
Rasa hancur, kecewa, sedih, dan iba menjadi satu dalam diri Nim Joon. Tidak ada lagi sisa harapan bahagia bersama Sun Youra. Bagaimana ia akan hidup bahagia dengan bayang-bayang Kim Hyuk yang ada di dalam kandungan Sun Youra.
Nim Joon berjalan gontai menyusuri koridor rumah sakit. Air mata terus menetes dari matanya. Tak lama kemudian ia sudah berada di depan ruang rawat Sun Youra. Sebenarnya ia ingin menemui Sun Youra di dalam, tapi dokter berkata bahwa Sun Youra mengalami depresi ringan. Itu sebabnya Nim Joon mengurungkan niatnya.
"Nim Joon," panggil ibunya dari belakang.
Nim Joon menoleh pada sumber suara. Dilihatnya ibunya sedang menatap dirinya dengan iba.
"Kau harus bersabar. Sekarang tidak ada pilihan lain selain kau harus meninggalkan Sun Youra." kata Ibunya.
"Tidak. Aku tidak akan meninggalkan dirinya begitu saja. Dia sudah tidak memiliki kedua orang tua, dia baru saja mengalami perlakuan buruk dan sekarang dia membutuhkan ku." kata Nim Joon bersikeras. Bagaimana pun juga ia tidak akan pernah meninggalkan Sun Youra.
"Tapi Nim Joon, dia sudah mengandung anak dari penjahat itu. Ibu tidak sudi memiliki cucu yang bukan darah dagingmu, apalagi dari seorang penjahat." kata ibunya sama kerasnya.
"Eomma tidak tahu perasaanku. Sudahlah, aku tidak ingin membahas tentang ini." kata Nim Joon sambil berlalu pergi.
* * * *
Di dalam ruang rawat, Sun Youra mulai tersadar. Ia melihat ke sekeliling mencari seseorang, tapi ternyata orang yang ia cari itu tidak ada.
"Apakah Nim Joon Oppa sudah tidak ingin menemui ku lagi?".
Mata Sun Youra kembali memerah, air mata jatuh ke pipinya yang putih.
"Maafkan aku Oppa, aku tidak bisa mewujudkan impian kita. Aku sudah menghancurkan semuanya." Sun Youra menangis tersedu-sedu.
Karena mendengar Sun Youra menangis, suster yang sedang menyiapkan obat untuk Sun Youra langsung menghampirinya.
"Nona, tolong tenangkan diri Nona. Itu tidak baik untuk kesehatan Nona dan janinnya." kata suster itu.
Sun Youra memegang perutnya. Ia kembali mengingat bagaimana kekejaman Kim Hyuk, perlakuannya dan juga senyum sinis itu. Sungguh setiap kali membayangkan wajah Kim Hyuk, Sun Youra akan semakin membenci pria itu.
"Di mana Nim Joon? Di mana ibuku?" tanya Sun Youra pada suster.
"Saya tidak tahu Nona. Mungkin mereka sedang beristirahat karena hari sudah lewat tengah malam." jawab suster itu.
__ADS_1
"Sekarang Nona beristirahat saja dulu. Besok pagi mereka pasti akan menjenguk Nona." kata suster itu.
Karena kepala dan tubuhnya terasa lemas, akhirnya Sun Youra memilih untuk mengikuti kata suster. Ia kembali tidur untuk menenangkan pikirannya.
* * * *
Seminggu telah berlalu, tapi Nim Joon tidak menampakan batang hidungnya. Selama di rumah sakit Sun Youra hanya ditemani oleh ibu panti dan juga polisi yang menjaganya. Kondisi Sun Youra juga sudah mulai membaik. Ia sudah bisa makan dan duduk dengan tegak.
Ibu panti yang sudah dianggap oleh Sun Youra sebagai ibunya sendiri sibuk menyuapi bubur pada Sun Youra.
"Bu, Nim Joon Oppa ke mana?" tanya Sun Youra.
"Mungkin dia sedang ada urusan kantor yang penting. Ibu yakin dia akan datang." jawab ibu panti.
"Sudah Bu, aku sudah kenyang." kata Sun Youra sambil menahan sendok yang akan masuk ke dalam mulutnya.
"Sebentar lagi masuk musim dingin Nak, kamu harus memiliki stamina yang kuat." nasehat ibu panti itu.
"Iya Bu aku tahu, tapi aku sudah sangat kenyang." kata Sun Youra.
Sun Youra tersenyum. Ia sangat beruntung disayangi oleh ibu panti. Sejak kecil Sun Youra tidak tahu bagaimana wajah kedua orang tua nya. Ibu panti menceritakan bahwa Sun Youra dibawa ke panti asuhan oleh pihak penyelamat bencana alam. Kemungkinan besar kedua orangtuanya telah meninggal akibat benca alam itu.
"Terima kasih Bu, Ibu sudah menyayangi ku sepenuh hati." kata Sun Youra sambil menitikkan air mata.
"Syyut, sudahlah jangan menangis lagi. Kau sudah banyak menangis. Sekarang kau harus tersenyum." kata ibu panti sambil memeluk Sun Youra.
Saat sedang asik mencurahkan kasih sayang, tiba-tiba pintu terbuka dan muncul Nim Joon lengkap dengan jasnya. Sepertinya ia baru pulang dari kantor.
Sun Youra hampir tersenyum melihat pria yang ia cintai berdiri di hadapannya, tapi semua itu ia hentikan karena mengingat kini ia sedang mengandung anak dari orang yang paling Nim Joon benci.
"Kau sudah membaik?" tanya Nim Joon yang sekarang sudah duduk di samping Sun Youra.
Sun Youra mengangguk. Rasanya suaranya tercekat di tenggorokan ketika mendengar suara pria yang ia cintai. Sudah lama ia tidak duduk bersama, tidak tertawa bersama, dan tidak berbincang-bincang. Semua itu sungguh Sun Youra rindukan.
"Bu, boleh aku minta waktu berdua dengan Sun Youra?".
__ADS_1
"Tentu saja. Aku akan keluar.".
Setelah ibu panti itu pergi, Nim Joon menggenggam tangan Sun Youra, kemudian menatap dalam pada manik mata Sun Youra. Cukup lama Nim Joon terdiam sampai pada akhirnya ia membuka suara.
"Aku mencintaimu." katanya dengan kata yang penuh arti dan ketulusan.
Seketika air mata Sun Youra jatuh. Ia tidak tahu harus berkata apa.
Nim Joon mendekatkan wajahnya pada Sun Youra lalu mencium gadis itu cukup lama. Sun Youra memejamkan matanya merasakan rasa cinta Nim Joon yang pria itu sedang sampaikan. Tak lama kemudian Nim Joon melepas ciumannya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tetap akan menikahi mu." kata Nim Joon lagi.
Sun Youra tersenyum kecil, rasanya berat sekali untuk tersenyum lebar.
"Dengan satu Syarat," Nim Joon menggenggam tangan Sun Youra semakin erat, "Gugurkan kandunganmu.".
Sun Youra tersentak kaget. Ia tidak menyangka Nim Joon akan berkata demikian. Sun Youra membulatkan matanya, mulutnya seperti akan bicara tapi tidak ada suara yang keluar.
"Aku mencintaimu Sun Youra, sangat mencintaimu. Aku tidak peduli kau sudah pernah tidur bersama Kim Hyuk sialan itu. Tapi aku tidak bisa jika hidup dengan bayang-bayang nya yang berwujud anakmu dengan nya. Aku mohon Sun Youra." Nim Joon memeluk Sun Youra erat. Ia menyembunyikan air mata di balik tubuh Sun Youra.
Yang dikatakan oleh Nim Joon benar, mereka akan hidup bersama dan bahagia jika ia menggugurkan kandungannya, begitu pikir Sun Youra. Tapi ia kembali mengingat ucapan Kim Hyuk sebelum pria itu menyerahkan diri demi sahabatnya.
Bayangan Kim Hyuk menyelamatkan dirinya saat akan jatuh dari tebing teringat kembali. Bayangan ketika Kim Hyuk diringkus oleh tim SWAT melintas begutu saja. Ucapan Kim Hyuk terakhir kali juga terngiang di telinganya.
Sun Youra tahu bahwa Kim Hyuk orang yang sangat dingin, jahat dan kejam. Sun Youra pun sangat membencinya. Tapi bayi yang sekarang ia kandung sama sekali tidak bersalah. Walaupun ayahnya pendosa, tapi bayi yang ia kandung masih suci dan berhak hidup.
Memikirkan itu membuat Sun Youra dilanda dilema. Di lain sisi ia ingin bersama Nim Joon, pria baik yang sangat mencintai nya, tapi di sisi lain ia sudah berjanji di dalam hati ketika Kim Hyuk diringkus, bahwa ia akan menjaga dan melahirkan anak itu.
"Maaf Oppa, aku tidak bisa.".
'Degg'
Jantung Nim Joon bagaikan dipalu dan hatinya terasa diremas dan dihancurkan. Ia melepas Sun Youra dari pelukannya. Lalu menatap Sun Youra tidak percaya.
"Apa maksudmu?".
__ADS_1