LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Berusaha lembut


__ADS_3

Tanpa banyak berpikir, Kim Hyuk langsung menarik kerah baju Zhang Fei lalu memukul wajah pria itu sebanyak lima kali. Sun Youra langsung menampar wajah Kim Hyuk keras.


Kim Hyuk membelalakkan matanya dan memegang pipinya yang terasa sangat panas. Mungkin api di dalam hatinya yang membuat pipinya semakin panas.


"Cukup Kim Hyuk! Apa hakmu memukul dia? Dia itu sahabatku!" teriak Sun Youra di depan wajah Kim Hyuk.


Gadis itu menitikkan air mata lagi. Zhang Fei memegang pipinya dan mengelap sudut bibirnya yang berdarah.


"Dia cuma menenangkan hatiku. Tapi kamu membuatnya babak belur. Aku sungguh tidak mengerti jalan pikirmu Kim Hyuk." kata Sun Youra sembari menangis sesenggukan.


Kim Hyuk kembali menyadari kesalahannya. Seharusnya ia tidak langsung memukuli Zhang Fei. Kini ia takut Sun Youra kembali trauma.


"Maafkan aku Sun Youra. Aku hanya ingin menjagamu. Aku sudah merusak mu dan aku tidak akan membiarkan kau dirusak lagi oleh pria lain." kata Kim Hyuk mencoba meraih tangan gadis itu. Tapi Sun Youra mengibaskan tangannya.


"Tuan, saya rasa saya harus undur diri." kata Zhang Fei sambil mengemasi peralatan medisnya ke dalam tas.


"Maafkan aku Zhang Fei, aku sudah salah paham." kata Kim Hyuk.


Baru kali ini ia meminta maaf pada orang lain. Jika sebelumnya ia mengucapkan kata maaf pada Sun Youra, maka Zhang Fei lah orang kedua itu.


"Tidak masalah Tuan. Saya mengerti." jawab Zhang Fei sambil tersenyum dan menahan perih di bibirnya.


"Besok datanglah lagi ke sini. Aku ingin kau menemani Sun Youra. Aku rasa dia butuh sahabat." kata Kim Hyuk. Kali ini tidak tajam, tapi hanya sedikit lembut.


"Baik Tuan. Saya pasti akan datang." kata Zhang Fei sebelum keluar dari kamar Sun Youra.


Sun Youra diam seribu bahasa. Ia tidak ingin berbicara pada pria ganas di depannya. Perlahan Kim Hyuk mendekatinya dan duduk di tepi ranjang. Pria itu terus menatap mata Sun Youra.


"Kau marah padaku?" tanya Kim Hyuk.


Sun Youra tidak menjawab, juga tidak merespon. Ia sudah terlalu benci dengan pria yang bernama Kim Hyuk itu.

__ADS_1


"Oh ya, aku baru ingat bahwa hari ini salju akan turun untuk pertama kalinya. Aku akan meminta pelayanan membantu mu bersiap." kata Kim Hyuk lalu meninggalkan kamar Sun Youra.


Kim Hyuk sebenarnya sangat marah melihat Sun Youra sama sekali tidak meresponnya. Mungkin jika masih dalam waktu yang sama dengan sebulan yang lalu, pasti Kim Hyuk sudah menamparnya habis-habisan.


Beberapa menit kemudian Sun Youra sudah selesai mandi dam berias seadanya. Pelayanan memaksanya untuk berias agar wajahnya tidak terlihat terlalu pucat. Setelah selesai dengan pekerjaannya, para pelayan keluar dari kamar Sun Youra dan turun ke lantai bawah.


Kim Hyuk yang melihat para pelayan sudah keluar dari kamar Sun Youra, ia langsung bangkit dari sofa dan melangkah naik ke kamar Sun Youra.


Sun Youra sudah memakai pakaian musim dingin. Ia mengenakan jaket tebal, syal berbulu dan sepatu boot berbulu juga. Hari ini Kim Hyuk akan mengajak Sun Youra ke sebuah tempat yang indah untuk menenangkan pikiran gadis itu.


"Kau sudah siap? Mari pergi." ajak Kim Hyuk.


Sun Youra berdiri dari bangkunya. Ia tidak protes maupun mengatakan persetujuannya. Ia hanya mengikuti alur saja. Kim Hyuk membantu Sun Youra berjalan dengan memegang bahu gadis itu. Kini Kim Hyuk tahu bahwa tubuh gadis itu semakin kurus.


Mereka sudah sampai di parkiran mobil milik Kim Hyuk. Di sana berjejer mobil mewah dengan berbagai merk. Kim Hyuk memilih mobil biasa dari pada mobil sport karena itu akan membuat Sun Youra tidak nyaman.


Kim Hyuk membukakan pintu untuk Sun Youra, "Cepat masuk." ucapan dominannya masih saja melekat pada pria itu. Kim Hyuk memang benar-benar sulit untuk lembut.


"Aku tidak ingin pergi ke sana." kata Sun Youra tiba-tiba.


Kim Hyuk yang sedang menyetir menoleh pada Sun Youra yang duduk di sebelahnya. Ia mengerutkan kening.


"Kenapa? Apakah kau tahu kita akan pergi ke mana?" tanya Kim Hyuk.


"Kau ingin membawa ku ke Namsan Seoul Tower kan?" kata Sun Youra dengan pasti.


"Benar. Lalu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Kim Hyuk.


"Aku sudah mengatakan tidak mau ke sana. Lebih baik aku melompat dari mobil jika kau tidak mau berhenti." ancam Sun Youra.


"Ok, ok, baiklah. Kita akan putar arah." kata Kim Hyuk langsung menghentikan mobilnya.

__ADS_1


Baru kali ini Kim Hyuk diperintah dan diancam. Anehnya ia sama sekali tidak emosi. Setelah berputar arah Kim Hyuk kembali menoleh pada Sun Youra.


"Memangnya mengapa kau tidak mau ke sana. Bukankah itu tempat yang romantis?" tanya Kim Hyuk.


"Aku tidak ingin mengotori tempat romantis itu dengan kehadiran pria kejam seperti mu. Dan lagi pula kita bukan sepasang kekasih atau semacamnya." jawab Sun Youra tanpa memandang Kim Hyuk.


Kim Hyuk menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar. Pria itu sedang berusaha keras untuk tetap bersabar dan bersikap sedikit lembut pada Sun Youra. Bagaimanapun ada anaknya dalam perut gadis itu.


Sun Youra menatap ke pinggir jalan, pada bangunan yang tinggi menjulang. Sebenarnya bukan itu alasan ia tidak ingin pergi Namsan Tower. Tapi ia akan mengingat kenangan indahnya dengan Nim Joon di sana. Nim Joon membawanya ke sana pada saat salju turun pertama kalinya. Saat itu mereka masih bahagia bersama tanpa masalah sama sekali. Tapi kini semuanya telah berubah, Sun Youra berada dalam genggaman Kim Hyuk.


"Apa yang kau lamunkan?" tanya Kim Hyuk ketika menyadari Sun Youra melamun.


Lagi-lagi Sun Youra tidak menjawab. Kim Hyuk sampai hampir meluapkan amarahnya jika tidak mengingat anaknya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk meledakan amatah pada saat itu.


"Apakah kau ingin sarapan Kimchi? Atau ayam? Aku mendapat informasi dari pelayan bahwa wanita hamil biasanya ingin sesuatu. Apa yang kau inginkan?." tanya Kim Hyuk sedikit lembut.


Sun Youra masih tidak menjawab. Ia melemparkan pandangan pada toko-toko yang berjejer di sepanjang jalan.


Kim Hyuk menarik nafas dalam-dalam, "Sun Youra, jika kau tidak menjawab dan tidak mengatakan apa yang kau inginkan, bagaimana aku bisa tahu? Bagaimana aku bisa membuatmu nyaman? Sekarang jawab apa yang kau mau." kata Kim Hyuk sedikit menaikkan suaranya.


"Aku ingin kau mengembalikan semuanya seperti dua bulan yang lalu!" teriak Sun Youra pada Kim Hyuk. Air matanya telah berlinang dan berjatuhan. Ternyata sejak ia memikirkan Nim Joon ia sudah menangis.


Kim Hyuk mengerem mobil secara mendadak, kini ia menghadap lurus pada Sun Youra.


"Aku tidak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi dan aku yakin kau pasti tahu itu! Aku bukan tuhan yang bisa melakukan segala! Aku manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Aku mohon jangan mengungkit itu lagi!" akhirnya ia mengeluarkan amarahnya.


Ingin sekali ia melempar Sun Youra ke tengah jalan. Tapi entah mengapa sekarang ia tidak tega melakukan itu.


Sun Youra menangis tersedu-sedu. Ia sudah tidak tahan dengan semua yang ia hadapi. Melihat Sun Youra menangis tersedu-sedu, Kim Hyuk merasa iba. Ia menarik Sun Youra ke dalam pelukannya lalu mengusap kepala gadis itu.


"Aku sedang berusaha menjadi lembut pada mu. Aku mohon bekerja samalah. Jangan buat emosiku terus naik. Aku tidak ingin kasar lagi pada mu. Aku mohon mengertilah." kata Kim Hyuk melemah.

__ADS_1


Sun Youra tidak melawan atau berusaha keluar dari pelukan pria itu. Ia membiarkan air matanya membasahi kemeja dan jaket tebal Kim Hyuk.


__ADS_2