
Walau sejauh dan sekeras apapun usaha para oknum polisi mengejar para komplotan geng motor itu, tetap saja mereka tidak pernah berhasil. Para komplotan itu sangat lihai dan pandai dalam meloloskan diri.
Dengan rasa kekesalan, akhirnya para polisi itu memutar arah untuk kembali. Lima mobil polisi tadi berhenti ketika melihat satu mobil kawanan mereka berhenti di depan rumah yang terlihat kumuh dan kecil.
"Sedang apa kau di sini?" tanya polisi berkulit hitam.
"Maaf Pak, tadi saya tidak sengaja melihat rumah ini. Dan saya mencurigai bahwa rumah ini adalah markas mereka" jawab polisi itu.
"Tidak mungkin, lihat saja rumah itu. Jendela kamar depannya saja sudah ditutup papan dan halamannya juga sudah lama tidak terawat" sangkal polisi yang tinggi.
"Tidak ada salahnya kita periksa" kata polisi berkulit hitam dengan tegas.
Mereka berjalan mendekati pintu. Begitu salah satu dari mereka mengayunkan gagang pintu, tiba-tiba suara letusan senjata api berbunyi.
"Aakh!!" teriak salah satu polisi yang berdiri di depan jendela.
Semua polisi terkejut dan menolong cepat pada sumber suara.
"Apa yang terjadi?" tanya polisi berkulit hitam.
"Pak, sepertinya mereka sudah mempersiapkan jebakan sebelum mereka pergi. Mereka sudah merancang agar ketika gagang itu di tekan ke bawah, maka pistol yang disembunyikan entah di mana akan menembakan peluru" kata polisi bertubuh tinggi.
"Mereka memang cerdas" kata polisi berkulit hitam.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit" lanjut nya.
* * * *
Delapan motor melaju kencang di jalan kosong. Melewati bukit dan beberapa tempat sunyi. Sampai pada akhirnya mereka telah tiba di depan bangunan mewah yang menyerupai vila. Vila di tempat sepi dan tersembunyi.
Walaupun tempat itu terpencil dan tersembunyi, tapi pemandangan di sana sangat menakjubkan. Siapapun yang tinggal di sana akan merasakan nyaman.
Kim Hyuk melepas helmnya dan turun dari motor. Ia membuka gerbang dengan kunci yang ia sakui di saku celana levisnya. Setelah gerbang terbuka, Kim Hyuk kembali melakukan motornya memasuki halaman rumah yang diikuti oleh tujuh motor lainnya.
Min merasa pinggangnya sangat panas. Ia harus menahan tubuh Sun Youra yang tidak sadarkan diri dalam perjalanan jauh. Begitu motornya di parkiran, ia meminta Kal membantu dirinya melepaskan ikatan Sun Youra pada tubuhnya.
"Cepat bawa masuk dia" perintah Kim Hyuk dengan dingin.
__ADS_1
Rumah mewah bak istana itu adalah milik Kim Hyuk. Kim Hyuk tidak pernah menempati rumah itu karena lebih suka tinggal di rumah kecilnya yang kini sudah ia tinggalkan.
"Bawa dia ke kamar di lantai tiga" perintah Kim Hyuk lagi setelah mereka sudah berada di ruang tamu yang besar.
Sesuai perintah, Min membawa Sun Youra ke kamar di lantai tiga. Ia naik ke lantai tiga menggunakan lift.
Kim Hyuk membantingkan diri ke sofa besar. Ia menatap langit-langit ruang tamu. Menatap lampu gantung yang besar dan mewah. Ya, semua ruangan dan perabotan rumah di rumah Kim Hyuk kali ini semuanya berukuran besar dan juga mewah. Wajar saja jika ada orang yang mengatakan rumah itu bagaikan istana mewah.
Kim Hyuk mengalihkan pandangan pada keenam anak buahnya yang masih saja berdiri.
"Kenapa kalian masih berdiri? Ayo duduk" perintah Kim Hyuk.
Keenam anak buah itu akhirnya ikut duduk di sofa ruang tamu. Mereka duduk dengan tegang seperti menunggu operasi sesar istrinya.
"Kenapa kalian terlihat tegang seperti itu?" pertanyaan Kim Hyuk lebih dingin lagi.
"Kami takut menghancurkan perabotan rumah ini Bos. Jangankan perabotan, keramik yang kami pijak sekarang saja kami tidak mungkin bisa menggantinya" jawab Gil mewakili teman yang lain.
Sebenarnya bukan karena hal itu, tapi mereka tahu Kim Hyuk sedang marah. Mereka tidak ingin menjadi sasaran pelampiasan Kim Hyuk.Jika mereka salah bertingkah, bisa-bisa wajah mereka akan membiru dalam satu menit.
"Maaf Bos" kata Kel sambil menundukkan kepala.
Min keluar dari lift. Tanpa takut seperti temannya yang lain, ia langsung duduk di samping Kim Hyuk.
"Apakah kita akan tinggal di sini?" tanya Min.
"Tentu saja. Kau pikir kita mau tinggal di mana lagi? Rumah kecil kesayanganku sudah tidak aman untuk posisi kita" jawab Kim Hyuk.
"Apakah kau tidak berpikir semua ini terjadi setelah kita menculik gadis itu?" tanya Min tiba-tiba menyinggung soal Sun Youra.
"Apa maskudmu?" tanya Kim Hyuk menatap Min dingin.
Pertanyaan Min yang tiba-tiba membahas Sun Youra sungguh membuat Kim Hyuk jadi semakin marah.
"Iya maksudku kenapa kau masih mempertahankan dia di sekapan kita jika dia selalu membuat kita susah. Tidakkah kau berpikir dia pembawa sial untuk kita?" kata Min dengan berani.
Ya, memang tugas Min untuk memberikan masukan pada Kim Hyuk karena ia merupakan tangan kanan Kim Hyuk.
__ADS_1
"Jangan pernah membahas soal ini. Aku tidak mungkin melepaskan dia dengan mudah setelah ia membuat banyak kerugian dan masalah. Kau ingat, dia bisa lolos dari club Min Dong. Jika aku menyerahkan dia pada orang lain itu tandanya aku melepas dia dengan cuma-cuma".
Kim Hyuk berdiri dari sofa. Dengan wajah dinginnya, ia masuk lift menuju kamarnya di lantai dua.
"Aku rasa, setelah bos bertemu dengan gadis itu. Bos semakin aneh saja" kata Ray.
"Ya aku juga berpikir begitu" kata Gel.
"Sudah jangan bergosip. Jika bos tahu, habislah kita" kata Roy.
"Diam kalian semua" kata Min yang langsung meninggalkan ruang tamu.
* * * *
Tubuh Nim Joon berkeringat, tangannya memegang suntikan, matanya memerah karena amarah. Sekarang ia sedang berada di dalam sel ruang bawah tanah. Tempat itu hanya di terangi oleh cayaha dari lilin.
Di hadapannya ada Choi Jo yang tangan dan kakinya terikat oleh rantai. Nim Joon baru saja menyuntikkan sebuah cairan agar Choi Jo tenang. Walaupun Choi Jo sudah tenang, tapi matanya masih memerah dan tangannya masih mengepal kuat. Ia baru saja selesai membekuk Choi Jo yang mengamuk.
"Sudah aku katakan untuk tidak melawanku!" bentak Nim Joon.
Choi Jo tersenyum sinis.
"Kau memang yang sudah menyelamatkan aku, tapi kau juga yang sudah membuat aku seperti harimau peliharaan mu. Jika kau membutuhkanku, baru kau melepaskan ku ke alam bebas" kata Choi Jo dengan suara khasnya yang besar dan menyeramkan.
"Kenapa kau tiba-tiba menyerang ku tadi?" tanya Nim Joon yang berusaha meredakan amarahnya.
Choi Jo tidak menjawab, tentu saja Nim Joon mengetahui jawaban dari pertanyaan nya itu.
Choi Jo sebenarnya adalah seorang psikopat. Sedari kecil ia sangat hobi membunuh kucing dan anjing milik tetangganya. Semakin dewasa, ia telah merubah targetnya menjadi manusia.
Kim Hyuk bisa berteman dengannya karena Kim Hyuk lah orang yang tidak bisa ia bunuh, sulit dikalahkan. Sampai pada suatu saat, ia bertemu dengan Nim Joon. Kondisinya saat itu sangat buruk. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka dan memar. Luka di pipinya lah yang paling dalam. Itu semua ia dapat karena baru saja dikalahkan oleh Kim Hyuk.
Suatu saat Nim Joon tahu bahwa Choi Jo adalah psikopat. Maka dari itu, Nim Joon membekuknya dengan sebuah cairan yang bisa menormalkan Choi Jo walau hanya dalam jangka 12 jam. Mulai saat itu, Nim Joon mengurung Choi Jo di sebuah rumah kecil tersembunyi bagaikan hewan yang sangat buas.
Setiap 12 jam sekali, Nim Joon memerintahkan seseorang untuk menyuntikkan cairan itu. Jika tidak, maka Choi Jo akan mengamuk dan siapa pun yang terlihat olehnya akan ia bunuh dalam waktu sekejap.
"Jika kau ingin membunuh seseorang, maka aku persembahkan Kim Hyuk untuk mu" kata Nim Joon dengan mata yang berkobar api dendam.
__ADS_1