LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Kim Hyuk hanya anak yang mengalami masa kelam


__ADS_3

Mata Kim Hyuk dan Choi Jo melihat ke arah sumber suara. Dengan langkah cepat Sun Youra menghampiri dua pria yang saling pukul. Sun Youra memisahkan jarak dua pria yang sedang berhadapan. Dengan sekali gerakan, pisau di tangan Choi Jo jatuh ke lantai karena Sun Youra berdiri membelakangi Kim Hyuk seolah-olah ia sedang melindungi pria itu.


"Kau, kenapa melindungi Kim Hyuk? Dia adalah pria jahat".


"Aku tahu, tapi aku berhutang nyawa pada dia. Tolong hentikan ini semua" pinta Sun Youra menatap lurus pada wajah Choi Jo.


"Apakah kau sudah menjadi wanitanya?" tanya Choi Jo tajam.


"Aku bukan wanitanya dan aku tidak akan pernah menjadi wanitanya. Untuk kali ini, tolong pergi. Setelah itu aku tidak akan menghalangi mu untuk membunuhnya" kata Sun Youra masih melindungi tubuh Kim Hyuk.


"Aku akan pergi, tapi itu harus bersama mu".


Choi Jo menarik tangan Sun Youra.


Tentu saja Kim Hyuk tidak tinggal diam, ia menarik kembali Sun Youra.


"Jangan bermimpi bisa membawa gadisku" kata Kim Hyuk dingin.


"Aku tidak peduli dia gadismu atau bukan. Yang jelas dia adalah tunangan Nim Joon" Choi Jo menatap tajam.


Tangan kiri Kim Hyuk yang berdarah mengepal kuat. Sepertinya amarahnya sudah meluap-luap mendengar ucapan Choi Jo yang terakhir.


'Buukk!"


Lagi-lagi Kim Hyuk memukul Choi Jo hingga pria itu tersungkur dan melepaskan genggamannya pada Sun Youra. Kim Hyuk memberikan pukulan bertubi-tubi tanpa memberikan kesempatan pada Choi Jo untuk membalas.


Tangan Sun Youra menahan Kim Hyuk yang hendak melayangkan pukulan lagi.


"Jangan sakiti dia! Dia utusan dari tunanganku!" teriak Sun Youra.


Kim Hyuk menghentikan aksinya. Ia hanya menatap tajam pada Sun Youra yang sudah berani menghentikan keinginannya untuk menghajar Choi Jo habis-habisan.


"Pergilah" perintah Sun Youra pada Choi Jo.


Tanpa berbicara lagi, Choi Jo pergi meninggalkan rumah kecil Kim Hyuk. Ia bersumpah akan membunuh Kim Hyuk lain kali.


"Kenapa kau ikut campur?" tanya Kim Hyuk dingin.

__ADS_1


"Sudahlah, aku hanya merasa berhutang nyawa padamu" kata Sun Youra menatap balik mata Kim Hyuk.


"Aku tidak butuh dilindungi, jika aku mau, aku yang akan membunuhnya" kata Kim Hyuk sinis.


"Lukamu terlihat parah, aku akan mengobati luka itu" kata Sun Youra langsung masuk ke dalam.


* * * *


"Apa maksudmu! Jangan kau asal bicara. Sun Youra tidak mungkin melindungi pria itu" mata Nim Joon memerah marah. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Choi Jo.


"Aku tidak asal berbicara. Dia bilang, dia hanya membalas hutang nyawa".


Nim Joon memutari Choi Jo di kursinya yang sedang mengompres memar di wajah.


"Pria itu adalah Kim Hyuk" kata Choi Jo singkat.


"Kau mengenalnya?" Nim Joon berhenti dan tersentak mendengar ucapan Choi Jo.


"Ya, dia adalah temanku yang sekarang sudah menjadi musuhku" kata Choi Jo sambil mengingat masa lalu.


"Dia memang tumbuh dari keluarga yang berantakan. Ayahnya pemabuk dan penjudi. Karena terlalu terhanyut dalam dunia perjudian, saat ia kalah, ia menjual istrinya pada club malam."


Ia ingin memastikan apakah Nim Joon masih ingin mendengarkan kelanjutan kisah hidup dari ketua geng motor itu. Melihat Nim Joon masih mendengarkan dengan patuh, Choi Jo pun melanjutkan.


"Aku tahu Kim Hyuk berpikir ibunya sengaja menjual diri, hingga membuat dia dan adiknya terlantar. Sebab itulah sampai sekarang dia sangat membenci wanita. Ia selalu menculik gadis dan menjualnya ke club malam karena dia menanggap wanita hanya pantas menjadi wanita malam".


"Dia sangat membenci kedua orang tuanya, akhirnya dia tumbuh menjadi pria yang nakal, dingin dan kejam seperti sekarang. Dia suka mabuk untuk menghilangkan dan menyembunyikan ingatan masa lalu yang selalu terbayang di kepalanya setiap hari. Dia menyukai semua jenis bir, terkecuali soju. Dia sangat membenci soju karena botol soju lah yang telah menjadi alat pembunuh adiknya".


"Lalu sekarang di mana orang tuanya?" tanya Nim Joon yang pada akhirnya penasaran ke mana orang tua Kim Hyuk.


"Aku tidak tahu, keduanya menghilang ketika Kim Hyuk yang berusia 17 tahun datang bersama para berandal dan mengobrak-abrik rumah. Dia mengancam akan membunuh orang tuanya". jawab Choi Jo.


"Pria seperti apa dia? Berani membunuh orang tuanya sendiri" Nim Joon menggelengkan kepala.


"Dari mana kau tahu cerita hidupnya dan mengapa kau bisa bermusuhan dengan nya?" tanya Nim Joon ingin tahu.


"Pamanku adalah teman ayahnya, ayahnya Kim Hyuk bercerita ketika ia sedang mabuk". Choi Jo menjawab pertanyaan pertama Nim Joon.

__ADS_1


"Aku bermusuhan dengannya karena dia menculik kekasihku dan menjualnya. Aku tahu dia tidak mengetahui bahwa gadis yang dia culik adalah kekasihku, tapi tetap saja, dia telah menghancurkan hidup gadis itu" tatapan Choi Jo penuh kebencian.


"Lalu bagaimana dengan rumah mewahnya?" tanya Nim Joon.


"Rumah mewah? Aku tidak tahu dia punya rumah mewah? Terakhir aku mengetahui kondisinya, ia tinggal di jalanan dan setiap hari bertarung dengan para preman dan geng motor untuk mempertahankan hidup dan mempertahankan tempat kekuasaan" jawab Choi Jo.


Nim Joon memejamkan matanya. Ternyata ia sedang berurusan dengan pria yang kejam dan sangat berbahaya. Nim Joon pernah membaca sebuah kisah yang menceritakan seorang anak yang memiliki masa kelam di hidupnya, biasanya kepribadian anak itu akan berontak menjadi kepribadian yang buruk. Sepertinya itu juga yang dialami oleh Kim Hyuk.


* * * *


Kim Hyuk meringis ketika tangan Sun Youra sibuk mengobati tangan kirinya yang terluka. Karena Sun Youra adalah seorang suster, Sun Youra berhasil menghentikan darah yang tadi terus mengalir. Ia juga dengan sangat hati-hati membalut luka itu dengan kain.


"Jangan cengeng, kau ini ketua geng motor" ejek Sun Youra saat melihat ekspresi Kim Hyuk yang menahan rasa sakit.


"Kau diam saja! Jangan mengejek ku" kata Kim Hyuk tajam.


Sun Youra melihat sebuah luka lama di lengan kiri bagian dalam Kim Hyuk. Sepertinya dulu luka itu sangat dalam dan bukan luka yang bisa sembuh hanya dalam beberapa bulan.


"Kapan kau mendapatkan luka itu?" tanya Sun Youra sambil menyentuh luka itu.


"Jangan berani menyentuh" ancam Kim Hyuk dingin.


"Baiklah, tapi jawablah, kapan kau mendapat luka itu?" Sun Youra menatap wajah Kim Hyuk.


Kim Hyuk tiba-tiba menatap dingin dan tajam pada Sun Youra. Sun Youra dapat melihat wajah kejam dari ekspresi Kim Hyuk. Ia berpikir apakah salah jika ia bertanya?.


"Semakin ku beri kelonggaran ternyata kau semakin berani ya. Jangan bertanya tentang diriku jika kau masih ingin hidup" kata Kim Hyuk tajam. Tatapannya masih sangat dingin.


"Jika kau mengancam diriku seperti itu, lalu mengapa tadi malam kau menyelamatkan ku?".


"Kau! Apakah kau ingin ku garap?" pertanyaan Kim Hyuk semakin tajam.


"Bukankah kau sudah pernah melakukannya?".


"Kau menantangku rupanya" Kim Hyuk mengeraskan rahangnya.


Entah karena pertanyaannya Sun Youra tadi, kini Kim Hyuk memang benar-benar marah hingga matanya memerah dan rahangnya mengeras.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau tidak akan pernah ku lepaskan dan tidak ada belas kasih untuk gadis yang berani melawan ku" kata Kim Hyuk sebelum ia tiba-tiba memukul pundak Sun Youra dengan sangat keras hingga gadis itu langsung pingsan.


__ADS_2