LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Masa rumit


__ADS_3

"Kau bohong!".


Kim Hyuk berdiri tegak sambil memelototi Roy. Matanya memerah tapi wajahnya pucat pasi.


"Jika kau tidak percaya ucapanku Bos, kau bisa lihat surat dari dokter".


Roy mengeluarkan secarik kertas dari saku jaketnya, lalu menyerahkan kertas itu pada Kim Hyuk. Dengan secepat kilat, Kim Hyuk menyambar kertas yang diberikan oleh Roy. Matanya langsung membaca baris demi baris dari tulisan yang tertera di surat itu.


Tangan Kim Hyuk gemetar. Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba ini terjadi? Sun Youra mengandung anaknya. Tentu saja itu adalah anak Kim Hyuk. Karena ia adalah pria satu-satunya yang pernah tidur dengan Sun Youra.


Kim Hyuk terduduk kembali ke sofa tanpa ada tenaga.


"Tidak, ini tidak mungkin" Kim Hyuk masih tidak percaya. Pandangannya kosong menatap lantai.


"Hyuk..."


"Min, dia mengandung anakku" Kim Hyuk berbicara pada Min.


Kim Hyuk tidak percaya bahwa Sun Youra sedang mengandung anaknya. Apakah ia akan menjadi seorang ayah diusianya yang baru 25 tahun? Walau bagaimanapun juga, Kim Hyuk tetap mengakui anak yang ada dalam kandungan Sun Youra adalah anaknya, calon penerus hidupnya.


"Anakku, aku punya anak di dalam kandungannya" Kim Hyuk masih tidak sadar dengan ucapan yang terus mengalir dari mulutnya.


Min menghampiri Kim Hyuk dan ikut bergabung di sofa yang sama.


"Hyuk, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan membuang gadis itu dan anak yang ada di rahimnya?" tanya Min.


Kim Hyuk menoleh cepat pada Min. Kini matanya berkobar api amarah yang sangat besar.


"Apa kau ini bodoh! Tidak mungkin aku akan menelantarkan anakku? Walaupun aku kejam, tapi tidak mungkin aku ingin anakku mati" kata Kim Hyuk dengan amarah.


"Tapi Hyuk, kita tidak bisa mengambil gadis itu lagi. Siapapun yang sudah ada di tangan Choi Ryu, tidak mungkin ia lepaskan. Sama sepertimu yang tidak akan melepaskan sesuatu walaupun itu dibalas dengan uang yang besar".


"Jangan kau samakan aku dengan bedeb*h sialan itu. Jangan sebut aku Kim Hyuk jika aku tidak bisa mengalahkannya" kata Kim Hyuk semakin marah.

__ADS_1


Min dan anak buah lainnya menunduk. Mereka tidak tahu harus bagaimana. Kim Hyuk ingin mengambil Sun Youra dari tangan Choi Ryu sedangkan itu hal yang tidak mungkin.


"Tapi Bos, walau kita bayar dia dengan nyawa sekalipun, aku yakin dia tidak akan menyerahkan gadis itu. Kau adalah musuh bebuyutannya." kata Gil mengingatkan Kim Hyuk bahwa Choi Ryu adalah orang yang tidak bisa dibuat main-main.


"Kita akan menyerangnya. Bagaimana pun juga aku harus membawa gadisku kembali" Kim Hyuk menatap lurus dengan mantap.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Min.


"Aku akan memikirkan itu dengan matang" jawab Kim Hyuk.


* * * *


Di ruang rapat di kantor kepolisian, para polisi sedang melaksanakan rapat. Mereka membahas soal hasil mata-mata yang berhasil menemukan markas Choi Ryu dan tak sengaja juga melihat rombongan geng motor yang sudah mereka incar juga.


Diantara mereka, ada satu orang yang berseragam berbeda. Ia adalah perwakilan dari tim SWAT.


"Malam Minggu kita akan menyergap tempat Choi Ryu. Pada malam itu mereka akan mengadakan judi besar-besaran yang diadakan setiap sebulan sekali." kata perwakilan dari SWAT.


"Jam 9.00 malam. Pertama kita bagi tim menjadi enam tim. Tim yang memegang kendali di pintu depan belakang, mengepung seluruh bagian gedung, dan tiga tim masuk ke dalam untuk membekuk Choi Ryu" kata perwakilan tim SWAT.


Semua anggota polisi mengangguk. Mereka mulai membuat skenario penyergapan dengan bantuan peta gedung. Kali ini mereka lebih serius lagi.


Choi Ryu adalah mafia narkoba yang sudah lama diburon oleh polisi. Tapi sayangnya Choi Ryu sangat licin seperti komplotan Kim Hyuk. Dua tim penjahat itu memang benar-benar meresahkan warga.


"Pak, bagaimana dengan Nim Joon? Apakah dia masih mengajukan kasus tunangannya?" tanya polisi berbadan tinggi.


"Aku tidak tahu, sudah lama ia tidak ada kabar" jawab polisi berkulit hitam.


"Aku rasa ia akan mencari tunangannya dengan caranya sendiri" lanjut polisi berkulit hitam.


Mereka melanjutkan rapat dengan penuh keseriusan. Tidak ada yang terlewatkan dalam pembahasan mereka kali ini.


Satu jam kemudian, rapat pun selesai dan semua orang menghela nafas dalam satu kesepakatan.

__ADS_1


"Baiklah karena rapat sudah selesai, saya permisi" kata perwakilan tim SWAT.


* * * *


Hari Sabtu sore, Sun Youra meringkuk di atas ranjang di kamar bawah tanah. Ia hanya bisa menangis sambil meratapi nasibnya sekarang. Jika dulu ia bisa lolos dari Min Dong, kini ia tidak ada harapan untuk bisa lolos lagi.


Hari sudah sore dan Sun Youra masih belum makan walaupun pelayanan Choi Ryu telah menyediakan makanan. Setiap kali ia mencium makanan yang dibawa oleh pelayan tadi, perutnya akan mual.


Dari pintu terdengar suara gemerincing besi. Sun Youra yakin itu adalah para pelayan yang akan meriasnya. Benar saja, tak lama kemudian empat wanita perias datang membawa koper yang berisi alat rias. Pelayanan itu berpenampilan seperti wanita malam. Sun Youra merasa jijik saat melihat empat wanita itu berjalan mendekatinya.


"Kau sudah makan?" tanya perias yang terlihat lebih muda diantara yang lainnya.


Sun Youra menggelengkan kepala.


"Seharusnya kau makan terlebih dahulu. Tapi ya sudahlah, sekarang kau mandi sana" kata perias itu lagi.


Sebenarnya Sun Youra tidak ingin menuruti perintah wanita itu, tapi apa boleh buat, sekarang ia tidak bisa melawan. Dengan berat hati Sun Youra berjalan menuju kamar mandi yang terhubung dengan kamarnya.


Di dalam kamar mandi Sun Youra bercermin pada cermin besar yang menggantung di dinding. Matanya mulai berkaca-kaca lagi.


"Apa salahku? Semua ini seperti sebuah mimpi. Nim Joon oppa, tolong aku" Sun Youra menangis tersedu-sedu di dalam kamar mandi.


"Apakah penderitaanku ini tidak akan berakhir? Sebulan yang lalu, aku masih hidup dengan normal" Sun Youra membayangkan betapa semua ini terjadi begitu cepat.


"Cepatlah, kita tidak punya banyak waktu" teriak salah satu perias yang berada di luar kamar mandi.


Sun Youra mengelap air matanya lalu mulai mengucurkan air shower.


Selesai mandi, Sun Youra kembali duduk di atas ranjangnya. Ia melihat ada sebuah gaun putih selutut dan juga high heels putih. Ia pikir kenapa pakaiannya sama persis dengan yang ia gunakan sebelum ia dibawa ke tempat ini? Apakah para penjudi itu suka dengan pakaian berwarna putih?


"Hei, apa yang kau pikirkan? Cepat pakai baju itu" kata perias yang memiliki suara besar.


Sun Youra tersadar dari lamunannya. Ia menyambar pakaiannya dan kembali ke kamar mandi untuk mengenakan pakaian yang telah disediakan itu.

__ADS_1


__ADS_2