LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Min jadi tangan kanan Kim Hyuk lagi


__ADS_3

Kim Hyuk mengamuk di dalam rumah. Ia memarahi semua pelayan. Matanya memerah, tangannya mengepal kuat. Ia memeriksa cctv dan ternyata memang Sun Youra pergi dari rumah. Setelah itu kamera cctv tidak dapat menjangkau keadaan diluar lingkungan rumah Kim Hyuk.


"Tunggu dia di rumah. Jika dia sudah pulang, segera hubungi aku." kata Kim Hyuk lalu pergi meninggalkan rumah besarnya.


Selama mencari Sun Youra, Kim Hyuk terus menggerutu kesal. Ia sudah mencari keseluruh daerah itu tapi tidak menemukan tanda-tanda ke beradaan Sun Youra.


"Ke mana gadis itu pergi? Udara sangat dingin tapi dia tetap ingin keluar." kata Kim Hyuk. Sekarang ia panik dan cemas.


Kemudian Kim Hyuk mengingat sesuatu, "Darah, ya tetesan darah Sun Youra pasti bisa membantuku mencarinya.".


Kim Hyuk kembali ke rumahnya dengan tergesa-gesa. Ia berlari ke teras rumah dan mencari jejak darah Sun Youra yang menetes.


"Ini dia. Aku akan mengikuti tetesan darah ini.".


Kim Hyuk terus mengikuti jejak tetesan darah itu. Darah Sun Youra yang merah pekat menetes pada salju yang tersebar di seluruh taman. Kim Hyuk terus mengikuti itu dengan teliti. Cukup jauh ia berjalan, lama-kelamaan darah itu semakin banyak dan menetes secara menumpuk.


"Kim Hyuk.." suara lemah seorang wanita terdengar dari balik semak-semak.


Mata Kim Hyuk sibuk mencari sosok wanita yang sedang ia cari. Dari balik semak-semak itu seseorang melambaikan tangan ke atas.


"Sun Youra!" Kim Hyuk berlari lalu menerobos semak-semak itu.


"Sun Youra kau ini bodoh atau mau cari mati?" kata Kim Hyuk yang kelewat marah.


Sun Youra terlihat sangat lemah dan pucat. Darah terus keluar dari pergelangan tangannya.


"Aku takut Kim Hyuk." kata Sun Youra.


Kim Hyuk memeluk gadis itu dengan erat, "Aku ada di sini. Apa yang kau takutkan?" tanya Kim Hyuk sambil mengusap kepala Sun Youra.


"Orang itu, preman-preman mengejar ku." kata Sun Youra mulai menangis.


"Ini lah mengapa aku melarang mu keluar rumah. Sekarang ayo kita pulang." kata Kim Hyuk lalu membopong tubuh mungil Sun Youra.


Tak butuh waktu lama, keduanya sudah tiba di rumah Kim Hyuk. Para pelayan menyambut mereka.


"Ambilkan kotak P3K. Cepat!" bentak Kim Hyuk.


Para pelayan berhambur mengambil kotak P3K itu lalu menyusul Kim Hyuk ke lantai atas.


Kim Hyuk membaringkan tubuh Sun Youra di atas tempat tidur lalu menyelimutinya.


"Celap berikut obat merah dan perban!" Kim Hyuk masih saja membentak pelayannya yang tidak bersalah.


"Apa masih ada yang sakit?" tanya Kim Hyuk. Kini ia sedang sibuk membalut luka di tangan Sun Youra.

__ADS_1


"Tidak." jawab Sun Youra.


"Kau tau jantungku hampir copot. Mulai sekarang kau harus menuruti apa yang aku larang. Sekarang kau tahu kan, aku mengekangmu demi keselamatanmu." kata Kim Hyuk terus berbicara.


"Maaf, tapi aku bosan di rumah." kata Sun Youra.


Kim Hyuk menatap wajah Sun Youra. Ia baru ingat bahwa gadis itu tengah mengandung. Mungkin Sun Youra begitu ingin keluar rumah karena bawaan dari sang janin yang sedang ia kandung. Kim Hyuk tahu dari pelayan bahwa wanita yang sedang hamil biasanya mengidam dan apapun yang diinginkan harus dipenuhi.


"Kau ingin jalan-jalan?" tanya Kim Hyuk.


Sun Youra mengangguk.


Kim Hyuk menarik nafas. Mungkin ini adalah pertama kalinya ia berusaha memahami dan mempelajari tentang wanita. Apalagi wanita yang sedang mengandung.


"Baiklah, besok aku akan mengajakmu jalan-jalan. Tapi ingat, jangan keluar rumah tanpa seizinku.".


Sun Youra tersenyum kecil. Ia tahu Kim Hyuk memang kejam dan dingin, tapi entah mengapa sekarang ia mulai melihat ada sebuah kebaikan di dalam diri pria itu.


Ponsel Kim Hyuk berdering, dengan segera Kim Hyuk menjawab panggilan telepon itu.


"Hallo Ayah....iya dia sudah di rumah...dia baik-baik saja...baiklah." kemudian telepon ditutup.


"Ayah bilang, jaga kondisimu." kata Kim Hyuk.


Kim Hyuk sudah selesai membalut luka Sun Youra. Ia meminta semua pelayan menyiapkan makan siang karena akan ada seseorang yang datang. Setelah mendengar perintah dari tuannya, para pelayan langsung berhambur melaksanakan perintah itu.


"Min. tadi aku sudah menghubunginya." jawab Kim Hyuk.


"Min?".


Tentu saja Sun Youra tidak tahu siapa itu Min. Ia bahkan tidak tahu nama-nama anak buah Kim Hyuk. Yang ia tahu hanya wajahnya saja.


"Ya, tangan kananku waktu itu." jawab Kim Hyuk.


"Istirahatlah, aku akan menghubungi dokter itu lagi." setelah itu Kim Hyuk berjalan meninggalkan Sun Youra yang masih terbaring di tempat tidur.


Sun Youra menarik nafas panjang lalu menghembuskan secera perlahan, "Kau sedikit baik, tapi entah mengapa aku masih membencimu. Jika saja bukan karna anakmu ini, mungkin aku sudah pergi dari sini."


* * * *


Di meja makan, Kim Hyuk dan Min sedang menyantap makan siang bersama. Min yang biasanya memakai pakaian levis yang bersobek, kini ia memakai pakaian rapi. Seperti Kim Hyuk, Min terlihat berwibawa dengan pakaian rapi nya.


"Ke mana gadismu?" tanya Min yang baru selesai mengunyah makanan.


"Nama dia Sun Youra. Berhentilah mengatakan dia gadisku." kata Kim Hyuk sambil mengelap mulut dengan tissue.

__ADS_1


"Iya maksudku itu, aku selalu lupa namanya." kata Min lalu kembali menyuapkan makanan.


"Dia sedang istirahat di kamar." jawab Km Hyuk.


"Kau tahu? Karena kau mengatakan kekhawatiran mu waktu itu, aku jadi marah-marah tidak jelas padanya. Aku sampai membantingkan dirinya ke lantai." Kim Hyuk menceritakan kejadian tadi malam.


Min membulatkan matanya, "Kau marah hanya karena perkataan ku? Kau berpikir itu sudah jadi kenyataan?" tanya Min tidak percaya.


"Entahlah, aku menjadi sedikit emosional jika menyangkut anakku." kata Kim Hyuk.


Min tertawa terbahak-bahak, "Sedikit emosional? Bukan sedikit emosional, kau memang sangat emosional." ejek Kim Hyuk.


"Oh ya, aku sudah berbicara dengan ayahku, kami setuju menjadikan kau sebagai tangan kananku lagi." kata Kim Hyuk.


Min membulatkan matanya. Ia tidak menyangka akan kembali menjadi tangan kanan Kim Hyuk.


"Apa? Apakah kau ingin menjadi ketua geng motor lagi?" kata Min tidak percaya.


Kim Hyuk tertawa, "Mana mungkin, ayahku tidak mungkin menyetujui aku kembali membentuk komplotan geng motor. Maksudku, tangan kanan yang membanguku di segala bidang. Membantuku di perusahaan, membantu menjaga Sun Youra dan lain-lain." jelas Kim Hyuk.


Min mengangguk, "Owh, aku kira kau kembali menjadi ketua geng motor.".


"Bagaimana, apakah kau setuju." tanya Kim Hyuk.


"Aku setuju." jawab Min.


Min dan Kim Hyuk mengalihkan pandangan ketika mendengar langkah kaki menuruni anak tangga. Sun Youra menuruni anak tangga dengan langkah santai. Min melempar senyum pada Sun Youra, begitu juga dengan Sun Youra.


Sebenarnya Min merasa canggung, dulu ia membantu Kim Hyuk dalam melaksanakan aksi jahatnya pada gadis itu. Kali ini Min ingin memperbaiki itu semua. Mungkin dengan membantu Kim Hyuk menjaga Sun Youra, itu dapat menebus segala perbuatan jahatnya dulu.


"Apa kabar, Sun?" tanya Min setelah Sun Youra sudah berdiri di depannya.


"Sun Youra." kata Sun Youra membenarkan.


"Owh iya, aku selalu lupa namamu. Apa kabar Sun Youra?" tanya Min memperbaiki ucapannya.


"Beginilah, antara baik dan tidak baik." jawab Sun Youra sambil menatap Kim Hyuk lewat ujung matanya.


Jika saja Kim Hyuk tidak melakukan kejahatan padanya, pasti ia akan menjawab dirinya baik-baik saja.


Min yang menyadari tatapan itu langsung tahu bahwa Sun Youra masih membenci Kim Hyuk. Orang mana yang bisa memanfaatkan kejahatan Kim Hyuk dengan mudah. Jika ia berada di posisi gadis itu, pasti ia juga akan sulit memaafkan Kim Hyuk.


"Mari bergabung." kata Kim Hyuk sambil menarik kursi yang ada di sampingnya.


"Kau yang bernama Min?" tanya Sun Youra.

__ADS_1


"Iya, nama asliku Lee Kyung Ji. Tapi Kim Hyuk mempersingkat namaku menjadi Min." jawab Min sambil tersenyum.


"Sudah cepat makan." kata Kim Hyuk sambil menyodorkan makanan pada Sun Youra.


__ADS_2