LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Berusaha dekat


__ADS_3

Kim Hyuk mendudukkan Sun Youra di tempat tidur. Tidak lupa ia menumpuk bantal untuk Sun Youra bersandar. Sebentar Kim Hyuk keluar kamar kemudian kembali masuk dengan bubur hangat di tangannya. Ia duduk di sebelah Sun Youra.


Sun Youra tidak berbicara ataupun menatap Kim Hyuk. Gadis itu menatap dinding putih bersih di hadapannya. Melihat itu Kim Hyuk merasa sangat bersalah. Ia lah yang telah menyebabkan gadis itu trauma berat.


"Kau harus makan. Biar aku menyuapi mu.".


Kim Hyuk menyendokan satu sendok bubur lalu mengarahkan nya pada mulut Sun Youra.


"Buka mulutmu." perintah Kim Hyuk. Kim Hyuk memang tidak bisa lembut hingga perintah nya mirim dengan ancaman.


Dengan perlahan Sun Youra membuka mulutnya lalu melahap bubur yang Kim Hyuk sodorkan. Beberapa lama kemudian bubur itu sudah habis. Sun Youra meminum air putih yang Kim Hyuk berikan.


"Aku akan memerintahkan pelayan untuk membantu mu mandi dan berganti pakaian. Sekarang aku akan keluar dulu." kata Kim Hyuk.


Setelah sendirian, Sun Youra meneteskan air mata. Di saat ia ingin mengakhiri hidupnya, Kim Hyuk malah datang menyelamatkan dan berbuat baik padanya. Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Sekarang ia harus tinggal dengan pria yang paling ia benci.


Saat sedang melamun, tiga orang pelayan masuk ke dalam kamar Sun Youra. Salah satu dari mereka membawa koper besar berisi pakaian baru untuk Sun Youra. Mereka terlihat sangat hormat dan sopan pada Sun Youra.


"Selamat sore Nona. Kami diperintahkan untuk membantu Nona mandi." kata salah satu pelayan itu yang terlihat lebih tua di antara yang lain.


Melihat Sun Youra tidak merespon, mereka memaklumi nya. Mereka sudah tahu tentang informasi Sun Youra yang sedang dalam masa trauma berat. Kim Hyuk juga memerintahkan mereka untuk terus mengajak Sun Youra berbicara agar gadis itu bisa merespon sekelilingnya.


"Baiklah Nona, mari masuk ke dalam kamar mandi.".


Sun Youra berdiri dan berjalan ke kamar mandi dibantu oleh tiga pelayan itu. Begitu Sun Youra akan masuk ke dalam bathtub, ia baru berbicara.


"Aku bisa sendiri. Kalian keluarlah." kata Sun Youra dengan suara pelan.


Beberapa menit kemudian, Sun Youra sudah selesai berpakaian. Ia mengenakan jaket tebal agar tidak kedinginan. Para pelayan itu juga menyisir rambut Sun Youra dan mengikat rambut indah Sun Youra menjadi satu di belakang.


"Sudah selesai. Anda terlihat sangat cantik Nona." puji salah satu pelayan itu.


Sun Youra tidak berbicara, ia hanya melihat pantulan bayangan dirinya dari cermin meja rias. Kini penampilannya rapi dan bersih.

__ADS_1


"Kami izin keluar Nona. Permisi.".


Di ruang tamu ada Kim Hyuk dan Do Jae yang sedang duduk di sofa. Melihat para pelayan utu keluar, Kim Hyuk langsung berdiri.


"Bagaimana? Apakah dia sudah selesai mandi?" tanya Kim Hyuk.


"Sudah Tuan. Sekarang Nona sedang duduk di depan meia rias. Saya rasa Nona belum merespon sepenuhnya." jawab pelayanan itu.


"Tidak masalah. Kalian boleh meneruskan pekerjaan kalian." kata Do Jae.


Kim Hyuk kembali duduk di sofa. Ia terlihat bingung memikirkan sesuatu. Do Jae tentu saja memahami apa yang sedang dirasakan oleh Kim Hyuk. Rasa bersalah, iba, bingung, dan khawatir menjadi satu dalam dirinya.


"Kalian tinggalah di rumah ini. Aku akan tinggal di rumahku yang satu lagi. Jika ada apa-apa kau bisa mengabari ku." kata Do Jae.


"Terima kasih Ayah," kata Kim Hyuk singkat, "Aku akan melihatnya dulu." lanjutnya lalu berdiri dan berjalan ke kamar Sun Youra.


Kim Hyuk membuka pintu perlahan. Dilihatnya Sun Youra masih duduk di depan meja rias. Pandangannya kosong menatap cermin. Kim Hyuk berjalan ke belakang Sun Youra. Ia sama-sama menatap pantulan dirinya dan Sun Youra.


"Oh ya, kau ingin melihat salju pertama turun? Diprediksi salju pertama akan turun besok. Aku akan mengajakmu melihat salju itu." kata Kim Hyuk sedikit lembut.


Sun Youra masih tidak berkata apapun. Tapi ia dapat mendengar dan mencerna semua perkataan Kim Hyuk. Ia tahu Kim Hyuk berniat baik, tapi rasa bencinya membuat ia muak dengan semua itu.


"Oh ya, kau belum minum obat. Nanti aku akan memanggilkan dokter untuk memeriksa mu dan meminta obat dari nya." kata Kim Hyuk lagi.


Kim Hyuk terdiam ketika Sun Youra masih tidak merespon apapun. Jika saja Sun Youra tidak mengandung anaknya. Mungkin ia sudah menyiksa Sun Youra seperti dulu. Kim Hyuk menghela nafas panjang untuk mengatur emosinya.


"Kau mau apa? Makan apa? Kimchi? Bulgogi? Deonjang?" tanya Kim Hyuk. (Kimchi, Bulgogi, Deonjang / 김치, 불고기, 된장\= macam-macam makanan khas Korea).


"Baiklah kalau kau tidak mau makan. Mungkin kau ingin makanan ringan?" tanya Kim Hyuk lagi.


Sun Youra tidak menjawab. Ia hanya diam tak menjawab ataupun menatap Kim Hyuk dari cermin.


"Aku akan pergi. Jika kau butuh sesuatu, katakan pada ku. Aku ada di kamar sebelah." kata Kim Hyuk lalu pergi dengan menahan emosi.

__ADS_1


"Yang aku inginkan hanyalah putar waktu ke masa-masa aku bahagia bersama Nim Joon." kata Sun Youra lirih ketika Kim Hyuk sudah keluar dari kamarnya.


* * * *


Di tengah malam Sun Youra terbangun karena haus. Entah mengapa walau udara sangat dingin, tapi Sun Youra merasa sangat haus. Dengan langkah yang lemas Sun Youra keluar dari kamar.


Dilihatnya seluruh rumah gelap. Sepertinya tidak ada siapapun yang terjaga di tengah malam seperti ini. Sun Youra mencari saklar lampu untuk menyalakan lampu di balkon. Setelah menemukan saklarnya, Sun Youra menekan salah satu tombol dan akhirnya balkon lantai dua pun terang.


Sun Youra melihat ke sekeliling dan baru menyadari bahwa ternyata rumah itu sangat mewah dan megah. Sun Youra memutuskan untuk mencari dapur di lantai bawah. Saat kakinya akan melangkah turun, tiba-tiba seseorang menarik tangannya.


"Kau mau ke mana? Kau masih lemah dan aku khawatir kau akan jatuh saat menuruni tangga." kata Kim Hyuk yang matanya menyipit karena silau.


Ia baru saja bangun karena melihat balkon tiba-tiba terang. Ia masih mengenakan baju tidur lengan panjang.


"Aku haus, aku ingin minum." jawab Sun Youra yang baru mengeluarkan suara.


Kim Hyuk tersenyum mendengar suara Sun Youra. Akhirnya gadis itu mengeluarkan suara juga.


"Kenapa tidak mengetuk pintu kamarku saja. Aku akan mengambilkan air minum untuk mu. Sekarang kembalilah ke kamar dan tunggu aku di sana." kata Kim Hyuk lalu menuntun Sun Youra kembali ke kamar.


Sun Youra duduk di tepi ranjang sambil menunggu Kim Hyuk membawakan air minum. Tak lama kemudian Kim Hyuk datang dengan segelas air putih.


"Ini minumlah." Kim Hyuk menyodorkan air itu pada Sun Youra.


"Terima kasih." kata Sun Youra lalu meneguk air itu sampai habis.


"Oh ya aku lupa memberitahu bahwa dokternya tadi tidak bisa datang karena sedang sangat sibuk. Besok aku akan membawa mu ke rumah sakit. Apakah kau mau ke rumah sakit?" tanya Kim Hyuk. Ia tidak ingin memaksa Sun Youra.


Sun Youra mengangguk pelan. Kim Hyuk tersenyum lagi karena Sun Youra mulai merespon sekelilingnya.


"Sekarang tidur lah lagi. Tidur yang nyenyak." kata Kim Hyuk.


Kim Hyuk membantu Sun Youra menaikkan kaki ke atas tempat tidur lalu menyelimuti gadis itu dengan rapat. Setelah itu ia meninggalkan Sun Youra yang mulai memejamkan mata.

__ADS_1


__ADS_2