LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Dendam Seok Joon


__ADS_3

Chanyeol berbaring di ranjang rumah sakit sambil menunggu hasil pemeriksaan. Tak lama kemudian dokter datang bersama seorang suster.


"Tuan Park Jae, kaki Anda harus kami pasang gips karena kaki kanan Anda mengalami pergeseran sendi. Setelah sendi Anda kembali normal, Anda diperbolehkan melepas gipsnya" kata dokter itu menjelaskan dengan memanggil Chanyeol dengan nama Park Jae.


Chanyeol sengaja memberikan identitas palsu karena harus selalu berjaga-jaga agar identitas dirinya tidak diketahui oleh orang. Jika orang-orang tahu identitasnya, maka dengan mudah para polisi menangkap gengnya.


"Suster, segera pasang gips pada kaki Tuan Park Jae" kata dokter.


"Baik Dok".


Dokter meninggalkan suster dengan pasiennya. Sang suster mengambil beberapa peralatan yang ia butuhkan untuk memasang gips pada kaki Chanyeol. Tangan suster itu sudah sangat lihai dan sangat hati-hati agar tidak menyakiti pasiennya.


"Tuan, jika terasa sakit Anda bisa mengatakannya pada saya" kata suster itu.


Karena baru kali ini ia melihat pasien tampan seperti pasiennya sekarang, pipi suster itu sedikit merona. Siapapun pasti akan sama dengan suster itu, karena wajah Chanyeol memang sangat tampan.


Chanyeol tidak berkata apapun. Walau sebenarnya ia merasakan sakit yang luar biasa, ia tetap tahan karena ia bukanlah orang yang lemah. Ia menjadi ketua geng karena kekuatan dan kemampuannya yang besar.


* * * *


Siang hari yang cerah, di salah satu rumah sakit tengah di hebohkan dengan aksi pemukulan. Pasalnya seorang pasien yang kakinya di gips tiba-tiba dihajar oleh seorang wanita yang baru diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Wanita itu menangis setelah dirinya dipegangi oleh beberapa orang yang melerai kejadian itu.


"Dasar laki-laki brengs*k, berani-beraninya kau menunjukkan wajahmu dihadapanku?" wanita itu berteriak di depan banyak orang.


Chanyeol yang mendapat pukulan secara tiba-tiba di wajahnya hanya mengelap sudut bibirnya yang terluka dengan punggung tangan. Matanya menatap dingin dan tajam. Jika bukan di depan orang ramai, mungkin wanita itu sudah tidak dapat membuka mata untuk selamanya.


Wanita itu adalah salah satu korban dari banyak gadis yang sudah diculik oleh komplotan Chanyeol. Ia adalah seorang mahasiswa yang diculik ketika baru pulang dari tempat lesnya pada malam hari.

__ADS_1


"Nona, tolong jangan membuat keributan di rumah sakit. Anda bisa menyelesaikan ini secara kekeluargaan di luar rumah sakit" kata salah satu petugas rumah sakit.


"Pria ini lah yang telah menghancurkan masa depanku, dia dan teman-teman busuknya itu telah..."


Tidak sempat wanita itu meneruskan ucapannya, ia telah jatuh pingsan. Mungkin karena trauma yang belum pulih kemudian bertemu dengan orang yang membuatnya trauma itulah yang mengakibatkan ia pingsan. Tanpa pikir panjang Chanyeol yang dituntun oleh Kai langsung pergi meninggalkan rumah sakit.


* * * *


Di gang sempit dan kumuh telah berkumpul delapan orang. Seperti biasanya, mereka berpenampilan urakan dengan setelan jaket levis dan celana levis. Hanya saja kali ini mereka tidak berbicara sambil tertawa seperti biasanya, mereka merasa kasihan dengan kondisi ketuanya.


"Bos tidak ingin balas dendam pada polisi itu?" tanya Kyungsoo.


Chanyeol menoleh pada Kyungsoo yang sedang duduk di sampingnya, "Kau pikir aku bodoh? Dengan kaki seperti ini apa kau pikir aku bisa melawan polisi itu" tanya Chanyeol dengan sinis.


Kyungsoo tidak berani berbicara lagi. Sebenarnya ia tahu bahwa Chanyeol pasti akan membalas dendam karena bosnya itu merupakan orang yang penuh dendam. Bahkan gaya hidupnya yang seperti ini adalah akibat dendamnya.


Biasanya mereka akan beraksi mencari mangsa lagi. Namun melihat kondisi Chanyeol, mereka tidak selera untuk menggaet uang ataupun wanita.


"Lakukanlah apapun sesuka hati kalian. Sebentar lagi aku akan pergi ke tempat Darwin Lee untuk memeriksa kemajuan di sana" kata Chanyeol.


"Lalu motormu bagaimana? Sekarang kau tidak memiliki motor" kata Kai yang mengingatkan bahwa motor Chanyeol telah dibawa oleh para polisi yang tadi malam mengejarnya.


"Kau tenang saja. Besok kalian akan melihat motor baruku" kata Chanyeol dengan sombong.


Mungkin orang yang tidak tahu kehidupan Chanyeol yang sebenarnya, mereka akan mengatakan bahwa Chanyeol sedang bermimpi atau berkhayal. Bagaimana seorang Chanyeol yang tinggal di rumah kecil dan kumuh, berteman dengan anak nakal yang berkeliaran di jalan bisa berkata dengan enteng soal motor.


"Aku akan pergi sendiri dengan naik taksi. Kalian bersenang-senanglah" kata Chanyeol pada semua rekannya.

__ADS_1


Chanyeol jalan dengan terpincang-pincang meninggalkan gang yang kecil itu.


* * * *


"Aku tidak ingin sampai kalian gagal" kata seorang pria yang wajahnya penuh lebam.


Pria itu adalah Seok Joon pemilik perusahaan besar yang terkenal. Ia sedang berbicara pada lima orang pria berbadan besar, tinggi, dan kekar. Ia sedang berada di ruang tamu yang besar dan mewah. Hari ini ia tidak bisa berangkat ke kantor karena baru saja pulang dari rumah sakit. Tadi malam ia dipukuli oleh empat orang pria hingga babak belur dan tak sadarkan diri.


"Aku tidak akan membiarkan delapan orang itu tenang. Mereka hanya begal jalanan kelas teri" lanjutnya.


"Maaf Tuan, tapi menurut informasi yang saya dapatkan dari warga sekitar tempat kejadian tadi malam, kemungkinan besar mereka adalah kelompok remaja nakal yang nama geng motor mereka sudah cukup terkenal. Mereka selalu membuat onar dan melakukan kekerasan. Mereka membegal, menculik gadis-gadis dan selalu balapan liar. Tapi sampai pada saat ini, polisi tidak dapat menangkap mereka" kata seorang bodyguard yang berdiri paling ujung. Hanya bodyguard itu lah yang berani berbicara karena ia adalah ketua bodyguard.


Seok Joon mengangkat sebelah alisnya. Ia berjalan sambil memegang perutnya yang sakit mendekati bodyguard yang baru saja bicara.


"Apakah kau takut? Aku percaya kalian adalah bodyguard yang pemberani dan kuat. Betapapun orang mengatakan mereka kuat dan menakutkan, kalian harus bisa membawa mereka padaku" kata Seok Joon sambil menepuk bahu bodyguardnya.


Seok Joon bukanlah pria yang dingin dan pemarah. Ia juga bukan orang yang bisa melakukan hal kejam pada orang lain. Tapi kali ini ia harus bisa kejam karena delapan pria itu telah membuatnya babak belur dan merampas uang serta surat-surat berharga di dalam dompetnya.


"Kalian boleh pergi" kata Seok Joon yang sudah duduk di sofanya lagi.


"Bagaimana dengan nona Sun Youra? Apakah kami harus menjemputnya?" tanya bodyguard yang tadi berbicara.


"Tidak perlu, aku yang akan menjemputnya di rumah sakit. Aku akan makan malam bersamanya" jawab Seok Joon.


Wajah Seok Joon berubah menjadi lebih tenang dan ada sedikit senyum di wajah tampannya. Sun Youra adalah tunangannya. Mereka akan segera menentukan tanggal pernikahan setelah Seok Joon selesai dengan urusan pembuatan perusahaan cabang di Jeju. (Jeju/제주\= Nama pulau yang terkenal di Korea Selatan).


Setelah para bodyguard meninggal ruang tamu, Seok Joon pergi ke kamar untuk mandi, berganti pakaian dan mengganti perban di wajahnya

__ADS_1


__ADS_2