
Hari-hari pun berlalu, hingga sampai pada acara wisuda Boy. Pria tampan ini lulus dengan nilai pas syarat lulus saja, dia saling bro hug dengan Lopi, teman yang paling dekat dekatnya.
“Honeeeeeeey!” teriak Katia melambaikan tangannya dengan sebuket bunga.
“Bentar, Sob!” Lopi menepuk pundak Boy, dia segera melangkah ke arah Katia.
“Sayang, makasih!” Lopi menangkap tubuh Katia yang berhambur ke dalam pelukannya. “Aku senang banget kamu datang Sayang,” ungkap Lopi bahagia.
“Aku juga, congratulation Honey. Muach!” Katia mengecup kedua pipi Lopi.
Lopi juga membalas mengecup pipi Katia, dia mengambil bunga pemberian kekasih hatinya itu.
“Lopi, bujang Bunda!” Terdengar dari sana suara seorang wanita paruh baya, memanggil namanya.
Lopi menileh dan ternganga. “Bunda!” seru Lopi, dia.lamgaung berlari dan saling berpelukan dengan wanita itu. “Bunda akhirnya datang? Bunda, aku rindu banget sama Bunda.”
“Bunda juga Sayang.” Mereka berdua saling peluk penuh ke rinduan.
Di belakangnya, menyusul seorang pria paruh baya dengan tersenyum wibawa melihat kedua nya saling berpelukan.
“Papa!” Lopi pun memeluk pria paruh baya itu bergantian dengan bundanya. Sedangkan Katia, berjalan menyusul Lopi pelan, melihat keharuan Lopi berjumpa dengan kedua orangtuanya.
Ya, Bunda dan Papa Lopi memiliki bisnis di negara Malaysia. Mereka juga punya rumah dan sering menetap di sana, mereka kembali ke Indonesia, hanya dua atau tiga kali dalam setahun.
“Aku nggak nyangka Bunda dan Papa akan datang, soalnya bulan lalu baru pulang!” seru Lopi.
__ADS_1
“Tentu saja kami pulang bujang Bunda paling tampan, apalagi hari ini, hari yang spesial, kelulusan dan wisuda putra kami tersayang.” Bunda mengelus lembut lengan Lopi.
“Hm, tapi nilaiku rendah dan sudah telat untuk lulus....” ucap Lopi pelan.
“Tak apa-apa, yang penting, akhirnya selesai dan wisuda juga 'kan?” Papanya menepuk pundak Lopi.
Saat pelukan mereka terlepas, Bunda Lopi menatap Katia yang berdiri diantara mereka.
“Siang Tante, Om,” sapa Katia sopan.
Gadis cantik nan montok itu tengah memakai baju batik berwarna coklat tua, bajunya terlihat sangat pas di tubuhnya, rok baju batiknya di bawah lutut, cukup sopan, belahan dadanya tidak terlalu menonjol seperti biasa.
“Siang juga,” balas Bunda Lopi membalas senyum Katia, sedangkan Papa Lopi hanya mengangguk.
“Bunda, Papa, kenalkan, dia Katia, pacarku.” Lopi memperkenalkan Katia pada Ibunya.
Selama ini, Lopi sudah banyak cerita tentang Katia kepada kedua orangtuanya, tentang dia yang melamar Katia juga. Mereka juga oernah melakukan panggilan video bersama, akan tetapi, untuk bertemu secara langsung, baru kali ini. Walaupun Katia tidak dekat dengan kedua orangtuanya, tetapi dia bisa punya attitude yang bagus terhadap orang tua Lopi.
Begitupula dengan ke-dua orangtua Lopi, dia cukup suka dengan Katia.
“Boy mana?” tanya Bunda.
“Boy!” teriak Lopi pada Boy yang tengah berdiri bengong.
Boy menoleh dan segera berlari kecil mendatangi Lopi dan keluarganya. “Tante, Om,” sapa Boy dan segera menyalami kedua orangtua Lopi.
__ADS_1
“Akhirnya, kalian berdua lulus juga!” Bunda dan Papa Lopi mengelus kepala Boy lembut.
Mereka berbincang-bincang bahagia, di samping itu, Boy masih menunggu pujaan hatinya.
“Mama kamu mana Nak?” tanya Bunda Lopi kemudian.
“Itu di sana Tante, sama Oma dan lainnya, mungkin bahas bisnis sekalian,” jawab Boy menunjuk perkumpulan para orangtua.
“Oalah, di sana toh. Pa, kita ke sana juga yuk, biarkan mereka berbincang-bincang dulu!” Bunda berkata dengan mencubit pelan lengan Papa, pria paruh baya itu hanya mengangguk setuju.
“Kami ke sana dulu ya, happy fun!” pamit orangtua Lopi. Mereka pun berkumpul bersama para orangtua.
Walaupun Mama, Oma, dan family lain nya telah ada di sini, tapi Boy hanya menginginkan kekasihnya. Hatinya bersedih, karena sudah cukup lama.menunggu, Icha tak kunjung tampak jua. Nomornya tidak aktiv sejak semalam, Katia juga tidak bisa menemuinya, gerbangnya untuk pertama kali dikunci dan Katia tidak diizinkan masuk.
Akhirnya, yang di tunggu-tunggu datang juga. Boy sangat senang. Icha sangat cantik dengan gaya rambut di sanggul, memakai baju kemeja hitam campur pink dengan motif bunga daysi.
Boy langsung memeluk Icha. Gadis cantik itu sontak menjadi pusat perhatian keluarga Boy. Oma dan mama nya yang paling utama penasaran, karena selama ini, Boy tidak pernah menunjuk ketulusan nya pada wanita seperti ini di publik. Adapun sang Mama dan Oma mendengar dia pacaran, hanya iseng dan bersenang-senang. Akan tetapi, kali ini perlakuan Boy tampak berbeda.
“Sayang, akhirnya kamu datang juga, tadinya aku sudah cemas.” Boy berkata dengan raut wajah lega.
Icha tersenyum.
“Oh, ya. Ayo, kita ke keluargaku, sepertinya, mereka memperhatikan kita. Kamu mau kenalan sama keluargaku 'kan?” Boy menggenggam tangan Icha, berjalan mendekat ke arah keluarganya.
“Ma, Oma, kenalin, ini Icha, pacarku,” ungkap Boy.
__ADS_1
“Siang Tante, Oma,” sapa Icha malu-malu.
Mereka pun berkenalan dan berbincang bersama, keluarga Boy dan keluarga Lopi, serta Icha dan Katia di sana. Boy dan Lopi tersenyum memperhatikan keluarga mereka dan para kekasih hatinya.