LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Dokter sahabat Sun Youra


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Kim Hyuk sudah bangun. Jika bukan karena ingat Sun Youra, mungkin pria itu akan bangun jam 10.00 karena sekarang musim dingin.


Kim Hyuk mandi air hangat setelah itu berpakaian rapi. Mungkin dulu saat dia menjadi geng motor ia suka berpakaian levis yang penuh sobekan, lain halnya dengan sekarang. Do Jae melarang Kim Hyuk memakai pakaian itu. Ia berkata Kim Hyuk seperti gelandangan yang memakai pakaian yang sudah digerogoti tikus atau dicakar kuku beruang kutub.


Dengan penampilan yang sekarang, Kim Hyuk tidak terlihat seperti mantan geng motor bergajulan. Ia sungguh tampan mempesona.


Kim Hyuk berjalan menuju kamar Sun Youra dan mengetuk pintu perlahan.


"Sun Youra, apakah kau sudah bangun?".


Setelah beberapa detik dan tidak ada jawaban, Kim Hyuk memutar gagang pintu dan membukanya. Ia melihat Sun Youra masih terlelap dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Kim Hyuk tahu gadis itu pasti sangat lelah dan lemah. Ia masuk ke dalam dan duduk di tepi ranjang.


Dengan lembut Kim Hyuk mengusap rambut Sun Youra. Pria itu mengingat bagaimana kejamnya ia dulu. Setiap hari ia menampari pipi putih Sun Youra hingga memar dan membuat gadis itu pingsan.


"Hmmm." Sun Youra menggerakkan tubuhnya untuk memunggungi Kim Hyuk.


Kim Hyuk tersenyum, "Apakah dia masih tidur nyenyak?".


Dilihatnya Sun Youra masih memejamkan mata dengan rapat. Kim Hyuk kembali tersenyum lalu memperbaiki posisi selimut gadis itu.


"Sepertinya kau enggan untuk bangun. Baiklah, aku akan memanggil dokter saja ke sini." kata Kim Hyuk pelan.


Kim Hyuk keluar dari kamar Sun Youra untuk menelepon dokter. Ia tidak ingin mengganggu tidur gadis itu. Setelah sambungan telepon terhubung, Kim Hyuk langsung berbicara.


"Hallo Dok." sapa Kim Hyuk.


"Hallo Tuan Do Jae. Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter pria yang merupakan dokter pribadi Do Jae.


"Bukan, aku Kim Hyuk." kata Kim Hyuk tanpa ada kelembutan sama sekali.


Dokter di seberang sana menelan ludah. Ia tahu Kim Hyuk adalah anak angkat Do Jae yang dingin dan kejam.


Dulu ia pernah ikut dengan ayahnya ke rumah Do Jae. Do Jae bilang anaknya sedang luka parah. Saat sampai rumah Do Jae, ia dan ayahnya terkejut melihat luka dan penampilan anak itu. Anak berusia belasan tahun yang hampir sebaya dengannya sedang terbaring di tempat tidur dengan penuh luka.


Saat akan diperiksa oleh dokternya, pria itu malah mencekal tangannya dan mengancam agar tidak memegang bekas luka di lengan kirinya. Tentu saja ia dan ayahnya terkejut sekaligus ketakutan. Remaja itu lebih terlihat seperti binatang buas yang sulit dijinakkan dari pada remaja tampan yang polos.


"Ba-baiklah, saya akan segera ke sana." jawab dokter itu dengan terbata-bata.


Kim Hyuk menarik nafas panjang. Ia tahu dokter di seberang sana takut begitu mendengar namanya. Setelah melamun beberapa menit, pria itu kembali ke kamar Sun Youra.

__ADS_1


Sun Youra sudah bangun dan memegang perutnya yang terasa mual. Melihat Sun Youra memegang perutnya, Kim Hyuk segera duduk di samping Sun Youra dan ikut menempelkan tangan pada perut rata Sun Youra.


"Apa sakit?" tanya Kim Hyuk.


"Tidak. Aku hanya mual." jawab Sun Youra.


Kim Hyuk menyibakkan selimut Sun Youra lalu membantu Sun Youra turun dari ranjang. Ia memapah Sun Youra sampai di kamar mandi. Dilihatnya Sun Youra langsung muntah dan terbatuk-batuk.


Dalam hati Kim Hyuk, ia bersyukur tidak terlahir sebagai perempuan. Ia kasihan melihat Sun Youra yang sedang mengidam sampai muntah seperti itu.


"Apakah wanita hamil semenderita itu? Jika benar, keji sekali suami yang menghamili istrinya." gumamnya pelan.


Sun Youra sudah selesai muntah dan membersihkan sisa muntahannya. Kim Hyuk kembali memapah Sun Youra ke tempat tidur. Setelah itu menyelimuti Sun Youra dengan selimut tebal.


"Aku berjanji tidak akan membuatmu hamil lagi. Aku tidak tahu bahwa wanita akan menderita ketika menyidam." kata Kim Hyuk serius.


Sebenarnya Sun Youra merasa geli melihat kepolosan Kim Hyuk tentang perempuan. Tentu saja pria itu tidak akan memahami wanita. Ia hanya sibuk berjudi, balapan liar, mabuk-mabukan dan membegal.


Tak lama kemudian Kim Hyuk dan Sun Youra mendengar seseorang mengetuk pintu. Kim Hyuk berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Ia melihat pelayan rumah yang sedang menunduk.


"Ada apa?" tanya Kim Hyuk tegas. Lebih tepatnya seperti ingin membunuh.


"Suruh dia masuk dan langsung ke kamar ini." perintah Kim Hyuk.


"Baik Tuan.".


Pelayanan itu turun ke lantai bawah dengan cepat. Ia tidak tahan menahan rasa takutnya pada Kim Hyuk yang merupakan majikan baru di rumah itu.


Kim Hyuk kembali duduk di tepi ranjang sambil menatap Sun Youra yang sepertinya semakin lemas setelah muntah. Tak lama kemudian Zhang Fei mengetuk pintu.


"Masuklah." perintah Kim Hyuk tegas dan singkat.


Zhang Fei membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Sun Youra. Hampir saja ia tersenyum pada Kim Hyuk sebelum ia membelalakkan matanya.


"Sun Youra?" Zhang Fei pria keturunan China itu terkejut setengah mati.


"Zhang Fei?" Sun Youra tidak kalah terkejutnya melihat Zhang Fei berdiri di dekat pintu.


Kim Hyuk memandang Sun Youra dan Zhang Fei secara bergantian. Ia heran mengapa kedua orang itu seperti sudah saling mengenal.

__ADS_1


"Apa yang kau lihat? Cepat periksa istriku dan berikan obat. Jika kau masih memandang istriku seperti itu, maka kau akan keluar dari sini tanpa kepala." ancam Kim Hyuk dengan suara dingin dan tatapan tajam.


Kaki Zhang Fei sedikit gemetar. Ia tidak tahu jika Kim Hyuk akan semarah itu ketika ia menatap Sun Youra.


"Maafkan saya Tuan. Hanya saja saya terkejut Sun Youra berada di sini. Dia adalah sahabat masa kecil saya sampai dia lulus SMA." jelas Zhang Fei agar Kim Hyuk tidak salah paham.


"Sahabat masa kecil? Baguslah jika kau sahabatnya dulu. Mulai sekarang kau akan menjadi dokter untuk istriku ini." kata Kim Hyuk.


Dalam hati Sun Youra mengumpat kesal. Bisa-bisanya pria itu mengaku-ngaku sebagai suaminya. Ia tidak sudi mengakui pria yang paling ia benci sebagai suaminya.


"Baiklah." kata Zhang Fei lalu duduk di tepi ranjang yang bersebrangan dengan Kim Hyuk.


Kim Hyuk merasa tenang ketika tahu Zhang Fei sahabat Sun Youra. Ia tidak perlu takut pria itu akan jatuh cinta pada Sun Youra. Ia juga berharap Sun Youra akan lebih merespon orang disekelilingnya.


"Aku akan keluar sebentar. Jika kau sudah selesai memeriksa nya, segera keluar dari kamarnya." perintah Kim Hyuk.


Setelah Kim Hyuk pergi, Zhang Fei menarik nafas lega. Sedari tadi ia merasa nafasnya tertahan. Sekarang ia menatap mata Sun Youra. Ia tahu sahabatnya itu dalam kondisi mental yang tidak baik.


Beberapa menit kemudian Zhang Fei memeriksa kondisi Sun Youra. Ia tidak terkejut mengetahui Sun Youra sedang hamil. Ia pikir Sun Youra memang benar-benar istri Kim Hyuk. Ia pikir dulu Kim Hyuk tidak tinggal di rumah Do Jae lagi karena ia menikah dengan Sun Youra.


"Kondisi kehamilanmu sangat lemah. Kau harus menenangkan pikiranmu dan minum vitamin. Nanti aku akan memberikan obat penguat kandungan. Jangan terlalu dipikirkan, setiap rumah tangga pasti memiliki masalah. Suami itu pasti akan tidak akan senang jika kondisi kandunganmu lemah." kata Zhang Fei sambil tersenyum.


Sun Youra tersenyum kecut. Ternyata sahabatnya itu menganggap Kim Hyuk benar-benar suaminya.


"Rumah tangga dari mana? Dia bukan suamiku. Benar ini anaknya, tapi dia bukan suamiku. Aku sangat membencinya." kata Sun Youra.


Zhang Fei membelalakkan matanya, "Apa? Kenapa itu terjadi? Tapi dia bilang kau istrinya.".


"Itu yang kau tidak tahu. Dia memungutku ke sini karena ada anaknya di dalam perutku. Jika tidak, dia akan membuang ku seperti tissue. Setelah dipakai maka akan dibuang ke tempat sampah dan menjadi sampah yang menjijikan." kata Sun Youra kembali menatap kosong.


Kini Zhang Fei tahu mengapa Sun Youra tidak bersikap seperti biasanya. Ceria dan selalu tersenyum. Ternyata Kim Hyuk telah menodainya.


"Apakah anak Tuan Do Jae sekejam itu?" tanya Zhang Fei lirih.


"Lebih kejam dari yang kau bayangkan. Dia mengotoriku lalu menjualku berulangkali. Beruntungnya aku masih bisa melarikan diri. Tapi lagi-lagi dia bisa menangkapku." kata Sun Youra sambil meneteskan air mata.


"Kau menderita Sun Youra?" tanya Zhang Fei lalu meraih Sun Youra ke dalam pelukannya.


Sun Youra menangis dalam pelukan pria tampan itu. Sun Youra merasa nyaman dalam pelukan sahabatnya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?!" Kim Hyuk sudah berdiri di ambang pintu dengan mata merah menahan amarah yang menggebu-gebu.


__ADS_2