
Waktu yang di tunggu-tunggu oleh Kim Hyuk pun tiba. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, Kim Hyuk dan anak buahnya akan menyerang Choi Ryu dengan menyusup ke dalam markas Choi Ryu.
Kim Hyuk memerintahkan Min dan Kel ikut perjudian lotre dengan tujuan untuk mengantisipasi mereka gagal menyerang Choi Ryu. Jika mereka kalahpun, ada Min yang akan memenangkan lotre dan membawa Sun Youra pergi dari tempat itu.
Roy dan Gil ikut perjudian menyabung ayam untuk memastikan keselamatan Min dan Kel jika penyamaran mereka terbongkar. Sedangkan Gel, Ray, dan Kal akan ikut Kim Hyuk mencari Sun Youra dan menyusup untuk menyerang Choi Ryu.
Di saat yang sama para anggota tim SWAT dan anggota polisi sudah mengincar tempat Choi Ryu. Mereka bersembunyi sambil menunggu aba-aba dari sang komandan.
Mereka semua merunduk ketika melihat ada empat motor yang datang dan berhenti di depan bangunan milik Choi Ryu.
Polisi berkulit hitam yang ikut dalam penyergapan itu membulatkan matanya ketika melihat empat motor ninja yang tidak asing lagi di matanya. Dua diantaranya membawa sarung ayam yang berisi ayam sabung.
"Lihat empat motor itu, aku yakin mereka adalah geng motor yang selama ini kita cari" kata polisi berkulit hitam pada polisi yang bertubuh tinggi.
"Tapi cara berpakaian mereka berbeda. Apakah mereka ikut perjudian ini?" kata polisi bertubuh tinggi menanggapi.
"Mungkin juga. Baguslah, sekali dayung dua pulau terlampaui" kata polisi berkulit hitam sambil tersenyum.
"Tapi jumlah mereka hanya berempat" kata polisi yang lain.
"Bisakah Anda diam? Anda sedang menggunakan Earpiece" kata salah satu tim SWAT terdengar di telinga para polisi. (Earpiece \= Alat komunikasi rahasia yang dipasang di telinga).
"Maaf" kata para polisi berkulit hitam.
Min, Kel, Roy dan Gil melangkah masuk ke dalam. Min menggunakan jas beludru bewarna coklat, Kel menggunakan kemeja putih, Roy menggunakan jaket hitam tipis, dan Gil memakai jas hitam tipis dengan bagian depan yang tidak terkancing sempurna.
Min dan Kel mendaftar perjudian lotre sedangkan Roy dan Gil mendaftar perjudian sabung ayam. Mereka berpisah ke tempat yang berbeda.
Min dan Kel menyapa semua penjudi yang sudah duduk di depan meja yang besar. Diatas meja itu ada berbagai macam jenis minuman beralkohol, uang dan dadu. Mereka masih mermain perjudian kecil dengan peruntungan dadu.
Min secara santai mengambil ponsel dari saku jasnya. Dengan satu sapuan pada layar, Min sudah terhubung dengan Kim Hyuk.
"Hallo Hyuk, kami sudah di dalam. Choi Ryu belum keluar dan acaranya belum dimulai...baiklah aku akan terus mengamati" kata Min pelan.
Setelah telepon di tutup, Min mengedipkan mata pada Gil yang berada di tempat sabung ayam. Gil yang tahu apa maksud dari kode Min, ia langsung berdiri dan menitipkan ayamnya pada pria di sampingnya.
Gil berjalan melewati ruangan nomor 12. Ia melihat ke dalam ruangan itu secara diam-diam. Gil mengerutkan keningnya. Gil bingung dengan apa yang ia lihat. Siapa pria yang berpakaian serba putih itu? Pria itu memakai topi bulat berwarna putih, dan memakai topeng.
Dengan cepat Gil pergi dari sana dan menelepon Min.
__ADS_1
"Hallo, aku melihat pria berjas putih, bertopi putih dan memakai topeng. Apakah orang itu adalah Choi Ryu?" kata Gil pada Min.
"Ya kemungkinan besar itu adalah Choi Ryu. Kim Hyuk pernah berkata bahwa Choi Ryu selalu menyembunyikan wajahnya" jawab Min.
"Cepat periksa ada berapa ruangan di sana" perintah Min lagi.
"Baiklah" jawab Gil.
* * * *
Kim Hyuk, Ray, Kal dan Gel sedang melaju di jalan yang gelap menggunakan mobil hitam. Dari kemarin Kim Hyuk tidak pernah terlihat tenang. Ia terus memikirkan Sun Youra dan anak yang sedang dikandungnya.
Selama menyetir, Kim Hyuk mempererat genggamannya pada setir mobil. Mereka melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Bos, kau yakin dengan ini?" tanya Ray.
"Jangan banyak bertanya" kata Kim Hyuk singkat.
Ray menelan ludah, ia tahu saat ini emosi Kim Hyuk sedang meledak-ledak.
Mobil hitam yang baru dibeli oleh Kim Hyuk berhenti di belakang sebuah bangunan. Kim Hyuk menatap lekat pada bangunan itu.
Kim Hyuk tidak langsung masuk ke dalam markas Choi Ryu, ia masih menunggu informasi dari Min. Mata Kim Hyuk melihat ke arah kanan. Alisnya berkerut.
"Sial, kita tidak punya banyak waktu" kata Kim Hyuk.
Ketiga anak buahnya mengerutkan kening. Ia bingung ketika melihat Kim Hyuk merubah ekspresi wajahnya.
"Ada apa Bos?" tanya Kal.
"Ada tim SWAT" jawab Kim Hyuk.
Ketiga anak buahnya langsung membelalakkan mata. Mereka terkejut dan sedikit gentar. Bagaimana mungkin mereka bisa menyerang Choi Ryu sedangkan di lain sisi ada tim SWAT yang sedang mengintai.
"Apakah kita akan terus beraksi Bos?" tanya Gel.
"Tentu saja" jawab Kim Hyuk.
Kim Hyuk keluar dari dalam mobil di ikuti oleh ketiga anak buahnya. Kim Hyuk mengenakan pakaian seperti biasanya, Kal mengenakan celana levis dan jaket levis yang bermodel banyak sobekan, Ray mengenakan kemeja coklat hitam dan mengenakan kemeja hitam polos di luarnya, sedangkan Gel memakai jaket kulit hitam polos.
__ADS_1
"Kita akan masuk lewat pintu samping" kata Kim Hyuk dengan mantap tanpa mempedulikan tim SWAT yang tengah mengintai tempat itu.
* * * *
Bagiamana seorang bidadari, Sun Youra sudah dirias dengan sangat cantik. Ia tampil anggun dengan dress putih selutut. Keempat perias yang menangani makeup Sun Youra sampai berdecak kagum melihat kecantikan gadis yang mereka rias.
"Bolehkah aku meminta minum? Aku sangat haus" kata Sun Youra.
Salah satu perias langsung keluar kamar untuk mengambil air minum. Mata Sun Youra melihat pintu kamar tidak kembali dikunci. Ia memikirkan suatu cara dan kemudian ia terlihat bersemangat.
"Aku merasa sangat suntuk, bolehkah aku berjalan disekeliling kamar untuk menghilangkan rasa suntukku?" tanya Sun Youra dengan wajah lemas.
Para perias menatap wajah Sun Youra. Mereka berpikir tidak mungkin Sun Youra berani kabur karena pengamanan di sana sangat ketat.
"Baiklah, boleh. Tapi ingat, jangan berani-beraninya kau lari dari sini" kata salah satu perias itu.
"Terima kasih".
Sun Youra berdiri dengan perlahan. Ia berjalan seolah-olah ia tidak memiliki tenaga. Melihat Sun Youra berjalan tidak bertenaga, para perias di dalam kamar Sun Youra terlihat santai.
Pertama-tama Sun Youra berjalan dari ujung kamarnya, kemudian berkeliling menuju meja yang terletak tidak jauh dari pintu kamar. Secara diam-diam Sun Youra meraih kunci kamar lalu berjalan santai mendekati pintu keluar.
Sun Youra sudah tepat berada di depan pintu. Dengan cepat Sun Youra membuka pintu lalu keluar, sebelum ia berlari ia mengunci pintu terlebih dahulu.
"Hei! Jangan lari! Buka pintu" teriak para perias dari dalam kamar Sun Youra.
Sun Youra melepas sepatu high heels nya lalu meneruskan lari secepat yang ia bisa. Anjing yang terkurung di dalam sel menggonggong dengan sangat kencang ketika melihat Sun Youra berlari.
"Guk! Guk! Guk!" semua anjing menggonggong.
Dari dalam ruangan 12, Choi Ryu didatangi oleh para bodyguard. Para bodyguard terlihat ragu dan takut untuk berbicara.
"Ada apa?" tanya Choi Ryu dengan suara khasnya yang sangar.
"Ini Tuan. Anjing di lorong bawah tanah menggonggong dan gadis itu sudah kabur" kata salah satu dari bodyguard itu.
"Apa? Bodoh! Cepat cari dia ke mana pun. Lepaskan para anjing itu untuk membantu mencarinya" kata Choi Ryu dengan sangat marah.
Yang dirasakan oleh Choi Ryu bukan hanya marah, tapi ia lebih merasa terkejut dan terheran.
__ADS_1
"Benar kata Min Dong, gadis ini luar biasa".