LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Lotto (4)


__ADS_3

Kel masih duduk santai di ruang perjudian. Sebenarnya ia tahu bahwa sebentar lagi tim SWAT akan memasuki ruangan. Ia sengaja mengalihkan perhatian tim SWAT agar Kim Hyuk bisa membawa Sun Youra pergi dari tempat itu.


Di sisi lain, di sudut ruangan itu, para bodyguard yang dikurung di dalam sel tiba-tiba terdiam tak bersuara. Mereka terdiam karena melihat gerombolan orang memakai helm penutup kepala membawa senjata api lengkap. Gerombolan itu menggunakan seragam serba hitam bertulisan 'SWAT'.


Kel yang sedang duduk bertumpang kaki sambil memegang gelas winenya menoleh kebelakang, dilihatnya ia sudah ditodong oleh senjata api. Bukannya takut, Kel malah tersenyum. Ia tahu ini akan terjadi.


"Ini saatnya" kata Kel seperti sebuah aba-aba.


Dari belakang tim SWAT, Roy, Ray, Gil dan Gel menyerang menggunakan senjata tajam dan botol champanye. Akhirnya pergulatan pun terjadi.


Lima orang anggota geng motor melawan tim SWAT sebenarnya mustahil. Tapi berkat kemahiran mereka dalah hal bergulat, pertarungan itu pun lumayan imbang. Walau anak buah Kim Hyuk mendapatkan banyak pukulan, tapi mereka sama sekali tidak menyerah dan tidak surut keberaniannya.


Tim SWAT cukup kesulitan membekuk lima cecunguk yang terus melawan dan lincah seperti ayah hutan yang bertarung.


Bagaimana pun juga tim SWAT adalah tim yang sudah terlatih dan mengenyam pendidikan yang tidak bisa dipandang main-main. Perlawanan lima anggota geng motor itu tidak sanggup bertahan lama. Mereka sudah babak belur dan terluka. Pada akhirnya mereka berhasil dibekuk.


"Kalian merepotkan!" bentak salah satu anggota tim SWAT.


"Di mana pemilik club ini?" tanya anggota lainnya.


"Aku tidak akan memberitahu kalian" jawab Roy penuh keberanian.


'Bukk!!'


Satu pukulan menghantam wajah Roy yang sudah penuh luka.


"Kau ingin main-main?" bentak anggota yang bertanya tadi.


Tak lama kemudian datang polisi berkulit hitam. Ia menghampiri lima cecunguk yang sudah berhasil diringkus.


"Mereka bukan anggota Choi Ryu Pak" kata polisi berkulit hitam itu.


"Lalu, apa mereka langganan di sini?" tanya anggota tim SWAT.


"Saya tidak tahu pasti. Yang jelas mereka ini adalah anggota geng motor yang selalu lolos dari tim kepolisian" jawab polisi itu.


"Katakan, di mana ketua kalian?" tanya polisi berkulit hitam dengan tegas.


Gil meludah di hadapan polisi itu, "Sampai mati pun kami tidak akan memberitahu kalian" jawabnya menantang.


Ingin sekali rasanya polisi berkulit hitam itu menghajar kelima remaja nakal itu habis-habisan, tapi ia masih berusaha sabar.


"Cari yang lain" kata komandan tim SWAT.

__ADS_1


* * * *


Kal berlari kembali ke ruang bawah tanah. Ia melihat bahwa kelima temannya sudah tertangkap. Ia bersembunyi di balik dinding yang gelap dan beruntung anggota tim SWAT tidak menemukannya. Setelah anggota tim SWAT lewat, Kal bernafas sedikit lega.


"Berarti masih ada Min dan bos yang belum tertangkap. Semoga saja bos tidak tertangkap".


Tiba-tiba Kal ingat terakhir kali Min di perintahkan Kim Hyuk untuk mencari posisi Choi Ryu di ruang bawah tanah.


"Itu berarti Min ada di sekitar sini. Aku harus membantunya".


Kal mencari pemukul kayu yang ia bawa dari rumah Kim Hyuk. Setelah menemukannya, Kal segera mencari keberadaan Min.


Langkah kaki Kal terhenti ketika melihat Min yang sedang duduk santai di atas tumpukan besi kursi dan di atasnya ada seorang pria yang terikat. Kal bisa menebak bahwa pria yang terikat itu adalah Choi Ryu.


Sebelum ia mendekati Min, mata Kal melihat ada bayangan orang memakai baju hitam sedang mengintai Min.


"Gawat, mereka sudah mengintai Min".


Min duduk setengah berbaring dengan santai. Ia masih tidak menyadari keberadaan orang yang sedang mengintai nya. Tiba-tiba saja, "Jangan bergerak!" teriak seseorang.


Min menoleh ke sumber suara dan melihat dirinya sudah dikepung oleh tim SWAT.


"Sial" umpatnya kesal.


'Bukk'


Salah satu anggota tim SWAT tersungkur akibat pukulan dari pemukul yang dibawa oleh Kal.


Kal berlari ke atas kap mobil silver Choi Ryu yang masih terparkir di sana. Ia memancing agar tim SWAT tidak mengeroyok Min. Di bawah Kal, personil tim SWAT sudah mengepungnya.


Kal memegang erat pemukul itu. Lagi-lagi Kal dan Min bertarung dengan para anggota tim SWAT. Tapi kali ini mereka tidak bertahan lama karena mereka hanya berdua sedangkan jumlah anggota tim SWAT lebih banyak dan menggunakan senjata api.


Min dibekuk dan didorong pada kap mobil. Walau ia memberontak tapi tetap saja ia kalah.


"Aku harap kau bisa lolos Hyuk" kata Min sangat pelan sebelum ia pasrah diborgol oleh tim SWAT.


* * * *


Di tempat lain. Kim Hyuk masih terus berlari menuju parkiran yang di maksud oleh Roy. Tiba-tiba Sun Youra menarik tangannya dan berhenti berlari.


"Apa yang kau inginkan? Biarakan aku bebas. Apa salahku padamu hingga kau terus menyiksaku? Aku akan aman di tangan polisi" kata Sun Youra dengan air mata yang menggenang.


Kim Hyuk tidak menjawab. Baru kali ini ia merasa iba.

__ADS_1


"Maafkan aku. Tapi aku mohon kali ini saja, ikutlah bersamaku" kata Kim Hyuk menggenggam tangan Sun Youra.


"Itu dia!" suara teriakan seseorang terdengar dari belakang mereka.


"Ayo lari" kata Kim Hyuk kembali menarik tangan Sun Youra.


Entah mengapa Sun Youra juga ikut berlari, padahal jika ia menarik tangannya, maka ia akan aman dan selamat.


Kim Hyuk dan Sun Youra terus berlari sampai mereka sudah di dekat mobil hitam milik Kim Hyuk. Sun Youra sudah kehabisan tenaga, ia hampir saja terjatuh tapi Kim Hyuk berhasil menyanggah tubuh mungil Sun Youra.


"Cepat masuk".


Kim Hyuk membuka pintu mobil lalu menuntun Sun Youra untuk duduk di kursi samping pengemudi. Setelah Sun Youra duduk, Kim Hyuk pun berlari masuk ke dalam mobil bagian pengemudi.


Kim Hyuk menoleh ke kanan, Dilihatnya Sun Youra sudah lemas dan hampir memejamkan mata. Kim Hyuk menyalakan mesin mobil dan langsung memundurkan mobilnya keluar dari parkiran.


"Min apakah kalian baik-baik saja?" kata Kim Hyuk sambil melihat ke sekeliling dengan cemas.


"Kalian sudah berkorban untukku, aku tidak akan pernah melupakan kalian dan kalian jangan melupakan aku".


Sun Youra mendengar ucapan Kim Hyuk. Dalam hati ia berpikir ternyata Kim Hyuk masih memiliki hati dalam persahabatan.


Saat Kim Hyuk hampir keluar parkiran. Cahaya dari lampu mobil lain menyilaukan mata. Ternyata itu adalah mobil anggota tim SWAT. Mereka sudah tahu pergerakan Kim Hyuk dan kini mobil Kim Hyuk sudah terkepung. Kim Hyuk terkejut dan panik. Akhirnya ia memilih satu jalan.


Ia menoleh pada Sun Youra yang memejamkan mata.


"Berjanjilah padaku, kau akan menjaga bayiku yang ada di dalam kandunganmu" kata Kim Hyuk yang tak tahu apakah Sun Youra pura-pura pingsan atau pingsan sungguhan.


"Teman-temanku, aku akan datang untuk kalian".


Kim Hyuk membuka pintu dan keluar dari mobilnya. Tanpa ia ketahui ternyata di belakang nya sudah ada yang menodong.


"Jangan bergerak" kata salah satu anggota tim SWAT.


Tangan Kim Hyuk diputar kebelakang dan Kim Hyuk sempat meringis kesakitan.


Sun Youra membuka matanya ketika melihat Kim Hyuk sudah diringkus.


"Nona, apakah kau gadis yang dicari para polisi?" tanya salah satu anggota tim SWAT yang membuka pintu mobil.


Sun Youra mengangguk kemudian ia dibantu keluar dari mobil. Sun Youra berjalan dituntun melewati Kim Hyuk yang masih dalam proses pemborgolan. Sebelum ia pergi, Sun Youra memegang telapak tangan Kim Hyuk.


Kim Hyuk menoleh sekilas pada Sun Youra yang tidak menoleh padanya. Walaupun ia tertangkap, tapi Kim Hyuk cukup lega karena Sun Youra sudah dengan sengaja memegang tangannya.

__ADS_1


__ADS_2