
Zhang Fei baru selesai memeriksa kondisi Sun Youra. Setelah itu ia bergabung dengan Min dan Kim Hyuk di ruang tamu. Wajah Zhang Fei sudah bersih sempurna dari luka lebam. Ia duduk sopan berhadapan dengan dua pria mantan geng motor itu.
Kim Hyuk menyenderkan diri ke sofa, "Bagaimana kondisi dan kehamilannya?".
"Kondisi janinnya mulai meningkat, mungkin obat penguat kandungan sudah bisa dihentikan. Saya hanya akan memberikan vitamin saja. Untuk kondisinya sendiri, tubuhnya masih lemah karena banyak mengeluarkan darah." jawab Zhang Fei dengan jelas.
"Lalu kondisi mentalnya bagaimana?" tanya Kim Hyuk lagi.
Zhang Fei tersenyum, "Maaf Tuan, saya bukan dokter psikiater. Menurut saya kondisi mentalnya sudah cukup membaik dari pada pertama kali saya bertemu dengannya." jawab Zhang Fei ramah.
Min hanya menyimak saja. Sedangkan Kim Hyuk dan Zhang Fei terus berbicara soal kesehatan Sun Youra.
"Besok aku ingin mengajak nya jalan-jalan, apakah itu bagus untuk kondisinya sekarang?" tanya Kim Hyuk lagi.
"Itu ide yang bagus Tuan. Hanya saja Anda harus memperhatikan kondisi kesehatannya setiap saat. Udara sangat dingin dan itu cukup ekstrim untuk dia sekarang." jawab Zhang Fei.
Tak lama kemudian Zhang Fei undur diri karena pekerjaannya sudah selesai. Ia tidak ingin berlama-lama karena takut salah bicara yang dapat memancing emosi Kim Hyuk. Ditambah lagi dengan ke hadiran pria yang ia tidak kenal itu. Bisa saja ia dikeroyok jika membuat Kim Hyuk marah.
"Sepertinya dokter itu takut padamu." kata Min setelah Zhang Fei pergi.
Kim Hyuk tertawa sinis, "Aku pernah membuatnya babak belur ketika pertama dia memeriksa Sun Youra.".
Min menaikan sebelah alisnya, "Apa sebabnya?" tanya Min.
"Karena dia memeluk Sun Youra. Kemudian aku sadar itu memang wajar karena dia adalah sahabatnya Sun Youra." kata Kim Hyuk sambil tertawa kecil.
"Kau memang begitu, selalu mendahulukan emosi." Min ikut tertawa.
"Sudahlah diam. Aku ingin melihat Sun Youra dulu." Kim Hyuk langsung berdiri dan berjalan ke lantai atas menuju kamar Sun Youra. Sedangkan Min masih tertawa di sofa.
__ADS_1
Kim Hyuk membuka pintu perlahan, dilihatnya Sun Youra baru selesai minum vitamin yang diberikan oleh Zhang Fei. Sun Youra menoleh menyadari kehadiran Kim Hyuk. Ia tidak berbicara, tapi ia terus menatap pria itu.
"Sudah membaik?" Kim Hyuk berjalan untuk duduk di ranjang Sun Youra.
"Sudah." jawab Sun Youra singkat.
Kim Hyuk menarik nafas, ia sangat tidak suka ketika Sun Youra menjawab pertanyaannya dengan tidak acuh. Sekarang tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali bersabar.
"Besok aku akan mengajakmu jalan ke suatu tempat. Apakah kau mau?" Kim Hyuk menatap wajah cantik Sun Youra yang masih pucat.
"Biasanya kau tidak pernah meminta persetujuanku." kata Sun Youra sambil tersenyum sinis.
Kim Hyuk kembali menarik nafas dalam, "Sabar Kim Hyuk, setidaknya dia mulai banyak berbicara sekarang." gumam Kim Hyuk pelan, sangat pelan sampai tidak terdengar oleh Sun Youra.
"Kau mau jalan-jalan ke mana?" tanya Kim Hyuk masih sabar.
"Terserah saja. Aku tidak peduli ke mana, yang penting aku bisa menghirup udara segar dan melihat musim dingin yang indah tahun ini." jawab Sun Youra.
* * * *
Sesuai yang dikatakan oleh Kim Hyuk, hari ini ia mengajak Sun Youra jalan-jalan. Mereka akan di temani oleh Min. Semua tanggung jawab keselamatan Sun Youra berada dalam tangan Min. Min merasa tidak keberatan, ia ingin menebus semua kesalahannya dulu.
Kim Hyuk, Sun Youra dan Min menaiki mobil yang sama. Mereka menuju Lotte World. Walaupun Sun Youra tidak bisa bermain wahana di sana, setidaknya ia bisa terhibur dengan orang yang bermain di sana. Sesampainya mereka di sana, Kim Hyuk langsung memesan tiket.
Sun Youra tersenyum lebar melihat suasana di lotte world. Ini adalah pertama kalinya ia datang ke tempat itu. Sudah lama ia ingin pergi ke tempat itu, tapi Nim Joon tidak pernah mengindahkannya karena pria itu takut dengan yang namanya wahana permainan, terutama rollercoaster. Pria itu memiliki trauma berat pada wahana permain.
"Kau suka?" tanya Kim Hyuk yang sedang menggandeng tangan Sun Youra.
"Ya aku sangat suka. Sudah lama aku mengidam-idamkan pergi ke sini." Sun Youra tersenyum lebar. Binar matanya sudah cukup menjelaskan bahwa gadis itu benar-benar sangat gembira.
__ADS_1
Kim Hyuk tersenyum, ia merasa bahagia melihat senyum dan binar mata Sun Youra. Selama ini ia tidak tahu bahwa membahagiakan seseorang dapat membuat hati tenang dan gembira pula.
"Min, jangan lengah." Kim Hyuk melirik pada Min yang berjalan di belakangnya.
Min menarik nafas, "Aku juga tahu. Aku ini anak buahmu yang bisa kau banggakan." kata Min. Entah sejak kapan ia menjadi sombong seperti Kim Hyuk.
Sun Youra melihat semua wahana permainan, ia sangat berantusias untuk ikut main. Tapi Kim Hyuk selalu melarangnya dan mengingatkan bahwa ia sedang mengandung. Pada akhirnya Sun Youra mengalah dan hanya bisa melihat orang lain asik bermain.
"Jika kau sudah melahirkan, aku akan mengajak mu dan anak kita main ke sini. Kau boleh main sepuasnya. Bahkan jika kita sudah punya cucupun, kau bisa bermain di sini. Aku tidak akan melarang asal kau bahagia." kata Kim Hyuk.
Ia tidak menyadari bahwa ucapannya tadi menandakan keseriusan dengan Sun Youra. Itu artinya ia ingin menjadi pendamping hidup Sun Youra selama dan akan membahagiakan gadis itu selamanya.
Sun Youra tersenyum, ia membayangkan bermain dan tertawa bersama anaknya nanti. Ia jadi tidak sabar untuk segera melahirkan.
"Kau janji?" Sun Youra menjentikkan jari kelingking.
Kim Hyuk menautkan jari kelingking Sun Youra dengan jari kelingkingnya, "Aku janji. Jangan bersedih.".
Tanpa sadar, Sun Youra memeluk Kim Hyuk dari samping. Bagaimana pun juga, seorang wanita akan sangat gembira ketika dimanjakan. Kim Hyuk menahan nafas, ia sama sekali tidak menduga Sun Youra akan memeluknya dengan penuh gembira. Namun, tak lama kemudian ia membalas pelukan Sun Youra.
Dari kejauhan, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam. Min tidak menyadari hal itu karena di sana ada banyak sekali orang.
"Semudah itu kau melupakan ku? Sekarang kau sudah bisa berbahagia dengan pria sialan itu. Kau berbahagia di atas penderitaanku? Hm, aku tidak akan membiarkan itu berlangsung lama." orang itu langsung melangkah pergi dari lotte world.
Min tersenyum, ia tidak ingin menggangu Kim Hyuk dan Sun Youra. Ia pun pergi menjauh agar kedua pasangan yang belum saling mencintai itu mendapat waktu berdua saja.
Min berjalan sambil sesekali melihat para gadis yang berlalu lalang. Ia tersenyum sendiri mengingat bagaimana dulu ia sering menculik para gadis. Jika dulu ia bisa mendapatkan gadis manapun yang ia mau, kali ini ia hanya bisa menatapnya tanpa bisa berbuat apa-apa.
Di tengah lamunannya, mata Min melihat sosok yang tidak asing berjalan keluar dari area lotte world. Min berusaha mengejar sosok itu, tapi ia tidak berhasil karena terhalang oleh banyak orang yang berlalu-lalang.
__ADS_1
"Sial, aku kehilangan jejaknya," umpat Min, "Aku rasa dia mulai memata-matai Sun Youra dan Kim Hyuk. Aku harus memperingati Kim Hyuk.". Min kembali ke tempat Kim Hyuk dan Sun Youra tadi.