LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Lotto (3)


__ADS_3

"Kau urus dia. Aku akan mencari gadisku" kata Kim Hyuk dengan nafas yang tersengal-sengal.


Kini Choi Ryu sudah tak sadarkan diri dan bersimbah darah. Hanya dengan tangan kosong Kim Hyuk menghajar nya habis-habisan. Setelah menghajar Choi Ryu, Kim Hyuk langsung pergi mencari Sun Youra.


Ketika Kim Hyuk sudah tidak terlihat lagi, Min berjalan menuju tumpukan besi kursi bekas yang tidak terpakai. Setelah menyusunnya menjadi seperti tangga, Min kembali pada Choi Ryu. Dilihatnya Choi Ryu sudah tidak berdaya.


Min menggelengkan kepala mengingat bagaimana Kim Hyuk mengajar pria tua itu tanpa rasa belas kasih. Mungkin Choi Ryu akan mati atau paling ringan koma selama berbulan-bulan.


Min mengeluarkan kain penutup dari balik jasnya lalu menutup kepala Choi Ryu yang sudah penuh darah dan luka lebam. Ia mengikat pria itu pada kursi. Setelah selesai, Min duduk di bawahnya seperti orang yang sangat santai. Akhirnya geng motornya bisa membekuk Choi Ryu si mafia narkoba.


* * * *


Di lain tempat, Kal sudah memeriksa seluruh ruangan di lantai satu dan dua, tapi ia tidak menemukan satupun barang berharga. Yang ia temui hanya narkoba dan berbagai jenis ganja dan sabu-sabu. Semua itu sudah ia bakar dan kini sudah musnah tak bersisa.


Kal tengah mencari letak penyimpanan brankas uang. Ia yakin Choi Ryu menyimpan uangnya dalam bentuk uang tunai karena Choi Ryu tidak pernah melakukan transfer apapun. Ia terus mencari tanpa kenal putus asa.


Ia turun ke ruang bawah tanah. Ia melihat di sana berjejer banyak pintu. Kal bingung harus memeriksa yang mana. Ia terus berjalan mencari pintu yang sekiranya mencurigakan. Sampai di depan pintu nomor 20, Kal melihat pintu itu memakai sidik jari.


"Aku yakin ini adalah tempat menyimpan barang berharganya" kata Kal.


Kal memperhatikan seluruh bagian pintu, tak lama kemudian ia tertawa terkekeh.


"Aneh sekali, untuk apa diberi pembuka sidik jari jika pintunya mudah untuk didobrak".


Dengan kekuatan penuh, Kal mendobrak pintu itu sendirian. Usahanya tidak sia-sia, pintu itu terbuka.


Begitu melihat ke dalam ruangan, Kal memegang dadanya karena terkejut. Di sana banyak mata uang. Mulai dari mata uang won sampai dolar Amerika tersusun rapi di rak.


"Aku harus menelepon bos".


Kal merogoh ponselnya lalu menelepon Kim Hyuk.


"Hallo Bos, aku sudah menemukan gudang uang. Uangnya sangat banyak, apakah kita akan ambil semua?" tanya Kal.


"Jika kau ingin mati silahkan ambil. Aku akan membunuhmu jika kau ambil uang yang dihasilkan oleh pria itu. Aku tidak sudi mengambil uangnya mengingat mungkin di sana ada uang hasil keringat ibuku yang murahan itu" kata Kim Hyuk terdengar sangat marah.


"Maaf Bos. Baiklah, aku akan menghanguskan semua" kata Kal dan langsung menutup telepon.


Kal masuk ke dalam dan mengeluarkan uang dari dalam raknya. Ia mengumpulkan semua uang itu menjadi satu tumpukan seperti gunung. Ia naik ke atas dan sempat bermain-main dulu. Ia melemparkan uang itu seperti sedang main salju.


Setelah puas bermain, Kal mengambil satu botol bensin dan menyiramkannya pada tumpukan uang itu. Sambil tersenyum ia menyulutkan api pada satu genggam uang dolar lalu melemparnya pada tumpukan uang yang lain.

__ADS_1


Api menyambar dan berkobar membakar semua uang yang ada di hadapan Kal.


"Ini hal yang paling gila. Aku membakar uang" Kal tertawa puas.


* * * *


Dengan cahaya yang remang-remang, Kim Hyuk terus memeriksa seluruh ruang di bawah tanah. Tapi setiap ruangan ia tidak menemukan keberadaan Sun Youra. Ia sangat khawatir tim SWAT akan segera menyerang tempat itu.


Saat sedang panik teleponnya berdering.


"Hallo Gil, ada apa?" tanya Kim Hyuk dingin.


"Kami sudah berhasil membekuk dua puluh bodyguard itu" kata Gil yang sedang berbicara dengan Kim Hyuk lewat telepon. Ia sedang duduk di atas jeruji besi.


"Itu tidak penting" jawab Kim Hyuk lebih dingin ketika mengetahui informasi yang disampaikan oleh Gil tidak menyangkut Sun Youra.


"Oh ya, gadis itu berada di ruang bawah tanah paling bawah, di ruangan nomor 05".


Begitu mendengar ucapan Gil, Kim Hyuk langsung menutup telepon dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Ia berlari cepat menuju anak tangga lalu turun lagi ke lantai paling bawah.


Kim Hyuk terus berlari sampai pada akhirnya ia sampai di lantai paling bawah dan di depan pintu nomor 05.


Hanya dengan sekali dobrakan, pintu itu sudah terbuka. Setelah pintu terbuka, mata Kim Hyuk menatap nanar pada sosok gadis yang terikat tak sadarkan diri dan tergantung di atas.


"Choi Ryu sialan" umpatnya.


Ia sangat marah pada Choi Ryu karena sudah memperlakukan Sun Youra dengan begitu kejam. Tentu saja tangan Sun Youra akan sakit karena tergantung di atas.


Kim Hyuk berjalan cepat masuk ke dalam ruangan kosong itu. Matanya menyapu seluruh ruangan mencari sesuatu yang bisa membantunya naik ke atas. Sayangnya di sana tidak ada apapun yang bisa membantu.


Karena tempat tergantungnya Sun Youra sangat tinggi, Kim Hyuk tidak mungkin dapat meraih Sun Youra dan melepaskan ikatannya. Akhirnya ia memutuskan untuk melempar pisau pada tali yang menggantung. Kim Hyuk membuang pistolnya dan merogoh lagi saku celana. Ia mengeluarkan pisau yang masih berkilau.


Dengan penuh fokus, Kim Hyuk mengarahkan pisau pada tali yang membuat Sun Youra tergantung. Setelah yakin pisaunya tepat sasaran, Kim Hyuk melempar pisau itu.


'Srett'


Tali itu pun putus.


Tubuh Sun Youra terjun ke bawah dengan mulus. Refleks Kim Hyuk berlari dan menangkap tubuh Sun Youra. Begitu Sun Youra berada dalam pelukannya, Kim Hyuk memeluk tubuh Sun Youra dengan erat.


"Sun Youra" baru kali ini Kim Hyuk memanggil nama gadis itu.

__ADS_1


"Sun Youra aku mohon buka matamu. Sun Youra, Sun Youra! Kau mendengar ku atau tidak!" karena begitu khawatir Kim Hyuk sampai berteriak.


Perlahan mata Sun Youra terbuka. Ia terlihat masih sangat lemah.


"Akhirnya kau sadar juga. Ayo, kita sudah tidak punya waktu" kata Kim Hyuk.


"Mengapa kau mencari ku dan membawa ku?" tanya Sun Youra dengan suara pelan.


"Jangan banyak tanya, ayo kita pergi" kata Kim Hyuk membangunkan tubuh Sun Youra.


"Aku tidak mau pergi bersama mu" jawab Sun Youra dengan sorot mata penuh kebencian.


"Kau harus ikut".


"Tidak, aku tidak mau. Kau tidak ada hak untuk membawa ku".


"Jelas aku ada hak karena di dalam perutmu ada anakku!".


"Apa?" Sun Youra sangat terkejut, dunia seakan berhenti berputar.


Belum sempat Sun Youra mengembalikan akal sehatnya, Kim Hyuk sudah membopongnya.


"Cepat kita pergi".


Kim Hyuk menggendong Sun Youra keluar dari ruang bawah tanah itu. Walau tubuh Sun Youra terasa berat, tapi Kim Hyuk tetap membopongnya tanpa berkata apapun. Yang ia pikirkan adalah segera membawa Sun Youra pergi dari tempat itu.


Saat akan naik tangga ke lantai dasar, ponsel Kim Hyuk berdering. Kim Hyuk menurunkan tubuh Sun Youra hingga gadis itu berdiri menapak lantai.


"Hallo Roy" sapa Kim Hyuk.


"Bos, tim SWAT sudah masuk ke gedung. Kau lari lewat ruang bawah tanah di sebelah Utara. Tadi Gel sudah memarkirkan mobil hitammu di sana" kata Roy dengan suara berbisik.


"Lalu kalian bagaimana?" tanya Kim Hyuk panik.


"Kami akan baik-baik saja Bos. Yang terpenting adalah kau dan calon anakmu. Kau sudah banyak berjasa pada kami. Kini saatnya kami membalas semua kebaikanmu" jawab Roy.


Kim Hyuk terdiam sejenak. Entah kenapa hatinya tergerak dan peduli pada seluruh anak buahnya. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka.


"Bos percayalah, kami ini anak buahmu yang hebat. Kami akan mengalihkan perhatian mereka" kata Roy lagi.


Setelah mempertimbangkan semuanya, Kim Hyuk pun setuju. Ia menutup telepon, lalu menarik tangan Sun Youra untuk ikut lari bersama nya menuju parkiran bawah tanah.

__ADS_1


__ADS_2