
"Aku akan pulang, kalian bersenang-senanglah dulu," kata Chanyeol yang saat ini sudah mabuk.
Chanyeol berjalan terhuyung-huyung karena ia sudah kehilangan keseimbangan akibat mabuk. Ketujuh anak buah yang sudah ia anggap teman masih bersenang-senang dengan champanye dan minuman bir lainnya.
Chanyeol naik ke atas motor dan memakai helm di kepalanya. Namun ia merasa semua menjadi sangat gelap. Apa yang terjadi? Apakah ia begitu mabuk sehingga kemampuan melihatnya hilang? Begitu pikirnya.
"Hei bos! Apa yang kau lakukan? Helmmu terbalik!" teriak Suho yang melihat Chanyeol.
Ternyata yang menyebabkan penglihatannya menjadi gelap adalah karena helm yang terbalik. Dengan malas Chanyeol memperbaiki posisi helmnya. Karena mabuk ia menjadi seperti orang bodoh, membedakan bagian depan dan belakang helm saja ia tidak bisa.
Chanyeol melajukan motornya dengan kecepatan rendah, walau ia sedang mabuk tapi ia masih berpikir tentang keselamatannya. Sesekali ia tertawa dan memukul motor bagian depan. Sepertinya efek dari mabuknya baru bereaksi sekarang. Dengan santai ia melewati mobil polisi yang terparkir di pinggir jalan.
"Hei, bukankah itu motor yang tadi balapan liar?" tanya salah seorang polisi yang tak sengaja melihat Chanyeol melewati mobil mereka.
"Kau benar, itu salah satu anggota geng motor itu," jawab temannya.
Suara sirine polisi menyadarkan Chanyeol dari tawanya. Ia menoleh ke belakang dan melihat dua mobil polisi sedang mengejarnya dan sudah semakin dekat. Dengan kesal Chanyeol mengumpat.
"Shit!! Polisi itu lagi."
Motor ninja hitam menambah kecepatannya. Semakin lama semakin cepat hingga membuat polisi kesulitan untuk mengejar karena terhalang kendaraan lain. Begitu memasuki jalan yang sepi kendaraan, mobil polisi itu berhasil mengejar motor ninja hitam yang mereka incar. Kejar-kejaran pun terjadi.
"Sialan, mereka akan menangkapku jika terus begini."
Chanyeol berbelok ke gang sempit yang hanya cukup di lewati oleh satu motor saja. Sialnya karena mabuk Chanyeol tidak dapat menyeimbangkan motornya sehingga ia jatuh di gang sempit itu.
Mobil polisi berhenti di depan jalan masuk ke dalam gang tempat Chanyeol berbelok. Mereka turun dari mobil ketika melihat seseorang jatuh dari motor.
"Itu dia, cepat tangkap!" teriak salah satu dari polisi itu.
__ADS_1
Chanyeol berusa menggeser motor yang menimpah kakinya. Setelah berhasil, Chanyeol merasakan kakinya sangat ngilu dan sakit. Chanyeol melihat ke arah belakang, polisi itu sedang berlari ke arahnya. Ia kembali mengumpat, "Shit!"
Walau kakinya sangat sakit, Chanyeol berhasil berdiri dan lari sekencang-kencangnya dan sekuat sisa kemampuan yang masih ia miliki. Polisi berteriak-teriak memanggil agar Chanyeol menyerah. Bukan Chanyeol namanya jika ia berhasil tertangkap polisi.
Di perempatan gang, Chanyeol berlari ke kiri dan ia menghilang dari pandangan para polisi yang mengejarnya. Polisi itu menyenteri setiap jalan yang ada. Jalan kanan dan kiri kosong tidak ada seorangpun yang terlihat, dan jalan lurus tentu saja tidak ada yang berani lewat karena jalannya di penuhi oleh pecahan beling.
"Tikus kecil itu berhasil melarikan diri lagi," kata salah satu polisi.
"Ayo kita pergi, pria itu hanya membuat kita lelah saja," sahut polisi yang memiliki kulit gelap yang bernama Park Dong.
"Kita bawa motor itu," kata temannya sambil menunjuk arah dimana Chanyeol terjatuh dan meninggalkan motornya.
Mereka sudah jauh berlari, sehingga tidak sanggup lagi untuk mengejar Chanyeol. Para polisi itu pun pergi dengan membawa motor milik Chanyeol.
Dari sebuah gerobak kosong yang ditutupi kardus dan plastik, Chanyeol keluar dan turun sambil memegangi kakinya. Ia meringis kesakitan. Mungkin saat ini kakinya patah karena tertimpa oleh motor ninjanya yang berat.
Dengan hati-hati Chanyeol berjalan meninggalkan tempat kumuh itu.
* * * *
Sebuah rumah kecil dan gelap yang terhimpit oleh rumah yang sederhana, di sana jauh dari jalan besar. Di dalam rumah itu gelap gulita sampai pada saat suara pintu terbuka dan tak lama kemudian rumah itu pun diterangi oleh lampu berwatt kecil. Seorang pria berjalan sempoyongan dan jalannya terpincang-pincang setiap kali kaki kanannya menapak lantai, pria itu langsung mengerang kesakitan.
Chanyeol berjalan menuju kamarnya lalu membantingkan diri ke kasur yang kecil. Nafasnya terengah-engah karena ia baru saja berjalan jauh dengan kaki yang pincang. Ia menatap jam yang ada di atas meja. Jam menunjukkan pukul 3.00 pagi.
"Karena polisi itu aku jadi begini," gerutunya sambil membuka sepatu.
Chanyeol merasa hari ini sangat melelahkan karena ia dikejar oleh dua mobil polisi. Ditambah lagi sekarang motor kesayangannya telah diambil oleh para polisi itu. Chanyeol adalah orang yang memiliki sifat pendendam yang tinggi. Ia bersumpah akan membalas polisi itu.
Karena efek mabuknya masih ada, Chanyeol pun merasa matanya terasa sangat berat dan akhirnya ia pun terlelap dengan kaki yang masih terasa sakit.
__ADS_1
* * * *
"Mengapa kau baru mengabariku sekarang?" tanya Kai yang sekarang sudah berada di kamar Chanyeol yang kecil.
Rumah Chanyeol tidak besar, hanya ada satu kamar kecil, ruang tamu kecil, dapur kecil dan kamar mandi kecil. Chanyeol tinggal sendirian tanpa orang tuanya.
"Kau pikir aku lemah?" tanya Chanyeol bermaksud menunjukkan kesombongannya.
"Tidak, bukan begitu. Jika kau menelepon kami tadi malam, maka kita bisa membuat para polisi itu babak belur," kata Kai.
"Mana mungkin aku sempat, aku saja sudah tidak punya waktu lagi untuk lari sehingga aku bersembunyi di gerobak yang penuh sampah," kata Chanyeol.
"Kau bersembunyi dengan sampah?" tanya Kai mengejek.
"Lebih baik aku bersembunyi di gerobak yang penuh sampah dari pada tertangkap polisi dan menjadi sampah," kata Chanyeol tersenyum sinis.
"Lalu kakimu sekarang masih sakit?" tanya Kai sambil memegang kaki kanan Chanyeol.
Chanyeol memukul tangan Kai dengan sangat kuat hingga membuat Kai meringis kesakitan.
"Sakit Chan," gerutu Kai kesal.
"Kau pikir kakiku tidak sakit saat kau pegang," kata Chanyeol yang tidak kalah kesal.
"Ok maaf." Kai pura-pura membungkukkan badan sebagai tanda meminta maaf. "Kalau begitu, kau harus ke rumah sakit untuk memeriksa kakimu. Mungkin saja kakimu patah," kata Kai memberi usul.
"Ok, ayo berangkat."
Dengan bantuan Kai, Chanyeol berhasil berdiri. Kai meletakkan tangan Chanyeol di pundaknya agar ia bisa menjadi penopang berat badan Chanyeol. Walaupun tubuh Kai lebih pendek dari Chanyeol, usaha Kai tidak sia-sia. Chanyeol dapat berjalan pelan dan tak merasa begitu sakit di kakinya.
__ADS_1