LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Hampir terbongkar


__ADS_3

Di lorong rumah sakit, seorang pria sibuk mondar-mandir dengan khawatir. Keempat pria yang duduk hanya memandangi pria itu sampai mata mereka lelah.


"Hyuk, bisa kah kau duduk? Aku sampai pusing melihat kau mondar-mandir seperti setrikaan" kata Min.


"Dokter itu lama sekali. Dasar gadis bodoh, selalu saja merepotkan" gerutu Kim Hyuk yang kelewat khawatir.


"Inikah Kim Hyuk ketua geng kita? Aku tidak pernah melihat mu khawatir" kata Min.


Kim Hyuk menghentikan langkah kakinya. Ia berpikir apa yang dikatakan oleh Min ada benarnya. Kapan ia pernah khawatir pada seseorang? Jangankan pada orang lain, pada dirinya sendiri saja ia tidak pernah khawatir. Selama ini hati nuraninya sudah membeku.


"Kau benar, untuk apa aku khawatir pada gadis yang sama sekali tidak berarti".


Kim Hyuk berjalan ke arah pintu keluar, langkahnya sempat terhenti ketika Min memanggil.


"Kau mau ke mana?".


"Aku akan melepas gips di kakiku. Aku baru sadar bahwa kakiku sudah tidak sakit lagi".


Kim Hyuk meneruskan langkahnya menuju pintu keluar.


"Bahkan dia tidak sadar kalau kakinya sedang sakit dan tiba-tiba saja sembuh" kata Min pada dirinya sendiri ketika punggung Kim Hyuk tidak terlihat lagi.


Setengah jam kemudian, seorang dokter pria keluar dari ruang UGD. Wajah dokter itu seperti sedang waspada.


"Bagaimana kondisi pasien?" tanya Min pada dokter.


Min berdiri di ikuti Gil, Roy dan Kal. Mereka berjalan mendekati dokter tersebut.


"Pasien mengalami dehidrasi dan perutnya kosong. Saya sudah menangani pasien dan sekarang tinggal menunggu pasien siuman. Saya akan memberikan resep obat dan vitamin. Setelah pasien diperbolehkan pulang, Anda harus memastikan asupan gizi, vitamin dan mineralnya terpenuhi dengan baik" kata dokter itu menjelaskan.


"Apakah benar kalian keluarga pasien atau rekannya?" dokter mulai mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi mengganggu benak pikiran.


"Iya kami temannya" jawab Min santai tapi pada kenyataannya di dalam hati ia sudah mulai was-was.


"Saya adalah teman Sun Youra, dia adalah seorang suster di rumah sakit lain. Dan berita kemarin, aku tahu bahwa dia menjadi korban penculikan" kata dokter itu semakin curiga.

__ADS_1


"Oh ya, kami sangat senang jika Anda benar-benar temannya. Kalau begitu kami tidak perlu mencari keluargnya" kata Min berusaha tenang.


"Pakaian kalian ini, aku rasa tidak mungkin Sun Youra berteman dengan kalian" kata dokter itu semakin menyudutkan.


Min sudah kehabisan kesabaran agar tetap terlihat tenang.


"Shit!!!" umpatnya sambil melayangkan pukulan keras pada wajah dokter itu.


Min menyerahkan sang dokter pada Gil dan Roy, sedangkan Kal diperintahkan untuk ikut bersamanya masuk ke dalam ruang UGD. Di sana terbaring Sun Youra dengan infusan. Dengan cepat Min melepas semua peralatan yang menempel pada tubuh Sun Youra lalu ia mengangkat Sun Youra di pundaknya.


"Cepat beritahu bos!" perintah Min pada Kal.


Begitu keluar dari ruang UGD, Min melihat sang dokter sudah babak belur di lantai. Mereka semua berlari dengan cepat meninggalkan dokter itu.


"Sial!! Hei jangan lari! Jangan bawa Sun Youra!".


Dokter itu berusaha berdiri dengan tenaga yang masih tersisa. Begitu ia berhasil berdiri, ia berlari menuju tempat ramai untuk meminta bantuan. Dua orang perawat menghampiri dengan khawatir sekaligus tidak mengerti kenapa dokter mereka babak belur seperti itu.


"Cepat perintahkan security menutup gerbang dan menangkap para penculik itu".


* * * *


"Cepat lari, aku yakin semua orang akan mengejar kita" kata Min yang masih membawa Sun Youra.


Kim Hyuk yang sudah mendapat penjelasan dari Min langsung keluar dari ruang tempat ia melepas gipsnya. Mereka berlari keluar dari gedung rumah sakit dengan cepat. Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung menancap gas.


Seisi rumah sakit heboh mendengar anggota geng motor yang kemarin menculik gadis sedang berada di rumah sakit mereka. Pihak rumah sakit langsung menelepon polisi.


Di ruang rawat VIP, Nim Joon sedang mengamuk. Ranjang rumah sakit sudah menjadi sasaran utamanya. Bagiamana tidak, ia sama sekali tidak tahu bahwa Sun Youra dibawa ke rumah sakit yang sama dengan nya oleh para komplotan geng motor itu. Dan berani-beraninya mereka kembali membawa Sun Youra kabur bersama mereka.


"Nim Joon, kau harus sabar. Para polisi akan menangani mereka" kata ibunya menenangkan Nim Joon.


"Bagaimana aku bisa tenang!? Sun Youra sudah selangkah di dekat ku dan aku tidak tahu hal itu dan sekarang mereka membawa Sun Youra lagi. Mereka membawa Sun Youra ke rumah sakit, itu berarti kondisi Sun Youra sedang tidak baik-baik saja. Katakan aku harus bagaimana? Aku sekarang lemah tak berdaya!" Nim Joon berteriak marah-marah.


"Nim Joon, Sun Youra sudah dimiliki oleh ketua geng itu. Apa kah kau mau menikahi dia setelah dia menjadi bekas orang? Apalagi bekas penjahat".

__ADS_1


Ucapan ibunya semakin membuat Nim Joon emosi. Jika saja bukan ibunya, mungkin saat ini wanita itu sudah ia pukul habis-habisan.


"Eomma tidak merasakan apa yang aku rasakan" kata Nim Joon tanpa menoleh pada ibunya.


"Mereka semua tidak ada gunanya, menangkap geng motor saja mereka tidak bisa" kata Nim Joon penuh emosi.


Nim Joon mengambil celana dan kemeja putih yang ibunya siapkan di meja. Dengan cepat Nim Joon ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Ia sudah bertekad untuk turun tangan dalam mencari Sun Youra dan membekuk para geng motor itu.


* * * *


Mobil putih melesat di jalan raya pada malam hari. Mobil itu berbelok ke jalan yang lebih kecil, melewati perumahan sederhana. Jalan aspal itu sudah banyak memiliki lubang dan tidak terawat. Cahaya mobil menerangi jalan sepi dan gelap. Para pemilik rumah di sekitarnya pasti sudah memejamkan mata.


Mobil putih berhenti ketika berada di depan rumah kecil yang hanya di terangi lampu berwatt kecil. Tiga pria keluar dari rumah untuk menyambut kedatangan mobil putih. Lima pria turun dari mobil dan salah satu dari mereka mengeluarkan seorang gadis dari kursi belakang.


"Kalian beristirahat saja di sini, sekaligus bantu aku berjaga-jaga" kata Kim Hyuk sambil berjalan melewati Gel, Ray dan Kel yang berdiri di depan pintu.


Min membopong tubuh Sun Youra mengikuti langkah kaki Kim Hyuk. Ia memberikan perintah untuk mengambil kunci mobil yang masih berada di dalam mobil putih itu.


Min membaringkan tubuh Sun Youra di atas tempat tidur Kim Hyuk. Ia menyelimuti Sun Youra dan memeriksa suhu tubuh Sun Youra. Ia terlihat sedang berpikir serius dan pada saat itu Kim Hyuk baru masuk ke dalam kamar setelah mandi dan berganti pakaian.


"Gadis ini sungguh merepotkanku. Selama ini aku tidak pernah dibuat kerepotan seperti ini" kata Kim Hyuk sambil menatap tajam wajah Sun Youra yang terpejam.


"Besok aku akan mengirim dia pada Min Dong. Aku sudah berubah pikiran" kata Kim Hyuk lagi.


"Tapi Hyuk, kondisinya belum kembali normal" kata Min mengingatkan pada Kim Hyuk bahwa kondisi Sun Youra masih sangat lemah.


"Kenapa kau jadi peduli pada gadis ini? Biarkan saja, itu adalah balasan karena dia sudah sangat merepotkanku" kata Kim Hyuk dingin.


"Terserah padamu saja Hyuk" kata Min menyerah ketika mendengar nada dingin di suara bosnya itu.


"Kau hubungi Chung Jo, besok kalian kirim gadis ini" perintah Kim Hyuk pada Min.


Sepertinya kali ini rasa belas kasihan Kim Hyuk pada Sun Youra sudah habis. Gadis itu telah membuatnya seperti seorang pecundang yang terus berlari dari kejaran polisi.


Sekilas ia memandang wajah cantik Sun Youra. Senyum kejam terlihat di bibirnya ketika ia memandang wajah cantik itu.

__ADS_1


"Wanita memang harus diperlakukan dengan kejam" kata Kim Hyuk pelan.


__ADS_2