
"Aku akan menunggu di mobil. Kalian antar dia ke dalam" perintah Kim Hyuk pada Min setelah mereka sampai di sebuah lokasi yang jauh dari pusat kota.
Mobil putih milik Kim Hyuk kini sedang berhenti di depan sebuah bangunan besar. Dari luar terlihat seperti bangunan belum selesai di bangun, tapi di dalamnya adalah tempat perjudian terbesar. Keamanan di sana sangat ketat. Jika ada orang yang kabur karena kalah lotre, maka orang itu harus bersiap-siap dikejar Sampai ke ujung dunia sekalipun.
Sebenarnya Kim Hyuk ingin sekali menghancurkan usaha milik Choi Ryu. Tapi apa boleh buat, Kim Hyuk hanya memiliki tujuh anggota anak buah, sedangkan Choi Ryu memiliki puluhan anak buah dan bodyguard.
Min segera turun dari mobil sambil menuntun Sun Youra yang diikuti oleh lima temannya yang tersisa. Mereka masuk ke dalam tempat itu.
Min takjub dengan isi bangunan itu. Begitu masuk, Min di sambut oleh empat bodyguard berbadan besar. Min juga melihat beberapa orang sedang berjudi kecil-kecilan di meja yang besar. Di atas meja itu ada banyak uang yang tertumpuk seolah-olah tidak dibutuhkan. Dan di samping masing-masing pria ditemani oleh wanita cantik.
Di sebelah kiri, ada beberapa orang yang berteriak-teriak menyemangati ayam mereka. Ya, mereka sedang asik menyabung ayam sambil meminum berbagai jenis minuman beralkohol.
"Wah, ternyata bukan hanya tempat perjudian lotre saja, tapi mereka juga berjudi dengan menyabung ayam." kata Kal.
"Sudahlah, cepat bawa gadis ini ke ruangan nomor 12." kata Min terus berjalan melewati tempat itu.
Min dan kelima temannya membawa Sun Youra ke sebuah ruangan yang telah di beritahu oleh Chung Jo sebelumnya. Min membuka ruangan itu dan tampaklah sebuah ruangan yang gelap. Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu berwatt kecil. Samar-samar Min melihat seorang pria berjas duduk di sebuah sofa.
"Permisi" kata Min untuk menyapa pria yang tidak jelas terlihat.
"Silahkan masuk" suara pria itu terdengar menggelegar.
Dalam hati Min bertanya, siapa pria itu dan bagaimana mana wajahnya? Kenapa pria itu menjadi saingan berat Kim Hyuk? Dan kenapa pria itu tidak pernah menunjukkan wajahnya pada orang lain?.
"Apakah kau utusan Min Dong yang membawa gadis cantik?".
Pertanyaan pria itu membuat semua pertanyaan di dalam hati Min membuyar.
"Ya, benar. Aku datang membawa gadis itu" jawab Min.
"Bagus. Uangnya akan aku bayar kes karena aku tidak pernah membayar dengan cara transfer" kata pria itu.
"Kau bisa meninggalkannya di sini dan kau boleh pergi sekarang juga" kata pria itu tegas.
Min mengangguk. Ia mengarahkan Sun Youra untuk duduk di sofa yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Sun Youra tidak melawan. Ia hanya diam dan hanya bisa pasrah.
"Kami permisi" kata Min lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah Min dan temannya pergi, pria yang duduk di sofa bertepuk tangan tiga kali. Tak lama kemudian empat bodyguard berbadan tinggi besar datang ke ruangan itu.
"Aku dengar dari Min Dong, gadis ini suka memberontak dan pernah melarikan diri dari clubnya. Jadi sekarang masukan dia ke ruang bawah tanah. Besok aku akan melihat wajahnya. Jika sangat cantik, aku akan menjadikannya ratu malam walaupun ia suka memberontak" kata pria itu.
"Baik Tuan".
* * * *
__ADS_1
Kim Hyuk dan keenam anak buahnya kembali menuju rumah besarnya. Ia terus tersenyum karena menantikan berita apakah Sun Youra masih bisa kabur.
Mobil putih melaju meninggalkan bangunan yang di klaim milik Choi Ryu. Tanpa mereka sadari, ada dua mobil yang berhenti di pinggir jalan sambil mengamati mereka.
"Siap, kami sudah menemukan titik yang kami curigai" kata seorang pria yang memakai topi.
"Baiklah, kerja bagus. Segera kirim titik lokasi pada komandan" kata pria dari seberang telepon.
Di sisi lain, Kim Hyuk menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Ia tidak sabar segera sampai ke rumah untuk merayakan kesenangannya hari ini.
"Hyuk, pria itu siapa ya? Kenapa dia sengaja membuat ruangannya gelap?" tanya Min yang sedari tadi penasaran.
"Dia itu lah yang bernama Choi Ryu. Dia memang menyembunyikan wajahnya dengan alasan keamanan. Berkat itulah dia sulit ditemukan oleh polisi" jawab Kim Hyuk.
"Bos kita akan membeli champanye yang banyak kan?" tanya Kel.
"Tentu, kita akan merayakan hari ini" jawab Kim Hyuk sambil tersenyum sinis.
* * * *
Sun Youra tidak tahu harus berbuat apa. Kini dirinya dibawa ke ruang bawah tanah. Selama ia berjalan, ia melihat ke sekitar lorong yang ia lewati. Di sana banyak anjing yang menggonggong di dalam sel ketika melihat Sun Youra berjalan.
Sun Youra sudah sampai di sebuah ruangan. Ternyata ruangan itu adalah sebuah kamar yang cukup besar. Sun Youra menatap ke sekeliling kamar itu, benar-benar tidak ada celah untuk melarikan diri.
"Jangan pernah berpikir untuk kabur gadis kecil" kata salah satu dari keempat bodyguard itu.
Bodyguard yang tadi berbicara mengangkat alis sambil tersenyum sinis.
"Aku rasa Min Dong membuat mu sangat menderita" kata pria itu.
"Hei tunggu apa lagi? Cepat ambilkan dia minum" lanjutnya berkata pada bodyguard lain.
Salah satu dari bodyguard itu keluar kamar untuk mengambil air minum. Sun Youra sedikit lega, ternyata mereka tidak terlalu kejam.
Sun Youra merasa kakinya sangat pegal dan tubuhnya terasa sangat lemas. Kepalanya pusing dan perutnya terus mual. Ia yakin asam lambungnya pasti naik karena sudah satu bulan ia tidak makan dengan baik.
Tak lama menunggu, bodyguard yang mengambilkan air minum sudah kembali. Ia memberikan segelas air minum pada Sun Youra.
"Minumlah, setelah itu kau harus beristirahat. Aku yakin kau akan menjadi ratu malam bulan ini" kata pria itu.
Sun Youra menerima gelas air putih itu dengan tangan yang gemetar. Tangannya sudah tidak bertenaga dan hatinya sangat takut.
"Terima kasih" kata Sun Youra dengan suara kecil.
Keempat bodyguard itu pergi meninggalkan kamar dan tidak lupa mengunci pintu. Sun Youra menghela nafas, menahan kesedihan di dalam hatinya. Air mata kembali menetes dan pandangannya menerawang jauh.
__ADS_1
"Nim Joon oppa, apakah kau masih mencari ku? Aku di sini, aku membutuhkan mu" kata Sun Youra mengingat wajah Nim Joon.
* * * *
Di ruang tengah di rumah Kim Hyuk, Kim Hyuk sedang bersenang-senang dengan champanye. Ia dan yang lainnya sedang duduk di sofa besar sambil tertawa ria. Sekarang Kim Hyuk merasa bebas tiada beban. Ternyata benar apa yang di katakan oleh Min. Seharusnya sedari dulu ia membuang Sun Youra ke tempat hiburan malam itu.
Kim Hyuk terus mengisi gelasnya dengan champanye dan meneguknya dalam satu tegukan. Matanya memancarkan kebahagiaan.
Min yang melihat itu hanya menarik nafas. Entah mengapa ia kurang senang melihat kebahagiaan Kim Hyuk di atas penderitaan orang lain pada kali ini. Biasanya Min akan ikut senang dan merayakan dengan senang hati, tapi kali ini ia merasa iba pada Sun Youra.
"Ke mana Roy? Kenapa dia lama sekali?" tanya Kim Hyuk pada anak buahnya.
"Mungkin ia kesulitan mencari kendaraan umum Bos" jawab Kal.
"Benar juga, pasti ia harus bisa merahasiakan rumahku ini" kata Kim Hyuk sambil kembali meneguk champanye.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara derung motor di halaman rumah mewah Kim Hyuk. Min yang merasa penasaran langsung berdiri dan berjalan ke depan. Dilihatnya Roy datang membawa motor yang baru kali ini Min lihat.
"Kau membegal?" tanya Min dari ambang pintu.
"Tentu saja, tidak mungkin aku menumpangi taksi" jawab Roy.
"Aku bawa berita buruk" lanjut Roy.
Raut wajah Min langsung berubah tegang, "Berita buruk apa?" tanya Min.
"Ini berita buruk untuk Bos. Aku harus mengatakan padanya langsung".
Roy berjalan cepat dan tergesa-gesa.
Sesampainya ia di tengah rumah, ia langsung menghampiri Kim Hyuk yang sedang meneguk champanye.
"Bos, aku membawa sebuah berita buruk" kata Roy dengan wajah tegang.
"Tidak ada berita buruk setelah gadis kecil itu pergi" jawab Kim Hyuk santai seolah tidak peduli.
"Bos, justru ini lebih buruk setelah gadis itu kau jual ke Choi Ryu" kata Roy dengan wajah yang masih tegang.
"Katakanlah" kata Kim Hyuk santai sambil menatap ke lain arah.
"Gadis itu sedang mengandung".
'Prangg!!'
Gelas di tangan Kim Hyuk jatuh ke lantai.
__ADS_1
Deg, jantung Kim Hyuk hampir berhenti sejenak. Wajahnya langsung memucat.
"Tidak mungkin"