
"Kau mau ke mana? Dan, di mana Kim Hyuk?" tanya Do Jae lembut.
"Dia ada di dalam kamar." jawab Sun Youra.
Dari tangga terdengar suara langkah kaki. Kim Hyuk menuruni tangga dengan santai. Wajahnya masih pucat. Ia terkejut melihat ayahnya sudah duduk di ruang tamu. Kini ia menuruni tangga dengan cepat.
"Ayah, mengapa tidak mengabari ku?" kata Kim Hyuk.
Tanpa seizin Sun Youra, Kim Hyuk langsung duduk di sampingnya dan merangkul bahu Sun Youra.
"Waktu kau membawa dia ke rumah ini aku kan belum melihatnya. Sekarang aku datang ke sini untuk mengunjungi calon menantuku." jawab Do Jae.
Do Jae tersenyum hangat pada Sun Youra. Entah mengapa senyuman itu membuat Sun Youra nyaman. Jika ayahnya masih hidup, mungkin ia akan merasakan kehangatan seorang ayah seperti sekarang.
"Besok kau harus ke kantor. Sudah dua hari kau tidak masuk kantor." kata Do Jae pada Kim Hyuk.
"Baik Ayah. Tapi aku harus mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menjaga Sun Youra." kata Kim Hyuk.
Sun Youra melirik Kim Hyuk di sampingnya. Ia sangat kesal pada pria itu. Tadi pria itu sudah membuatnya marah, dan sekarang bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
"Aku bukan anak kecil yang harus dijaga." kata Sun Youra tidak senang.
Kim Hyuk menoleh pada Sun Youra, "Kau pikir aku benar-benar ingin mencari penjaga untuk menjaga mu? Aku ingin menjaga anakku." kata Kim Hyuk.
Do Jae tersenyum lebar, bahkan hampir tertawa. Anak angkatnya sudah seperti suami istri dengan Sun Youra. Ia sangat bahagia jika Kim Hyuk segera menikah. Itu akan memastikan Kim Hyuk tidak akan menjadi ketua geng motor lagi.
"Sudahlah Kim Hyuk, kau jangan membuatnya merasa tidak nyaman. Belajarlah menjadi dewasa. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah." kata Do Jae menasihati dengan senyum lebar.
"Aku akan mandi dulu." kata Kim Hyuk. Ia menyadari sejak menolong Sun Youra tadi, ia belum berganti pakaian.
Setelah Kim Hyuk meninggalkan ruang tamu, Do Jae beralih duduk di samping Sun Youra.
"Maafkan Kim Hyuk. Aku tahu kau belum bisa menerima Kim Hyuk. Kau masih bertahan di sini hanya karena anak yang kau kandung. Tapi percayalah. Kim Hyuk sebenarnya orang yang baik. Hanya saja masa lalunya membuat ia menjadi seperti sekarang.".
Do Jae menceritakan semua cerita Kim Hyuk pada Sun Youra. Mulai dari Kim Hyuk kecil hingga saat ia menemukan Kim Hyuk babak belur di sudut bangunan terpencil.
__ADS_1
"Sepuluh tahun yang lalu, saat itu aku baru pulang kantor, aku melewati sebuah rumah lama yang tidak berpenghuni. Mataku menangkap sosok pemuda babak belur sambil memegang perutnya. Aku pun berhenti dan berniat menolong anak itu.".
"Aku pikir dia anak polos yang dihajar oleh penjahat atau temannya yang nakal. Ternyata bukan, saat aku akan meraihnya, dia malah memukulku. Aku terkejut , walaupun dia sudah babak belur tapi pukulannya masih sangat kuat.".
"Aku berusaha bertanya, tapi dia keras kepala, dingin dan sulit didekati. Saat ada beberapa mobil polisi datang, aku memaksanya masuk ke dalam mobil. Di dalam perjalanan barulah dia bercerita bahwa dia baru saja bertarung dengan musuhnya yang bernama Choi Jo. Dia meninggalkan Choi Jo yang sudah tak sadarkan diri di pinggir jalan lalu dia bersembunyi.".
"Setelah itu aku langsung membawanya ke rumah. Aku memanggilkan dokter pribadiku. Lagi-lagi dia mengamuk bagaikan singa yang terusik. Saat itu aku bingung bagaimana cara aku merawatnya. Tapi setelah beberapa bulan, dia mulai bersikap baik dan sopan padaku. Bahkan dia seperti anak kecil yang manja.".
"Saat dia berusia 17 tahun, dia pergi untuk menemui kedua orang tuanya. Saat itu aku pergi ke Canada untuk mengurus pekerjaanku. Aku baru kembali ke Korea Selatan setelah mendapat kabar Kim Hyuk masuk penjara. Aku terkejut dan langsung terbang ke sini.".
Sun Youra menyimak dengan baik cerita Do Jae. Sekarang ia tahu asal mula sifat Kim Hyuk yang kejam itu. Setelah mendengar cerita Do Jae, Sun Youra pun merasa iba.
Seandainya Kim Hyuk tumbuh dengan keluarga yang baik, ia yakin Kim Hyuk akan menjadi pria yang baik, peduli dan penyayang. Sayangnya Sun Youra sudah terlanjur pada pria yang bernama Kim Hyuk itu.
"Lalu bagaimana dengan kisah hidupmu?" tanya Do Jae.
Sun Youra tersenyum tipis, "Tidak ada yang spesial dari kisah hidupku selain tinggal di panti asuhan, bertunangan dengan Nim Joon, dan berakhir menjadi korban dari kekejaman seorang ketua geng motor." kata Sun Youra. Senyum nanar mengembang di wajahnya.
"Oh ya, Byeon Jin itu adalah taksi langganan ku dulu. Sebenarnya rumah yang waktu itu kau tampati di Busan, itu adalah rumah lamaku." kata Do Jae sambil tersenyum.
"Dan foto keluarga itu juga foto keluarga Anda?" tanya Sun Youra lagi.
"Iya, itu foto keluargaku. Tapi anakku menghilang, dan istriku meninggal karena kanker." jawab Do Jae.
Do Jae menarik nafas panjang. Ia tidak ingin mengingat keluargnya yang sudah tenang di alam sana.
"Sudahlah, jangan membahas masa lalu. Terutama masa lalu yang menyedihkan. Sekarang, kau juga harus melupakan keburukan Kim Hyuk. Itu sudah berlalu, sekarang ia ingin berubah. Tolong bantu dia." kata Do Jae.
Do Jae berdiri lalu melangkah menuju dapur. Ia juga mengajak Sun Youra untuk ikut. Sun Youra tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh ayah angkatnya Kim Hyuk itu. Tapi ia tetap ikut saja tanpa banyak bertanya.
Setelah sampai di dapur, Do Jae menyapa para pelayan yang sedang memasak untuk makan malam. Do Jae membuka kulkas dan mengambil sebuh susu dan roti.
"Sun Youra, mari kita makan bersama." ajak Do Jae.
Sebenarnya Sun Youra ingin menolak, tapi ia tidak enak hati. Ia yakin orang yang sedang duduk di meja makan itu ingin membuat suasana hatinya lebih baik.
__ADS_1
"Baiklah.".
Sun Youra ikut duduk di depan meja makan. Do Jae mengambil satu roti tawar lalu mengoleskan selai strawberry di atasnya. Selai strawberry adalah selai ke sukaannya. Sekarang ia benar-benar ingin memakan roti itu.
"Apakah kau suka selai strawberry?" tanya Do Jae.
"Aku sangat suka." jawab Sun Youra sambil tersenyum lebar.
Do Jae menyerahkan roti yang sudah diberi selai pada Sun Youra. Gadis itu tersenyum lebar dan menerima roti itu dengan sangat sopan.
"Mulai sekarang panggil aku ayah." kata Do Jae sambil mengusap kepala Sun Youra.
"Baik Ayah.".
Sun Youra terharu, baru kali ini ia merasakan kehangatan seorang ayah. Ia sangat merindukan sosok ayah yang belum pernah ia lihat sama sekali.
"Wah, ada yang makan tidak mengajakku." kata Kim Hyuk yang sudah selai mandi dan berganti pakaian.
Kim Hyuk duduk di dekat Sun Youra. Ia memandang Sun Youra yang mengacuhkan ucapannya hanya demi menyantap sepotong roti.
"Aku ingin es susu. Buatkan segera." perintah Kim Hyuk pada para pelayan yang masih memasak.
Sun Youra menoleh cepat pada Kim Hyuk. Lalu menoleh pada pelayanan yang sedang mengambil gelas.
"Jangan turuti perintahnya." kata Sun Youra.
Pelayanan itu berhenti, ia bingung harus mengikuti perintah siapa.
"Berani-beraninya kau mengubah perintahku?" kata Kim Hyuk.
"Kau sedang demam," kata Sun Youra, "Buatkan dia air teh hangat." perintah Sun Youra pada pelayan.
Do Jae tersenyum, baru kali ini Kim Hyuk diam ketika seseorang melarangnya. Bahkan menghalau perintahnya untuk dilaksanakan.
"Semoga kau bisa merubah Kim Hyuk." gumam Do Jae dalam hati sambil menatap Sun Youra yang asik mengunyah makanan.
__ADS_1