LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Amarah yang tidak jelas.


__ADS_3

"Cepat minum." kata Sun Youra.


Kim Hyuk melirik Sun Youra dengan ujung matanya. Ingin sekali ia mencekik leher Sun Youra. Dengan terpaksa ia meminum teh hangat.


"Tidak enak." kata Kim Hyuk sambil meletakkan cangkir teh di atas meja.


Do Jae tertawa, "Tentu saja, yang kau suka hanya wine, champanye, dan bir lainnya.".


Sun Youra, Kim Hyuk dan Do Jae meneruskan makan mereka. Setelah selesai makan Do Jae pamit pulang.


"Kim Hyuk, jaga calon menatuku baik-baik. Jangan kau buat dia menangis lagi." kata Do Jae sambil tersenyum pada Sun Youra.


Ia mengelus rambut Sun Youra lalu mengecup keningnya. Sun Youra memejamkan mata dan tersenyum. Ia merasakan hangatnya seorang ayah.


"Hati-hati Ayah." kata Sun Youra.


"Wah, sudah memanggil ayah. Berarti kau sudah setuju menjadi istriku." kata Kim Hyuk sambil tersenyum sinis.


"Jangan terlalu percaya diri. Ayah yang memintaku untuk memanggil nya ayah." kata Sun Youra.


Do Jae melerai perdebatan mereka. Anaknya dan calon menantunya itu terlihat saling membenci sekarang, tapi Do Jae tahu mereka memiliki potensi untuk saling mencintai.


Tak lama kemudian Do Jae pergi dari rumah Kim Hyuk. Sun Youra dan Kim Hyuk melambaikan tangan ketika Do Jae pergi.


* * * *


Pada malam hari, Kim Hyuk sedang mondar-mandir di kamarnya. Tadi Do Jae menelepon dan meminta Kim Hyuk untuk segera menikahi Sun Youra. Kini ia bingung harus bagaimana. Dirinya memang harus menikah, tapi Kim Hyuk tidak siap jika harus secepat itu. Mereka belum saling mencintai bahkan Sun Youra membuat jarak di antara mereka dengan sebuah pertengkaran.


"Kenapa ayah tidak membahasnya tadi. Jika lewat telepon aku tidak dapat mendiskusikan dengan benar." kata Kim Hyuk pada dirinya sendiri.


"Oh ya, besok aku kan ke kantor. Aku akan membahas ini besok." kata Kim Hyuk lagi


Ia berhenti mondar-mandir dan duduk di tepi ranjang.


Selang beberapa detik, ia membaringkan tubuhnya ke ranjang. Kali ini ia merenungi semua kemewahan yang diberikan oleh Do Jae. Pria itu sangat baik. Ia bisa membuat seorang remaja nakal luluh di dalam genggamannya.


Tapi semua kemewahan ini membuatnya selalu ingat akan masa kecilnya. Kim Hyuk sama sekali tidak membutuhkan harta benda, yang ia inginkan hanyalah kebebasan dan keluarga. Orang yang dapat memberikan itu hanyalah Do Jae.


Setelah Do Jae menitipkan semua hartanya pada Kim Hyuk. Kim Hyuk tidak melakukan itu. Ia malah memilih pergi ke jalanan lagi lalu bertemu dengan Min.

__ADS_1


"Oh ya, Min. Bagaimana kabarnya sekarang?" kata Kim Hyuk.


Kim Hyuk mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas tadi. Lalu menghubungi Min.


"Hallo Min." sapa Kim Hyuk.


"Hallo Hyuk. Apa kabar?" balas Min dari seberang telepon.


"Aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?" tanya Kim Hyuk.


"Aku juga baik-baik saja di sini. Ayahmu membuat kami seperti seorang pelajar. Setiap hari kami hanya makan, tidur, belajar dan berlajar." kata Min sambil tertawa.


"Ingin sekali aku kembali seperti dulu. Mencari keributan." kata Kim Hyuk sambil tertawa.


"Bagaimana dengan gadismu?" tanya Min.


"Aku sudah menemukan nya. Dia ada di rumahku sekarang." jawab Kim Hyuk.


Dari seberang telepon, Min tidak berbicara. Kim Hyuk mengerutkan keningnya. Ia melihat layar ponsel dan telepon masih terhubung.


"Mengapa kau diam saja?" tanya Kim Hyuk.


Kim Hyuk merenung sebentar. Yang dikatakan oleh Min memang benar. Nim Joon tidak mungkin semudah itu menyerahkan Sun Youra padanya.


"Lalu apakah kau punya saran?" tanya Kim Hyuk.


"Nikahilah dia secepatnya." jawab Min.


"Kau seperti ayahku. Kau pikir berumah tangga itu mudah?" kata Kim Hyuk sambil tersenyum sinis.


"Mungkin kau berpikir jikapun gadismu itu dibawa oleh tunangannya, kau tidak akan masalah. Pikirkanlah jika pria itu menculik Sun Youra lalu membunuh anakmu." kata Min.


Kim Hyuk membulatkan matanya. Amarah mulai menguasai dirinya.


"Jangan bicara macam-macam." ancam Kim Hyuk dingin.


Jika mereka bertatapan langsung, mungkin Min akan gemetaran pada saat itu juga. Tapi sekarang mereka terpisah oleh jarak.


"Maka dari itu kau harus memberikan pengamanan pada gadismu." kata Min.

__ADS_1


Belum selesai Min berbicara, Kim Hyuk sudah menutup telepon. Ia tidak dapat menahan emosi lagi ketika membayangkan Sun Youra dibawa oleh Nim Joon lalu mereka sepakat untuk menggugurkan kandungan Sun Youra.


"Itu tidak boleh terjadi.".


Kim Hyuk melangkah keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju kamar Sun Youra.


Sun Youra yang sedang berselimut dan bersiap untuk tidur terkejut ketika pintu kamar dibuka keras. Dilihatnya Kim Hyuk sedang terbakar api amarah. Sun Youra tidak tahu apa lagi salahnya pada pria itu.


Kim Hyuk menarik selimut Sun Youra lalu menarik Sun Youra untuk turun dari tempat tidur. Kim Hyuk menjatuhkan Sun Youra ke lantai secara kasar.


"Apa yang kau lakukan? Apakah kau sudah tidak waras?" Sun Youra marah atas perlakuan Kim Hyuk.


"Jangan kau pikir kau bisa lari pada tunanganmu itu lalu menggugurkan anakku!" teriak Kim Hyuk.


Sun Youra mengerutkan keningnya. Ia tidak pernah berpikir untuk menggugurkan kandungannya. Ia memilih meninggalkan pria yang ia cintai demi hidupnya rahim yang ada di dalam kandungannya.


"Ingat, kau ini wanita menjijikan. Kau mengandung seorang anak sebelum kau menikah." kata Kim Hyuk yang sudah berjongkok dan mencengkram rahang Sun Youra dengan sangat kuat.


'Plakk!' Sun Youra menampar pipi Kim Hyuk.


"Kau memang pria gila! Kau pikir aku akan melakukan itu? Kau tahu, aku meninggalkan Nim Joon demi anak ini. Dan kau bilang aku wanita menjijikan? Kau lebih menjijikan, bahkan tidak akan ada satu wanita pun yang akan mencintaimu dengan segala kebusukanmu!".


Air mata Sun Youra tumpah. Matanya menatap tajam pada Kim Hyuk yang masih memegang pipinya. Sun Youra berdiri dan berjalan meninggalkan Kim Hyuk.


Kim Hyuk mengusap wajahnya dengan kasar, ia sadar bahwa ia sudah marah tidak jelas pada Sun Youra. Gadis itu bahkan tidak bersalah.


"Shitt! Apa yang sudah aku lakukan?" umpat Kim Hyuk.


Ia berlari untuk mengejar Sun Youra yang sudah sampai di lantai dasar. Ia berlari dengan sangat cepat hingga bisa mengejar gadis itu. Kim Hyuk menarik Sun Youra hingga gadis itu berbalik dan masuk ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud berkata begitu. Aku hanya terpancing emosi ketika Min mengatakan prasangka buruknya. Aku mohon maafkan aku." Kim Hyuk memeluk Sun Youra erat.


"Mengapa kau sangat menakutkan? Aku tidak bisa tenang ketika berada di sisimu. Kau mudah marah dan selalu berlaku kasar." kata Sun Youra yang menangis sesenggukan dalam pelukan Kim Hyuk.


Kim Hyuk terdiam. Ia sama sekali tidak menyangka Sun Youra akan mengeluarkan perasaannya.


"Kau takut pada ku?".


Sun Youra mengangguk satu kali.

__ADS_1


"Maafkan aku." kata Kim Hyuk kembali mengeratkan pelukannya.


__ADS_2