
Seluruh anak buah Kim Hyuk sudah diberikan tempat tinggal oleh Do Jae. Mereka dilatih untuk memiliki kemampuan hidup yang lebih baik dan mengurus pekerjaan baru mereka.
Kim Hyuk dan Do Jae sedang duduk di ruang tamu besar di rumah Do Jae. Kim Hyuk mengganti perban luka di seluruh wajahnya. Sedangkan Do Jae hanya memperhatikan putra angkatnya itu dengan dalam.
"Kenapa Ayah menatap ku seperti itu? Apakah ada yang salah?" tanya Kim Hyuk.
Do Jae menggelengkan kepala, "Tidak, aku hanya berpikir mengapa kau bisa menghamili gadis itu?".
Kim Hyuk terdiam, tangannya yang sedari tadi sibuk mengobati lukanya kini berhenti tak bergerak. Jika dipikir ia memang sangat kejam pada Sun Youra. Ia sudah menyandra Sun Youra, menjualnya berulang kali, lalu membuatnya hamil. Tentu saja Sun Youra akan mengalami trauma berat. Memikirkan itu Kim Hyuk tertunduk.
"Aku tidak tahu apa yang aku inginkan dari gadis itu. Awalnya aku tidak berniat mencari gadis untuk aku jual pada Min Dong, tapi entah mengapa aku tidak ingin menjualnya." kata Kim Hyuk pelan.
"Dia selalu berusaha kabur dari tanganku. Itu membuat aku semakin ingin mengekang dirinya. Awalnya aku tidak mau menyentuhnya, tapi karena emosi aku mengambil semua masa depannya. Aku menyiksa nya setiap hari. Tapi semakin aku menyiksa dia, semakin aku tidak puas dan marah. Akhirnya aku menjualnya ke Choi Ryu. Kemudian aku tahu bahwa dia sedang mengandung anakku. Itulah mengapa aku menyerang Choi Ryu walaupun aku tahu ada tim SWAT di sana.".
Do Jae mengangguk. Ia mendengar cerita Kim Hyuk dengan seksama. Ia memikirkan sesuatu kemudian berbicara.
"Siapa nama gadis itu? Aku akan mencarinya." kata Do Jae serius.
"Namanya Sun Youra. Aku tidak tahu siapa keluargnya ataupun seluk-beluk nya." jawab Kim Hyuk.
"Sun Youra?" Do Jae menahan nafas.
"Iya. Tapi Ayah tidak perlu membantu ku mencarinya. Aku sendiri yang akan mencari Sun Youra. Bagaimana pun aku harus bertanggung jawab." kata Kim Hyuk.
Do Jae menepuk bahu Kim Hyuk. Ia bangga pada putra angkatnya. Walaupun ia jahat, dingin, dan kejam, tapi sebenarnya ia memiliki rasa tanggung jawab yang sangat tinggi. Bahkan selama menjadi ketua geng motor, Kim Hyuk selalu memperhatikan hidup seluruh anak buahnya. Itulah mengapa anak buahnya sangat setia.
"Sekarang beristirahatlah dulu. Jika lukamu sudah membaik, aku akan mengajakmu ke kantor." kata Do Jae lalu berdiri dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.
Kim Hyuk termenung sejenak. Ia berpikir apakah ini adalah nasibnya? Ia harus meninggalkan hobinya dan kejahatan yang menyenangkan? Apakah setelah ini bayangan masa lalu akan berhenti mengikuti nya?
Begitu banyak pertanyaan dalam diri Kim Hyuk hingga membuat kepalanya pusing.
Sebenarnya Kim Hyuk berubah bukan karena merasa jera masuk ke dalam tahanan, tapi ia ingin berubah karena memikirkan anak yang ada di dalam kandungan Sun Youra.
__ADS_1
"Anakku, ayah akan mencarimu dan membawa mu.".
* * * *
Mobil taksi berhenti di sebuah rumah sederhana yang terletak di pinggir kota. Sun Youra dituntun turun oleh sopir taksi yang mengantarkan nya. Wajah Sun Youra masih pucat dan badannya masih lemah.
"Nona, ini adalah rumahku yang tidak aku pakai lagi. Kau boleh tinggal di sini." kata sang sopir.
"Terima kasih Pak. Jika saya sudah menemukan rumah baru, saya pasti akan pindah." kata Sun Youra sambil tersenyum lemah.
"Oh ya, nama saya Byeon Jin. Umur saya 45 tahun. Mulai sekarang panggil saya paman." kata sopir taksi yang ternyata bernama Byeon Jin.
Sun Youra tersenyum, "Baiklah Paman, terima kasih banyak.".
"Oh ya, ini ada ponsel, jika kau butuh sesuatu dan ada masalah kau bisa menghubungi nomorku." kata Byeon Jin sambil merogoh celananya dan memberikan sebuah ponsel pada Sun Youra.
Sun Youra menerima ponsel itu dengan tangan gemetar karena begitu lemah dan tak bertenaga.
"Terima kasih." kata Sun Youra sambil membungkukkan badan.
Tak lama kemudian mobil taksi itu menghilang dari pandangan Sun Youra. Setelah menarik nafas panjang, Sun Youra berbalik lalu berjalan menuju rumah sederhana itu dan membuka kunci.
Sun Youra masuk ke dalam rumah itu. Ternyata di dalam sana semua perabotan masih lengkap dan juga tersusun rapi. Setelah melihat suasana di dalam sana, Sun Youra tidak yakin jika rumah itu sudah lama tidak ditempati.
Rumah itu sangat bersih dan rapi. Perabotannya pun terlihat masih bagus bahkan terlihat masih baru. Apakah Byeon Jin sudah berbohong? Apapun itu Sun Youra tetap bersyukur telah bertemu dengan orang yang sebaik Byeon Jin.
Karena merasa lelah, Sun Youra mencari kamar dan berniat untuk istirahat. Tapi matanya melihat ada foto keluarga di sudut ruangan itu. Sun Youra melihat sepasang suami-istri yang masih muda dan satu anak perempuan yang masih berusia beberapa bulan.
"Apakah itu foto keluarga Paman Byeon Jin? Terlihat sangat harmonis. Jika saja aku memiliki keluarga yang sempurna seperti itu, mungkin aku tidak akan terpuruk dan mengalami ini semua.".
Air mata Sun Youra menetes mengingat orang tuanya. Sun Youra sama sekali tidak tahu bagaimana wajah kedua orang tuanya.
Dari umur 1 tahun ia sudah berada di panti asuhan. Sang ibu panti pun tidak mau menjelaskan siapa orang tuanya. Mungkin saja ibu panti memang tidak tahu karena Sun Youra hanyalah anak korban bencana alam.
__ADS_1
Setelah mengamati foto itu cukup lama, akhirnya Sun Youra meneruskan langkahnya menuju kamar.
* * * *
Dua hari telah berlalu. Hari ini Kim Hyuk diajak oleh Do Jae ke kantornya. Awalnya Kim Hyuk menolak tapi Do Jae terus memaksa hingga akhirnya ia setuju.
Sepanjang berjalan di lobby kantor, semua pandangan tidak lepas dari Kim Hyuk yang mengenakan jas. Samar-samar Kim Hyuk mendengar para pegawai wanita terus memuji ketampanan dirinya. Karena Kim Hyuk adalah orang yang dingin, ia pun tidak menggubris pujian itu. Ia tidak tersenyum ataupun berbangga hati.
Sampailah Kim Hyuk di ruangan Do Jae. Ia mengikuti Do Jae duduk di atas sofa yang besar.
"Kau baru kali ini datang ke mari, jadi aku rasa kau harus berkeliling untuk mengenal tempat ini." kata Do Jae yang sedang duduk bersilang kaki.
"Di luar sana mereka semua menatap ku, apakah mereka tidak tahu bahwa aku ini anakmu Ayah?" tanya Kim Hyuk.
"Mereka tahu bahwa aku mengangkat seseorang menjadi anak angkatku. Mereka juga tahu bahwa kau yang akan menjadi penerus perusahaan ini. Hanya saja mereka baru melihat sosok putraku ini." jawab Do Jae.
"Apa? Penerus perusahaan?" Kim Hyuk terkejut.
"Ya. Rencananya aku akan menyerahkan perusahaan ini setelah kau berusia 30 tahun. Tapi setelah kejadian itu dan kau akan menikahi ibu dari anakmu, maka aku memutuskan untuk memberikan perusahaan ini besok." jawab Do Jae santai.
Kim Hyuk membulatkan matanya. Bagaimana mungkin ia bisa menjadi pemilik perusahaan sedangkan yang ia kuasai hanyalah membegal, menculik, berjudi dan mabuk-mabukan. Sungguh Kim Hyuk tidak percaya dan merasa tidak sanggup.
"Ayah aku tidak bisa? Aku tidak bersekolah ataupun memahami urusan perusahaan." protes Kim Hyuk.
Do Jae tersenyum. Ia tahu bahwa itu yang akan Kim Hyuk katakan.
"Justru itu kau harus belajar mulai sekarang. Aku akan mengajari semua pada mu. Setelah kau bisa, aku akan melepasmu. Besok semua akan aku serahkan padamu. Kau harus belajar memiliki tanggung jawab." kata Do Jae.
"Tapi Ayah...".
"Tidak ada tapi-tapian, mulai sekarang kau urus hidupmu dengan baik." kata Do Jae tegas.
Kim Hyuk tidak bisa berbicara lagi. Walaupun sebenarnya ia bisa lebih tegas dari ayah angkatnya, tapi ia tidak berani melakukan itu karena Do Jae sudah sangat berjasa.
__ADS_1
"Baiklah Ayah." kata Kim Hyuk pada akhirnya.