LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)

LOTTO (Dalam Tahap Perbaikan)
Kegagalan pertama kalinya


__ADS_3

Di gang yang digunakan sebagai markas geng motor Kim Hyuk. Tujuh orang sedang duduk berkumpul. Empat dari mereka memegangi pipi dan perut, sedangkan tiga lainnya hanya duduk sambil memandangi keempat temannya yang sedang kesakitan.


"Kurang ajar, pukulan pria itu sakit juga rupanya" gerutu Min yang tadi dibuat terjatuh akibat pukulan Nim Joon.


"Baru kali ini kita gagal dalam aksi kita. Padahal kita sudah mengincar mereka sejak di restoran tadi. Pasti si bos akan marah besar" kata Ray yang memegangi perutnya.


"Jika gadis itu tidak menelepon polisi, pasti kita sudah berhasil" kata Gel.


Min mengangkat wajahnya. Tatapannya begitu tajam menatap wajah Gel.


"Kenapa bisa gadis itu menelepon polisi dan kau tidak tahu? Apakah kau buta atau tuli?" tanya Min dengan sinis.


"Aku juga tidak tahu. Mungkin sebelum kita memaksa mereka keluar dari mobil, gadis itu sudah menelepon polisi dan ponselnya dia letakkan di dalam mobil. Dia sempat berteriak meminta pertolongan pada polisi dan mengatakan posisi kita tadi. Kami pikir itu hanya lelucon" Gel menjelaskan dengan takut karena Min adalah tangan kakan Kim Hyuk yang berarti jika tidak ada Kim Hyuk, Min lah yang memimpin mereka.


"Gadis itu benar-benar cerdas. Pasti dia sudah memperhitungkan dengan matang. Jika dia menggenggam ponselnya tentu saja kita akan tahu jika dia menelepon polisi" kata Min sambil mengepalkan tangan.


"Min, apakah kau ingat wajah pria itu?" tanya Roy.


Min mengangkat sebelah alisnya.


"Kalau tidak salah dia pria yang kita pukuli kemarin malam. Dan wajahnya pun masih ada bekas luka dan memar" kata Roy lagi.


Min mengangguk, ia ingat dan baru menyadari bahwa pria yang pulang jalan kaki sendirian kemarin malam adalah pria yang sama dengan pria yang membawa mobil tadi. Pantas saja hasil rampasan kemarin malam sangat banyak, ternyata pria itu adalah pria kaya.


Saat sedang berpikir, tiba-tiba ponselnya berdering. Dilihatnya nama pemanggil itu adalah Kim Hyuk. Wajahnya langsung berubah pucat.


"Halo" sapa Min ragu-ragu.


"Apakah kalian sudah selesai dengan tugas kalian?" tanya Kim Hyuk dari seberang telepon.

__ADS_1


"Kami gagal Hyuk" jawab Min singkat.


"Apa! Kenapa bisa? Kalian di mana?" tanya Kim Hyuk sambil terus membentak Min.


"Di gang seperti biasa" jawab Min.


"Tunggu di sana, aku akan ke sana sekarang" kata Kim Hyuk dengan tegas.


Setelah menutup telepon, Min menelan ludah. Kali ini Kim Hyuk pasti marah dan akan memukulinya.


Tak perlu waktu lama, Kim Hyuk sudah datang ke tempat itu menggunakan motor ninja barunya. Warna motor itu sama dengan motor yang telah di tahan oleh polisi. Kim Hyuk turun dari motornya, berjalan menuju kursi kebesarannya dengan terpincang-pincang.


Wajah dingin dan kejam telah menjelma di wajah tampan Kim Hyuk hingga membuat tujuh orang di sana terdiam, tidak ada yang berani berbicara. Kim Hyuk menaikan satu kaki ke kursi, matanya menatap tajam pada seluruh anak buahnya secara bergiliran.


"Apa kalian lemah atau bodoh?" pertanyaan Kim Hyuk sangat dingin hingga bisa membuat ketujuh orang di hadapannya membeku di tempat.


"Jika kalian memang lemah dan sebodoh itu, keluar kalian dari sini. Dari pada kalian menjadi sampah yang busuk".


"Min" panggil Kim Hyuk lebih dingin.


Min berdiri lalu berjalan dan berhenti tepat di depan Kim Hyuk. Wajahnya masih tertunduk dan pucat.


"Mengapa wajahmu memar? Mengapa empat dari kalian sampai terkena pukulan?" tanya Kim Hyuk.


Ketika Kim Hyuk bertanya dengan serius seperti itu, tandanya ia menginginkan jawaban bukan hanya sebuah tundukan dan wajah pucat. Min menceritakan kronologi kejadian yang mereka alami tadi. Ia menceritakan bagaimana wanita yang mereka begal menelpon nomor darurat. Ia juga mengatakan bahwa pria yang tadi ia begal adalah pria yang sama dengan pria yang kemarin malam mereka begal.


"Kalian harus terus mengingat wajah dua orang itu. Jika kalian bertemu dengan mereka lagi, jangan pernah ragu-ragu untuk membunuh mereka jika mereka berani melawan. Tidak ada satupun orang yang bisa melawan Kim Hyuk" kata-kata Kim Hyuk mencerminkan sifat kejamnya. Ia bisa berkata dengan mudah menyangkut nyawa orang lain.


"Baik" jawab Min.

__ADS_1


Akhirnya ia bisa bernafas dengan lega, ternyata Kim Hyuk tidak memukuli mereka. Ya, Kim Hyuk adalah orang sangat jago dalam hal bergulat. Ia mampu melawan semua rekannya itu dan memukuli mereka hingga babak belur.


Dulu mereka tidak saling kenal, bahkan mereka menyerang satu sama lain. Anak buah Kim Hyuk dulunya adalah komplotan preman yang masing-masing dari mereka adalah ketua. Ketika masing-masing dari komplotan preman itu menyerang Kim Hyuk, Kim Hyuk berhasil mengalahkannya dengan mudah.


Sejak saat itulah Kim Hyuk merekrut ketua-ketua preman itu menjadi gengnya. Tidak heran jika komplotan mereka menjadi geng motor yang paling di takuti geng motor dan preman lainnya.


"Obati luka kalian, setelah itu kita harus bisa mendapatkan dua gadis. Masih ada waktu seminggu lagi" kata Kim Hyuk dengan wajah yang menakutkan.


* * * *


Di depan ruang operasi, seorang gadis sedang duduk di bangku sambil menangis. Gaun indahnya kini sudah dipenuhi oleh darah. Ia di temani oleh sembilan polisi. Sudah hampir dua jam Nim Joon berada dalam penanganan dokter. Pisau yang menusuk perutnya telah membuat luka yang dalam.


Sun Youra hanya bisa berharap Nim Joon dapat melewati masa-masa kritis. Rasanya dunia akan hancur jika Nim Joon tidak dapat di selamatkan. Hanya Nim Joon lah orang yang sangat ia sayangi dan menyayangi nya.


"Nona, besok Anda diharapkan dapat datang ke kantor kepolisian. Kami harus meminta keterangan Anda" kata salah satu polisi.


"Baik Pak, saya akan datang jika kondisi tunangan saya sudah stabil" kata Sun Youra.


Hari sudah lewat tengah malam. Rumah sakit itu sangat sunyi karena tidak ada pengunjung pasien yang masih terjaga di jam yang selarut itu. Polisi meminta perawat menyediakan ruangan untuk Sun Youra beristirahat dan tidur. Gadis itu pasti mengalami shock setelah kejadian beberapa jam yang lalu. Karena bujukan polisi, akhirnya Sun Youra menuruti perintah polisi itu untuk beristirahat. Sedangkan polisi tetap berjaga menunggu Nim Joon yang masih di dalam ruang operasi.


* * * *


"Aku sangat penasaran, siapa pria dan gadis yang kalian maksud? Ini pertama kalinya kalian gagal dalam menjalankan tugas." kata Kim Hyuk yang sedang meneguk wine.


Para geng motor itu sekarang sedang berkumpul di sebuah rumah kosong. Tempat itu terlihat menyeramkan karena sangat sunyi dan gelap. Tapi komplotan Kim Hyuk sama sekali tidak takut. Delapan pria itu sedang meneguk wine sambil berbincang-bincang masalah kegagalan mereka.


"Besok kalian tetap harus mencari dua gadis, dan kali ini aku tidak menerima kegagalan. Jika kalian gagal, akan ku penggal leher kalian" kata Kim Hyuk mengancam.


"Tentu saja Hyuk" kata Min yang baru selesai mengobati lukanya.

__ADS_1


"Bawa gadis itu kemari jika kalian berhasil menemukannya. Jangan biarkan dia lolos lagi" perintah Kim Hyuk ketika mengingat gadis yang Min bicarakan.


__ADS_2