
Di sebuah ruangan bawah tanah, tangan Sun Youra diikat dan digantung di tengah-tengah ruangan itu. Kakinya menjuntai dan tergantung tinggi dari lantai. Mata Sun Youra terpejam rapat dan kepalanya tertunduk ke bawah. Sampai sekarang Sun Youra belum sadarkan diri.
Tempat itu sepi, gelap, dan menyeramkan. Di depan pintu ruangan itu ada empat bodyguard yang menjaga pintu. Sebenarnya tanpa mereka jaga ketat, Sun Youra tidak mungkin bisa melepaskan diri.
"Aku pikir gadis itu adalah gadis yang lemah dan penakut, ternyata gadis itu pemberani dan nekat." kata salah satu dari mereka.
"Ya aku juga berpikir begitu. Karena dia kita hampir saja kehilangan nyawa. Dia juga membuat kita hilang muka. Bagaimana mungkin seseorang bisa melarikan diri dari sini" kata yang lainnya.
"Untung saja ada anjing pelacak itu. Jika tidak mungkin kita akan kerepotan mencarinya" kata yang lain lagi.
Ketika mereka masih asik bergosip. Dua orang kawanan mereka berlari ke arah mereka.
"Hei, kita dipanggil tuan ke ruangannya" kata salah satu bodyguard yang baru datang.
"Kenapa tiba-tiba? Bukankah kami diperintahkan untuk menjaga gadis di dalam?" tanya temannya.
"Dari CCTV tuan melihat bahwa tempat ini sedang diawasi oleh polisi dan tim SWAT".
"Apa?".
"Maka dari itu kita harus memastikan tuan bisa keluar dari markas ini" kata bodyguard yang tadi.
Akhirnya mereka pergi bersama, meninggalkan Sun Youra terikat di dalam ruangan itu.
* * * *
Roy memenangkan taruhan sabung ayam. Karena begitu senang ia sampai naik ke atas sel arena sabung ayam lalu duduk dengan bangga.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka. Muncul cahaya lampu dari luar bersamaan dengan terlihatnya sosok pria bertubuh tinggi, tampan dan mengenakan jaket. Di belakang pria itu ada tiga pria mengikutinya dengan gagah.
Kim Hyuk berjalan dengan gagah memasuki tempat perjudian. Semua penjudi dan para wanita malam ketakutan setelah melihat keempat pria yang baru datang itu membawa senjata tajam.
Kal menggusur tongkatnya dengan penuh kesombongan, sedangkan yang lain menodongkan pisau.
Min dan Kel hanya menatap sekilas pada pintu depan, mereka sudah bisa menebak siapa yang datang hingga membuat semua orang berhambur keluar dengan ketakutan.
Setelah semua penjudi dan wanita malam keluar dari ruangan itu, Kal dan Ray menutup pintu utama dengan rapat.
Min, Kel, Roy dan Gil berjalan santai menghampiri Kim Hyuk.
"Bagus Bos, tanpa bertindak mereka semua sudah kabur" kata Roy.
"Mana para bodyguard Choi Ryu?" tanya Kim Hyuk tegas.
__ADS_1
"Mereka pergi ke suatu tempat. Aku tidak tahu mereka pergi ke mana" jawab Min.
"Aku yakin mereka mengamankan Choi Ryu" kata Kim Hyuk tersenyum sinis.
Mereka berdiri saling berhadapan. Kim Hyuk menyusun rencana selanjutnya.
"Min, kau cari posisi Choi Ryu. Aku yakin pria itu bersembunyi di ruang bawah tanah. Kal kau cari barang berharga milik Choi Ryu, jika kau menemukannya, hancurkan dan bakar. Yang lain serang para bodyguard dan kurung mereka di sel itu" kata Kim Hyuk sambil menunjuk kurungan arena sabung ayam.
Begitu mendapat tugas dari sang bos, mereka semua pergi dengan semangat dan keberanian penuh.
"Aku harap kalian akan berhasil" kata Kim Hyuk pelan.
* * * *
Roy, Ray, Gil, Gel dan Kel berkeliling mencari ruang persembunyian Choi Ryu dan para bodyguardnya. Mereka menendang satu-persatu pintu yang tertutup. Sampai pada akhirnya mereka menemukan satu pintu yang tidak bisa dibuka hanya dengan ditendang.
Roy mengeluarkan pistol dari dalam saku celananya. Dengan sekali tembakan pada lubang kunci, akhirnya pintu itupun terbuka.
Di dalam ruangan itu ada dua puluh bodyguard yang tersisa karena yang lainnya kabur setelah mengetahui tempat itu sudah dikepung oleh tim SWAT.
Choi Ryu yang memakai topeng terlihat terkejut.
"Siapa kalian?" tanya Choi Ryu waspada.
"Oh ternyata ada mafia narkoba kelas kakap yang pengecut" ejek Gil.
"Ya, dan kami juga anak buah Kim Hyuk" jawan Roy yang sudah menodongkan pistol pada Choi Ryu.
Choi Ryu terkejut, ia tidak menyangka bahwa Min Dong dan Kim Hyuk adalah teman.
"Katakan di mana gadis itu?" tanya Gel
Karena sudah ketakutan, akhirnya Choi Ryu pun memberi tahu.
"Gadis itu aku kurung di ruang bawah tanah paling bawah nomor 05" jawab Choi Ryu.
Anak buah Kim Hyuk tertawa terbahak-bahak. Mereka mengejek wajah Choi Ryu yang ketakutan di balik topengnya.
"Choi Ryu yang terkenal sangar ternyata hanya seorang pengedar narkoba gelap yang penakut. Dia hanya berani saat para bodyguardnya berada di sisinya" ejek Gel.
Ketika asik berbicara, tanpa diduga dari balik pintu seorang bodyguard memukul Roy yang sedang menodong Choi Ryu.
"Tuan lari!" teriak bodyguard itu.
__ADS_1
Pertarungan sengit pun terjadi antara dua puluh bodyguard dengan lima anggota geng motor jalanan. Melihat kesempatan emas, Choi Ryu langsung melarikan diri.
Choi Ryu berlari menuju parkiran bawah tanah sebelah Selatan. Di sana ada satu mobil silver terparkir apik. Dengan cepat Choi Ryu berlari ke arah mobilnya. Ia membuka pintu mobil lalu menutupnya dengan rapat.
"Untung saja mereka tidak mengejar ku" kata Choi Ryu menarik nafas lega.
"Siapa yang tidak mengejarmu".
Suara seorang pria terdengar dari kursi belakang. Choi Ryu menoleh secara perlahan dan terkejut melihat Min sudah duduk di belakangnya. Min tersenyum sombong.
"Ka-ka-kau anak buah Kim Hyuk?" tanya Choi Ryu.
"Lebih tepatnya aku tangan kanan Kim Hyuk" jawab Min.
Min mengeluarkan sebilah pisau dan menodongkannya pada Choi Ryu. Sebelah tangannya merogoh saku jas lalu menghubungi Kim Hyuk.
"Halo Hyuk, aku sudah menangkap Choi Ryu. Aku berada di parkiran bawah tanah sebelah Selatan" kata Min.
Min menutup sambungan telepon, setelah itu ia kembali menatap wajah Choi Ryu yang bertopeng.
"Dari mana kau bisa tahu posisiku?" tanya Choi Ryu.
Min terkekeh, "Aku sedang berkeliling santai di sini. Kemudian aku mendengar dan melihat ada pengecut yang lari dari kejauhan. Aku tahu kau akan menaiki mobil ini" ejek Min.
"Tolong lepaskan aku" kata Choi Ryu.
Saat sedang memohon pada Min, Choi Ryu melihat Kim Hyuk berlari dari kejauhan lalu naik ke atas kap mobil bagian depan. Kim Hyuk berjongkok dan menunduk untuk melihat Choi Ryu di dalam mobil.
"Selamat datang Choi Ryu. Kau mau ke mana?" tanya Kim Hyuk sambil tersenyum sinis.
Kim Hyuk memerintahkan Min mengeluarkan Choi Ryu dari mobil. Min mengeluarkan Choi Ryu dari mobil secara paksa. Setelah itu Ia membuat Choi Ryu berlutut di hadapan Kim Hyuk.
"Tolong lepaskan aku Kim Hyuk" Choi Ryu menunduk dan memohon.
Kim Hyuk mengulurkan tangan untuk melepas topeng di wajah Choi Ryu. Sekali tarikan, topeng itu sudah terlepas dari wajah Choi Ryu.
Min terkejut, ternyata pria itu sudah berumur dan terlihat garis-garis penuaan. Baru kali ini Min melihat wajah musuh bebuyutan Kim Hyuk.
"Kau pikir aku akan melepaskan orang yang sudah bermain licik demi menang dari ayahku dan membeli ibuku untuk bekerja di club malamnya?" kini sudah tidak ada senyum sinis lagi di wajah Kim Hyuk. Yang ada hanyalah tatapan tajam dan dingin.
"Aku mohon maafkan aku" kata Choi Ryu yang sudah berusia 55 tahun.
"Kau sama saja seperti Choi Jo, anakmu. Dia sudah kalah dan masih saja sok berani. Mau tahu apa yang terakhir kali dia katakan padaku? Dia sudah berani mengatakan masa lalu yang paling aku benci." kata Kim Hyuk.
__ADS_1
"Kau sebagai ayahnya, sebagai orang yang menjadi teman ayahku, yang telah menikmati ibuku, kau harus mati!".
Rahang Kim Hyuk mengeras dan matanya memerah. Ia mengepalkan tangan kanannya lalu menghajar Choi Ryu habis-habisan.