
"Apa? Kalian serius? Baiklah aku akan ke sana segera" kata Nim Joon yang masih terduduk di ranjang rumah sakit.
Nim Joon melepas semua peralatan yang menempel pada tubuhnya. Dengan secepat kilat ia membuka semua perban yang membungkus wajahnya. Semua rasa sakit yang dirasakan langsung hilang begitu mendengar kabar dari bodyguardnya bahwa ada seorang sopir taksi yang menginformasikan keberadaan Sun Youra.
"Nim Joon! Kau mau ke mana? Kau masih sakit" ayahnya Nim Joon melarang Nim Joon berdiri"
"Sun Youra lebih penting dari apapun Appa".
Nim Joon berjalan terhuyung-huyung menyeimbangkan dirinya yang masih lemah.
"Sayang, cepat perintahkan bodyguard untuk mengikutinya" kata ibunya Nim Joon pada suaminya.
Nim Joon keluar dari rumah sakit sambil memegang perut yang masih belum sembuh dari luka tusukan. Matanya memerah dan tangannya mengepal.
"Sun Youra, aku akan menyelamatkan mu walau aku harus bertukar nyawa sekalipun" Nim Joon sudah bertekat kuat.
Ia menghentikan sebuah taksi lalu masuk ke dalamnya.
* * * *
Di kamar yang besar di sebuah rumah yang mewah terbaring seorang wanita cantik yang dirantai kaki dan tangannya. Gadis itu masih belum membuka mata. Kamar itu menggunakan lampu kuning yang terang, dindingnya berwarna putih, bahkan semua perabotan yang ada di sana semua berwarna putih.
Seorang pria membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Ia menatap tajam pada wajah wanita yang masih tidak sadarkan diri itu. Pria tersebut duduk di samping wanita itu lalu mengambil ponsel dari saku jaketnya. Kamera ponsel diarahkan pada setengah badan wanita yang masih terpejam, lalu kilatan lampu kamera menyinari wanita itu.
"Aku yakin, pasti pria itu sekarang sedang mencari mu" Kim Hyuk tersenyum licik.
"Mungkin dia kakakmu atau kekasihmu atau dia temanmu. Aku sangat tidak sabar bertemu dengan pria yang telah berani memukul teman-temanku" lanjutnya.
Pintu dibuka secara tiba-tiba membuat Kim Hyuk yang sedang memandangi wajah Sun Youra cukup terkejut.
"Dasar bodoh, bisa kah kau mengetuk pintu terlebih dahulu!" bentak Kim Hyuk.
"Maaf Bos, tapi di depan ada dua puluh orang bodyguard bersama pria yang waktu itu kita hajar. Mereka sudah menghancurkan teras rumah bos" Gel melaporkan dengan panik.
Berbeda dengan Gel yang terlihat panik, Kim Hyuk justru tersenyum.
"Jangan takut seperti itu, para bodyguard hanya memiliki tubuh yang besar saja tapi otak mereka jarang digunakan" kata Kim Hyuk santai.
Kim Hyuk berjalan meninggalkan kamar di mana Sun Youra terbaring. Sebelum itu ia mengunci kamar terlebih dahulu.
__ADS_1
Kim Hyuk keluar dari rumah diikuti oleh Gel menemui keenam temannya yang sedang berjaga di pintu masuk. Kim Hyuk dengan santai menepuk bahu Roy dan Ray agar memberikan jalan untuknya. Dilihatnya ada dua puluh berbadan besar dan seorang pria yang masih memakai baju rumah sakit. Kim Hyuk juga melihat pot bunga, bangku taman dan lampu taman sudah hancur. Melihat itu ia hanya tersenyum sinis.
"Ada apa ini? Kenapa harus menghancurkan rumah orang seperti ini?" tanya Kim Hyuk dengan santai.
"Lepaskan Sun Youra" jawab Nim Joon dengan tatapan tajam dan penuh amarah.
"Oh ternyata namanya Sun Youra. Nama yang cantik seperti orangnya" kata Kim Hyuk sambil tersenyum lagi.
"Jangan sebut nama itu dengan mulut busukmu!" kali ini Nim Joon sudah naik pitam.
"Sabar dulu Tuan, nanti luka di perutmu bisa berdarah lagi" kata Kim Hyuk mengejek.
"Aku yakin kau adalah ketuanya, kembalikan Sun Youra padaku" kata Nim Joon berusaha kembali tenang sambil berjalan mendekati Kim Hyuk. Kini jarak mereka hanya satu meter.
"Aku memang ketuanya, tapi sayangnya aku tidak mungkin melepaskan gadis kecilku begitu saja"
'Buukk!'
Satu pukulan keras mendarat di wajah Kim Hyuk hingga membuat tubuh Kim Hyuk sedikit terdorong ke belakang. Tujuh anak buahnya sudah maju ke depan tapi Kim Hyuk memberikan tanda untuk tetap diam di tempat.
"Beraninya kau mengecap tunanganku sebagai gadismu!" teriak Nim Joon penuh amarah.
Kim Joon tertawa, tangan kanannya memegang pipi yang memerah akibat pukulan Nim Joon.
"Apa maksunnya dia tunanganmu? Bahkan sekarang dia sudah menjadi milikku sepenuhnya. Aku rasa aku tidak harus menjelaskan maksud dari perkataanku, karena sebagai pria kau pasti paham" kali ini Kim Hyuk menatap dingin pada Nim Joon.
Tangan Nim Joon mengepal kuat, ia sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya setelah mendengar ucapan Kim Hyuk yang satu itu. Tangan kirinya memegang kerah jaket Kim Hyuk, dan tangan kanannya memberikan pukulan bertubi-tubi pada wajah Kim Hyuk.
"Brengs*k kau! Beraninya kau melakukan itu!! Akan ku bunuh kau!".
Pukulan terakhir yang diberikan oleh Nim Joon ditangkap oleh tangan kiri Kim Hyuk. Kim Hyuk berdiri tegak menahan tangan Nim Joon. Dari sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Aku rasa sudah cukup bermain-mainnya, dasar bodoh!" kali ini Kim Hyuk membalas pukulan Nim Joon tepat pada rahang Nim Joon hingga pria itu tersungkur ke belakang.
"Serang".
Tujuh anak buah yang sudah geram sejak tadi langsung bersemangat ketika mendengar perintah dari sang bosnya. Mereka langsung melayangkan pukulan pada dua puluh bodyguard.
Tujuh lawan dua puluh sebenarnya sangatlah tidak seimbang dan tidak adil, namun karena kemampuan mereka, tujuh pria itu berhasil mengalahkan dua puluh bodyguard dalam waktu yang cukup singkat.
__ADS_1
Setelah anak buahnya berhasil mengalahkan para bodyguard, Kim Hyuk mendekati Nim Joon yang masih berada di lantai. Ia berjongkok agar wajah mereka saling berhadapan. Tanpa diduga Kim Hyuk kembali melayang tinjuannya pada wajah Nim Joon.
"Asal kau tahu, aku tidak pernah turun tangan dalam menghajarmu, jadi pukulan tadi hanyalah balasan atas pukulan bertubi-tubi yang kau berikan. Dan ingat jangan pernah melapor pada polisi tentang rumahku ini" Kim Hyuk mengeluarkan ponselnya, "Atau gadis ini, dia akan menderita di sini".
Kim Hyuk menunjukkan foto yang beberapa waktu lalu ia ambil. Nim Joon membulatkan mata begitu melihat Sun Youra menutup mata dengan tangan yang dirantai. Air matanya tidak dapat dibendung hingga air mata terjun dari kedua sudut matanya.
"Kau baj*ng*n! Apa yang kau ingikan? Uang? Aku rasa kau tidak membutuhkan uang melihat rumahmu yang besar ini" kata Nim Joon dengan marah.
"Aku hanya butuh apa yang sedang aku inginkan" jawab Kim Hyuk dingin.
"Lebih baik kau pergi sebelum aku membunuhmu. Kau tahu? Setiap orang yang memukul ku tidak pernah bisa melihat matahari pagi selamanya. Jadi sebelum aku berubah pikiran, pergilah" kata Kim Hyuk dengan sangat dingin.
Salah satu bodyguard menghampiri tuannya dan membantu tuannya berdiri walaupun ia sendiri kesulitan berdiri akibat pukulan ketujuh anak buah Kim Hyuk.
"Tuan, lebih baik kita pergi dari sini. Pria ini sangat berbahaya" kata bodyguard itu.
Kim Hyuk tersenyum melihat rombongan Nim Joon pergi meninggalkan halaman rumahnya. Ia mengelap luka yang ada di sudut bibirnya. Sebenarnya ia merasakan sakit pada wajahnya, tapi ia berusa seolah pukulan Nim Joon tidak ada apa-apanya.
"Bos, bukankah tadi kau berkata bahwa kau tidak akan menyentuh gadis itu?" tanya Kal menghampiri Kim Hyuk.
"Kau pikir aku sebodoh itu mengatakan bahwa aku tidak melakukan apapun? Lalu di mana sisi kejamku jika aku mengatakan yang sebenarnya? Mereka akan berani melawan jika tahu aku pria yang mengasihani seorang gadis" kata Kim Hyuk menatap tajam Kal.
Sepertinya amarah masih menyelimuti dirinya sehingga pertanyaan kecil pun ia tidak menyukainya.
"Siapkan kompresan untuk ku. Pria itu masih memiliki kekuatan juga walaupun ia sendiri sudah babak belur" kata Kim Hyuk yang meringis ketika tangan yang memegang pipinya tidak sengaja menekan kuat.
* * * *
"Ke kantor polisi sekarang juga" perintah Nim Joon yang berada di kursi penumpang.
"Tapi tuan, pria itu berkata agar kita tidak melapor polisi" kata bodyguard yang menyetir mobil.
"Mereka pikir kita bodoh. Kita akan mengatur rencana untuk menyerang mereka secara diam-diam" kata Nim Joon sambil memegang perutnya yang mulai terasa sakit.
Sang bodyguard melihat Nim Joon sedang kesakitan. Ia pun berinisiatif untuk membawa tuannya ke rumah sakit terlebih dahulu.
"Tuan, kita ke rumah sakit dulu. Saya akan meminta polisi yang datang ke rumah sakit".
"Terserah pada mu saja" jawab Nim Joon sambil meringis ke sakitan.
__ADS_1
Ingatannya kembali pada saat Kim Hyuk mengatakan bahwa Sun Youra sudah menjadi miliknya. Dan yang lebih menyakitkan adalah ketika melihat foto Sun Youra yang terantai tak berdaya di sebuah kamar. Nim Joon dapat merasakan bagaimana perasaan Sun Youra saat ini. Pasti gadis itu sekarang sedang sangat takut dan terpukul.
"Aku berjanji pada mu, aku akan membunuh pria-pria itu".