
Gudang yang kecil dan sangat kotor. Gudang itu gelap walaupun hari masih siang. Di sana terbaring seorang gadis yang kaki dan tangannya diikat pada kursi, mulutnya ditutup dan disumpal kain.
Gadis itu masih memejamkan matanya sejak ia diberi biusan oleh ketujuh pria yang sekarang berdiri di hadapannya menunggu gadis itu bangun.
Pria itu membuka penutup wajah mereka, di wajah mereka mengembang sebuah senyuman licik.
"Kita harus mengabari ini pada bos. Pasti dia akan senang karena kita berhasil menangkap gadis yang sudah membuat kita susah" kata Roy.
"Kau benar, aku akan menelepon bos dulu" kata Min.
Beberapa detik kemudian, sambungan telepon sudah tersambung dengan Kim Hyuk.
"Hallo Hyuk, kami sudah berhasil menangkap gadis waktu itu" kata Min dengan bangga.
"Kerja kalian sangat bagus," puji Kim Hyuk dari seberang telepon, "Karena terlalu bagus kalian juga sangat bodoh! Lihat berita di televisi!" tiba-tiba Kim Hyuk membentak bagaikan petir membuat senyum di wajah Min menghilang.
Tanpa berbicara lagi, Kim Hyuk langsung memutus sambungan telepon. Min tidak mengerti apa yang membuat bosnya itu mengatakan mereka bodoh. Ia juga tidak mengerti kenapa harus melihat televisi.
Min memberikan kode pada Gil dan Kel untuk ikut dengannya. Mereka berjalan menuju sebuah ruang tamu kecil yang tidak ada perabotan apapun di sana kecuali sebuah televisi.
Min menyalakan televisi dan mencari berita siang yang biasanya mereka menyiarkan berita terkini. Mata Min, Gil, dan Kel membulat ketika melihat sebuah berita. Berita itu menampilkan mobil taksi yang kacanya pecah dan seorang sopir taksi yang sudah tak berdaya sedang dibantu oleh warga yang berkerumun. Yang lebih mengejutkan lagi adalah sebuah siaran video yang direkam lewat ponsel. Dari video itu dapat dilihat kronologi kejadian pembegalan di mulai dari tiga motor ninja menghadang laju mobil taksi sampai ketika tujuh pembegal itu menculik seorang gadis.
"Sial, ternyata ada orang di sana dan dia berhasil merekam aksi kita dengan lengkap"
'Kami dari pihak kepolisian akan menangani kasus ini lebih lanjut dan para geng motor pembegal itu akan segera kami cari. Kami juga tidak menyangka para pembegal itu sekarang sudah berani melakukan aksinya pada siang hari dan terakhir kami menerima laporan dari korban lain, para pembegal itu dulunya tidak pernah memakai senjata tajam, tapi sekarang mereka semakin berbahaya. Diharapkan para warga bisa tetap tenang dan selalu waspada'
'Lalu bagaimana dengan wanita yang menjadi korban penculikan itu Pak?'
'Kami akan segera mencari informasi tentang gadis tersebut'.
__ADS_1
Begitulah percakapan antara reporter dan polisi yang berada di tempat kejadian perkara.
* * * *
Remote televisi dibanting keras hingga pecah. Di ruang rawat rumah sakit, Nim Joon meneteskan air mata dan tangannya mengepal kuat. Ia sangat terkejut, terpukul, dan sekaligus marah. Baru saja ia melihat berita mengenai pembegalan sebuah taksi. Nim Joon mengenali wanita yang diculik itu.
"Nim Joon, itukan Sun Youra" kata ibunya sambil menatap kosong pada televisi.
"Bodyguard tidak berguna" kata Nim Joon tanpa mempedulikan ucapan ibunya.
Ia sangat kesal pada bodyguard yang tidak becus menjalankan tugas. Ingin sekali Nim Joon berteriak, tapi ia tidak sanggup karena perut dan wajahnya sedang terluka. Sekarang ia merasa menjadi orang yang paling tak berdaya di dunia. Ketika tunangannya diculik, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan untuk menyelamatkan, untuk berdiri saja ia kesulitan.
"Appa, tolong kerahkan bodyguard kepercayaan Appa untuk mencari Sun Youra" pinta Nim Joon berusaha tenang. (Appa/아빠\= Ayah/ Papah).
"Tentu saja Nak. Apapun akan aku lakukan untuk Sun Youra" jawab ayahnya.
Kali ini Nim Joon benar-benar sudah sangat marah. Ia bersumpah untuk mencari para pembegal itu dan membunuhnya. Para bodyguard yang ia perintahkan untuk mencari geng motor itu sampai sekarang tidak memberikan informasi apapun. Nim Joon berpikir para geng motor itu tidak bisa dianggap remeh. Mereka sangat licin dan berbahaya.
* * * *
Sun Youra menangis tak bersuara. Ia tidak bisa berteriak minta tolong karena mulutnya disumpal kain. Walaupun sekarang ia takut, tapi Sun Youra berusaha untuk tidak menunjukkan rasa takutnya. Ia menatap ketujuh pria di hadapannya satu-persatu.
"Hei..kondisikan matamu itu. Rasanya aku ingin mencongkel mata bulat itu" kata Min sambil memelototi Sun Youra.
"Jika bukan karena kami menunggu Kim Hyuk, pasti kami sudah menggarapmu sekarang" kata Min lagi dengan tatapan tajamnya.
Sun Youra bertanya-tanya, siapakah Kim Hyuk itu? Apakah Kim Hyuk adalah ketua dari mereka?.
Belum selesai Sun Youra bertanya dalam hati. Seorang pria datang ke gudang itu. Pria itu berpakaian tidak berbeda dengan tujuh orang lainnya. Ia mengenakan celana levis yang disobek-sobek, rantai kecil, dan tindikan di telinganya. Kaki kanan pria itu di gips. Sun Youra membelalakkan matanya.
__ADS_1
"Oh inikah gadis itu?" tanya Kim Hyuk pada Min.
"Benar" jawab Min singkat.
"Suster yang cantik, ternyata kita bertemu lagi ya" ejek Kim Hyuk sambil berjalan mendekati Sun Youra.
Kini Kim Hyuk sudah berjongkok di hadapan Sun Youra yang duduk di kursi. Ia melihat mata Sun Youra yang memerah bekas air mata. Kim Hyuk tahu walaupun Sun Youra berusaha terlihat berani, tapi dari mata itu ia tahu bahwa gadis di hadapannya sedang sangat ketakutan.
"Di rumah sakit aku pasienmu, tapi di sini kau yang akan jadi pasienku" kata Kim Hyuk berkata dengan lembut dan terkesan dibuat-buat.
"Mengapa kau tidak menjawab? Bukankah kau berani menelepon polisi saat teman-temanku ini memukuli pria yang bersamamu?" kata Kim Hyuk mengejek.
Kim Hyuk pura-pura terkejut, "Oh iya, aku lupa bahwa sekarang kau tidak bisa berbicara. Min, buka penutup mulutnya. Aku ingin mendengar suara indahnya" kata Kim Hyuk lagi.
Min membuka penutup mulut Sun Youra. Sun Youra tidak berteriak minta tolong karena ia tahu itu hanya sia-sia. Ia memilih diam.
"Siapakah tuan yang bersama mu malam itu Nona" kata Kim Hyuk bertanya dengan lembut tapi dingin.
Sun Youra tidak menjawab.
"Aku bertanya sekali lagi, siapa pria yang bersama mu" tanya Kim Hyuk yang mulai kesal.
Sun Youra lagi-lagi tidak menjawab dan tidak ada tanda-tanda ia akan menjawab walau Kim Hyuk sudah menatapnya dengan tajam.
"Jika kau tidak menjawab, aku akan membuat mu menyesalinya. Aku akan memberitahumu bahwa aku sudah lama tidak menghabiskan waktu dengan wanita" ancam Kim Hyuk dengan dingin.
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan seorang pria busuk seperti mu" kata Sun Youra dengan tegas.
'Plakk!!' tamparan keras mendarat di pipi putih Sun Youra.
__ADS_1
"Bawa dia ke kamarku!" teriak Kim Hyuk.