Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Bolos


__ADS_3

Setelah insiden kejadian dua menit itu, Icha yang polos menjadi rindu dan ingin selalu dekat dengan Boy, sampai Boy mengajaknya jalan-jalan ke pantai sore ini.


“Cha, ada yang ingin aku katakan padamu.” Boy menatap Icha serius.


“Apa?”


“Kamu jangan marah, ya?”


“Mm, enggak, aku nggak akan marah. Ada apa?” tanya Icha.


Boy menggenggam kedua tangan Icha, menatapnya lekat. “Saat pertama kali aku melihatmu, aku langsung terpesona padamu, di lampu merah saat itu, lalu saat kita berjumpa kembali di depan cafe, hingga detik ini, perasaanku semakin besar padamu, aku jatuh cinta padamu, Cha. Mau kah kau pacaran denganku?”


Icha kama terdiam, mendengar seruan ombak pantai, seolah menyorakinya dengan semangat. Icha menggangguk dengan pipi merah merona.


“Makasih, Cha. Aku senang banget!” Boy langsung memeluk Icha dengan erat.


Icha dan Boy makin dekat setiap hari, bahkan Icha kini juga mulai bandel dan bolos di jam kuliahnya, padahal dia baru semester satu, hanya karena sering bermain-main dengan Boy.

__ADS_1


Oleh karena itu, salah satu dosen yang mengajari Icha mengadu pada Mama Icha, memberitahu nilai Icha jelek, sering bolos dan lainnya. Padahal waktu SMA, dia murid yang berprestasi, dan dibanggakan. Dosen itu teman akrab Mama Icha.


Mama Icha adalah Ibu yang pedulian, walaupun dia sibuk. Dia merasa heran, kenapa anaknya tiba-tiba bandel begitu, dia pun akhirnya memilih menelfon teman dekat Icha, Katia.


“Halo, Katia.”


‘Hallo, Tante.’


“Apa Icha dekat dengan seseorang akhir-akhir ini, Kat?" tanya Mama Icha to the point, tak bertele-tele.


Ah? Katia meneguk salivanya mendengar pertanyaan Mama Icha itu. Dia adalah wanita tegas, peduli dan cukup pemarah bagi Katia, dia merasa takut.


“Kat, Tante tidak suka kamu berbohong, Tante kenal kamu, atau kamu mau, Tante larang kamu dekat dengan Icha? Kalian nggak boleh ketemu lagi?" ancam Mama Icha.


‘Jangan, Tante! Baik, saya akan bilang. Icha baru aja pacaran,’ jawab Katia jujur karena takut pada Mama Icha.


“Pacaran? Dengan siapa?"

__ADS_1


‘Na-namanya, Boy, Tante.’ Katia menggigit bibirnya sambil bergumam dalam hati. ‘maafkan aku, Cha, aku nggak bisa, gak berteman denganmu.’


“Oke. Pria itu benar-benar membawa dampak buruk pada Icha, sering bolos kuliah, nilainya juga anjlok banget. Ya udah, Tante mau sibuk dulu.” Tut! Dia mematikan panggilannya dengan Katia.


Katia mendadak pusing dan cemas, ia benar-benar merasa bersalah pada Icha karena telah memberitahukan Mamanya, tetapi jika tidak diberitahu, mereka akan dilarang berteman, Mama Icha wanita yang tegas dan keras.


Mama Icha segera menghubungi bawahannya.


“Kalian dimana?”


‘Kami ada di sekitar rumah Nyonya,' jawab seseorang di telepon.


“Akhir-akhir ini, putriku, Icha, dekat dengan seorang pria, dia bernama Boy, pria itu memberikan pengaruh buruk pada putriku, kalian harus mencari tahu dan mendapatkan info dia secepat mungkin, aku tidak ingin dia berhubungan lagi dengan putriku.”


‘Baik Nyonya, akan kami laksanakan!’ jawabnya.


Mama Icha mengakhiri panggilan pada bawahannya, dia berniat akan memisahkan Boy dan Icha, dia tidak ingin anaknya menjadi buruk, dia ingin Icha berhasil dengan masa depan yang jelas dan bagus.

__ADS_1


“Boy? Pasti pria tidak berpendidikan, tidak diajarkan ibunya, anak yang tidak bersekolah!” gumamnya kesal dan masih teringat akan aduan dari temannya yang menjadi dosen di kampus Icha.


__ADS_2