Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Roni


__ADS_3

Di tepi kolam, seorang pria paruh baya yang memiliki badan tegap dan masih terlihat bugar, tengah berjemur menikmati cahaya matahari pagi. Jambangnya yang rapi sedikit beruban, dengan rambut yang sudah mulai sulah di ubun-ubun nya sedikit, tetapi masih menunjukkan pesona pria paruh baya itu.


Dia hanya memakai celana pendek, dadanya tampak berbulu keriting, kaki dan tangannya juga berbulu lebat.


Di samping kursi panjang dia berbaring itu, ada meja santai yang ada payung teduhnya, sudah tersaji minuman jeruk dingin. Dia bangkit, menggerakkan kaki dan tangannya, melakukan olahraga ringan sebentar, sebelum mencebur ke dalam kolam renang.


Pria paruh baya ini bernama Roni.


Roni memiliki seorang putri yang cantik, kini tengah berkuliah. Lalu, dia juga memiliki seorang istri yang cantik, workaholic (Gila kerja), sosialita, dan terpandang. Istrinya benar-benar wanita karir yang super sibuk, punya klinik kecantikan, butik, dan usaha lainnya.


Orang tua istrinya menyekolahkan dia tinggi-tinggi, dan mendalami bisnis, dia juga mendapatkan warisan keluarga, dengan jiwa kreativitas dan kemampuannya yang mumpuni, dia bisa mengembangkan aset keluarga, sehingga kesibukannya membuat dia tidak memilik waktu dengan keluarganya, seperti Roni dan putrinya.


Roni benar-benar merasa diabaikan, dia merasa kesepian. Ya, mau gimana lagi, mereka berdua menikah memang karena dijodohkan. Hanya karena Roni anak sahabat papa istrinya.


Roni memiliki proyek dan investasi bersama Papa Boy di perusahaan Andronemix. Kecocokan mereka berdua dalam dunia bisnis membuat mereka menjadi lebih dekat, sudah lima tahun mereka berdua bekerjasama dan saling percaya. Akan tetapi, entah apa yang terjadi, Roni tiba-tiba berkhianat pada Papa Boy akhir-akhir ini.


Roni berenang bebas, beberapa gaya dia lakukan, mulai dari renang kodok, hingga renang ikan lapar.


Setelahnya, dia menepi dan naik ke atas, meminum jeruk dingin yang menyegarkan kerongkongan.

__ADS_1


Hp nya berdering, dia mengangkatnya.


“Hahaha! Banarkah? Bagus, kau melakukan kerja bagus!” puji Roni pada seseorang di sebrang telepon.


“Baik, tentu saja. Ahahha!” Roni masih tertawa terbahak-bahak. Dia tampak senang mendengar kabar dari si penelepon.


Tak lama telepon pun berakhir, dengan bersiul Roni masuk ke dalam rumah, membersihkan dirinya, dan berganti pakaian.


***


Rumah megah yang bertingkat, elegan dengan warna abu-abu mix gold, satu pohon mangga yang rimbun dan bunga-bunga cantik yang i dah di depan halamannya. Pemilik rumah ini adalah Katia. Dia tinggal sendirian di sini, rumah ini dibelikan oleh orangtuanya. Ia merasa lebih senang tinggal sendirian sekarang.


“Hai, Sayang!” seru Katia antusias saat melihat kekasih hatinya datang.


Lopi segera turun dari motor merahnya, melepas helm dan langsung menangkap tubuh Katia yang melompat ke dalam pelukannya.


“Ayaaang, i miss you! sooooooo much!” Katia langsung mengecup pipi dan bibir Lopi sekilas.


“Miss you too Sayang,” balas Lopi, dia juga mengecup Katia sambil menggendong gadis montok itu dari depan.

__ADS_1


“Yuk, masuk dulu Ayank!” ucao Katia setelah Lopi menurunkan tubuhnya.


Lopi berdiri diam saja, saat Katia mencoba menarik tangannya. “Kenapa Ayangku?” Katia melirik Lopi.


Lopi merogoh kantong celananya, mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah, dia segera bersimpuh, memegang sebelah tangan kanan Katia.


Katia terdiam, terpana, dan terharu.


“Sayang, aku sangat mencintaimu, aku ingin hubungan kita ini berlanjut ke jenjang selanjutnya, maukah kau menerima pinanganku ini, Kat?” Lopi menatap Katia serius.


Katia menggigit bibirnya. “Sure!” jawab Katia terharu.


“Really?” Katia mengangguk. Lopi langsung memasangkan cincin itu di jari tangan Katia dan mereka pun berpelukan mesra.


Setelah itu, Katia memasakkan mie samyang pedas untuk mereka berdua, dengan sosis besar, gorengan kerupuk dan minuman bersoda dengan bongkahan es.


“Ayang, ayo, kita makan samyang sambil bermain catur!” ajak Katia.


“Ayo, siapa takut!” balas Lopi. Mereka berdua membawa semangkok samyang masing-masing ke atas meja yang sudah ada caturnya.

__ADS_1


Mereka berbincang dan tertawa lepas, mereka senang dan bahagia. Makan samyang sambil bermain catur, bahkan yang kalah harus dicoret wajahnya.


__ADS_2