
Pertandingan dimulai tanpa Boy, sedangkan Lopi baik-baik saja, waktu ke buru habis sebelum Aldo berhasil memberi obat pencuci perut untuk Lopi, sehingga dia ikut acara balapan. Dia memberikan kiss bye kepada Katia, ini adalah balapan terakhir yang akan dia ikuti, dia sudah berjanji pada Katia, setelah menikah, mereka akan fokus pada rumah saja, dia juga akan bekerja giat, dia berencana pensiun dari dunia balapannya dan menyerahkan kepemimpinan kelompok kecilnya pada Boy atau Heru, orang kepercayaan dia.
Suara-suara mulai riuh, motor sudah mulai meng-gas-gas dan seorang wanita cantik berpakaian seksi membawa bendera. Dia berdiri di tengah.
“Satu!” serunya. Semuanya bersiap, helm, semuanya sudah ok.
“Dua!” Mata semua pembalap tertuju lurus ke depan.
“Go!” teriak gadis itu.
Bum! Bum! Bruuuuuum! Suara-suara motor pun mulai saling melaju mendahului. Aksi balapan pun terjadi dengan begitu menegangkan. Terlihat posisi Hugo dan Lopi saling beradu dari nomor satu dan dua, kadang Lopi di urutan pertama, kadang Hugo, mereka tertukar saat adanya tikungan tajam.
__ADS_1
Aldo terus mengejar ketertinggalannya dari Lopi, posisinya ada di nomor tiga sekarang, nomor empat ada Heru yang terus mengejarnya. Mereka semua saling beriringan, selang berganti nomor, Heru nomor tiga kadang nomor empat, begitu pula dengan Aldo.
Entah kenapa, Heru merasa aneh, kawan-kawannya hampir terjatuh parah semua, semua orang, terutama kelompok Hugo mengejar dia, menghalangi jalannya, sehingga dia tertinggal jauh dari Lopi. Sedangkan Posisi Lopi kini sedang dikejar oleh Aldo dan Hugo, bukan hanya itu beberapa motor juga mengejar Lopi, itu semua adalah kelompok Hugi.
Konsentrasi Lopi pecah saat Aldo dengan sengaja menyenggolnya dan Hugo menghalangi dari depan. Kini, posisi Lopi terkepung oleh Aldo dan lainnya, sedangkan Hugo terus melaju.
Lopi yang konsentrasinya terganggu pun terjatuh, terguling-guling terbang dengan sangat tinggi terseret oleh motornya
Brak! Motornya terjatuh bersama dengan Lopi yang terpelanting. Doar! Motor Lopi meledak dan mengenai Lopi.
Team penyelamat segera menyiram dengan pemadam kebakaran, ambulance pun juga datang lebih cepat. Boy yang sejak tadi bolak balik ke dalam toilet di telepon oleh Icha.
__ADS_1
“Apa?" seru Boy terkejut luar biasa, dia bergegas berlari dan mengiringi ambulance ke rumah sakit.
Katia menangis histeris. Lopi sangat parah, wajah dan tubuhnya tadi juga ikut terbakar. Kini, dia sedang berada di UGD, orang tua Lopi sudah dikabari oleh Boy, mereka akan segera datang. Icha menenangkan Katia yang sejak tadi terus menangis.
Boy mendekat dan berniat untuk menenangkan Katia juga, tetapi Icha tiba-tiba berdiri dan marah pada Boy. “Ini semua karena kamu, Boy. Kamu laki-laki jahat, tega kamu memaksa Lopi agar balapan, padahal mereka akan segera menikah, bagiamana jika terjadi apa-apa degan Lopi, bagaimana dengan nasib Katia. Kau benar-benar baji*ngan!” teriak Icha.
Perasaan Boy yang kalut, dia banyak pikiran, ditambah Lopi sahabat karibnya. Apa yang diketahui gadis di depannya ini, sehingga memakinya seperti itu? Tanda sengaja, tangan Boy terangkat dan menampar bibir Icha yang terus menerus sejak tadi mencerocos.
Ia serba salah, Boy saja sedang sangat sedih karena kawannya kecelakaan, tetapi pacarnya sendiri meninggi berbicara pada nya dan menyalah kan diri nya dengan semua ini.
“K-kau berani menamparku?” Suara Icha bergetar menatap Boy.
__ADS_1
Boy juga menatap tangannya. Terbengong.
“Kau benar-benar jahat, aku benci padamu, Boy! Aku benci!” jerit Icha dan berlari keluar dari rumah sakit.