Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Erik


__ADS_3

Di Washington DC, Amerika.


Sebuah Mansion megah bernuansa ke emasan telah terbuka gerbangnya, satpam sudah bekerja, serta beberapa.pelayan dan pengawal sudah mulai sibuk dengan kegiatannya. Di ruang makan, sudah ada dua orang maid menyiapkan sarapan, omelette telur, roti bakar, susu, coklat hangat, serta potongan buah.


Sepasang suami istri sudah berjalan santai ke meja makan itu, saat para maid telah siap menghidangkan sarapan, seorang istri berambut hitam, kulit eksotis, ciri-ciri wanita timur, Indonesia. Sedangkan sang suami, memiliki rambut coklat muda, bola mata abu-abu, kulit putih bintik-bintik, dan wajahnya di penuhi dengan jambang yang lebat, tetapi terpotong rapi.


“What do you want for breakfast?” Sang istri bertanya pada suami, suaminya ingin makan dengan apa.


“I want to eat egg omelette and a glass of coffee,” jawabnya. Dia ingin makan omelette telur dan segelas kopi hangat.


Sang istri pun meletakkan omelette telur di dalam piring suaminya, dan meminta maid untuk membuatkan kopi hangat. Sedangkan dia, dia membawa segelas coklat panas, roti bakar dan potongan buah ke hadapannya.


Sang suami tidak terlalu lancar dan fasih berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, dia lebih sering menggunakan bahasa Inggris. Mereka berdua tampak berbincang, sedikit membahas tentang perjodohan putra semata wayangnya dengan putri teman bisnisnya. Sang istri sangat setuju, karena yang dijodohkan adalah gadis Indonesia, orangtua gadis itu adalah teman business suami dan putra semata wayangnya.


Seorang pemuda tampan dengan tinggi 185 cm, berat badan atletis dan otot tangan yang terlihat kekar, sepertinya dia rajin berolahraga, wajahnya bule dari keturunan ayahnya sangat kentara di wajahnya, rambutnya coklat, tetapi bola matanya terlihat sangat uni, berwarna coklat muda, tidak seperti ayahnya yang berwarna abu, tidak juga berwarna hazel (coklat tua) seperti ibunya.


Wajahnya tegas dan tampan, apalagi kulitnya, memiliki campuran anatar ayah dan ibunya, telihat eksotis menggoda, hidung mancungnya sangat sempurna, apalagi dengan bibirnya yang seksi.


Dia bernama Erik.

__ADS_1


Erik berjalan dengan coolnya menuruni tangga, menuju ruangan makan. “Morning Mom, Dad!” Muach! Muach! Pemuda tamoan itu mencium kedua pipi ibunya, tetapi tidak mencium sang ayah.


Setelah mengecup ke-dua pipi sang Ibu, Erick lamtgsung duduk di kursinya, mengambil omelette telur, langsung melahapnya cepat ke dalam mulut, meminum susu putih hangat setengah gelas.


“Pelan-pelan Nak, nanti kamu keselek, memangnya kamu mau kemana, terburu-buru begitu makannya?” sang Ibu bertanya.


“Biasa, ke kantor Mom,” jawabnya tersenyum. Dia seorang pria businessman.


Erick kembali meraih roti bakar yang telah di olesi selai coklat oleh ibunya. “Aku paling suka roti buatan ibu," ucapnya langsung menggigit roti itu.


“She is my mine,” kelakar sang ayah.


“Stop. Kalian berdua harus segera siap-siap bekerja!” protes ibu menengahi perdebatan keduanya.


“Hm, btw, Mom mau bahas sesuatu sama kamu, Er!” Sang Ibu menatap putranya.


“Did something important happen?” (Apakah ada sesuatu yang penting?) tanya Erick bertanya serius pada ibunya.


“Tidak juga, tetapi ini penting, untuk kamu. Ur Dad dan Mom sudah membahas tentang seorang putri teman bisnis kita untuk di jodohkan dengan kamu,” jelas sang ibu.

__ADS_1


Alis Erick berkerut. Dia memang tahu tentang bisnis, sebagian teman bisnis Papanya juga menjadi sekutu bisnisnya juga dan berpihak padanya. Akan tetapi, masalah perjodohan dengan putri teman bisnis ini sedikit geli menurutnya.


“Mom, Dad, aku sudah besar dan bisa memilih, begitu banyak wanita yang mengejarku, kenapa musti di jodohkan?" kata Erick.


Ya, benar. Banyak wanita-wanita yang tergila-gila dan mengejar Erick di sini. Dia tampan, anak semata wayang, kaya, businessman, dingin, bukan pria playboy.


“Mom and Dad, gak maksain kamu, tapi coba lihat dan bertemu dulu dengannya. She is from Indonesia,” ungkap sang ibu. (Dia dari Indonesia.)


Erick menoleh pada Ibunya. “Really?” tanyanya. (Sungguh) Sang Ibu pun mengangguk.


“Ok. Aku setuju!" jawabnya antusias. Ayah dan Ibunya pun tersenyum.


“Mom senang kau setuju. Beberapa hari lagi, kita akan ke Indonesia untuk menemui keluarganya," terang sang ibu.


“Hm, itu ide bagus juga Mom. Aku memang berniat akan menetap beberapa saat di Indonesia, untuk mengurus bisnis starup level up milikku, dan AT Groups yang sudah mulai maju di sana,” ujar Erik.


AT Groups adalah perusahaan game yang baru dia dirikan, sedangkan Startup tempat makanan yang dia masukkan di tempat-tempat besar, seperti mall, bandara, pelabuhan dan lainnya.


Erick memiliki sikap manja dan perhatian pada orang terdekat, sedangkan pada yang lain, dia begitu dingin dan cuek. Sejak kecil, Erick baik dan mandiri, bahkan dengan hartanya yang sebanyak itu, dia tidak pernah hura-hura seperti yang lainnya, dia tidak suka menghamburkan uang sembarangan, dari kecil, jiwanya penuh bisnis.

__ADS_1


__ADS_2