Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Larangan Mama


__ADS_3

Para bodyguard Mama Icha pun mencaritahu informasi tentang Boy.


“Gue nggak yakin apakah dia yang dimaksud orang yang bernama Boy oleh nyonya, tapi gue sering lihat dia beberapa waktu belakang ini bersama Nona Icha. Teman Nona Icha juga sepertinya dekat dengan teman laki-laki itu.” Salah satu bawahan berkata.


“Oke, tunjukkan wajahnya dan dimana tempat yang sering dia kunjungi!” kata Atasan mereka.


“Baik Boss. Mereka sering gue lihat nongki di warung soto Tante Delvia sama di kantin Madam Rz di sekitar kamus Harapan Nusa Bangsa. Kalau enggak di sekitar kampus, mereka biasanya ada di Arena balapan. Gue sengaja memperhatikan, hanya bersiap-siap saja, soalnya Nona Icha sering bersamanya.”


“Bagus! Kerja bagus lu!” Dia menepuk pundak pria berjaket kulit berwarna hitam itu. “Kalau begitu, ayo, kita cek di warung, ataupun di kantin. Jika tidak, kita langsung ke arena balapan. Nah, kita berpencar!”


“Ok Boss. Siap laksanakan.”


Mereka pun berpencar, Boy tidak ditemukan bersama gerombolannya karena mereka tidak ngampus hari ini, jadi gerombolan bodyguard yang diminta Mama Icha pun sampai di Arena Balapan.


Mereka berbaur dengan gaya dan pakaian santai, apalagi mereka juga memakai motor layaknya anak pembalap. Kedatangan mereka tidak membuat sekitar curiga, karena saat ini banyak pengunjung yang juga menyaksikan acara balapan dan taruhan yang cukup menggiurkan.


“Bos, sepertinya itu prianya deh! Apa kita samperin? Atau bagaimana?”

__ADS_1


Atasannya hanya meletakkan jari di bibir, menyuruh bawahannya diam dan cukup memperhatikan saja.


“Sialan! Sok gaya sekali dia, dasar Boy bang*sat!” Terdengar seseorang berdongkol di samping kelompok mereka.


“Gue pasti akan merampas jabatan ketua umum dari dia!” Sedikit melirik, pria yang medumel itu tampak mengacuhkan jari tengah mengekpresikan kemarahannya pada pria bernama Boy.


Dia adsltah Hugo.


“Tenang ketua. Kami hanya menganggap kamu ketua, bukan dia!” bawahannya terdengar menjilat.


“Gue akan ajukan banding balik, atau gue akan buat dia celaka!” tersenyum licik.


Bodyguard Mama Icha mendengarkan info, bahwa pria itu memang bernama Boy, dia ketua umum dan populer di tempat ini, tidak satu dan dua yang tidak suka, tapi banyak cowok yang tidak suka dengan dia. Mereka akhirnya mendapatkan semua informasi Boy, keseharian dirinya bahkan tentang keluarganya.


Mereka segera memberikan informasi itu pada mama Icha.


Mama Icha membaca riwayat hidup Boy yang dikirim bodyguard nya melalu email. Tampak dari keluarganya, ibunya, dan kehidupan jalanan yang di lalui Boy. Mama Icha benar-benar tidak suka dan yakin akan menjauhkan Icha dengan Boy. Kerena menurut nya, Boy hanya akan membawa pengaruh buruk kepada putrinya.

__ADS_1


Icha baru saja pulang dengan wajah masih tersenyum ceria. Mama Icha langsung menyambut dirinya dengan tangan bersidekap, wajah serius, dengan pandangan mata tajam.


“Dari mana kamu?"


“Da-dari rumah Katia, Ma, sebelumnya kami main-main dulu,” jawab Icha diantara benar dan bohong. Apa yang dia katakan memang benar, namun sebelumnya dia bermain dulu dengan Boy.


“Mama tidak suka kamu bergaul dengan pria yang bernama Boy itu! Mulai detik ini, kau harus menjauhi dia! Tidak ada alasan! Gara-gara dia, nilai-nilai kamu buruk, kamu bahkan sering bolos di kampus, padahal kamu masih semester pertama, Cha! Biasanya kamu juara umum atau juara satu di sekolah sejak dulu!”


“Aku-”


“Tidak ada alasan!” potong Mama Icha tegas. “Sekarang kamu masuk, akhiri hubunganmu dengan dia segera. Mama tidak mau tahu!” ancam Mama Icha.


“Ma, Boy baik. Aku tidak mau putus dengannya, aku mencintai dia, Ma.” Icha mulai membangkang.


“Cinta kamu bilang? Emangnya cinta bisa kasih kamu makan dan biaya kuliah kamu, hah?” Mama Icha mendelik tajam.


Mendengar Mama Icha yang begitu protektif padanya, Icha pun berlari ke Papa-nya. Papa Icha tengah duduk di ruang televisi sambil menikmati teh hangat dan roti di televisi sekarang.

__ADS_1


Dia memeluk Papa-nya dengan manja, Papa Icha langsung mengelus kepala Icha, dia tahu bahwa Icha barusan pasti dimarahi istrinya.


__ADS_2