
Delapan sepeda motor jenis ninja dan harley sedang balapan liar di jalan yang cukup padat. Mereka balapan liar pada malam hari. Mereka semua memakai jaket dan celana levis berwarna gelap yang disobek-sobek bagian lututnya.
Mereka saling menyalip satu sama lain. Motor ninja berwarna hitam berada di posisi paling depan dan tidak ada yang bisa melewatinya. Suara motor itu membuat jalanan di kota menjadi sangat bising. Motor-motor itu benar-benar membuat kebisingan dan keresahan pengemudi lain. Para warga setiap hari merasa resah karena takut terjadi kecelakaan lalulintas.
Suara sirine mobil polisi terdengar riuh berbunyi. Kini tidak lagi delapan motor itu yang balapan, di belakang mereka ada dua mobil polisi yang mengejar. Salah satu dari mereka mengepalkan tangan dan memberi jari tengah pada polisi di belakang. Mereka tersenyum mengejek polisi itu hingga para polisi naik pitam.
Pria yang menaiki motor ninja hitam memberikan sebuah kode pada tujuh pengendara motor lainnya. Tak lama kemudian delapan motor itu melaju dengan kecepatan sangat tinggi dan menghilang dari pandangan para polisi.
"Sial!! Mereka kabur lagi!" kata seorang polisi yang menyetir mobil.
"Putar balik, lain kali mereka tidak akan lolos lagi."
* * * *
Suara derung motor mengisi keheningan di sebuah gang sempit yang terpencil di sudut kota. Gang itu gelap, kotor dan sangat kumuh. Hanya lampu motor yang baru saja tiba yang menerangi lorong gang itu.
Kedelapan motor yang berbeda warna parkir teratur. Para pria yang baru saja selesai balapan dengan santai turun dari motor. Suara gelak tawa dari delapan pria itu sudah cukup untuk menghilangkan keheningan.
Mereka semua membuka helm yang mereka kenakan. Sungguh penampilan mereka urak-urakan menunjukkan bahwa mereka memang geng motor yang bergajulan. Hanya satu dari mereka yang masih terlihat tampan dan rapi walaupun penampilannya tidak berbeda dengan temannya yang lain.
"Hahaha polisi itu lagi-lagi gagal menangkap kita," kata salah satu dari mereka yang bernama Kyungsoo.
Yang paling terlihat tampan itu berjalan mendekati bangku jelek yang menempel di dinding bangunan yang menghimpit gang tersebut. Tujuh orang lainnya memberikan jalan agar pria tampan itu berjalan tanpa penghalang.
"Mereka hanyalah sampah kecil yang tidak perlu ditakuti," kata pria itu dengan santai.
__ADS_1
"Bos Chanyeol, kau sangat luar biasa. Kau mengendalikan motor dengan sangat lincah dan cepat. Setiap kali kita balapan, kau selalu ada di posisi paling depan," kata pria berjaket coklat yang bernama Sehun.
"Kalian hanya perlu fokus dan sedikit bersenang-senang," kata pria tampan yang ternyata bernama Chanyeol.
Chanyeol memiliki tinggi badan paling menonjol dibandingkan dengan temannya yang lain. Kulitnya putih bersih, tubuhnya tidak gemuk namun kekar, hidungnya tinggi, matanya cukup bulat untuk ukuran orang Korea dengan pupil mata berwarna coklat gelap, rambutnya hitam, dan ia memiliki rahang yang tegas. Sungguh ciptaan tuhan yang sempurna jika dilihat dari sisi fisiknya.
Gang sempit dan kumuh itu ternyata tempat berkumpulnya komplotan remaja nakal. Setiap kali mereka bapalan liar dan dikejar polisi, mereka akan lari ke gang tersebut. Sampai sekarang tidak ada yang tahu markas kecil mereka.
Komplotan yang dipimpin oleh Chanyeol sangat terkenal di kotanya. Mereka adalah remaja nakal yang selalu membuat onar dan membuat keributan. Tapi sayangnya polisi tidak pernah berhasil menangkap mereka. Entah jurus apa yang mereka gunakan, mereka selalu lolos dari kejaran polisi.
Chanyeol memberikan nama pada teman-temannya dengan nama Kyungsoo, Sehun, Suho, Chen, Baekhyun, Xiumin, dan Kai. Sebenarnya itu bukanlah nama asli mereka. Chanyeol memberikan nama itu untuk menyembunyikan identitas teman-temannya.
"Bos kami lapar nih," kata Chen sambil memegang perutnya.
"Sabar, sebetar lagi kita akan mencari mangsa," kata Chanyeol yang masih duduk santai.
"Gaja!" kata Chanyeol sambil berdiri. (Gaja/가자\= Ayo pergi).
* * * *
Lampu motor menyilaukan seorang pria yang baru pulang kantor. Pria itu menghalangi matanya dari sorot lampu motor yang terus menyoroti nya. Pria itu mendengar suara motor yang sangat ramai. Tanpa disadari delapan motor sudah berhenti dihadapan pria itu.
Empat orang turun dari motor mereka. Dengan cepat mereka menghampiri pria yang sedang jalan sendirian itu. Tanpa diduga oleh pria itu, keempat pria tadi langsung menghajarnya habis-habisan. Perut dan wajah telah menjadi sasaran utama.
Setelah pria yang mereka hajar tersungkur ke tanah, keempat pria itu segera menggeledah tas dan saku celana pria yang mereka hajar.
__ADS_1
Setelah menemukan apa yang mereka cari. Kedelapan pria bermotor itu langsung kabur dan melesat dengan sangat cepat. Sungguh kejadian yang tak terduga dan terjadi begitu saja dalam satu menit. Pria yang sudah tak berdaya itu hanya sanggup memegangi perutnya lalu ia tak sadarkan diri.
* * * *
"Kerja bagus, kalian sangat bisa diandalkan," kata Chanyeol yang masih duduk di atas motornya.
Setelah membegal pria yang baru pulang dari kantor tadi, mereka berhenti di pinggir jalan yang sepi untuk menghitung hasil rampasan mereka. Ternyata hasil rampasan mereka malam itu lebih banyak dari rampasan-rampasan sebelumnya.
Chanyeol membuka dompet hitam di tangannya. Setelah mengambil semua uang yang ada di sana, Chanyeol mengambil korek api lalu membakar dompet tersebut.
"Untuk menghilangkan jejak sampah," kata Chanyeol sambil tersenyum sinis.
"Kau hebat, kau bisa tahu mangsa yang tepat dan waktu yang tepat," puji Kai seorang tangan kanan Chanyeol.
"Sudahlah siapa pun yang hebat, biarkan saja. Aku sudah sangat lapar," kata Chen.
Chanyeol tidak langsung memenuhi permintaan anak buahnya itu. Ia tahu bahwa tidak mungkin mereka bisa makan di sembarang tempat. Nama geng mereka sudah cukup terkenal di kotanya. Maka dari itu Chanyeol sedang memikirkan tempat yang tepat dan aman untuk mereka.
Chanyeol ingat sebuah kedai makan dan minum yang kecil. Tentu saja itu adalah tempat yang sangat tepat. Tempat itu jauh dari keramaian dan sang pemilik kedai tidak akan berani melapor pada siapapun. Kedai itu adalah milik seseorang yang pernah Chanyeol tolong ketika orang itu dihadang oleh para preman kelas teri.
Walau mereka tidak pernah tertangkap oleh polisi, tapi bagaimanapun mereka harus selalu berhati-hati dan tidak bersikap bodoh. Polisi dan warga berjumlah banyak sedangkan komplotan mereka hanya delapan orang. Tentu saja sehebat apapun mereka jika dikeroyok massa mereka akan kalah juga.
"Aku tahu tempat yang bagus dan aman untuk kita," kata Chanyeol dengan ekspresi yang biasa saja.
"Di mana?" tanya Chen.
__ADS_1
"Ikut aku saja, nanti kalian akan tahu," jawabannya.
Delapan motor dinyalakan dan mereka semua melesat cepat menuju tempat yang dimaksud oleh Chanyeol. Selama perjalanan mereka masih sempat untuk balapan lagi. Seperti biasanya, Chanyeol tetap memegang posisi paling depan dan tidak ada yang bisa mengejarnya.