
Penampilan Katia yang selalu sexsy, dengan kulit eksotisnya, rambutnya sepanjang punggung dan bergelombang, menjadi daya tarik sendiri dan membuat Lopi selalu terpesona dengannya.
Sore ini, Lopi dan Katia tengah bermotor ria, tanpa malu dilihat pengguna jalan lainnya, Katia mengecup pipi kanan Lopi mesra. “Ayang, kita berhenti di supermarket ya,” kata Katia lembut.
“Ok, Sayang.”
Lopi pun menghentikan motor merah besarnya saat menemukan supermarket. Mereka berdua masuk ke dalam supermarket itu. Katia mengambil minuman kaleng berwarna hijau yang bertuliskan bintang, cukup banyak, lalu beberapa cemilan.
Lopi menatap Katia yang mengambil bir dengan santainya. “Kamu suka minum alkohol?” tanya Lopi.
“Suka, tetapi enggak sampai kecanduan sih.”
“Oh, pernah minum alkohol tinggi?” tanya Lopi lagi.
“Baru sejenis vodka, belum coba lainya sih,” jawab Katia jujur.
“Oh.” Lopi hanya ber-oh. Rupanya, dia dan kekasihnya ini sefrekuensi, suka minum alkohol, walaupun belum kecanduan.
“Aku sendirian di rumah,” kata Katia lagi. Seolah kata itu mengandung arti dan makna lain di telinga Lopi.
Dia tersenyum kecil mendengarnya.
__ADS_1
Setelah berbelanja, mereka berdua pun kembali menaiki motor dengan riang gembira. pelukan di pinggang Lopi sangatlah erat, tubuh Katia benar-benar menempel di punggung Lopi. Pemuda berkulit putih ini, bisa merasakan benjolan indah nan empuk milik Katia di punggungnya. Sekelebat, membuat pikirannya terbang ke angkasa raya.
Setelah sampai di rumah, Katia menawari Lopi untuk mampir.
“Mampir dulu, Ayang, temani aku nonton drakor ya! Aku sendirian aja di rumah, aku kesepian,” ajak Katia bergelayut manja di lengan Lopi.
“Mm- nggak apa-apa? Cuma kita berdua aja di rumah?” tanya Lopi lagi tak enak.
“Enggak apa-apa Ayang, ayo!” Katia menarik lengan Lopi, sedikit memaksanya untuk masuk ke dalam rumah.
Akhirnya, Lopi pun masuk ke dalam rumah Katia yang sepi. Mereka benar-benar hanya berdua sekarang di dalam rumah.
Katia benar-benar suka drakor, setelah meletakkan cemilan dan minuman kaleng berwarna hijau itu, alias bir bintang, Katia serius menonton drakornya. Dia masih saja mengunyah sambil meminum beberapa botol minuman kaleng itu.
Entah berapa lama mereka menonton, sepertinya sudah menghabiskan dua film drakor yang romantis, hingga kini film ketiga yang tayang di WindoTV itu adalah film semi romantis.
Mereka berdua sudah menghabiskan beberapa kaleng minuman beralkohol rendah itu, walaupun rendah, minuman itu membuat suhu tubuh mereka berdua memanas, dan mereka sedikit teler.
Di saat film drakor semi romantis itu berciuman mesra sambil saling beradu bibir, Lopi dan Katia juga saling beradu pandang. Perlahan namun pasti dan entah siapa yang terlebih dahulu memulainya, bibir Lopi dan Katia sudah saling beradu mesra dan panas.
Tubuh mereka berdua sama-sama menyiratkan rasa, hati yang sama-sama berdebar, dengan suhu tubuh yang sama-sama semakin panas dingin. Tangan Lopi mulai menyentuh lembut pinggul dan punggung Katia.
__ADS_1
Lopi, pemuda yang sudah mahir dan berganti-ganti main selama ini dengan wanita, tangannya begitu lincah menelusuri bagian-bagian tubuh Katia yang membuat dia selama ini penasaran.
Tubuh Katia nan molek, montok, dan seksi benar-benar padat berisi, ciuman mereka yang panas dengan gerakan tangan Lopi yang liar memijat dada Katia menambah sensasi yang menggelora.
Mereka berdua benar-benar terbawa suasana, di tambah lingkungan mendukung dan tontonan yang membangkitkan perasaan.
Perlahan, pakaian Katia sudah tersingkap dibagian atas, Lopi sudah bermain-main di bagian dadanya, hingga tanpa mereka bisa menahan, keadaan mereka sudah sama-sama polos.
“Lop, yang pelan ya, aku belum berpengalaman,” kata Katia.
Mendengar itu, Lopi terdiam sejenak, dia tidak menyangka jika Katia masih perawan. Dari gayanya bicara, sikap agresifnya, pakaiannya, Lopi mengira Katia sudah pernah melakukan dengan mantan kekasihnya.
“Iya, Sayang, tenang saja, aku akan memperlakukan kamu dengan lembut. Aku akan memanjakan kamu. Cup!” Lopi mencium bibir Katia dengan mesra.
Lopi yang sudah mahir dan berpengalaman, mencium seluruh tubuh dan inci kulit Katia, gadis berkulit eksotis itu menggelinjang, dia merasa terbang ke nirwana, perlakuan Lopi benar-benar gentle dan mesra.
Lopi melakukannya dengan pelan dan pasti.
“Uh, Sakit....” ringis Katia.
Lopi tenang sebentar, lalu memanjakan Katia lagi dengan sentuhan dan ciuman lembutnya untuk meminimalisir rasa sakit Katia, sehingga raut wajahnya yang mengernyit berubah menjadi mulut setengah terbuka.
__ADS_1
Katia mulai menggila setelah merasa sakit berubah menjadi enak, dia melayang menerima hujanan cinta dari Lopi.
Mereka berdua saling memadu kasih yang hangat di atas sofa, yang di tonton oleh film drakor yang tadi mereka tonton.