LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Lotto (1)


__ADS_3

Empat puluh bodyguard berhambur keluar dari ruangan perkumpulan mereka. Mereka semua diperintahkan untuk mencari Sun Youra yang berhasil kabur dari ruang bawah tanah. Karena kesibukan itulah, Min tahu bahwa ada yang melarikan diri.


Min bertanya pada semua orang untuk mencari tahu siapa yang sudah melarikan diri.


"Katanya gadis yang baru saja datang dua hari lalu. Padahal gadis itu sudah ditempatkan diruang bawah tanah. Tapi dia masih bisa kabur" kata pria disebelah Min.


Min membelalakkan matanya. Apakah gadis yang dimaksud adalah Sun Youra? Sun Youra ditempatkan di ruang bawah tanah? Dan gadis itu masih berhasil melarikan diri?.


Dengan cepat Min menghubungi Kim Hyuk.


"Hyuk, Sun Youra melarikan diri" suara Min bagaikan sebuah kilatan petir.


"Apa kau tidak salah? Kau yakin?" Kim Hyuk yang masih bersembunyi di sisi markas Choi Ryu terkejut, hampir saja berteriak.


"Benar Hyuk, dia ditempatkan di ruang bawah tanah tapi dia masih bisa kabur" kata Min.


"Baiklah aku dan yang lain akan mencarinya" kata Kim Hyuk lalu menutup telepon.


"Gadis itu melarikan diri. Aku yakin dia belum keluar dari gedung ini. Ayo kita cari" kata Kim Hyuk langsung meninggalkan tempat persembunyiannya.


* * * *


Sun Youra berlari dengan sisa tenaga yang ada. Ia berlari ke sebuah tempat yang gelap dan tidak ada cahaya. Rasa takut menyeruak sampai ke ubun-ubun. Ia lari tidak tentu arah. Kakinya yang tidak memakai alas apapun sudah terluka menginjak berbagai batu dan ranting.


Dari kegelapan dan kehampaan tempat yang menyeramkan itu. Samar-samar terdengar suara anjing menggonggong. Sun Youra yakin sekarang ia sedang dikejar oleh anjing yang tadi dikurung dalam sel. Harapan Sun Youra satu-satunya kini sudah sirna. Ia tidak memiliki harapan lagi.


Hati Sun Youra semakin tidak karuan, lagi-lagi usahanya akan sia-sia. Semakin lama suara anjing itu semakin mendekat. Sudah dipastikan ia tidak akan bisa lolos lagi dari anjing yang larinya jauh lebih cepat dari kecepatan larinya.


Sun Youra menoleh ke belakang dan dilihatnya anjing sudah tepat berada di belakangnya. Sun Youra sudah kehabisan tenaga, pikirannya kosong dan putus asa, pasa akhirnya ia terjatuh dan pingsan di atas tanah.


Baju putih Sun Youra yang putih ternodai oleh tanah. Tubuh Sun Youra yang terbaring lemah dikelilingi oleh anjing yang terus mendengus.


Tak lama kemudian, seseorang datang ke tempat itu.


"Kerja yang bagus anjing pintar" kata bodyguard yang sedari tadi membuntuti anjing yang mengejar Sun Youra.

__ADS_1


Pria itu mengangkat tubuh Sun Youra dan membawanya kembali ke gedung markas Choi Ryu.


* * * *


Choi Ryu mendapat kabar bahwa Sun Youra sudah berhasil ditangkap. Choi Ryu tertawa puas. Ia memuji dirinya sendiri karena gadis yang bisa melarikan diri dari club Min Dong tidak bisa melarikan diri lagi dari markasnya.


Karena merasa sudah aman, Choi Ryu memerintahkan asistennya untuk mengumumkan perjudian yang sudah ditunggu-tunggu akan segera dimulai.


Min mendengar pengumuman dari asisten Choi Ryu. Secara sembunyi-sembunyi, Min menghubungi Kim Hyuk.


"Hyuk, aku rasa gadismu sudah tertangkap lagi oleh Choi Ryu. Acaranya akan segera dimulai. Aku harap kau bisa datang tepat waktu" kata Min.


"Baiklah, aku harap kita akan berhasil" kata Kim Hyuk.


"Oh ya Min, jika terjadi sesuatu, jangan lupakan persahabatan kita semua" kata Kim Hyuk tiba-tiba.


Min dari seberang telepon mengangkat sebelah alisnya.


"Mengapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu?" kata Min tidak mengerti.


Min membulatkan matanya. Ia sangat terkejut namun tidak bisa berteriak karena takut yang lain curiga.


"Apa? Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Min panik.


"Jika kau melihat Choi Ryu. Langsung ikuti dia. Setelah kau tahu di mana posisinya, cepat hubungi aku. Setelah itu berusahalah untuk tetap hidup. Aku yakin tim SWAT tidak akan melepaskan kita" jawab Kim Hyuk.


"Kau adalah bos dan sahabat kami. Kami akan melakukan apapun untuk mu Hyuk" kata Min.


Setelah itu telepon ditutup. Min mengirimkan pesan teks pada Roy, Kel dan Gil. Ia mengetikkan pesan agar mereka tetap berani dan semangat walupun tempat itu sudah diintai oleh polisi dan tim SWAT.


"Silahkan dimulai dengan pengambilan nomor" kata salah satu wanita yang memakai pakaian sangat minim.


Semua orang melemparkan uang ke atas meja, termasuk Min dan Kel. Sebelum melemparkan uang ke atas meja, Min memamerkan jumlah uang yang ia pegang. Jumlah uang Min jauh lebih banyak dari jumlah lainnya. Orang yang ada di sana sampai melongo dibuatnya.


Para wanita yang menemani penjudi lain langsung duduk menempel pada Min. Begitulah peraturannya, peserta yang mengeluarkan uang taruhan terbanyak, maka selama perjudian berlangsung, ia akan menggaet banyak wanita.

__ADS_1


Kel hanya tersenyum melihat keberuntungan Min.


"Jika saja bos tidak memberimu uang sebanyak itu, pasti kau tidak akan dapat keuntungan seperti sekarang" kata Kel pelan.


Di sisi ruangan yang lain, Roy dan Gel mengeluarkan ayamnya. Mereka memang mengatur rencana agar ayam merekalah yang akan bertarung. Semua itu Kim Hyuk yang mengatur agar mereka tidak mengeluarkan uang ketika kalah nanti.


Roy tersenyum lebar karena bersemangat ketika melihat ayamnya mulai bertarung. Ia memegang jeruji besi sambil menyemangati jagoannya. Tidak kalah dari Roy, Gel juga melakukan hal yang sama. Di samping mereka berdiri peserta lain dan juga para wanita berpakaian minim.


Acara yang digelar oleh Choi Ryu berjalan dengan meriah.


Di lain tempat, para polisi dan tim SWAT mulai maju untuk mendekati gedung markas Choi Ryu. Mereka sudah berpencar dan terbagi dari beberapa tim.


"Sudah pukul 9.00, Tim A dan Tim B bergerak maju ke arah Utara. Terus intai pergerakan di sana. Tim C dan Tim D bergerak menuju arah Selatan. Tetap fokus jangan sampai Choi Ryu melarikan diri" kata seorang komandan.


Sesuai arahan yang sudah diberikan, mereka bergerak sambil mengendap-endap.


Tanpa mereka sadari ada Kim Hyuk dan ketiga anak buahnya yang sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.


Kim Hyuk bersembunyi di tempat yang sangat gelap. Kim Hyuk mengantungi pistol, Kal menggenggam pukulan tongkat kayu yang diujungnya ditancap beberapa besi sekrup, Ray memegang pisau lipat, dan Gel memegang pukulan besi.


"Kita sudah tidak punya banyak waktu. Mereka sudah mulai bergerak" kata Kim Hyuk dengan sangat pelan.


"Kita harus masuk lewat mana Bos" tanya Ray.


"Mereka sudah berpencar ke arah Utara dan Selatan. Kita akan masuk lewat pintu utama" jawab Kim Hyuk.


"Tapi Bos, itu namanya bunuh diri. Bodyguard Choi Ryu pasti akan menghadang kita" kata Gel.


"Kalian lihat ke atas, ke ujung atap" perintah Kim Hyuk.


Semua anak buahnya menuruti perintah sang bos. Karena tempat itu gelap, mereka hanya bisa melihat cahaya merah dari lampu kecil.


"Itu adalah CCTV. Aku yakin Choi Ryu akan tahu pergerakan polisi. Ia akan memerintahkan para bodyguardnya untuk mengamankan dirinya. Pada saat itulah kita akan masuk" kata Kim Hyuk penuh keyakinan seolah-olah itu akan berhasil seratus persen.


"Baiklah Bos" kata ketiga anak buahnya kompak.

__ADS_1


__ADS_2