Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Lola


__ADS_3

Icha terbelalak dan Boy pun terkejut saat seorang gadis sudah mencium bibirnya. Gadis yang sebenarnya sudah sangat sering mencium bibirnya. Ya, dia adalah Lola, gadis yang baru beberapa waktu itu menghabiskan malam panas bersamanya.


Lola gadis yang populer di area sini, dari kalangan laki-laki ataupun perempuan. Dia berani dan menggoda. Orang-orang juga banyak yang takut dan sebagian menghormati dirinya.


Semua orang yang ada di arena balap ini, sudah pasti kenal dengan dia, karena dirinya adalah langganan tetap yang akan dibonceng oleh Boy ke arena balapan. Bagaimana tidak? Jika ada perempuan yang mendekati Boy, dia akan mengusir dan mencari masalah pada mereka setelahnya jika tidak mau pergi. Ia hanya ingin mendominasi Boy seorang untuknya.


Lola gadis yang cantik berbadan montok, eksotis, rambut lurus pendek dengan potongan seperti rambut polwan pada umumnya. Alis tebal dan rapi, berkumis tipis, memiliki banyak rambut-rambut halus di sekitar jambang dan dahinya, bibir kecil imut berwarna merah muda, tinggi semampai dengan penampilan yang selalu seksi menggoda iman kaum Adam.


Bagaimana Boy tidak tergoda, menjadikannya koleksi FWB-nya. Lola dijadikan hanya untuk pemuas dahaganya di ranjang, tidak ada perasaan khusus apapun yang dia rasakan untuk gadis itu.


Boy dan Lola memang dekat selama ini, orang-orang di arena ini melihatnya begitu, sayangnya hanya Lola saja yang berharap seperti itu, karena Boy hanya merayu mangsa saja, tak ada sedikitpun keseriusan menjalin hubungan kasih, kejenjang pacaran, ataupun selanjutnya, Boy hanya ingin memuaskan ular anaconda miliknya saja.


Oleh karena itu, Lola merasa sombong, menjadi wanita yang terpilih, sedangkan wanita-wanita cantik lainnya masih seperti biasa, menggoda dan menjajakan tubuhnya pada Boy karena suka pria itu, tapi Boy malah memilih dia.


Dan sejujurnya ... Boy memang lebih sering bermain dengan Lola, karena Boy pemilih, tak sembarang tidur dengan wanita, jika tidak cantik sekali. Kemudian, karena dia lebih sering balapan, berkumpul dan membahas beberapa masalah bersama gengs. Lalu, Lola setiap saat menawarkan diri padanya, bahkan tahu kapan waktu yang tepat untuk menggoda Boy yang sedang dilanda gejolak rasa haus belaian.


Icha benar-benar merasa cemburu melihat kejadian itu. Dadanya rasa terbakar, dia ingin berteriak pada Boy dan menarik rambut gadis yang mencium bibir Boy itu.

__ADS_1


Boy melepaskan pertautan bibir itu, walaupun Lola masih ingin melanjutkan lebih lama. Mata Boy melirik Katia dan Icha. Ia merasa tak enak hati. Lola menangkap indra penglihatan Boy. Ya, tadi dia juga mendengar kabar, sebelum dia mengusir gadis-gadis yang mengerubungi Boy tadi, bahwa Boy dan Lopi membawa gadis masing-masing dari luar. Bahkan, Lola juga mendengar kabar, jika Lopi sudah memiliki kekasih sekarang.


Lola merangkul lengan Boy, dengan sengaja menggoyangkan dadanya yang besar montok itu agar bergesekan dengan tangan Boy sambil bertanya. “Mereka siapa, Boy?”


“Yang satunya pacar Lopi, satunya lagi teman pacarnya Lopi, temanku juga,” jawab Boy jujur, karena mereka belum pacaran, masih tahap pedekate.


“Ohh.” Lola bergumam dengan senyuman smirk.


Boy segera melepaskan tangan Lola dan bersiap memulai balapan. Mereka semua pun mulai balapan dengan sorak sorai penonton.


“Ah, bocah, masih sekolah? Wah, kita bisa di tegur nanti, dikirain ngajarin anak dibawah umur yang enggak-enggak,” balas salah satu gadis menanggapi Lola.


Icha yang dilanda cemburu, tentu saja merasa panas hatinya, begitupun dengan Katia yang lebih dulu meledak emosinya.


“Heh! Lo nyindir kita? Siapa yang lo bilang bocah, anak sekolahan?” Katia berkacak pinggang.


“Kenyataan pun. Kalian berdua siapa? Masih bocah, sana pulang, mandi, cuci kaki, bobok! Ahahha!” Lola terbahak.

__ADS_1


“Sialan lo jabl*i! Lo yang bocah kampung!" teriak Katiak marah.


“Apa lo bilang?” Lola pun ikut meradang.


“Lo jal*ng!” seru Katia tak mau kalah.


Tempat itu mulai ramai dengan sorakan para wanita-wanita yang senang melihat Lola, Icha, dan Katia ribut. Boy yang baru saja menang balapan terlebih dulu mencapai garis finis, menoleh ke arah keramaian itu. Lalu, di susul dengan Hugo dan Lopi yang hampir beriringan sampai di garis finish.


“Eh, kenapa tuh, Boy! Eh, bukannya tadi di sana cewek gue, Katia ama Icha!” sentak Lopi langsung turun dari motornya.


Baru saja Lopi bicara seperti itu, Boy melihat Icha berlari dari kerumunan itu.


“Eh?”


Icha berlari dengan kencang,dia benar-benar terbakar api cemburu bercampur amarah. Lola sejak tadi berkoar-koar kalau dia adalah bintang utama yang dipilih oleh Boy, sedangkan Icha hanyalah bocah. Dia marah karena dibilang bocah, padahal dia anak kuliahan, yang cukup dewasa.


Melihat Icha yang berlari, Boy pun mengejar Icha dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2