Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Mendadak Ada Yang Mencium


__ADS_3

Tak lama, Mereka berempat sampai di arena balap itu. Tempat itu terlihat sangat ramai, barisan motor-motor besar yang warna warni dengan motifnya berbeda-beda, ada yang hitam, merah, biru, hijau, dan lainnya, juga ada motor bebek dan beberapa mobil.


Katia dan Icha melihat sekeliling. Mereka berdua belum pernah kemari. Katia walaupun sudah pacaran dengan Lopi, tetapi dia belum pernah kemari. Mereka terus berjalan, hingga sampai di kerumunan utamanya, sebagian pria-pria yang menyapa Boy dan Lopi Katia kenal, karena beberapa kali pernah bertemu saat dia jalan dengan Lopi.


Di tempat ini, seolah berkumpul pemuda pemudi, mereka begitu tampan, keren dan cool semua, begitu pula dengan para perempuan nya, mereka cantik, sexsy, ada yang montok, tinggi semampai dan lainnya, Icha dan Katia tiba-tiba saja insecure sesaat.


Wajah laki-laki dan perempuan kebanyakan di sini, tampak dewasa, sedangkan mereka yang masih kuliah semester satu, terlihat seperti anak remaja kelas 2 SMA. Wajah dan sikap mereka tampak begitu polos, sedangkan gadis-gadis di sini tampak berpengalaman dengan jam terbang yang cukup tinggi.


Kebanyakan, pria di arena balapan ini menyukai gadis seksi nan cantik aduhai, mereka bahkan berlomba-lomba mencari pasangan. Menjadi kawan dekat atau mereka bisa menjadi FWB (friend with benefid), seseorang yang dipakai hanya untuk keuntungan tanpa memakai cinta, contoh nya kawan tidur penghangat ranjang.


Mereka benar-benar terobsesi mencari wanita cantik nan seksi, karena jika mereka mencari yang biasa, di bawah standar, mereka takut di tertawai dan diejek teman-teman gengs. Oleh karena itu, mereka unjuk diri dengan pesona agar memikat gadis-gadis.

__ADS_1


Icha dan Katia semakin minder, mereka berjalan perlahan mengikuti langkah Boy dan Lopi merunduk. Mereka tidak menyangka, Boy dan Lopi adalah pria terpopuler dan sangat di hormati, sejak tadi tak henti-hentinya orang menyapa dan memberi hormat, memanggil Lopi dan Boy Ketua. khusus Boy, mereka memanggilnya dengan Ketua Umum.


Semua mata tertuju kepada mereka berempat. Ada beberapa pria melirik sekilas Katia dan Icha, sedangkan mata perempuan banyak yang kepo dan iri di dalam hati, ada yang menyumpahi mereka di dalam hati.


“Ayaang, aku gugup,” kata Katia, bukan hanya Lopi yang mendengar, tapi Boy juga.


“Jangan gugup, tidak usah ambil pusing tatapan mereka dan cara mereka, di sini kami rajanya,” jawab Lopi jumawa. “Aayang jangan cemas, jangan minder, tetap Sayang yang paling cantik di mataku kok,” sambung Lopi lagi memencet hidung Katia.


Icha dan Katia merasa mimpi rasanya, tidak menyangka dekat dengan pria yang sangat populer seperti ini. Bisa di lihat, Boy dan Lopi kini tengah di kerumuni pria dan wanita sekarang. “Sayang, duduk di sana, nonton aku nanti ya,” seru Lopi.


Mereka menggelayut di tangan Boy seperti lintah, menempel, bahkan dengan sengaja menggosokkan dadanya di tangan Boy. Ah, kacau! Sedangkan dengan Lopi, tak banyak yang mengganggu, karena Lopi terang-terangan dan menjelaskan dia sudah memiliki kekasih, bahkan dia dengan tegas mengusir para gadis yang mendekati dirinya. Dia ingin menjaga hati kekasih yang dia cintai, Katia.

__ADS_1


Icha mengangkat alisnya melihat pemandangan itu. Benar-benar ... tidak bisa ia jabarkan!


Gadis-gadis itu mulai meraba-raba tubuh boy dengan agresif. Boy tampak gelisah, karena dia ingin menjaga, dia tidak ingin membuat Icha cemburu atau salah paham padanya, karena mereka masih tahap pedekate.


Tiba-tiba saja, seorang cewek nan seksi dan montok berseru, dia mengusir para cewek-cewek itu, memelototi dan berkacak pinggang.


“Pergi!”


“Gue bilang, pergi dan menjauh dari Boy! Kalo kalian nggak pergi, kalian tahu akibatnya!” ancamnya.


Semua para gadis itu pergi dengan takut. Gadis yang mengusir para gadis itu tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Boy.

__ADS_1


Lalu....


Muach! Dia mencium bibir Boy yang di saksikan oleh semua orang yang memandang mereka, termasuk Katia dan Icha.


__ADS_2