LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Pertanyaan tentang pernikahan


__ADS_3

Kim Hyuk dan Sun Youra masih berdiri di tempat yang sama. Tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan Min yang berlari menghampiri mereka. Kim Hyuk mengerutkan alisnya dan mencium ada sesuatu yang tidak beres.


"Ada apa?" tanya Kim Hyuk.


Min tidak langsung menjawab, ia harus mengatur nafas terlebih dahulu untuk mengisi paru-parunya.


Masih dengan nafas yang tersengal-sengal Min menjawab, "Aku tidak bisa menceritakannya selagi Sun Youra ada di sini.".


Sun Youra menatap tidak mengerti. Mengapa ia tidak boleh tahu apa yang akan dikatakan oleh Min. Tapi ia mengalah dan langsung memilih untuk memberikan waktu pada kedua pria itu untuk berbicara berdua.


Setelah Sun Youra menjauh, Kim Hyuk langsung meminta Min untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan tanpa basa-basi.


"Tunangan Sun Youra, dia ada di sini. Aku rasa dia membuntuti kalian." kata Min.


Kim Hyuk mengepalkan tangan. Emosinya siap meledak pada saat itu juga tanpa peduli siapa yang ada di hadapannya. Melihat itu Min langsung mencoba menenangkan Kim Hyuk.


"Jangan terpancing emosi. Sekarang kita harus berpikir jernih. Kita bukan lagi geng motor yang bisa bebas begitu saja. Lagi pula sampai sekarang kita masih menjadi tahanan kota.".


Kim Hyuk meredakan emosinya ketika mendengar ucapan Min. Yang dikatakan oleh Min memang benar, mulai sekarang Kim Hyuk harus menggunakan cara yang halus dan main cantik untuk mengalahkan semua musuhnya.


"Kau benar Min. Kita bukan lagi geng motor.".


Min tersenyum. Kini Kim Hyuk tidak seliar dulu. Dulu ia sulit sekali dikendalikan atau dinasehati. Jika pun Min menasehati, terkadang ia malah terkena kepalan tangan Kim Hyuk. Begitulah Kim Hyuk yang buas dan liar.


"Kalau begitu, kita harus segera membawa Sun Youra pergi dari tempat ini." Kim Hyuk langsung berjalan menghampiri Sun Youra yang berdiri cukup jauh dari tempatnya sekarang.


"Kita mau ke mana?" Sun Youra bingung ketika tiba-tiba Kim Hyuk menarik tangannya.


Kim Hyuk tidak menjawab. Dari itulah Sun Youra tahu bahwa pria itu sedang dalam kendali emosinya. Sun Youra tidak lagi banyak bicara. Sudah lelah ia menghadapi Kim Hyuk yang marah tanpa diketahui sebabnya.


* * * *


Entah apa sebabnya Kim Hyuk sibuk membahas sesuatu dengan Min. Sampai kini pertanyaan itu masih disimpan rapat-rapat oleh Sun Youra. Sejak Min bercerita sesuatu pada Kim Hyuk, wajah kedua pria itu terlihat was-was dan tidak tenang.


Sun Youra memilih masuk ke dalam kamar dan beristirahat di sana. Pikirannya melayang pada saat ia berada di lotte world tadi. Ia sangat bahagia, tapi sayangnya ia tidak bisa berlama-lama karena tiba-tiba Kim Hyuk membawanya pulang.

__ADS_1


"Aku rasa sampai kapanpun aku tidak akan bisa menebak isi pikirannya." Sun Youra membaringkan diri ke kasur.


Ia tidak tahu harus dengan cara apa ia berusaha menerima kehadiran Kim Hyuk dalam hidupnya, sedangkan pria itu sulit sekali ditebak. Sebenarnya di malam sebelum mereka berangkat ke lotte world, Sun Youra sudah memantapkan hatinya untuk memaafkan semua kesalahan Kim Hyuk dan mencoba menerimanya. Namun sekarang ia tahu itu tidak mudah dengan sifat Kim Hyuk yang mudah berubah kapan saja.


"Sun Youra, kau sudah minum vitamin itu lagi?".


Sun Youra menoleh pada pintu. Kim Hyuk menutup pintu dan berjalan ke arahnya.


"Maaf tadi kita tidak bisa berlama-lama di sana. Aku berjanji lain kali kita akan menghabiskan waktu seharian penuh di tempat itu." kata Kim Hyuk yang kini telah duduk di tepi ranjang.


Sun Youra tersenyum kecil, "Tidak masalah, aku sudah sangat senang walau kita di sana hanya sebentar."


Lagi-lagi Kim Hyuk baru tersadar, ternyata bersikap lembut itu lebih menenangkan dari pada mendahulukan emosi dan bersikap dingin. Entah ada perubahan apa di dalam hatinya, yang jelas ia suka dengan perubahan itu.


"Jangan lupa minum obat dan vitaminnya. Mulai besok kau tidak perlu meminum obat penguat kandungan itu lagi. Dokter itu bilang janinmu sudah kuat.".


Setelah mengucapkan itu Kim Hyuk berdiri. Niatnya ingin keluar dari kamar Sun Youra, tapi gadis itu menahannya ketika ia akan melangkah.


"Ada apa?" Kim Hyuk menoleh pada Sun Youra.


Pertanyaan itu membuat jantung Kim Hyuk hampir copot karena terkejut. Ia sama sekali tidak pernah berpikir Sun Youra akan bertanya soal itu. Bahkan ia sendiri belum memikirkan hal itu. Kim Hyuk kembali duduk di sebelah Sun Youra.


"Kau tidak sakit kan?" Kim Hyuk menempelkan telapak tangannya pada kening Sun Youra.


"Aku serius." sergah Sun Youra.


Kali ini Kim Hyuk menghadap Sun Youra lurus, ia ingin berbicara serius dengan gadis itu.


"Mengapa kau bertanya soal itu? Bukankah kau sangat membenci ku?" tanya Kim Hyuk.


Sun Youra menunduk, "Aku-aku, sekarang aku tidak memiliki siapun. Hanya kau lah harapanku dan tempat aku bersandar dan menggantungkan hidup. Tanpa ada ikatan pernikahan, aku merasa tidak memiliki tempat sandaran. Anak ini butuh ayah, jadi aku harus bertanya tentang itu.".


"Aku sudah memutuskan untuk melupakan apa yang sudah berlalu. Ayah benar, semua itu hanya masalalu, sekarang aku harus menata hidup baru. Kau adalah ayah dari anak yang aku kandung. Aku berusaha memaafkanmu dan menghapus kebencian yang tertanam di hatiku.".


Semua ucapan Sun Youra membuat hati Kim Hyuk tersentuh. Kini ia menyesal, tidak seharusnya ia mengobrak-abrik kehidupan gadis yang luar biasa ini. Sekarang ia merasa menjadi pria terbrengs*k di dunia.

__ADS_1


Seharusnya ia tidak menjadikan Sun Youra sebagai tawanannya waktu itu.


"Secepatnya." hanya itu yang mampu Kim Hyuk ucapkan untuk saat ini. Ia masih belum bisa mencerna apapun untuk saat ini.


"Aku harus pergi, jangan lupa minum vitaminnya.".


Sun Youra menatap punggung Kim Hyuk yang berlalu pergi dari kamarnya.


* * * *


"Pasang cctv dan kamera tersembunyi di setiap sudut rumah dan halaman. Aku butuh empat penjaga di depan rumah, empat orang penjaga di belakang, dan dua di samping kanan kiri rumah itu.".


Kim Hyuk memberikan arahan pada Min. Mulai hari ini ia akan menjaga ketat rumahnya. Tidak, bukan rumahnya, tetapi Sun Youra dan anak yang ada di dalam kandungan gadis itu.


Min mengikuti setiap arahan Kim Hyuk. Ia menghubungi seseorang yang menyewakan bodyguard terpercaya dan juga memesan semua yang diperlukan untuk penjagaan itu.


"Hyuk, kau yakin akan semua ini? Apakah Sun Youra tidak akan trauma lagi melihat penjagaan ketat seperti ini? Dulu saat dia kita sekap, ia juga dijaga dengan sangat ketat kan.".


Kim Hyuk tersenyum. Entah apa yang dipikirkan pria itu. Mungkin ia teringat kembali dengan pernyataan Sun Youra beberapa menit yang lalu.


"Tidak akan Min. Dia sudah tidak trauma lagi. Bahkan dia menanyakan kapan aku akan menikahi nya." Kim Hyuk berkata tanpa menghilangkan senyum di bibirnya.


"Kau tidak salah?".


"Tentu saja tidak.".


"Apanya yang tidak salah?" tiba-tiba suara Do Jae terdengar dari ambang pintu.


Kim Hyuk tersenyum lebar melihat ayahnya datang. Kim Hyuk memang selalu gembira ketika melihat ayahnya. Do Jae berjalan menghampiri Kim Hyuk dan Min untuk bergabung bersama mereka.


"Apa yang sedang kalian bahas?" tanya Do Jae.


Min melirik pada Kim Hyuk, mempersilahkan bosnya untuk mengambil jawaban.


"Sun Youra, dia menanyakan kapan aku akan menikahinya.".

__ADS_1


Jawaban Kim Hyuk membuat Do Jae senang bukan main. Itu tandanya Sun Youra mendengarkan ucapannya dan mau memaafkan Kim Hyuk dan mau melupakan masalalu itu.


__ADS_2