Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Icha Merajuk


__ADS_3

Hanya karena masalah guci, pemikiran kanak-kanak Icha pun merusak hubungan mereka berdua, lebih tepatnya, kepercayaannya tiba-tiba saja terkikis, dipengaruhi dari perkataan Mamanya juga.


Boy dan Icha tak bertegur sapa, tak ada komunikasi, entah siapa yang salah dalam hubungan mereka, tetapi mereka berdua benar-benar tidak berniat memulai komunikasi terlebih dahulu, sama-sama egois.


Icha yang tak dihubungi oleh Boy dengan segala kegengsian nya sering melamun akhir-akhir ini.


Mama Icha yang baru pulang dari luar kota, libur hari ini, dia duduk di samping Icha dan memperhatikan putrinya yang banyak berubah.


“Kamu kenapa Cha? Apa ada masalah? Kamu melamun saja?” tanya Mama Icha serius.


“Aku enggak apa-apa kok, Ma,” jawab Icha beralasan.


“Enggak apa-apa kok melamun, seperti orang banyak pikiran aja!” celetuk mamanya.


“Beneran, Ma. Aku baik-baik aja, kok!” tutur Icha meyakinkan mamanya.

__ADS_1


“Kamu tidak produktivitas lagi, semenjak.kenal pria itu, nilai mu menurun, kau berani berbohong pada Mama, kau kabur diam-diam demi main bersama dia. Jujur, mama kecewa dengan sikap kamu yang seperti ini sekarang, tetapi Mama hanya berharap yang terbaik untuk kamu, kamu putri yang Mama sayangi, mama cintai. Mama berharap, kamu bisa memilih yang mana baik dan buruknya.” Mama Icha berkata tegas.


Icha hanya mendengarkan dengan patuh.


“Dan juga ... Mama ingin kamu putus dengan Boy!” lanjut Mamanya lagi. Mata Icha terbelalak, dia terkejut, apalagi permintaan mama yang terdengar lembut namun tegas, seolah tidak bisa dibantah lagi.


“Mama punya jodoh yang baik dan cocok dengan mu. Dia pengusaha muda, tamatan S2 di Amerika. Sopan, baik dan dari keluarga jelas. Sedangkan pria itu, dia pria yang nggak bener! Anak jalanan! Broken home! Belum tamat S1, kuliah main-main, dan belum bekerja! Dia cuma ngehabisin duit orang tua dia!” terang Mama Icha.


“Tapi, Ma--”


“Enggak ada tapi-tapi! Minggu depan, pria itu akan datang ke rumah kita!” ucap Mama Icha.


***


Sudah hampir seminggu, Icha tak saling komunikasi dengan Boy, berawal dari kecewa akan sikap Boy, yang seolah membela kawannya beberapa hari lalu, saat Icha membahas guci ibunya tersebut, sebagai seorang pemimpin, Boy melakukan pendekatan terhadap temannya yang mencuri itu, rupanya ada masalah internal keluarga, sehingga dia khilaf.

__ADS_1


Icha tidak terima, Boy yang meminta maaf, dia ingin pria yang mencuri itu minta maaf padanya. Hingga terjadi perdebatan, antara dia dengan Boy, di tambah Ibu Icha menjodoh kan dia dengan pria lain.


Di gerbang kampus.


Hari ini Boy menunggu Icha di kampusnya. “Hai Sayang," sapa Boy pada Icha.


“Hm,” jawab Icha pendek.


Boy tersenyum hambar. ‘Padahal sudah seminggu berlalu, haduuh, begini ya, susahnya menghadapi cewek, dibujuk susah-susah, biasanya cewek yang ngejar-ngejar aku,’ gumam Boy dalam hati.


“Sayang, minggu depan acara wisudaku. Kamu hadir, ya. Walaupun nilai-nilai aku jelek, hanya syarat lulus aja,” kata Boy tersenyum.


“Ya, lihat nanti!" Icha kembali menjawab singkat, tanpa senyuman.


“Sayang, kamu masih marah ya sama aku? Please, ayo kita lupakan masalah guci itu, aku nggak bisa begini, aku galau kamu abaikan dan cuekin gini.” Boy menggenggam kedua tangan Icha.

__ADS_1


“Aku pusing, capek! Aku pulang duluan!” Icha menepis tangan Boy dan segera berlalu dari sana.


“Sayang, tunggu!” Boy mengejar Icha. Akan tetapi, Icha berlari kecil dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah standby menantinya.


__ADS_2