LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Kejamnya Kim Hyuk


__ADS_3

Sun Youra membuka matanya. Kepala dan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit dan lemas. Mungkin karena ia telah diberi biusan oleh Min ketika berada di rumah kecil Kim Hyuk tadi.


Semua bayangan kelam yang telah ia alami beberapa hari terakhir sungguh seperti sebuah mimpi. Sun Youra berharap ia akan terbangun dan menemukan dirinya sedang berada di kamar apartemennya, lalu ia segera bersiap ke rumah sakit untuk bekerja dan sepulang kerja menemui Nim Joon.


Air mata Sun Youra mengalir ketika kembali kepada kenyataan. Yang ia alami sekarang adalah nyata. Masa depannya sudah hancur. Sekarang ia hanya bisa menunggu masa kelam kembali menghampiri nya.


"Aku berjanji akan membalas semua ini pada mu. Aku sangat membenci mu Kim Hyuk" kata Sun Youra dengan mata penuh air mata.


"Kau mau membalas dendam?" tiba-tiba suara Kim Hyuk terdengar dari belakang Sun Youra.


Sun Youra tidak peduli, ia tidak menoleh pada sumber suara itu.


"Dengan cara apa kau ingin membalas dendam?" tanya Kim Hyuk mengejek.


Seberapa pun Kim Hyuk bertanya, Sun Youra tidak akan pernah menjawab. Rasanya ia sangat jijik ketika mendengar suara pria itu. Jangankan untuk menjawab pertanyaan Kim Hyuk, mendengar suara pria itu saja Sun Youra sudah merasa muak.


Kim Hyuk melangkah sampai akhirnya ia berdiri di hadapan Sun Youra yang duduk di atas kasur.


"Ingat, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melawan ku" kata Kim Hyuk dengan mata tajam.


Sun Youra masih tidak menjawab.


Lama-kelamaan Kim Hyuk menjadi marah ketika ia tahu Sun Youra sama sekali tidak merespon perkataannya. Sun Youra sudah seperti sebuah patung bertubuh manusia.


'Plalkk!!'


Tamparan keras mendarat di pipi Sun Youra. Karena tamparan itu begitu keras, pipi putih Sun Youra pun memerah dan dari sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Jika kau berani bersikap seperti ini. Aku akan membuatmu lebih menderita lagi" ancam Kim Hyuk.


"Aku tidak takut" baru kali ini Sun Youra mengeluarkan suaranya.


Kim Hyuk menatap dingin gadis di hadapannya itu. Ia mengayunkan satu tamparan lagi hingga Sun Youra pun jatuh pingsan.


* * * *


Club malam Min Dong dipenuhi oleh para penjudi. Malam ini memang dikhususkan untuk acara judi saja. Siapapun yang menang lotre, orang itulah yang akan menghabiskan waktu dengan seorang 'Ratu malam'. Ya, ratu malam adalah julukan pada gadis yang telah dijual dan akan menjadi bahan rebutan.


Untuk menjadi ratu malam, para gadis itu haruslah sempurna dan berwajah sangat cantik.


Para pria hidung belang yang sedang main lotre mengarahkan perhatiannya pada seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. Gadis itu adalah Chung Jo, bendahara club malam milik Kim Hyuk.


Semua orang tidak mengedipkan mata sedetikpun ketika melihat gadis itu melenggang mendekati meja Min Dong. Pakaiannya, wajahnya, dan bodynya, semua sungguh sempurna.

__ADS_1


"Hallo semuanya. Semoga malam ini menyenangkan" sapa Chung Jo.


"Silahkan duduk Nona" sapa Min Dong yang berusia 35 tahun.


Dengan sangat anggun, Chung Jo duduk di sebelah Min Dong. Chung Jo memang sudah terbiasa dekat-dekat dengan sang pemilik club malam yang terkenal itu. Setiap Kim Hyuk ada urusan dengan Min Dong, maka Chung Jo lah yang akan menjadi perantara.


"Ini uang ganti rugi atas gadis yang melarikan diri" kata Chung Jo sambil menyodorkan amplop berisi uang tunai.


Chung Jo harus sedikit berteriak karena tempat itu sangat bising.


"Ok, terima kasih. Tapi aku tidak habis pikir, kenapa gadis itu bisa kabur dari sini" kata Min Dong.


"Aku juga terkejut mendengar kabar itu dari Min anak buah Kim Hyuk" kata Chung Jo menanggapi.


"Tapi Kim Hyuk sudah berhasil menangkapnya lagi" lanjut Chung Jo.


Min Dong mengangkat sebelah alisnya. Ia tidak percaya Kim Hyuk dapat mengejar Sun Youra yang kabur dari clubnya. Staf keamanannya saja tidak dapat mengejar gadis itu, kenapa Kim Hyuk yang jauh-jauh bisa menangkapnya. Tapi pertanyaannya itu tidak bertahan lama setelah Min Dong mengingat bahwa Kim Hyuk memang orang yang sangat disegani oleh para komplotan geng motor lainnya.


"Kenapa Kim Hyuk tidak menyerahkan gadis itu pada Choi Ryu?" kata Min Dong memberikan usulan.


"Choi Ryu? Mafia narkoba paling disegani itu? Bukankah markasnya itu tersembunyi?" kata Chung Jo yang tiba-tiba ingat tentang Choi Ryu.


"Ya. Sampai sekarang tempat perjudian itu masih dalam pelacakan polisi." jawab Min Dong.


"Ya dan aku yakin jika Kim Hyuk menyerahkan gadis itu pada Choi Ryu, gadis itu tidak akan pernah bisa kabur" kata Min Dong.


"Baiklah, nanti aku akan mengusulkan ini pada Kim Hyuk setelah dia sudah tenang. Saat ini dia masih banyak masalah dan urusan." kata Chung Jo.


"Ya jangan lama-lama, sebulan lagi Choi Ryu akan mengadakan judi besar-besaran." kata Min Dong.


Chung Jo dan Min Dong duduk sambil menonton orang-orang yang sedang main lotre. Chung Jo meminum Champanye dengan santai.


* * * *


Sebulan telah berlalu, tidak terasa Sun Youra sudah dikurung di dalam kamar mewah selama sebulan. Setiap hari ia hanya duduk di atas ranjang sambil menatap dinding kamar yang kosong. Kim Hyuk hanya memberikan makan padannya sehari satu kali. Selebihnya hanya tamparan yang ia dapatkan.


Kim Hyuk dua hari sekali mengunjungi kamar Sun Youra di lantai tiga. Ia datang hanya untuk memastikan bahwa penderitaan Sun Youra memang benar-benar menyakitkan bagi gadis itu.


Penderitaan dan tekanan yang di alami Sun Youra memang sangat mengguncang dirinya. Sudah terbukti, Sun Youra mulai mengalami depresi. Ia tidak mau berbicara, pandangannya kosong dan tidak pernah merespon apapun yang terjadi padanya.


Walupun tamparan selalu ia terima, tapi ia tidak merasakan apapun. Hanya bekas lebam dan merah yang menggambarkan betapa kejam Kim Hyuk menamparnya setiap hari.


"Hyuk, aku rasa sudah saatnya kita melepas gadis itu" kata Min yang sedang menemani Kim Hyuk menikmati tegukan wine.

__ADS_1


Mereka sedang duduk berdua di tengah rumah yang luas. Sedangkan keenam teman lainnya sedang mencari mangsa seperti biasanya.


Kim Hyuk menoleh pada Min.


"Aku belum puas bermain-main dan membuatnya semakin menderita" jawab Kim Hyuk tak peduli.


"Hyuk, aku rasa selama kau menyiksa nya, kau tidak merasa puas ataupun senang. Yang aku lihat, semakin kau menyiksa dia, semakin kau merasa marah dan kesal. Seolah-olah kau merasa sakit setiap kali kau menyakiti gadis itu" kata Min dengan nada sedikit meninggi.


Walaupun Min adalah seorang penjahat, tapi ia tidak sekejam Kim Hyuk. Hati nuraninya merasa iba ketika setiap pagi ia masuk ke dalam Sun Youra dan dilihatnya gadis itu menatap dinding dengan tatapan kosong.


"Kau berani meninggikan suaramu?!" Kim Hyuk berteriak marah.


Min langsung menunduk, ia baru sadar bahwa nada bicaranya tadi dapat menaikkan emosi Kim Hyuk.


"Maaf" kata Min pelan.


Suasana di ruang tengah itu menjadi mencekam. Kim Hyuk menatap tajam pada Min yang masih tertunduk.


Suara dering ponsel Kim Hyuk akhirnya membuyarkan suasana yang mencekam itu. Min menarik nafas lega.


"Hallo Chung Jo" sapa Kim Hyuk.


"Hyuk, apakah kau masih menyandra gadis itu?" tanya Chung Jo.


"Tentu saja. Kenapa kau bertanya soal itu" tanya Kim Hyuk tajam.


"Begini, Min Dong memberi saran padamu agar kau membawa gadis itu ke tempat Choi Ryu" kata Chung Jo.


"Aku tidak ingin menjualnya" jawab Kim Hyuk singkat.


"Tapi Hyuk, dia akan membayar mahal" kata Chung Jo.


"Terserah, aku akan pikirkan nanti". Kim Hyuk langsung memutus sambungan telepon.


Min sangat penasaran. Ia melihat perubahan pada wajah Kim Hyuk. Sepertinya Kim Hyuk sedang bimbang. Tapi tiba-tiba Kim Hyuk tersenyum.


"Ada apa Hyuk?" tanya Min.


"Sebuah permainan yang bagus untuk gadis itu. Aku akan memberikan sebuah tantangan untuk nya. Kita lihat, apakah dia bisa kabur dari tempat itu" Kim Hyuk tersenyum licik.


"Dari tempat mana? Kau ingin menjualnya?" tanya Min bingung.


"Choi Ryu" jawab Kim Hyuk singkat dan penuh arti.

__ADS_1


"Apa! Choi Ryu?" Min sampai terperanjat mendengar nama itu.


__ADS_2