Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Mengingat Ungkapan Cinta


__ADS_3

Entah apa yang merasuki Icha, seolah tiada rasa takut dan khawatir, dia tidak memikirkan ibunya yang marah di rumahnya karena dia keluyuran dan belum pulang juga. Biasanya memang begitu, jika dia sudah mengunci pintu, ibunya akan mengira dia langsung tidur, tetapi siapa sangka, kali ini untuk pertama kalinya dia berbohong, dan untuk pertama kalinya juga ketahuan, ibunya membuka paksa pintunya dan tidak menemukan dirinya.


Boy dan Icha menghabiskan waktunya berbincang dengan mesra, sebelum hari ini, lebih tepatnya, sebelum ayah Boy meninggal.


Boy telah menyatakan perasaannya pada Icha, dan mereka baru saja jadian, tetapi beberapa hari kemudian, berita menyedihkan terdengar, ayah Boy meninggal dunia.


Beberapa hari lalu, saat Boy menyatakan cinta....


Ketika dunia tertidur di malam yang gelap, sementara raga masih terjaga. Indra mata terbuka, tak ingin terpejam.


Pada dini hari, sepasang anak manusia masih terjaga, saling menatap Bulan yang bersinar bulat sempurna, ditemani dengan bintang di sekitarnya. Tepatnya pukul 2 dini hari.


Sebuah pesan terkirim ke ponsel Icha. Pesan dari Boy, yang mengucapkan selamat malam dan mimpi indah. Icha yang masih terjaga, segera membalasnya.


📱Selamat malam, belum tidur, ya?


Begitulah isi pesan Icha. Boy yang membaca itu, segera melakukan panggilan video pada Icha.


“Hai, kok belum tidur?" sapa Boy dengan wajah yang memenuhi layar ponselnya.


“Nggak tahu nih, belum ngantuk aja sih. Kalau kamu?” tanya Icha balik.

__ADS_1


“Kalau aku nggak bisa tidur karena mikirin kamu,” balas Boy.


“Kok, bisa?” Icha menatap Boy.


“Ya ... karena pikiran aku cuma ada kamu. Cha, aku suka banget sama kamu.” Boy berkata langsung. Menyatakan cintanya pada Icha.


Memang, jika dini hari adalah waktu yg jujur untuk bicara dari hati ke hati. Icha yg mendengar Boy mengatakan cinta padanya seolah tersihir, jantungnya berdebar-debar, pipinya merona merah, rasanya terlalu berbunga-bunga.


“Mungkin ini terdengar seperti gombalan, sepele, tetapi aku sangat serius, Cha. Aku belum pernah merasakan perasaan yang seperti ini sebelumnya terhadap wanita. Darahku berdesir dan jantungku berdetak aneh jika di dekat kamu. Kamu sangat spesial, kamu mencuri hatiku seutuhnya, sehingga aku hanya memikirkan kamu setiap saat, aku selalu ingin melihat senyuman manismu, mendengar suaramu, semua yang padamu, aku selalu rindu.


Icha terdiam, mendengar kata demi kata yang diungkapkan oleh Boy.


“Cha, mau kau kau menjadi kekasihku?” ungkap Boy.


“Hm, bagaimana?” tanya Boy lagi.


Icha menatap Boy sambil bertanya, “Serius? Kamu nggak lagi prank aku 'kan?”


“Seribu rius malah, untuk apa aku ngeprank sebuah perasaan? Aku benar-benar suka sama kamu, kalo enggak percaya belah lah dadaku, di sini tertulis namamu," goda Boy.


“Dasar tukang rayu!” cibir Icha.

__ADS_1


“Hehehe, namanya juga suka, ya harus di rayu, kalo enggak dirayu, nanti dia nggak mau, aku soalnya mau,” ucap Boy tersenyum.


“Hm, jawab nggak ya?” Icha tersenyum jahil. “Iya, aku mau,” lanjutnya lagi dengan tersenyum.


“Ah? Yeeeaaay! Thanks Sayang. Love you!” seru Boy senang.


Icha merasakan ketulusan Boy selama ini, oleh karena itu, dia menerima ungkapan cinta dari Boy. Lalu, hatinya juga sudah terjerat oleh Boy.


Selama ini banyak laki-laki yang mendekat padanya, tak ada yang bisa menangkap hatinya, begitu pula dengan Boy, sejak dia dekat dengan Icha, dia tidak lagi berhubungan dengan Lola ataupun gadis lainnya.


Sepasang anak manusia itu pun di mabuk asmara setelah cinta mereka saling berbalas.


***


Icha dan Boy sama-sama tersenyum saat mengingat kejadian mereka awal bertemu, hingga ungkapan cinta. Mereka saling berpelukan mesra.


“Kamu mau makan apa? Biar aku minta buatkan sama bibi penjaga vila ini, atau mu beli makanan pesan aja?” tanya Boy.


“Aku mau makan di kafe bawah sana saja!” tunjuk Icha ke bawah.


“Ok!"

__ADS_1


Mereka berdua pun turun dari roof top, menuju kafe yang ditunjuk oleh Icha tadi. Saat mereka sampai di sana, Icha terkejut melihat seseorang yang berdiri menatapnya.


__ADS_2