LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Menuju Choi Ryu


__ADS_3

Puluhan polisi sedang melaksanakan rapat. Mereka membicarakan suatu hal dengan sangat serius. Polisi berkulit hitam yang menjadi pimpinan rapat pada malam itu.


Polisi berbadan tinggi memutar pena yang ada di jarinya dengan malas.


Sejak hari mereka ke markas Kim Hyuk terakhir kali, mereka setiap malam mengadakan rapat. Rapat itu dikhususkan membahas soal pencarian dan penyergapan geng motor yang dulu mereka sebut sebagai 'Tikus kecil'.


"Sudah sebulan kita mencari lokasi mereka namun hasilnya tidak ada. Aku sudah berulang kali mewawancarai Nim Joon, tapi pria itu hanya memberikan sedikit keterangan. Dia bilang ingin mencari tunangannya dengan tangan dan caranya sendiri" kata polisi berkulit hitam.


"Lalu bagaimana ini Pak? Sudah seminggu kita tidak lagi menemukan informasi tentang lokasi mereka. Tapi kekacauan dan pembegalan semakin marak akibat ulah mereka. Mereka semakin licin dan gerak-gerik mereka seakan tidak kasat mata" kata polisi tinggi.


Semua polisi yang ada di ruangan itu menarik nafas panjang. Mereka sama-sama frustasi. Jika mereka menyerah, berarti mereka membiarkan geng motor itu membuat kekacauan dan menyakiti warga.


"Kita harus meminta bantuan" kata polisi berkulit hitam.


"Pada siapa?" tanya polisi lainnya.


"SWAT".


Mata semua orang di ruang rapat membelalak. Apakah itu tidak keterlaluan? Untuk menangkap para geng motor jalanan saja mereka meminta bantuan tim SWAT.


"Pak, tapi mereka hanya geng motor jalanan" kata polisi lain.


"Kata siapa mereka geng motor jalan? Mereka punya rumah mewah. Aku rasa ketua mereka bukan orang biasa" jawab polisi berkulit hitam.


"Tapi tim SWAT sedang menjalankan misi pembekukan Choi Ryu, mafia narkoba" kata polisi bertubuh tinggi.


"Kita akan bergabung" jawab polisi berkulit hitam.


* * * *


Dua hari lagi, acara perjudian besar-besaran di markas Choi Ryu akan dilaksanakan. Kim Hyuk sepakat dengan Chung Jo untuk menjual Sun Youra di sana. Entah Sun Youra akan menjadi ratu malam atau tidak, yang terpenting bagi Kim Hyuk adalah menjual dan mendapatkan uang.


Sebenarnya Choi Ryu bukanlah teman Kim Hyuk. Bahkan keduanya juga sedang dalam suatu kondisi saling serang. Karena Kim Hyuk menjual Sun Youra atas nama Min Dong, maka akhirnya Choi Ryu menyetujui pembelian terhadap Sun Youra.


Pagi yang cukup cerah, Sun Youra baru selesai mandi dengan bantuan dua wanita yang dipanggil Kim Hyuk untuk mengurus Sun Youra. Walaupun sudah mandi, tapi Sun Youra tetap terlihat kusut. Ia lebih mirip seperti mayat hidup dibandingkan manusia yang hidup.


Dengan usaha dua perias tadi, akhirnya Sun Youra berhasil dirias dengan cantik.


Sun Youra sudah memakai dres putih selutut dan high heels putih yang mengkilap. Rambutnya terurai indah, bibirnya merah semerah darah, pipinya pink merona, dan matanya dirias semakin tajam. Kini tampilah seorang bidadari yang sangat cantik.


"Kau lihat, badannya sangat kurus seperti model. Sayangnya itu karena kurang makan" kata salah satu perias pada temannya.

__ADS_1


"Ya, dia sangat cantik. Sungguh malang nasibnya" kata temannya menimpali.


"Dia sudah depresi, lihatlah, dia sama sekali tidak merespon keadaan di sekitarnya".


Tiba-tiba saja mereka melihat air mata dari mata Sun Youra. Setelah sekian lama, akhirnya air itu menetes lagi dari mata Sun Youra.


"Aku membenci mu Kim Hyuk. Aku tidak akan pernah memaafkan mu" suara Sun Youra terdengar sangat lirih.


Para perias tadi hampir saja menangis melihat kondisi kejiwaan Sun Youra. Jika mereka berada diposisi Sun Youra, sudah pasti mereka akan bunuh diri.


Salah satu perias itu mendekati Sun Youra. Ingin sekali rasanya ia menghilangkan penderitan dari hidup gadis itu. Tapi apa boleh buat, Sun Youra sudah berada di genggaman Kim Hyuk, sang ketua geng motor paling disegani.


Dengan lembut, wanita itu memeluk Sun Youra. Ia tahu pelukannya itu tidak mungkin dapat direspon oleh gadis yang sedang menderita. Tapi tiba-tiba saja Sun Youra mulai mual-mual, ia hampir muntah.


"Nona, apakah perut Anda kosong?" tanya wanita tadi yang yakin pasti Sun Youra belum makan.


"Tidak, parfummu yang membuatku mual" jawab Sun Youra.


Akhirnya, setelah satu bulan, Sun Youra menjawab dan merespon lingkungan sekitarnya. Entah apa yang membuatnya bisa berpikir lagi setelah satu bulan otaknya seakan berhenti.


"Sebentar, biar aku ambilkan minum" kata perias satu lagi.


Setelah minum, Sun Youra merasa mualnya sedikit membaik. Yang sekarang ia rasakan adalah pusing.


"Mungkin karena Anda kurang makan dan akhirnya asam lambung Anda naik" kata wanita yang tadi memeluk Sun Youra.


"Bisakah aku tidur sebentar?" tanya Sun Youra dengan suara yang sangat pelan.


Kali ini Sun Youra merasakan ingin tidur. Ia tidak ingat kapan terakhir kali ia sengaja tidur. Selama diculik Kim Hyuk, Sun Youra hanya tertidur karena pingsan ditampar, atau karena suntik bius.


"Tentu saja" jawab dua perias bersamaan.


* * * *


Dua perias Sun Youra keluar dari kamar. Mereka segera turun ke lantai dasar untuk menemui Min di ruang tamu. Setelah mereka sampai di lantai dasar, mereka melangkah menuju ruang tamu.


Di ruang tamu, Min sedang meneguk champanye dengan cara yang paling santai. Matanya tidak sengaja menangkap dua sosok perias yang berjalan ke arahnya. Dengan santai, Min meletakkan gelas di atas meja.


"Sudah selesai?" tanya Min.


"Sudah Tuan. Sekarang Nona sedang tidur. Sepertinya ia kehabisan tenaga karena kurang makan" jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Baiklah, kalian boleh pulang. Bayaran kalian akan segera aku transfer. Dan ingat, jika kalian masih ingin keluarga kalian hidup, rahasiakan ini dengan nyawa kalian" kata Min tegas.


"Tentu saja Tuan. Kami permisi".


Setelah dua perias itu pergi, Min menarik nafas panjang. Ia berpikir bagaimana kondisi Sun Youra sekarang? Sepertinya gadis itu harus diberi suplemen dan vitamin agar ia bisa tetap hidup di tempat Choi Ryu nanti.


Tak lama ia berpikir begitu, Kim Hyuk keluar dari lift. Ia sudah menggunakan jaket levis dan celana levis seperti biasanya. Kim Hyuk menatap wajah Min yang sepertinya sedang ingin berbicara sesuatu tapi tidak berani ia katakan.


"Katakanlah apa yang ingin kau katakan" perintah Kim Hyuk tegas.


Mendengar Kim Hyuk memberikan kesempatan untuk berbicara, Min tidak membuang kesempatan lagi.


"Hyuk, tidak kah kita harus memberikan vitamin dan suplemen agar gadis itu bertenaga?".


Kim Hyuk yang mendengar ucapan Min berpikir sejenak.


"Kita tidak punya waktu. Nanti kita akan mampir ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya dan memberikan vitamin." jawab Kim Hyuk.


Min menarik nafas lega. Ternyata Kim Hyuk masih memiliki hati walau itu hanya seujung kuku.


"Aku akan menelepon yang lain untuk segera mengawal keberangkatan kita" kata Min sambil tersenyum.


* * * *


Sun Youra duduk tak berbicara di dalam mobil. Ia dipegangi oleh Gil dan Roy. Padahal tanpa harus dipegangi pun Sun Youra tidak mungkin kabur karena ia tidak memiliki tenaga.


Mobil putih berbelok masuk ke wilayah rumah sakit. Begitu mobil putih itu selesai parkir. Delapan pria dan satu gadis keluar dari mobil. Mereka berjalan menuju pintu masuk gedung rumah sakit.


Beberapa menit kemudian, Kim Hyuk dan anak buahnya sedang menunggu Sun Youra yang sedang diperiksa. Tiba-tiba mata Kim Hyuk menangkap seorang pria yang ia kenali.


"Itukan tunangannya" gumam Kim Hyuk pelan.


Saat sedang serius memperhatikan Nim Joon yang berjalan di koridor rumah sakit, ternyata dokter yang memeriksa Sun Youra sudah berdiri di ambang pintu.


"Roy, kau ikut keruangan dokter untuk mengambil resep obat, aku dan yang lainnya akan membawa pergi gadis itu pergi dari sini secepatnya. Di sini ada tunangan gadis itu" kata Kim Hyuk berbisik di telinga Roy.


"Baik Bos" kata Roy pelan.


"Mari ikut ke ruangan saya" kata dokter itu.


Roy langsung berdiri dan berjalan mengikuti dokter itu. Setelah dokter dan Roy pergi, Kim Hyuk langsung memberi kode untuk membawa Sun Youra.

__ADS_1


"Cepat".


__ADS_2