LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Mencari Sun Youra


__ADS_3

Acara penyerahan perusahaan telah terlaksana dengan lancar. Kini perusahaan Do Busines telah menjadi milik Kim Hyuk. Semua orang mengucapkan selamat untuk Kim Hyuk. Mereka sangat senang karena bisa berjabat tangan dengan anak angkat Do Jae yang begitu gagah dan tampan.


Setelah semua selesai, Kim Hyuk dan Do Jae keluar dari ruangan rapat. Mereka berjalan ke ruangan Do Jae yang kini menjadi ruangan Kim Hyuk. Mereka duduk di sofa dengan santai.


Kim Hyuk menoleh pada ayahnya, "Sekarang bolehkah aku mencari Sun Youra?" tanya Kim Hyuk.


Do Jae menoleh pada Kim Hyuk. Ditatapnya Kim Hyuk dengan dalam, ia sedang mencari sesuatu di mata Kim Hyuk.


"Kau menyesali perbuatanmu pada gadis itu?" tanya Do Jae serius.


"Tentu saja Ayah. Aku sangat menyesal." jawab Kim Hyuk.


"Kau tidak bisa mencari dia. Sekarang kau masih dalam masa tahanan kota. Gadis itu sedang berada di Busan." jawab Do Jae sambil menatap ke luar jendela seolah-olah Busan ada di luar jendela itu.


"Apa? Busan? Tapi dari mana Ayah tahu?" tanya Kim Hyuk. Baru kali ini Kim Hyuk terlihat seperti orang yang bodoh.


Do Jae tersenyum lebar lalu menepuk bahu Kim Hyuk.


"Di hari aku menemukan dia di jalan, aku menelepon sopir taksi langganan ku untuk menjemputnya di sana. Lalu dia mengirim pesan bahwa mereka akan ke Busan. Dia menceritakan bagaimana kondisi gadis itu." Do Jae menarik nafas dalam seolah akan menceritakan sesuatu yang berat.


"Ternyata gadis itu tidak memiliki kedua orang tua. Dia tinggal di panti asuhan. Setelah ia kuliah dan bekerja, ia bertunangan dengan seseorang yang bernama Nim Joon. Sejak saat itu ia tinggal di apartemen yang diberikan oleh tunangannya.".


"Tapi kau malah mengubah hidupnya menjadi neraka. Sekarang tunangannya meninggalkan dia karena dia memilih mempertahankan janinnya. Dia tidak ingin lagi tinggal di Seoul. Dari itu aku menyuruh Byeon Jin membawa dia ke rumah kecilku di Busan dengan berkata itu adalah rumah lama Byeon Jin." Do Jae menceritakan semua informasi yang diberikan oleh Byeon Jin.


Kim Hyuk menunduk, tangannya mengepal. Jika hari ini masih sama dengan dua bulan yang lalu, mungkin ia sudah menghancurkan seluruh yang ada di sekitarnya. Tapi sekarang ada ayahnya dan ia juga bukan ketua geng motor lagi.

__ADS_1


"Sun Youra maafkan aku. Aku tidak tahu bahwa tanpa ditambah kekejaman diriku, kau sudah sangat menderita. Maafkan aku." Kim Hyuk menyuarakan isi hatinya.


Do Jae tersenyum. Ia senang ada perubahan di dalam diri Kim Hyuk. Sebelumnya hati Kim Hyuk sangat keras bagai batu. Tidak memiliki nurani dan belas kasihan. Tapi sekarang ia bahkan menyesal dan meratapi nasib Sun Youra.


"Aku yang akan membawakan gadis itu padamu. Tapi kau harus berjanji untuk membahagiakan dia." kata Do Jae tegas.


"Tentu Ayah, aku berjanji. Terima kasih, kau selalu menjadi ayah untuk ku." kata Kim Hyuk sambil memeluk ayahnya.


Jika anak buahnya melihat Kim Hyuk sekarang, pasti mereka akan gantung diri karena kaget melihat Kim Hyuk yang sekarang. Yang mereka tahu adalah Kim Hyuk yang kejam dan tidak bisa disentuh. Siapapun akan takut ketika berhadapan dengannya.


* * * *


Sun Youra tengah berbaring di atas ranjang. Sendirian, sepi, dan rasa putus asa menyelimuti dirinya. Ia tidak ingin kembali ke panti asuhan karena sekarang ia sudah besar dan tidak ingin merepotkan ibu panti. Dan ia juga tidak mungkin kembali ke apartemen mengingat dirinya sudah mengecewakan Nim Joon.


Sun Youra sangat putus asa dalam kehampaan hidupnya. Sejak makan bubur yang disuapi oleh ibu panti, Sun Youra tidak makan apapun lagi. Ia hanya minum air putih. Tidak ada rasa lapar dan tidak ada rasa ingin sesuatu. Jika bukan karena bayi yang ada dalam kandungannya, mungkin ia sudah bunuh diri.


"Aku tidak sanggup hidup lagi. Rasanya aku ingin mati saja." akhirnya putus asa menyelimuti hati Sun Youra yang tegar.


Ia berdiri dan berjalan menuju dapur. Ia mengacak-acak isi dapur bersamaan dengan tangis yang tersedu-sedu. Sampai akhirnya ia menemukan sebilah pisau.


"Dengan ini semua penderitaanku akan berakhir. Adikku, aku akan datang.".


Sebelum tangan kanan Sun Youra menggoreskan pisau pada urat nadinya, sebuah tangan lain menahan tangannya dan melemparkan pisau itu jauh-jauh. Sun Youra terkejut dan berbalik badan.


"Apa yang kau lakukan!" teriak Kim Hyuk dan langsung memeluk tubuh Sun Youra erat.

__ADS_1


Sun Youra memberontak, tapi semakin ia memberontak semakin Kim Hyuk mempererat pelukannya.


"Lepaskan aku! Biarkan aku mati. Aku sudah bosan dan tidak sanggup menjalani hidupku ini!" Sun Youra menangis dalam pelukan Kim Hyuk. Kini tidak ada perlawanan lagi dari dirinya. Ia membiarkan Kim Hyuk memeluknya dan ia ingin menangis dalam pelukan seseorang.


"Jangan lakukan hal bodoh. Kau masih kuat, kau tidak boleh putus asa." Kim Hyuk mengusap rambut Sun Youra.


Sun Youra tidak berbicara, ia masih menangis tersedu-sedu.


"Untuk apa kau mencariku?" akhirnya Sun Youra berbicara dan melepaskan pelukannya.


Kim Hyuk menatap bola mata Sun Youra, ia iba melihat kesedihan dan luka di dalam mata itu.


"Jika kau hanya ingin anakmu ini. Ambillah, aku tidak ingin melahirkan dia." kata Sun Youra lagi.


"Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Jika dia mendengar ucapan ibunya seperti itu, pasti dia akan sedih. Ingat Sun Youra, dia juga anakmu, bukan hanya anakku." kata Kim Hyuk sambil memegang bahu Sun Youra dengan dua tangan.


Kim Hyuk kembali menarik Sun Youra dalam pelukannya. Ia tahu Sun Youra sedang dalam puncak frustasi dan itu semua karena dirinya. Jika ia bisa memutar waktu. Kim Hyuk pasti memilih untuk tidak menculik Sun Youra dan tidak ingin mengenalnya. Karena dirinya, gadis itu semakin menderita.


"Maafkan aku Sun Youra. Aku mohon maafkan aku. Aku ingin menebus kesalahanku." kata Kim Hyuk.


"Tuan, kita tidak punya banyak waktu. Polisi hanya memberikan sedikit waktu.".


Tiba-tiba seorang pria berbadan besar datang. Ia adalah pengawal yang diperintahkan oleh Do Jae. Sedangkan di luar sana ada beberapa polisi yang mengawal Kim Hyuk agar tidak kabur.


"Baiklah." kata Kim Hyuk.

__ADS_1


"Sun Youra. Ayo ikut aku. Aku berjanji tidak akan melukaimu lagi. Tolong tinggal bersama ku." pinta Kim Hyuk sambil memegang kedua telapak tangan Sun Youra.


Sun Youra tidak menjawab ataupun berbicara, tapi ia juga tidak menolak ketika Kim Hyuk menariknya keluar dari rumah itu.


__ADS_2