
"Aku ingin berbicara berdua dengan putraku. Apakah kalian bisa memberi kami waktu?" kata Do Jae pada para polisi yang sedang berjaga di dalam.
"Tentu saja. Tapi Anda harus berhati-hati karena pria ini bisa mengamuk kapan saja." jelas salah satu polisi.
Setelah para polisi keluar, Do Jae mendekati Kim Hyuk dan duduk di sampingnya. Ia menarik nafas panjang lalu mengusap kepala Kim Hyuk. Bagi nya Kim Hyuk hanyalah remaja umur belasan tahun yang ia temukan di pinggir jalan sedang berkelahi dengan para perampok.
"Mengapa kau sangat kacau seperti ini? Aku baru saja percaya pada mu tapi kau malah melakukan kejahatan seperti ini? Apakah kasih sayangku padamu kurang?" tanya Do Jae dengan lembut.
Kim Hyuk tidak marah ataupun menatap dingin seperti biasanya. Ia menunduk tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"Mengapa kau tidak mengurus perusahaan? Mengapa kau tidak menggunakan fasilitas yang aku berikan padamu dan malah memilih tinggal di jalan menjadi penjahat, pembegal dan penculik?" tanya Do Jae lagi.
"Maafkan aku Ayah. Tapi aku tidak tahan lagi, setiap hari bayangan masa lalu itu menghantui ku. Kehidupan kaya dan fasilitas yang kau berikan membuatku semakin teringat dengan Ayahku itu." jawab Kim Hyuk.
Do Jae menarik nafas dalam. Pria itu sudah tua untuk memukul Kim Hyuk. Dulu mungkin ia masih punya tenaga untuk memukul anak angkatnya itu, tapi itu tidak ia lakukan karena tahu Kim Hyuk nakal dan kejam karena tertekan masa kelamnya. Tapi sekarang, di saat ia ingin memukul Kim Hyuk, ia sudah tidak memiliki kekuatan.
"Lalu apa yang kau kerjakan selama aku tidak mengawasi mu?" tanya Do Jae.
"Aku mendirikan club malam, aku tinggal di rumah kecil ku yang dulu, aku membegal dan balap liar. Aku menculik gadis-gadis dan menjualnya, dan terakhir..." Kim Hyuk tidak meneruskan ucapannya. Rasanya berat sekali untuk mengatakan hal itu.
"Apa yang terakhir?" tanya Do Jae penasaran.
"Aku membuat gadis terakhir yang aku culik mengandung anakku." jawab Kim Hyuk semakin menunduk.
"Apa?".
Rasanya tangan Do Jae sangat gatal ingin menghajar anak itu. Tapi ia tidak tega karena Kim Hyuk sudah banyak memiliki luka memar.
"Lalu di mana gadis itu?" tanya Do Jae.
__ADS_1
"Dia sudah dibawa ke rumah sakit. Tapi dia menghilang dari rumah sakit." jawab Kim Hyuk.
Do Jae seperti sedang mengingat sesuatu dengan serius.
"Apakah gadis itu memiliki mata bulat dan garis kelopak mata ganda, manik mata hitam bening, hidung tidak mancung dan tidak pesek, rambut hitam sepunggung dan tubuhnya mungil?".
Kim Hyuk mengangkat kepalanya dan menatap Do Jae lama.
"Ayah, mengapa kau bisa tahu?".
"Aku melihat gadis itu sedang berjalan sendirian di jalan yang sepi, wajahnya sangat pucat. Aku ingin mengantar dia ke rumah sakit tapi dia menolak. Dia bilang akan pulang ke rumah." jawab Do Jae.
Mata Kim Hyuk terlihat seperti memancarkan kelegaan. Ia merasa lega ternyata Sun Youra tidak di culik.
"Kau ingin keluar dari sini?" tanya Do Jae.
"Tentu saja Ayah." jawab Kim Hyuk semangat.
"Apa tujuanmu jika terbebas dari penjara ini?" tanya Do Jae tegas.
"Aku akan kembali ke rumah, dan yang paling penting aku akan mencari Sun Youra dan membawanya untuk tinggal bersama ku." jawab Kim Hyuk cepat tanpa berpikir terlebih dahulu.
"Lalu kau tidak menikahi nya?".
"Tentu saja aku akan menikahinya. Di dalam perutnya ada anakku. Aku tidak mau anakku lahir tanpa Ayah di sampingnya." jawab Kim Hyuk lagi.
"Berjanjilah pada ku bahwa kau tidak akan menjadi preman lagi. Berjanjilah untuk membahagiakan gadis itu dan menjaga dia dan bayinya." pinta Do Jae.
"Aku berjanji Ayah.".
__ADS_1
"Bagus, aku akan segera mengeluarkan mu dari sini." kata Do Jae sambil mengelus kepala Kim Hyuk lembut.
"Tapi bagaimana dengan ketujuh temanku? Aku tidak akan keluar jika mereka tidak bebas." kata Kim Hyuk dengan tegas.
"Aku juga akan membebaskan mereka." jawab Do Jae.
"Terima kasih Ayah." Kim Hyuk memeluk ayah angkatnya walau dengan tangan yang dirantai.
Dalam hati Do Jae kasihan pada Kim Hyuk. Karena ulah kedua orang tua kandungnya, Kim Hyuk tumbuh menjadi pribadi yang buruk. Padahal ia bisa melihat potensi sifat baik dari dalam diri Kim Hyuk. Hanya saja itu tidak berkembang di lingkungan preman dan lingkungan yang penuh kekerasan. Hingga akhirnya jadilah Kim Hyuk yang kejam dan dingin.
Setelah jam kunjungan berakhir, Do Jae keluar dari ruang penjara isolasi. Ia berjalan menuju sebuah ruangan dan masuk ke dalamnya.
* * * *
Tidak butuh waktu lama, setelah hari Do Jae mengatakan akan membebaskan Kim Hyuk dan temannya, dua hari kemudian Kim Hyuk keluar dari penjara. Akhirnya Kim Hyuk menghirup nafas segar.
Sebenarnya waktu kurungannya sangat tidak sesuai dengan semua kejahatannya. Entah sudah berapa banyak orang yang dibegal dan terluka, dan entah sudah berapa banyak gadis yang ia nodai dan ia jual ke club malam. Tapi entah nasib apa yang membuat ia dengan cepat keluar dari penjara.
Kim Hyuk berjalan menuju anak buahnya yang sudah dari tadi menunggunya. Mereka berkumpul di depan gedung kantor polisi dengan di awasi para polisi. Tak lama kemudian Do Jae keluar dari gedung kantor polisi dan berdiri di samping Kim Hyuk.
"Ingat, sekarang kalian adalah tahanan kota. Kalian tidak bisa keluar dari kota Seoul sampai pada masa tahanan kalian berakhir." jelas Do Jae.
"Terima kasih Paman. Jika tidak ada Paman, mungkin kami akan terus berada di dalam sana dan masih disiksa." kata Kal sambil membungkukkan badan.
"Tapi Ayah, jaminan apa yang kau berikan sampai kami semua bisa bebas?" tanya Kim Hyuk.
"Aku tidak banyak membayar jaminanya. Aku hanya mengumpulkan barang bukti bahwa kalianlah yang sudah meringkus Choi Ryu dan berusaha membebaskan tunangan Nim Joon dari tahanan Choi Ryu." jawab Do Jae.
"Lalu mereka membiarkan kami bebas? Bukankah kami ini tidak hanya bersangkutan dengan Nim Joon dan para polisi? Kami juga bersangkutan dengan warga di kota Seoul." kata Kim Hyuk tidak percaya.
__ADS_1
"Komisaris jenderal polisi di sini adalah sepupuku. Dia telah mengatur semuanya dengan satu syarat kalian tidak boleh menjadi penjahat lagi." jawab Do Jae.
Kim Hyuk dan seluruh temannya terkejut bukan main, terutama Kim Hyuk. Bagaimana mungkin ia tidak tahu bahwa komisaris jenderal polisi itu adalah sepupu dari ayah angkatnya. Tapi apapun itu Kim Hyuk sangat bersyukur bisa bebas. Sekarang yang ada di dalam pikirannya adalah Sun Youra dan anaknya.