LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Ternyata Kim Hyuk seorang penyelamat


__ADS_3

Sun Youra memejamkan mata menunggu tubuhnya mendarat di batuan sungai lalu terbawa arus sungai, lalu ia akan menemui adik yang ia sayang.


Sun Youra merasakan bahwa tubuhnya berhenti melayang, tapi mengapa tiba-tiba ia merasa hangat? Apakah ini rasanya mati? Sun Youra mencoba membuka matanya.


Yang pertama ia lihat adalah wajah seorang pria yang sangat ia benci. Apa-apaan ini, kenapa kematian saja masih ada wajah pria itu?


"Dasar gadis bodoh" kata Kim Hyuk pelan.


Sekarang tangan kirinya memeluk tubuh mungil Sun Youra, sedangkan tangan kanannya berpegangan erat pada batu yang berada di bibir tebing. Mereka berdua menggantung di sana hanya mengandalkan sebelah tangan Kim Hyuk.


"Apa yang kau lakukan? Biarkan aku mati!" teriak Sun Youra.


"Diam kau! Lihatlah aku sedang susah payah berpegangan pada batu ini".


Tubuh Kim Hyuk sampai berkeringat karena mengeluarkan tenaga yang besar. Tangan kanannya harus menahan berat badannya dan berat badan Sun Youra.


"Aku ingin bertemu adikku" kata Sun Youra lirih, air matanya menetes.


"Kau pikir adikmu akan senang melihat kau melakukan hal bodoh?" suara Kim Hyuk berat karena tenaganya semakin terkuras.


"Kau pikir adikku akan senang jika aku menjadi wanita malam?" Sun Youra menatap tajam mata Kim Hyuk yang sedang melihat ke atas.


"Diam! Sekarang peluk aku, tangan kananku sudah tidak sanggup lagi menahan berat badan kita" perintah Kim Hyuk.


"Aku tidak mau, biarkan saja aku mati".


"Aku bilang peluk aku sekarang karena kita akan jatuh!" teriak Kim Hyuk.


Sun Youra melihat ke bawah, jarak mereka dengan sungai masih sangat jauh. Jika mereka jatuh, pasti mereka akan mati. Entah mengapa rasa ngeri dan takut tiba-tiba hadir. Sun Youra langsung memeluk erat tubuh Kim Hyuk dengan merangkulkan kedua tangannya di pundak Kim Hyuk.


Tangan kanan Kim Hyuk hampir saja lepas dari batu, beruntung tangan kirinya berhasil membantu tangan kanan. Dengan susah payah Kim Hyuk naik ke atas. Sesekali ia meminta Sun Youra untuk mempererat pelukannya. Beberapa saat kemudian, mereka berhasil naik ke atas.


Kim Hyuk berbaring di atas tanah dengan nafas yang tersengal-sengal sambil memejamkan mata. Ia merasa tangannya sudah sangat panas dan lemas. Baru kali ini ia menyelamatkan seorang gadis.

__ADS_1


Sun Youra duduk di samping Kim Hyuk. Ia menatap wajah Kim Hyuk yang masih terpejam. Seandainya belum mengenal Nim Joon, dan seandainya Kim Hyuk bukan seorang komplotan geng motor, bukan penjahat, tidak kejam dan dingin, dan pria baik-baik, pasti ia sudah jatuh hati pada pria itu. Pria itu tampan, bentuk fisknya sempurna, tatapannya tajam mempesona, bahkan suaranya sangat menarik. Caranya menyelamatkan Sun Youra adalah cara yang sangat gentleman. Seperti kisah pangeran kekaisaran menyelamatkan putri yang jatuh ke jurang.


"Jika ingin berterima kasih, tidak perlu memandang wajahku seperti itu".


Sun Youra terkejut dan malu, dari mana Kim Hyuk bisa tahu ia sedang memandangi wajahnya, bahkan pria itu masih terpejam rapat. Ia juga sadar bahwa pria itu adalah pria jahat yang sangat ia benci.


"Aku tidak akan berterima kasih karena kau sudah menculikku" kata Sun Youra dengan tegas.


Sun Youra berpikir untuk lari lagi selagi Kim Hyuk sedang lelah dan tidak bertenaga. Tapi ketika ia akan berdiri, Kim Hyuk menariknya ke dalam pelukan pria itu.


"Jangan berpikir kau bisa lolos. Aku menyelamatkanmu karena aku belum puas bermain-main dengan mu" kata Kim Hyuk yang masih terpejam.


"Dasar pria bej*t, kau sangat licik dan kejam" Sun Youra memukul dada Kim Hyuk agar pria itu melepaskannya.


"Itulah aku, maka dari itu jangan pernah berpikir untuk kabur. Semakin kau berusaha kabur, semakin aku mencengkram mu. Gadis-gadis sebelum kau, mereka tidak pernah memberontak, maka dari itu mereka aku lepaskan" kata Kim Hyuk.


Kim Hyuk membuka matanya lalu melepaskan pelukan pada Sun Youra. Ia duduk berhadapan dengan Sun Youra.


"Tidurlah".


"Gadis bodoh" Kim Hyuk tersenyum sinis.


* * * *


"Bos kau berhasil membawanya" kata Gil membanggakan bosnya.


"Cepat buka kamarku" perintah Kim Hyuk yang sedang menggendong Sun Youra.


Setelah Gil membukakan pintu kamar, Kim Hyuk dengan cepat melangkah masuk. Kim Hyuk membaringkan Sun Youra di atas ranjang kecilnya.


Sekilas ia melihat pakaian Sun Youra, dengan cepat ia menutup tubuh Sun Youra dengan selimut.


"Ayo keluar" perintah Kim Hyuk dengan tegas.

__ADS_1


Di ruang tamu yang kecil dan tidak begitu terang, delapan pria sedang duduk santai. Di meja tersedia makanan ringan dan air mineral. Kim Hyuk sengaja memerintahkan anak buahnya membeli air mineral karena tidak ingin mereka mabuk di saat Sun Youra berada di rumah itu. Ia tidak ingin anak buahnya lepas kendali.


"Pantas saja kau meminta kami untuk tidak ikut. Ternyata kau sudah memasang alat pelacak padanya. Kapan kau memasang itu? Jangan-jangan kau sudah...".


"Aku memerintahkan periasnya untuk memasang" jawab Kim Hyuk memotong ucapan Min.


"Bos seperti sangat lelah" kata Roy.


"Dia melompat dari tebing tinggi, aku menyelamatkan nya" kata Kim Hyuk.


"Aku rasa kau bersikap berbeda pada gadis ini" kata Min mencurigai.


"Sudah aku katakan, aku ingin bermain-main dengannya. Jika sudah selesai bermain-main, aku akan membuangnya seperti sampah, sama seperti gadis-gadis sebelumnya" kata Kim Hyuk tersenyum sinis.


* * * *


Nim Joon menghancurkan kamarnya, sungguh ia tidak bisa menahan amarah. Ia menyumpahi Kim Hyuk dan anak buahnya. Setelah mengingat rumah Kim Hyuk yang mewah, Nim Joon tersadar, ia harus berpikir jernih.


"Siapa pria itu? Ia sudah kaya tapi ia malah memilih menjadi komplotan geng motor" kata Nim Joon setelah menghancurkan sebuah cermin besar di kamarnya.


"Sun Youra, tidak peduli dengan apa yang sudah terjadi padamu. Aku tetap akan mencintaimu dan dan akan mengeluarkan mu dari tangan pria itu".


Nim Joon mengambil ponsel yang ada di atas ranjangnya. Dengan penuh keyakinan ia menelepon seseorang.


"Hallo" sapa seorang pria bersuara besar.


"Aku meminta bantuanmu sekarang" kata Nim Joon lebih pada memerintah.


"Baru sekarang kau meminta bantuanku? Lepaskan aku dari kurungan ini jika kau membutuhkan bantuanku" kata pria itu sambil terkekeh.


"Tentu saja aku akan melepasmu, sudah saatnya harimau hitamku menunjukkan taringnya" kata Nim Joon memuji pria di seberang telepon sana.


"Tugas apa yang ingin kau berikan pada ku?".

__ADS_1


"Aku akan kesana untuk melepasmu. Setelah itu aku akan menjelaskan tugasmu" kata Nim Joon langsung menutup telepon.


"Kali ini kalian tidak akan mungkin lolos".


__ADS_2