panjenengan!"
Tiba-tiba angin yang tadinya tenang menjadi bertiup cukup kencang, seluruh anggota Illuminati saling menatap satu sama lain dan merasakan ada sesuatu yang aneh dari kata-kata yang keluar dari mulut Roman.
Mereka akhirnya menyadari kalau ada yang janggal dengan diri Roman, segera pria yang tadi menginjak telapak tangan Roman memerintahkan semua anggota Illuminati yang ada bersamanya untuk menembaki Roman.
"Dorr.. dorr.. dorr.."
__ADS_1
Mereka menembaki Roman berkali-kali hingga peluru mereka habis, tubuh Roman hancur akibat tembakan itu dan Romanpun tewas.
Melihat Roman sudah tidak bernyawa, para Illuminati memasukkan kembali senjata api mereka ke balik jas hitam mereka, namun tiba-tiba sesuatu yang ajaib terjadi dengan Roman.
Tubuh Roman yang mereka kira telah mati karena hancur akibat tembakan peluru yang bertubi-tubi tiba-tiba bergerak kembali dan berdiri dari posisi terbaring.
Tubuh Roman sudah sangat hancur berantakan dan wajahnya sudah penuh luka bakar dan berlubang akibat terkena peluru.
Melihat hal itu seluruh orang Illuminati merasakan ketakutan, mereka kembali mengambil pistol dan mengisi ulang peluru pistol itu.
"Slashh..."
Dalam sekejap tiba-tiba mereka merasakan ada semilir angin dingin yang menerpa batang leher mereka, merekapun mengangkat wajah mereka dan menatap ke arah Roman.
Dalam waktu beberapa detik tiba-tiba muncul luka goresan pada batang leher mereka dan leher mereka lalu putus seketika, hanya tersisa satu orang yang masih hidup yaitu pria yang tadi menginjak telapak tangan Roman.
Roman menghampiri pria itu, pria itu sungguh ketakutan sampai dia mencoba melarikan diri namun tidak bisa karena tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan.
"Hahaha! Kenapa kau lari dariku, bukankah tadi kau sangat angkuh dan pemberani?-
"Apakah semua orang Illuminati sama sepertimu yang menjadi pengecut saat melihat manusia yang bisa bangkit dari kematian! Haha!"
Kini Roman sudah berada tepat dihadapan pria itu, wajah pria itu sampai berkeringat dingin karena ketakutan melihat Roman.
"Roman, ampunilah aku! Aku terpaksa melakukan ini karena perintah dia yang menjadi penguasa Illuminati!"
Pria itu memohin belas kasihan kepada Roman, Romanpun menyeringai jahat lalu dia mencekik leher pria itu.
Pria itu sangat ketakutan, lalu Roman mendekatkan mulutnya dengan mulut pria itu sekitar jarak 2 sentimeter.
Lalu Roman membuka lebar mulutnya, tiba-tiba pria itu menjerit kesakitan.
Rupanya Roman sedang menghisap jiwa pria itu sampai habis, sehingga membuat tubuh pria itu menjadi keriput dan kering kerontang.
Setelah menghisap jiwa pria itu, tiba-tiba tubuh Roman kembali pulih seperti semula tanpa ada bekas luka sedikitpun.
Lalu dia melarikan diri sejauh mungkin ke Ibukota dan mengubah identitasnya dengan nama baru yaitu dengan nama Rahman Hakim.
Dia mengubah identitasnya agar tidak bisa ditemukan oleh kelompok Illuminati, lalu diapun berpura-pura berprofesi sebagai tabib dan juga dukun.
Selama dalam hidupnya dia habiskan untuk mempelajari kitab sihir sekutu iblis yang dia curi dari sekte Illuminati, didalam kitab itu dia mempelajari bahwa untuk mendapatkan kekuatan iblis dan menjadi yang terkuat maka dia harus memberikan banyak tumbal nyawa kepada raja iblis, maka jika berhasil dia akan menjadi sekutu raja iblis sampai akhir zaman.
Flashback Off
__ADS_1
"Aku tidak menyangka takdir telah mempertemukan kita kembali, Arman! Ikutlah denganku dan kita akan hancurkan Illuminati dan menjadi penguasa dunia!"
Roman terus mengajak Dokter Arman untuk mengikutinya dan menjadi sekutu iblis, Dokter Arman tidak menyangka kalau adiknya ternyata telah menjadi sekutu iblis.